IdBlogNetwork

Bagaimana cara membuat BLOG seperti ini?



Hari demi hari, kesulitan kita para dokter bukannya berkurang, tetapi makin menumpuk. Masalah seperti ijin praktek, biaya pendidikan, kecenderungan pasien berobat ke luar negeri seperti belum selesai-selesai juga.
Salah satu solusi yang ingin saya tawarkan adalah menulis dan menulis....
Agar pemikiran (uneq-uneq maupun usulan) bisa segera dibaca dan dikomentari orang sedunia, ada baiknya kita membuat blog. Caranya?

Terbuka bagi Anda yang ingin belajar dan konsultasi gratis mengenai Blog, dengan beberapa persyaratan:

Bagi 5 dokter pertama yang:
1. Memberi minimal 5 komentar pada blog saya, antara lain di:
a. http://eriktapan.blogspot.com
b. http://www.flickr.com/photos/eriktapan
c. http://360.yahoo.com/dr_erik_tapan
Berlaku kumulatif dan kesempatan hanya terbuka pada 5 dokter pertama yang berhasil
menyelesaikan tugas.

2. Berhubungan via Yahoo Messenger saya (Yahoo ID: dr_erik_tapan)

3. Selanjutnya setiap kali saya on line, bisa berkonsultasi bagaimana caranya membuat blog.
Saya on line, setiap hari kerja dari pukul 09:00 - 15:00 WIB, kecuali jika
ada tugas peliputan acara ataupun mengikuti seminar/konggres/conference.
Jika ts sudah terhubungan dengan Messenger, setiap rekan kita online akan terlihat secara otomatis.

Aturan ini dibuat bukan untuk mempersulit teman sejawat yang memang sudah hidup dalam kesulitan tetapi agar:
a. mempunyai pemahaman sedikit mengenai blog
b. minimal telah mengerti cara chatting dan ngeblog
c. tujuan terakhir tentu, agar stress kita bisa tersalurkan via menulis

BONUS:
Blog dari teman-teman sejawat akan dilink dari blog saya, dengan demikian blog kita lebih terpromosikan ke mana-mana.

Tunggu apalagi?

Live Strong with Lance Armstrong and Sheryl Crow



Meskipun kita tahu bahwa mencegah lebih baik dari mengobati, tetapi apa daya jika penyakit Kanker yang kita takuti telah bersarang di tubuh kita?
Apa tindakan Anda, saat Dokter memvonis bahwa hidup Anda tidak akan lama lagi. Bahwa kanker tersebut telah menyebar hingga ke tulang dan otak.
Banyak dari kita hanya bisa bersikap pasrah dan merenungi. Hari-hari dilewati dengan menghitung saja. Kapan nich saya dipanggil menghadapNya.
Sangat berbeda dengan Lance Armstrong seperti yang bisa kita lihat di Metro TV, Sabtu 22 Oktober pukul 10:00 WIB dalam acara The Oprah Winfrey Show.

Berjuang melawan "vonis" dokter
Atlet pembalap yang satu ini benar-benar memutarbalikkan teori para dokternya. Berkat semangat untuk tetap hidup, ia bersama ibunya menjalani pengobatan ke mana-mana.
Bukan hanya sembuh dan hidup sehat, saat ini ia telah menikah dengan penyanyi terkenal Sheryl Crow.
Lagu-lagu Sheryl Crow pasti sudah pernah kita dengar, seperti: Soak Up The Sun, dll.

Pesan moral dari cerita ini:
Penyakit (apapun penyakit Anda) bukanlah akhir dari segala-galanya. Dengan semangat juang yang tinggi, seseorang bisa mencapai apa yang diinginkannya.
Jangan cepat menyerah. Diagnosa ("vonis") dokter akan penyakit kita (misalnya, tinggal beberapa bulan, dll), bukan sesuatu hal yang harus diamini.
Lawan terus....
Tidak ada yang tidak mungkin jika kita percaya kepadaNya dan tetap berusaha.

Lance Armstrong adalah suatu legenda, bagaimana seseorang yang telah divonis akan segera berakhir hidupnya, tetapi dengan semangat yang kuat, bisa membalik semua itu. Bahkan sekarang menjadi seorang atlet terkenal dengan isteri seorang artis.

BACA BUKU KANKER (untuk pencegahan)

Share your story
Mereka menjual gelang karet berjudul Livestrong. Sebuah simbol perlawanan terhadap kanker. Tetap semangat bersama Kanker Anda, begitu kira-kira pesannya.

Saat ini jika Anda menderita Kanker tetapi tetap semangat bisa share kisah-kisah Anda di websitenya Live Strong tersebut.
Kisah-kisah ini bisa memberi inspirasi penderita lain untuk tetap semangat dan berjuang.



