Latihan pasang Susuk KB di Singapura



Dengan dibantu oleh dokter Singapura (kecil-kecil begini do'i seorang ahli lho), saya belajar memasang (dan juga mengeluarkan, tentu) susuk keluarga berencana (KB Implant). Bahasa kerennya "Implanon (R) Insertion and Removal Training".

Dengan teknologi canggih yang dimiliki Organon, alat ini bisa membuat seorang ibu tidak hamil dalam kurun waktu 6 tahun.

Latihan dilakukan pada alat peraga yang canggih.





Dari:
Sheraton Towers Hotel, Singapore

Kunjungan ke Raffles Hospital Singapore


Baru saja mendarat di Changi Singapore, langsung menuju Raffles Hospital. Di rumah sakit ini kami bertemu dengan dokter-dokter dari Malaysia, Myanmar, Sri Lanka, Bangladesh dan tuan rumah Singapore. Kedatangan kami dalam rangka menghadiri 4th Annual Scientific Meeting dari Raffles Medical Group, yang kali ini mengambil tema: Gynaecology and Pediatrics - The GP's Perspective.

Acara pertama seperti biasa Keramahtamahan Asia (Asian Hospitality), kata dr. Mariam Faruqui dari Bangladesh sewaktu berbincang dengan penulis. Yang dimaksud adalah makan-makan.
Kami, kurang lebih sekitar 50 dokter berbincang-bincang saling berkenalan. Dari Indonesia ada sekitar 15 dokter, yang terdiri dari dokter umum dan spesialis.

Laporan ini ditulis dari Raffles Hospital Lantai 2, dimana tersedia akses internet.
Bersama ini ditampilkan foto saya dengan dr Prem Kumar Nair, General Manager Corporate Service.

Sampai ketemu di laporan selanjutnya.

Salam dari Singapura.

Buah merah, sesuaikah klaim dengan kenyataannya?


Semua yang berbau misterius / dugaan pastilah lebih dicari orang dibandingkan dengan dengan yang pasti. Ada harapan besar (lebih tepat disebut gambling) dalam hal itu. Pilihan tentu ada di tangan konsumen.

Kemarin saya baru saja dikunjungi anak dari orangtuanya (72 tahun) yang saat ini dirawat hingga memerlukan terapi pengganti, hemodialisa atau cuci darah.

Setelah melalui proses wawancara yang lama, akhirnya bertanyalah sang anak, "menurut dokter, bagaimana tanggapan mengenai Buah Merah?"

Sekali lagi saya jelaskan, saya tidak anti akan terapi-terapi non konvensional, tetapi sebaiknya bagi orang lanjut usia maupun mereka yang ada kecenderungan menderita gangguan ginjal, sebaiknya menghindari mengkonsumsi sesuatu jika belum pasti apa khasiat dan efek sampingnya.
Ingat "ada kecenderungan" ......belum sakit. Apalagi yang sudah sakit!!!!

Untuk mengingatkan lebih jelas nasehat ini, silakan baca buku "Penyakit Ginjal dan Hipertensi" terbitan Elexmedia Komputindo di http://www.dokter.web.id.

Konsumsi Buah dan Sayur amat bermanfaat
Bukannya konsumsi buah-buahan tidak baik. Malah kita sangat dianjurkan untuk konsumsi buah-buahan dan sayuran minimal 5 porsi per hari. Tetapi sesuatu yang mempunyai banyak klaim mengandung arti: khasiat dari produk tersebut belum diketahui cara kerjanya. Jadi klaimnya bisa beraneka ragam. Kadang-kadang begini kadang-kadang begitu.

Lebih jauh, dengan tidak diketahui bagaimana mekanisme kerja zat aktif produk tersebut, apalagi jika ditanya lebih lanjut, apa efek sampingnya terutama jika penggunaan jangka panjang.
Atau malah zat aktifnya sendiri belum diketahui?

Bagi orang sehat, tentu tidak mengapa mengkonsumsi ekstrak buah-buahan tertentu. Seperti yang sering kita baca, orang Irian jarang menderita penyakit degeneratif (artinya mereka belum sakit).
Tetapi bagi mereka yang mengalami kesulitan memetabolisme atau mengeluarkan zat sisa dari produk tersebut, bagaimana?

