Aktifitas Erik Tapan di tahun 2006

  1. 2006, 2 Desember: presentasi Informatika Kedokteran di FK UNDIP Semarang
  2. 2006, 27 November: mengikuti Muktamar PB IDI di Semarang
  3. 2006, November: tulisan mengenai Informatika Kedokteran dimuat pada majalah Dokter Kita edisi November 2006. Komentar
  4. 2006, Oktober: mewakili Indonesia dalam acara organisasi APAMI (Asia Pacific Association of Medical Informatics) yang berlangsung dari tanggal 27 Oktober 2006
  5. 2006, Oktober: Tulisan mengenai Anti Aging Medicine dimuat pada majalah Intisari bulan Oktober 2006
  6. 2006, September 3: menjadi team penyelenggara Simposium Stem Cell yang dilaksanakan oleh FKUI dan Majalah Cermin Dunia Kedokteran. Acara ini dihadiri tak kurang 400 peserta yang berlangsung di Aula FKUI Salemba Jakarta
  7. 2006, 30 Agustus: laporan acara bulanan IKCC di Jakarta Post
  8. 2006, 3 Agustus: bersama-sama dengan SEMA FKUI, menyelenggarakan Workshop mengenai Stem Cell dengan pembicara Dr Johannes Bolze, Director and Principal Investigator Stroke Fraunhofer Institute German.
  9. 2006, 13 Juni: Narasumber "Teras Buku" di Delta FM Bandung, 94,4 Mhz, dengan buku yang dibahas adalah "Penyakit Degeneratif" terbitan Elexmedia Komputindo
  10. 2006, 20 Mei: pembicara pada Seminar Telemedicine 2006 yang diselenggarakan di Aula FKUI Salemba Jakarta
  11. 2006, 29 April: Bedah Buku "Hidup Sehat 100 Tahun", di Perpustakaan Penerbit Obor Jakarta
  12. 2006, 8 April: moderator Presentasi dr Boen mengenai Stem Cell pada acara PASTI
  13. 2006, 7 April: mengikuti Pelantikan PIKIN oleh KEMENKOMINFO
  14. 2006, 28 - 29 Maret: mengikuti Workshop Smart Interpersonal Skill oleh PERMAPKIN
  15. 2006, 12 Maret: mengikuti Round Table Discussion: Growth Hormone di Bekasi
  16. 2006, 3 - 4 Maret: mengikuti Seminar dan Workshop BioIdentical Hormone di Bali
  17. 2006, 22 Februari: moderator presentasi Roy Suryo dalam acara PERMAPKIN
  18. 2006, 14 Februari: Talkshow Bedah Buku Penyakit Ginjal dan Hipertensi di Smart FM Jakarta

Presentasi Informatika Kedokteran di FK Universitas Diponegoro Semarang


Berawal dari diskusi dengan Huda Toriq, mahasiswa pejabat Biro Infokom Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kedokteran Umum UNDIP, akhirnya berkesempatan juga penulis mengunjungi, berdiskusi dan sharing pengalaman mengenai Informatika Kedokteran dengan pihak FK UNDIP. Acara ini dilaksanakan disela-sela kunjungan penulis ke kota Semarang, guna meliput Muktamar PB IDI yang ke-26, pada Hari Sabtu, 2 Desember 2006, bertempat di Gedung Dekanat FK UNDIP.

Sebagai tuan rumah adalah Dr. Muhammad A. Sungkar SpPD SpJP, Kepala Center for Information and Technology (CIT) FK UNDIP, sebuah unit khusus yg bertanggungjawab langsung kepada Dekan dalam masalah pengembangan IT.


Banyak hal yang dibicarakan, yang diawali dengan presentasi mengenai Pengenalan Informatika Kedokteran di dunia dan Indonesia. Khususnya oleh-oleh yang penulis peroleh dari Taipei Taiwan, tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Pacific Association fo Medical Informatics (APAMI).

Sungguh suatu kehormatan bagi penulis, berkenan hadir -ditengah-tengah kesibukannya-, Dekan FK UNDIP, Dr Soejoto, SpKK

Banyak terima kasih kepada segala pihak yang telah berkenan menerima penulis. Maju terus Informatika Kedokteran Indonesia.
Di bawah ini, foto penulis (+ Huda Toriq) depan Gedung Dekanat FK UNDIP


Antioksidan untuk Mencegah Penuaan


Tidak sedikit orang yang khawatir menjadi tua. Apalagi ditambah penyakit usia lanjut seperti penyakit-penyakit degeneratif: radang sendi, tekanan darah tinggi, jantung koroner, kencing manis, dan stroke.