I am a cancer survivor. My story is about Unity. To me, live strong means that before cancer I just lived, now I live strong. I was diagnosed with testicular cancer in 1996 when I was 25 years old. Almost nine years and seven Tour de France victories later, I’m still telling my story. The day I went to hear my treatment options, I learned a hard lesson about medicine; it treats the disease, not the patient. My doctor explained that the treatment I would receive was so crippling that I would basically need to start from scratch. Not only would cycling be history, but I’d also have to learn to walk again. I had to decide on a course of treatment within hours. Talking about my cancer experience was therapeutic. It was, and still is, an important form of support for me. I now know that millions of others living with cancer feel the same. We can help people get the support they need by sharing our stories. When people share what they’ve lived and learned – about dealing with the aftereffects of treatment, telling your kids and managing pain and depression – they help give others the emotional and practical support. Over the past year, one powerful phrase – LIVESTRONG – embodied the spirit of people who have been affected by cancer. One simple gesture – wearing the yellow wristband - became a compelling symbol of strength and hope. Suddenly talking about cancer became okay. Sharing your cancer experience with strangers became commonplace. Now, with more than 50 million people wearing hope on their wrists, I realize that these shared stories are a truly powerful weapon in the battle against cancer. Our power in the fight against cancer lies in our ability to unite through common experiences and shared hope. When we share our stories, we learn that we are not alone in the fight. When we share our stories, our experiences take on a deeper meaning; we channel energy, knowledge, inspiration and strength to the millions of people living with cancer. That’s why I share my story. Lance Armstrong, Austin, TX

Demam Berdarah kembali merajalela


Hari-hari ini di Jakarta dan sekitarnya (Indonesia), berita mengenai Demam Berdarah kembali hangat. Pelbagai mass media memberitakan mengenai 'serangan' sang virus yang potensial mematikan ini.

Sayangnya sampai saat ini upaya pencegahan instant belum ada. Yang bisa dilakukan saat ini mengutip buku Dokter Internet:

  • Giatkan gerakan 3 M (menguras, menutup dan mengubur tempat-tempat atau barang yang mungkin digunakan nyamuk untuk berkembang-biak).
  • Penderita demam berdarah akan memperlihatkan gejala awal seperti: perut mual, badan panas yang berlangsung tiga sampai empat hari terus-menerus, dan kulit wajah tidak cerah.
  • Berikan minum air putih sebanyak mungkin (sedikitnya satu gelas setiap setengah jam) kepada penderita yang memperlihatkan gejala seperti itu. Tujuan dari tindakan ini adalah mencegah agar konsentrasi Hb (darah merah) tidak terjadi.
  • Segera bawa penderita yang memperlihatkan gejala seperti itu ke dokter atau ke puskesmas.
  • Kalau keadaan penderita mengkhawatirkan, langsung saja dibawa ke Unit Gawat Darurat terdekat untuk memperoleh pemeriksaan medis yang lebih rinci.
  • Begitu dipastikan korban benar-benar menderita demam berdarah, segeralah minta surat rekomendasi dari dokter yang memeriksa agar dilakukan penyemprotan di lingkungan rumah, atau sekolah atau kantor, atau tempat-tempat di mana korban diduga terserang nyamuk pembawa penyakit demam berdarah.
Selengkapnya mengenai Demam Berdarah, silakan baca buku Dokter Internet terbitan Yayasan Obor. Selain mengenai Demam Berdarah, dalam buku tersebut juga bisa diperoleh informasi mengenai:
- Flu (termasuk Flu Burung)
- HFMD (Hand, Foot and Mouth Disease)
- Diare
- Malaria
- Tifus

- Bagaimana cara memperolehnya, silakan japri ke penulis


- Resensi:
Tabloid Senior no. 247 / 9 - 15 April 2004
Majalah Sehat Plus, edisi Mei 2004

Jemput bola Pelayanan Kesehatan Singapura

Bagi Anda yang ingin berobat ke luar negeri terutama ke Singapura, tidak perlu bingung untuk mencari informasi maupun memikirkan transportasi dan akomodasinya. Bertempat di Hotel JW Marriot Jakarta, 3 Oktober ini telah ditandatangani perjanjian kerjasama antara Parkway Group Healthcare PTE Ltd dengan Medika Plaza, dalam hal evakuasi pasien2 dari Indonesia.
(foto: penulis bersama pejabat Parkway Group, Medika Plaza dan undangan yg beruntung)

Parkway Group Healthcare
Parkway Group Healthcare adalah satu kelompok pelayanan kesehatan yang terdiri atas:
A. 3 Rumah Sakit di Singapura
  • East Shore Hospital
  • Gleneagles Hospital
  • Mt. Elizabeth Hospital
B. 4 Rumah Sakit di Indonesia
  • RS Siloam Gleneagles, Jakarta
  • RS Budi Mulia Gleneagles, Surabaya
  • RS Gleneagles, Medan
  • RS Graha Medika, Jakarta
C. Beberapa Rumah Sakit lainnya di Brunei, India, Malaysia dan Inggris.

Kerjasama Parkway Group dengan Medika Plaza
Dalam sambutan awalnya, dr Nani Permadhi, MBA - HCA (dalam foto berjas merah), Country Manager Indonesia Parkway Group Healthcare menjelaskan mengenai kerjasama kelompok pelayanan kesehatan dari Singapura tersebut dengan Medika Plaza. Dengan adanya kerjasama tersebut, maka pasien-pasien yang akan berobat ke Singapura akan memperoleh pelayanan yang lebih dalam perjalanan ke Rumah Sakit tujuan.

Selain itu, saat ini telah dibuka Parkway Information Center yang hadir dengan konsep "one full stop service" bagi siapa saja yang memerlukan bantuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Singapura, berupa pelayanan gratis:
  1. pembuatan janji dengan dokter
  2. rujukan dokter ahli yang tepat
  3. metode pengobatan terbaru yang tersedia
  4. konsultasi finansial (estimasi biaya pengobatan, tes diagnostik, prosedur operasi, dll.)
  5. pengurusan keberangkatan (travel arrangement)
  6. pengurusan akomodasi (accomodation arrangement)
  7. informasi pelayanan kesehatan lainnya

Wah, pasien-pasien Indonesia makin dimanjakan saja. :-)