(sama seperti mengkudu yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu, saya memperoleh informasi bahwa saat ini belum terbukti akan manfaatnya seperti yang diperkirakan)

Hati-hati bagi mereka yang mengalami gangguan metabolisme
Pertanyaan lagi, ke manakah dibuang hasil metabolisme produk itu? Melalui hati ke jalur buang air besar (kotoran/feses) atau melalui ginjal ke jalur buang air kecil/urine?

Pada produk-produk yang telah diketahui benar manfaatnya (tentu melalui serangkaian uji klinik yang valid/sahih), telah bisa dipastikan bahwa suatu produk AMAT BERBAHAYA jika dikonsumsi oleh mereka yang mengalami gangguan ginjal karena sebagian besar hasil metabolisme (racun) dikeluarkan melalui air seni.

So, bagaimana dengan buah merah? Kemanakah hasil metabolismenya dibuang? Jika dibuang melalui hati, bermanfaatkah jika dikonsumsi oleh mereka yang mengalami gangguan hati? Begitu juga jika dibuang melalui air seni, tidak bahayakah dikonsumsi oleh mereka yang mengalami gangguan ginjal?

Pendapat penulis, manfaat buah merah adalah karena kandungan Antioksidannya yang tinggi yaitu Karotenoid. Apa itu Karotenoid dan bagaimana mengukurnya, silakan baca buku Kanker, Antioksidan dan Terapi Komplementer di http://www.dokter.web.id.

Catatan terakhir, jika diketahui Buah Merah baik khasiatnya, pertanyaan buah merah yang mana? Yang diproduksi oleh siapa? Bagaimana 'buah merah' produk tertentu melalui metabolisme tubuh kita? Bermanfaatkah hal itu untuk meningkatkan antioksidan kita?

Analoginya, sama seperti kita konsumsi obat anti hipertensi, dimana dokter menyarankan kita untuk kembali mengecek tekanan darah 2 hingga 4 minggu kemudian. Perlukan kita mengukur kadar antioksidan sebelum dan sesudah konsumsi Buah Merah?

Penulis sendiri pernah melihat TELUR AYAM yang dilabel dengan BUAH MERAH.

Awet muda ala Bpk Uripto Widjaja


Berbicara mengenai Awet Muda, tetap segar dan bugar di usia lanjut, saya perkenalkan Bpk Uripto Widjaja, 82 tahun dan masih aktif berolahraga serta menyupervisi perusahaan2nya.

Ternyata dengan aktif bekerja, kita bisa tetap sehat hingga usia lanjut.

Rahasianya menurut beliau, cuman 1: RAPI
- rapi dalam bekerja
- rapi dalam makan/minum (maksudnya menjaga makanan/minuman)
- rapi dalam kehidupan
- rapi lain-lain

Semoga bermanfaat dan menambah semangat bagi kita semua.

Bagi yang ingin berkomentar atau mempunyai kenalan yang berusia lebih lanjut dan masih aktif silakan....

Erik Tapan
http://www.dokter.web.id

Presentasi yang baik pada acara Simposium International Occupational Health


Ingin tahu bagaimana caranya melakukan presentasi yang baik?
Acungan jempol pantas diberikan kepada Guru Besar dari National University of Singapore ini. Prof Chia Sin Eng, dengan topik Kanker akibat Pekerjaan (Occupational Cancer) membuat sekitar 200 peserta pelaku Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Indonesia (dokter dan non dokter) menjadi terpukau karena presentasinya.
Sangat aplikatif dan mudah dicerna meskipun oleh peserta non dokter sekalipun.

Prof Chia Sin Eng MBBS; M. SC (Occup Med.); MD; FAMS; FFOM (Lond.)
Director, World Health Organization, Collaborating Centre for Occupational Health, Singapore;
Departement of Community, Occupational & Family Medicine; MD; Faculty of Medicine, National University of Singapore; 16 Medical Drive, Singapore 117597

Dari:
1st International Meeting on Hospital Role in Occupational Medicine, 19 - 20 August 2005

Tonggak sejarah Kesehatan / Kedokteran di Indonesia


Teman sejawat dan rekan pembaca sekalian.
Merenung diri pada hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2005, kira-kira apa-apa saja kemajuan kedokteran / kesehatan di Indonesia, saya teringat akan adanya Undang-Undang Praktik Kedokteran N0. 29 tahun 2004. Undang-undang yang rencananya akan mulai efektif berlaku sejak tanggal 6 Oktober 2005 nanti membuat beberapa perubahan positif nantinya. Tentunya jika pelaksanaannya berjalan sesuai dengan rencana.

Salah satunya adalah pembentukan Konsil Kedokteran Indonesia.

Tujuan pembentukan KKI seperti yang bisa kita baca di: http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=867&Itemid=2, adalah :
  1. mengatur Praktek Kedokteran agar bisa memberikan perlindungan kepada pasien,
  2. mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang diberikan dokter dan dokter gigi dan
  3. memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, dokter dan dokter gigi.

Saya banyak berdiskusi mengenai hal ini dengan Prof Sjamsu dari FKUI.

Ada tanggapan?

Buku "Kanker, Antioksidan dan Terapi Komplemen" telah terbit


Sungguh sedih jika melihat penderita (termasuk keluarga) berjuang melawan Kanker. Biaya yang sangat mahal dengan kemungkinan untuk sembuh boleh dibilang sangat kecil membuat para penderita ramai-ramai mengunjungi penyembuhan alternatif.

Bukan mau meremehkan cara-cara tersebut, yang kadangkala memang secara luar ilmiah bisa terjadi penyembuhan, tetapi banyak yang tidak pernah berpikir bahwa salah satu akibat yang sering ditemui, adalah keterlambatan pengobatan. Tadinya masih mempunyai prosentase penyembuhan yang tinggi, namun karena sudah terlambat, maka jadi sukar untuk disembuhkan secara medik.

Toch pada akhirnya akan kembali kepada tenaga medis untuk berobat. Sayang, waktu yang dipergunakan untuk berobat alternatif membuat penyakit kanker tersebut telah berkembang demikian pesatnya.

Guna menyadarkan hal itulah, saya mencoba menulis sebuah buku kecil ini dengan harapan kita mau cepat-cepat melakukan deteksi dini dan menjauhi diri dari sifat yang mendekatkan kita kepada penyakit kanker.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan (yang lain bisa dibaca pada buku tersebut) untuk menjauh dari kanker adalah konsumsi Antioksidan.

Silakan dinikmati buku ini (call +62-21-5851473, Direct Selling Elexmedia untuk memperolehnya). Buku-buku saya yang lain, silakan akses http://www.dokter.web.id.

Semoga bermanfaat.

Dr Juan P Sanchez senang mendidik teman sejawatnya


Mungkin kita sangat memerlukan dokter Filipina yang satu ini. Dokter Sanchez mengatakan, bahwa banyak dokter di negeranya yang lari ke luar negeri untuk mencari pendapatan yang lebih. Oleh karena itu, begitu cinta ia pada negerinya, ia menginginkan dokter-dokter Filipina tidak hanya ahli / genius dalam ilmu kedokteran saja, melainkan harus pintar juga memarketing dirinya sendiri.

Buku yang ditulisnya, mengenai bagaimana cara dokter berpraktek seperti mencari lokasi praktek yang baik, membuat papan nama yang menarik dan tak ketinggalan teknik berkomunikasi yang baik dengan pasien, sangat laris di negeranya.

Suatu waktu mungkin kita (para dokter Indonesia) perlu mendengarkan ceramah darinya.

Saya bertemu dengannya sewaktu menghadiri training BTXA, suatu preparat untuk menghilangkan kerut di wajah. Ia adalah seorang ahli kulit dan anestesi.

Belajar Blog dari Pakar Blog Indonesia, Mas Priyadi


Keingintahuan mengenai Blog atau blogger pupus sudah. Hari ini Mas Pri menjelaskan secara detail mengenai Blogger dan kegunaannya.
Menurut saya, blogger sangat potensial manfaatnya di masa depan, oleh karenanya kita sebaiknya mulai belaja mencreatenya dari saat ini juga.

Foto Bersama


Selesai presentasi mengenai Blogger, diambil foto bersama. Berturut-turut dari sebelah kanan ke kiri: saya, Priyadi , Anton (moderator) dan Solomon (sales-marketinggroup@yahoogroups.com)