Banyak orang yang ingin awet muda. Kalau toh menjadi tua, inginnya tetap sehat. Karena memang manusia tidak mungkin hidup abadi dan melawan kodrat. Istilah antiaging (antipenuaan) pun kemudian menjadi populer.

Anti Aging Medicine yang dipopulerkan oleh Robert Goldman dari Amerika Serikat, menurut anggota Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi), Erik Tapan, di Jakarta, Sabtu (25/11), adalah suatu ilmu pengetahuan/spesialis dengan menggunakan teknologi dan pengetahuan kedokteran tingkat tinggi. Ilmu itu terutama dimanfaatkan dalam mendeteksi, mencegah, mengobati, hingga membalikkan perjalanan kelainan-kelainan/penyakit yang berhubungan dengan proses penuaan.

Istilah antiaging ini sering dihubungkan dengan produk-produk kecantikan. Juga dikonotasikan hanya buat masyarakat kelas atas.Barang-barang berlabel antiaging juga diidentikkan dengan harga mahal. Padahal, kata Erik, untuk memperlambat proses penuaan dan tetap sehat di hari tua dengan biaya murah sangat mudah dilakukan. "Ada beberapa tips murah meriah yang bisa langsung diterapkan," paparnya.

Upaya-upaya yang bisa dilakukan antara lain mengatur diet yang seimbang, latihan olahraga rutin, berpikir selalu positif dan menghindari stres mental, mengonsumsi antioksidan dan vitamin, selalu melakukan deteksi dini, serta meningkatkan pengetahuan antipenuaan.

Diet seimbang
Pola diet seimbang yang dianjurkan adalah rendah karbohidrat, rendah lemak, lebih dominan mengonsumsi ikan, buah- buahan dan sayuran, serta minum air putih yang cukup; sekitar dua liter setiap hari.

Olahraga rutin juga memegang peranan penting untuk tetap awet muda. Jika kita melakukan latihan sekitar 15 menit satu hari, ini bisa menjaga kesehatan dan kebugaran secara minimal. Yang dianjurkan adalah latihan selama satu jam per hari, lima hari seminggu.

Selain itu, jika seseorang berpenampilan muda dan berpikir muda terus, ia akan kelihatan muda. Ini adalah penerapan prinsip koneksi tubuh-pikiran yang memang merupakan hal yang sangat ampuh dalam menjaga kita tetap awet mudah.

"Perlu diketahui, jika kita berada di kondisi stres mental, tubuh akan mengeluarkan cortisol, suatu hormon yang bisa merusak organ-organ tubuh. Oleh karena itu, kendalikan selalu stres Anda," papar Erik Tapan.

Yang terpenting harus rutin dilakukan adalah mengonsumsi antioksidan. Salah satu teori mengapa seseorang bisa menjadi tua adalah akibat radikal bebas. Penangkal radikal bebas yang diketahui saat ini adalah antioksidan. Antioksidan ini sangat penting.Bersamaan dengan terapi sulih hormon yang fisiologik, antioksidan disebut-sebut sebagai salah satu cara untuk memperpanjang usia diabad ini.

Guna meningkatkan jumlah antioksidan dalam tubuh, sebaiknya dibiasakan mengonsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin A, C, E dan mineral selenium. Minimal lima porsi sehari. Jika diketahui masih kurang memadai, bisa juga ditambahkan suplemen antioksidan.

Dengan kemajuan teknologi, banyak penyakit yang bisa dideteksi jauh sebelum ia menimbulkan gejala. Jika diketahui sejak awal, pengobatanpenyakit kanker, kencing manis, osteoporosis, jantung dan pembuluh darah, ginjal, dan lain-lain masih lebih mudah dibandingkan bila sudah berkembang lanjut. Dengan begitu bisa memperpanjang usia sebelum menderita penyakit tersebut, atau malah terhindar sama sekali. (LOK)

Sumber: Harian Kompas (cetak), Senin 27 November 2006
Foto diambil dari Medicastore dot com

Liputan lainnya.

Manfaat Dokter yang rajin akses internet

Umumnya jika dokter diminta untuk rajin mengakses internet, maka jawaban yang sering saya terima adalah: sibuk, tidak punya waktu, banyak pasien, belum tahu manfaatnya, dstnya. Pada prinsipnya kurang bersedia. Penelitian Enrico Coiera dari Australia membuktikan
akan besarnya manfaat para dokter rajin mengakses internet. Guru Besar Universitas New South Wales Sydney Australia mengemukakan hal ini pada acara Pre Conference APAMI 2006 yang berlangsung di Taipei Taiwan, Jumat, 27 Oktober 2006.

