IdBlogNetwork

Buah merah, sesuaikah klaim dengan kenyataannya?


Semua yang berbau misterius / dugaan pastilah lebih dicari orang dibandingkan dengan dengan yang pasti. Ada harapan besar (lebih tepat disebut gambling) dalam hal itu. Pilihan tentu ada di tangan konsumen.

Kemarin saya baru saja dikunjungi anak dari orangtuanya (72 tahun) yang saat ini dirawat hingga memerlukan terapi pengganti, hemodialisa atau cuci darah.

Setelah melalui proses wawancara yang lama, akhirnya bertanyalah sang anak, "menurut dokter, bagaimana tanggapan mengenai Buah Merah?"

Sekali lagi saya jelaskan, saya tidak anti akan terapi-terapi non konvensional, tetapi sebaiknya bagi orang lanjut usia maupun mereka yang ada kecenderungan menderita gangguan ginjal, sebaiknya menghindari mengkonsumsi sesuatu jika belum pasti apa khasiat dan efek sampingnya.
Ingat "ada kecenderungan" ......belum sakit. Apalagi yang sudah sakit!!!!

Untuk mengingatkan lebih jelas nasehat ini, silakan baca buku "Penyakit Ginjal dan Hipertensi" terbitan Elexmedia Komputindo di http://www.dokter.web.id.

Konsumsi Buah dan Sayur amat bermanfaat
Bukannya konsumsi buah-buahan tidak baik. Malah kita sangat dianjurkan untuk konsumsi buah-buahan dan sayuran minimal 5 porsi per hari. Tetapi sesuatu yang mempunyai banyak klaim mengandung arti: khasiat dari produk tersebut belum diketahui cara kerjanya. Jadi klaimnya bisa beraneka ragam. Kadang-kadang begini kadang-kadang begitu.

Lebih jauh, dengan tidak diketahui bagaimana mekanisme kerja zat aktif produk tersebut, apalagi jika ditanya lebih lanjut, apa efek sampingnya terutama jika penggunaan jangka panjang.
Atau malah zat aktifnya sendiri belum diketahui?

Bagi orang sehat, tentu tidak mengapa mengkonsumsi ekstrak buah-buahan tertentu. Seperti yang sering kita baca, orang Irian jarang menderita penyakit degeneratif (artinya mereka belum sakit).
Tetapi bagi mereka yang mengalami kesulitan memetabolisme atau mengeluarkan zat sisa dari produk tersebut, bagaimana?

(sama seperti mengkudu yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu, saya memperoleh informasi bahwa saat ini belum terbukti akan manfaatnya seperti yang diperkirakan)

Hati-hati bagi mereka yang mengalami gangguan metabolisme
Pertanyaan lagi, ke manakah dibuang hasil metabolisme produk itu? Melalui hati ke jalur buang air besar (kotoran/feses) atau melalui ginjal ke jalur buang air kecil/urine?

Pada produk-produk yang telah diketahui benar manfaatnya (tentu melalui serangkaian uji klinik yang valid/sahih), telah bisa dipastikan bahwa suatu produk AMAT BERBAHAYA jika dikonsumsi oleh mereka yang mengalami gangguan ginjal karena sebagian besar hasil metabolisme (racun) dikeluarkan melalui air seni.

So, bagaimana dengan buah merah? Kemanakah hasil metabolismenya dibuang? Jika dibuang melalui hati, bermanfaatkah jika dikonsumsi oleh mereka yang mengalami gangguan hati? Begitu juga jika dibuang melalui air seni, tidak bahayakah dikonsumsi oleh mereka yang mengalami gangguan ginjal?

Pendapat penulis, manfaat buah merah adalah karena kandungan Antioksidannya yang tinggi yaitu Karotenoid. Apa itu Karotenoid dan bagaimana mengukurnya, silakan baca buku Kanker, Antioksidan dan Terapi Komplementer di http://www.dokter.web.id.

Catatan terakhir, jika diketahui Buah Merah baik khasiatnya, pertanyaan buah merah yang mana? Yang diproduksi oleh siapa? Bagaimana 'buah merah' produk tertentu melalui metabolisme tubuh kita? Bermanfaatkah hal itu untuk meningkatkan antioksidan kita?

Analoginya, sama seperti kita konsumsi obat anti hipertensi, dimana dokter menyarankan kita untuk kembali mengecek tekanan darah 2 hingga 4 minggu kemudian. Perlukan kita mengukur kadar antioksidan sebelum dan sesudah konsumsi Buah Merah?

Penulis sendiri pernah melihat TELUR AYAM yang dilabel dengan BUAH MERAH.

Tidak ada komentar: