SMA Kristen 7 BPK Penabur Jakarta, sekolah berbasis IT



Alvin Toffler membagi peradaban manusia sampai saat ini menjadi 3 gelombang:
  • Gelombang I: Revolusi Agraria
  • Gelombang II: Revolusi Industri
  • Gelombang III: Revolusi Informasi

Menurut futurist tersebut, era saat ini adalah abad Informasi, sehingga selayaknya kemampuan IT dibina sejak usia dini.
Dalam usaha mengembangkan kemampuan dalam bidang IT itulah, SMA di kompleks Cipinang Indah 2 ini menyelenggarakan FORTELATION (Information Technology for Language and Education). Acara ini berlangsung sejak tanggal 17 hingga 19 November 2005.


FORTELATION sendiri merupakan gabungan dari tiga acara tahunan SMAK7, yaitu: (1) IT Camp, (2) Bulan Bahasa dan (3) Pameran Pendidikan. FORTELATION dikemas menjadi suatu wadah bakat dan minat, dalam bidang IT dan kebahasaan, serta menjadi tempat bagi para siswa dan orang tua untuk mendapatkan informasi dari lembaga pendidikan tinggi.

Kegiatan yang dilakukan sangat beragam, antara lain:
  • temu pengarang (penerbit Gramedia)
  • pelbagai workshop: Robotic Design, Image Editing, Music Digital, Visual Basic, Web HTML, 3D Design, making magazine,
  • presentasi dari Universitas: UPH, Binus International, Monash College, IBII, Atma Jaya, GS Fame, London School, President University, Fitzeman, APTECH
  • lomba intern/extern: Story Telling, Debat Bahasa Inggris, Web Design, Advertising Design, Photo Editing, Newscaster Intern, Buletin dengan Page Maker, Short Animation,

Presentasi Informatika Kedokteran kepada Siswa/i dan Ortu SMAK 7 Cipinang
Pada hari terakhir, 19 November 2005, satu-satunya bidang kedokteran yang tampil pada acara berbasis IT ini adalah Medical Informatics. Di depan siswa-siswa SMAK 7 Cipinang, orangtua murid dan undangan lainnya, penulis membawakan materi dengan judul "Pengenalan Informatika Kedokteran".
Dengan didampingi oleh Pak Bambang Gunawan, acara berlangsung dengan mulus dan penuh interaksi dari peserta.

Foto-foto
Foto dan daftar pemenang Lomba

Apa yang kita lihat belum tentu begitu


Pembaca yang terkasih.

Saat ini sering kita temui perselisihan, tuntut menuntut, dll. Masing-masing pihak mengemukakan argumennya yang menurutnya paling benar.

Hari ini saya menerima e-mail dari sahabat saya sejak SMA, Benyamin Sulindro.
Dalam e-mailnya dilampirkan gambar ini dengan menyertakan kata-kata (terjemahannya di bawah):

If your eyes follow the movement of the rotating pink dot, you will only see one color, pink.

If you stare at the black + in the center, the moving dot turns to green.

Now, concentrate on the black + in the center of the picture. After a short period of time, all the pink dots will slowly disappear, and you will only see a green dot rotating.


It's amazing how our brain works. There really is no green dot, and the pink ones really don't disappear. This should be proof enough, we don't always see what we think we see.


Bahasa:
Jika mata Anda hanya mengikuti pergerakan dari titik merah muda, Anda hanya akan melihat satu warna saja, merah muda.

Tetapi jika Anda menatap benar-benar tanda + di tengah, titik merah muda tersebut berubah menjadi hijau.

Sekarang, konsentrasi pada tanda + berwarna hitam di tengah gambar ini. Setelah beberapa waktu, semua titik merah muda secara perlahan akan menghilang, dan Anda hanya akan melihat titik hijau yang berputar.

Betapa menakjubkan cara kerja otak kita. Sebenarnya tidak ada titik warna hijau, dan titik merah mudah itu tidak menghilang. Ini membuktikan bahwa, kita tidak selalu bisa melihat apa yang sebenarnya kita lihat.

Pendapat saya:
Berhati-hatilah teman, sangat jarang kita bisa menemukan kebenarannya sejati. Contoh di atas hanyalah berdasarkan salah satu panca indera kita.

Bagaimana pendapat Anda?

Sebelum ginjal Anda terganggu, sebaiknya berjaga-jaga



Tampil sehat dan fit setiap saat tentu menjadi dambaan umat manusia. Dalam bidang Anti Aging Medicine yang saat ini sedang saya pelajari, sangat ditekankan betapa pentingnya menjaga kesehatan. Mencegah sangat jauh lebih baik dari mengobati.

Untuk apa, punya banyak uang / harta maupun waktu jika itu dimanfaatkan pada saat kita sakit? Adalah lebih baik memanfaatkan sumber-sumber di atas pada saat kita sedang sehat. Tentu untuk menjaga jangan sampai kita sakit, bukan sebaliknya membuat kita sakit.

Demikian kira-kira falsafah yang mulai banyak dianut oleh profesional muda saat ini.
Oleh karenanya, buku yang berkisah mengenai Penyakit Ginjal dan Hipertensi ini, sangatlah cocok dibaca oleh mereka yang sehat maupun yang masuk dalam kondisi keadaan ginjal terganggu.

Judul: Penyakit Ginjal dan Hipertensi
Penulis: Dr. Erik Tapan MHA
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2004



Cara Pemesanan:
Direct Selling Elexmedia (pesan, langsung di antar ke rumah)
Telp.: +62-21-5851473
Facs.: +62-21-5326219, 53699066
E-mail: elexklub@elexmedia.co.id atau desy@elexmedia.co.id

Resensi:
Human Health, November 2005