Terlalu banyak informasi

Awalnya, seakan-akan mengamini pendapat umum, Profesor Health Informatics yang energik tersebut menjelaskan bahwa saat ini dengan teknologi informasi khususnya internet, para tenaga kesehatan dibanjiri dengan banyak informasi.
Bayangkan....., ada satu artikel baru yang ditambahkan dalam literatur kedokteran dalam setiap 26 detik. Jumlah artikel ilmiah bertambah menurut deret hitung (eksponensial).

Sebagai gambaran, tulisan mengenai satu penyakit jika diambil dalam periode 110 tahun:

  • 30% dibuat dalam 50 tahun pertama dan
  • 40% dibuat dalam 10 tahun terakhir
Pasien makin sering bertanya
Era banjir informasi ini juga membawa kemudahan bagi pasien. Pasien makin tahu tidak hanya hal-hal yang berhubungan dengan penyakitnya, namun juga hak dan kewajibannya sewaktu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan (dokter).
Jika beberapa waktu yang lampau, pasien menyerahkan sepenuhnya penanganan penyakit atau keluhan ke tangan dokter tanpa banyak bertanya, sekarang ini, minimal ada 6 pertanyaan pada setiap konsultasi, demikian jelas Prof Coiera.
Pertanyaan yang tidak selalu mudah untuk dijawab. Internet merupakan salah satu media menggali informasi guna menjawab pertanyaan pasien-pasien, yakinnya.

Keyakinan ini bukan tanpa dasar. Penelitian yang dilakukannya di Australia terhadap 55.000 responden sejak tahun 2001 hingga 2003 menghasilkan kesimpulan bahwa:


  • Kebiasaan mencari bukti via online meningkatkan kecepatan dan akurasi saat menjawab pertanyaan klinis yang diajukan pasien
  • Kebiasaan ini harus diterapkan secara rutin pada setiap institusi pelayanan kesehatan


Ternyata tidak sia-sia untuk selalu mengakses internet.

Bagaimana pendapat Anda?


Pre Konferensi APAMI 2006
Pre Konferensi APAMI 2006 ini membahas beberapa topik penting dalam bidang Informatika Kedokteran, seperti:

  1. Harnessing the Bibliome Enrico Coiera oleh Enrico Coiera
  2. The Value of Healthcar Information Technology in Clinical Practise oleh Blackford Middleton
  3. Dedicated Programs in Health and Medical Informatics Approaches, Examples dan Graduates' Job Perspectives oleh Reinhold Haux

Asia Pacific Association of Medical Informatics
Sedikit info mengenai APAMI atau Asia Pacific Association of Medical Informatics.
APAMI adalah suatu organisasi Medical Informatics tingkat Asia Pasifik yang mempunyai pertemuan 3 tahunan. Sampai saat ini APAMI mempunyai 13 negara anggota yang menurut abjad: Australia, Cina, Filipina, Hongkong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia
Baru, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Induk dari APAMI adalah IMIA atau International Medical Informatics Association.

Klik perbesar untuk melihat APAMI Executive Member:

Informasi Anti Aging Medicine pada Intisari Oktober 2006 & Kongres PERKAPI

Dengan semakin gencarnya informasi mengenai cara-cara hidup sehat saat ini, banyak yang bertanya-tanya mengenai Anti Aging (khususnya Anti Aging Medicine = AAM) kepada saya. Banyak juga -yang belum mengetahui benar apa itu AAM- mempunyai pandangan yang miring terhadap ilmu ini. Sewaktu saya mengemukakan hal tersebut, ada yang mengatakan, "Wah belum saatnya, masih mahal", "Anti Aging itu hanya untuk orang kaya", bahkan ada yang mengatakan "Wah ini ilmu yang melawan kodrat manusia" alias ilmu sesat.

Ungkapan-ungkapan yang sejenis itu yang membuat saya tertarik untuk 'meluruskan'nya.

Untunglah upaya 'pelurusan' ini mendapat dukungan penuh dari Majalah Intisari dan Panitia Kongres PERKAPI (Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia), suatu perhimpunan seminat di bawah PB IDI.

Berikut disampaikan informasi yang benar apa itu Anti Aging Medicine, yang bisa diperoleh rekan-rekan pada:

1. Majalah Intisari edisi Oktober 2006 halaman 104
Majalah Intisari bisa diperoleh pada pelbagai tempat dengan harga Rp. 18.000

2. Mengikuti Kongres I PERKAPI (Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia)Pada kongres yang diadakan pada tanggal 24 -25 November 2006 ini di Jakarta Convention Center (JCC), penulis diberi kesempatan bercerita mengenai Anti Aging Medicine pada Simposium Awam tanggal 25 November 2006.
Detail informasi awam dan dokter.

Semoga dengan dua jalur di atas, kita bisa lebih paham (dan yang penting menjalaninya) mengenai apa itu Anti Aging Medicine.





Mengurus Surat Tilang di PN Jakarta Timur

Hari ini saya mengurus surat tilang di PN Jakarta Timur. Beberapa waktu yang lalu, begitu buru-burunya saya, sehingga secara sengaja melanggar rambu lalulintas. Akibatnya kena tilang. Diberi surat tilang warna merah, meskipun saya sebenarnya sudah mengakui kesalahan.

Setelah membaca pelbagai informasi di internet, bagaimana caranya mengurus tilang. Akhirnya saya memberanikan diri mengurus sendiri ke Pengadilan Negeri yang kebetulan di Jakarta Timur.

Sebelum hari sidang, pelbagai tawaran telah masuk ke saya untuk membantu mengurusnya. Namun saya katakan "Terima kasih, saya akan coba mengurusnya sendiri".

Punya pengalaman buruk dengan Agency
Pengalaman saya sewaktu memperpanjang SIM di Polres Kemayoran membuat saya berani mencoba.Waktu itu (kasus perpanjangan SIM), saya meminta bantuan salah satu agency. Ternyata yang saya alami, pengurusannya malah lebih lama. Saya melihat, bagaimana mereka yang mengurus SIM (non calo/agency), begitu cepatnya memperoleh SIM. Sedangkan saya (via agency) harus menunggu sang agency, kemudian setelah diurus tidak lebih cepat (malah lebih lama) dari mereka yang mengurus sendiri.

Mengurus Surat Tilang hanya 30 menit

JCO-ing, Minggu 24 September 2006


Pernah dengan istilah JCO-ing? Istilah ini merupakan kata kerja dari proses memperoleh Donut JCO. Dengan berbekal pengetahuan dari pelbagai mass media, berangkatlah penulis, pada Hari Minggu 24 September 2006 untuk memperoleh Donut yang terkenal tersebut.

Ternyata perjalanannya tidaklah mudah. Diawali dengan masuk ke Mal Kelapa Gading 3, setelah berputar-putar sekitar 20 menitan, akhirnya keluar lagi.

Untunglah pengelola Mal Kelapa Gading sudah mengantisipasi hal ini. Jadi kalau kita sudah keliling-keliling tidak juga memperoleh tempat parkir, biaya parkirnya gratis. Asalkan perbedaan waktu masuk dengan waktu keluar (yang tertera di tiket) tidak melebihi 30 menit.

Setelah keluar dari gedung parkir Mal 3, penulis kembali mau masuk ke Mal 1. Sebelum masuk Mal 1, ternyata telah ada papan petunjuk yang menunjukkan, gedung-gedung parkir mana yang 'penuh' dan mana yang 'tersedia'. Untung juga. Dengan demikian, proses masuk dan nyari-nyari tempat parkir tidak terulang kembali. Bravo untuk pengelola Mal Kelapa Gading.

Akhirnya, penulis memutuskan (setelah melihat papan elektronik tersebut) untuk parkir di belakang La Piazza saja. Masih tersedia, kata papan tersebut.

Dari proses masuk pertama kali hingga memperoleh tempat parkir di lantai 4 (yang beratapkan langit), memakan waktu sekitar 1 jam. Buseeett. (diucapkan seperti Ratu)

Untunglah (untung lagi) antrean di JCO, tidaklah terlalu panjang. Sedang mengantre, tiba-tiba ada yang menawarkan Donut. Wah lumayan, langsung saja Donut tersebut diterima. Gigitan pertama wah mantap. Berbeda dengan donut-donut yang sebelumnya penulis makan, teksturnya sangaaaattt halus. Memang benar-benar rasa donut ini berbeda dengan donut-donut pada umumnya.

Apakah benar-benar sehat sesuai klaimnya?

Sambil menikmati donut tersebut, penulis mulai memikirkan: dengan rasa yang selembut dan semanis ini, apakah klaim sehat yang didengung-dengungkan oleh JCO itu benar adanya?
Mungkin dengan teknologi yang canggih, rasa donat bisa manis (dan pelbagai rasa yang lembut lainnya, bisa tetap masuk dalam kriteria sehat?
Ini tentu menjadi keinginan tahuan yang besar bagi penulis, yang senang mempelajari anti aging.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah melakukan JCO-ing?

Potensi alat-alat kesehatan canggih di Indonesia, masih besar


Terdapat hal yang menarik pada majalah Swa[sembada] no. 18/XXII/7-20September 2006 edisi Swaplus. Pada tulisan yang dimulai sesudah halaman 106, dilukiskan bagaimana "Jagoan-jagoan Bisnis Alat Kesehatan" berkiprah di kancah pelayanan kesehatan Indonesia. Diperkirakan omzet pertahun dari bisnis ini adalah sekitar Rp. 3 - 4 triliun. Dari mana angka itu keluar kalau bukan dari para pemain-pemain besar perumah sakitan. Seakan-akan meng-amini tulisan tersebut, penulis baru saja (Sabtu 9 September 2006) mengikuti peresmian Jakarta Heart & Vascular Center yang berlokasi di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta.

Acara dimulai dengan pemaparan dan harapan dari Presdir Kalbe Group, dr Boenyamin Setiawan PhD. Dalam kesempatan tersebut, dokter berusia 73 tahun melukiskan bagaimana penelusurannya di internet hingga memperoleh angka kekerapan serangan jantung. Menurutnya, di Amerika Serikat diperkirakan terdapat 1,5 juta kasus per tahun yang kalau diaplikasikan di Indonesia menjadi 270.000 kasus pertahun (asumsi penduduk Indonesia adalah 270 juta). Ini adalah suatu segmen pasar yang basar yang layak untuk 'diperebutkan' (dalam arti positif).


Bagaimana 'merebut' kue tersebut, berikut disampaikan beberapa tips dari dr Boen:

  1. Institusi pelayanan harus tumbuh terus menerus
  2. Institusi harus senantiasa memenuhi harapan stake holders
  3. Sumber daya manusia pada institusi tersebut harus berpedoman pada DJITU
  4. Institusi harus bisa memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Institusi harus menjalankan manajemen partisipatif

Jakarta Heart & Vascular Center
Senter ini memposisikan diri sebagai pusat rujukan untuk Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dengan mengutamakan kualitas pelayanan dan standar medis terdepan kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

Beberapa fasilitas pelengkap yang disediakan oleh JHVC adalah fasilitas diagnostik dan terapi canggih dan termodern, seperti Multi Slice CT, MRI, Laboratorium Kateterisasi, dan Bedah Jantung Terbuka (open heart surgery), baik untuk dewasa maupun anak-anak.
Dibandingkan senter lain -seperti yang diungkap pihak JHVC pada acara Temu Pers- JHVC memiliki keunggulan pelayanan seperti dapat melakukan PCI (Angioplasti koroner) atau yang lebih dikenal dengan tindakan Balonisasi pembuluh koroner termasuk pemasangan sten, PTA (balonisasi pembuluh darah tepi), pemasangan Pacu Jantung Permanen (pacemaker) dan Defibrillator, Studi Elektrofisiologis Jantung dan Terapi Ablasi.

Mencegat pasien-pasien ke luar negeri
Seperti menjawab tulisan dalam majalah Swasembada, pendirian Pusat Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah ini, adalah salah satu sumbangsih dari pemain perumahsakitan Indonesia yang dimaksudkan untuk 'mencegat' pasien-pasien Indonesia berobat ke Malaysia maupun Singapura. Tentu hal ini perlu dibuktikan dengan pelayanan prima dan harga bersaing. Maju terus perumahsakitan Indonesia.

Tak lupa, pada akhir acara, penulis berfoto bersama MC acara Bung Izsur.

Stem Cell banyak diminati orang


Peserta tumpah ruah memenuhi ruangan Aula FKUI yang berkapasitas 400 orang. Panitia sampai kewalahan mengeluarkan kursi cadangan untuk mengantisipasi peserta yang masih terus berdatangan. Acara yang merupakan salah satu simposium stem cell terbesar ini, dimulai dengan presentasi alumnus sekaligus mantan dosen Farmakologi FKUI, dr Boenyamin Setiawan mengenai Pengenalan Stem Cell dan Potensi Komersialnya. Berikutnya, Guru Besar Ali Baziad SpOG, mempresentasikan Aktifitas Penelitian Stem Cell di Makmal yang dilanjutkan dengan isu krusial mengenai Etika Penelitian Stem Cell oleh Prof MK Tadjuddin, Ketua PokJa Stem Cell Komisi Bioetika Nasional.

Selain pembicara dari FKUI, tampil pula pembicara-pembicara dari FK UGM Yogyakarta, FK UNAIR Surabaya dan pembicara tamu dari Singapura.

Perhatian masyarakat terhadap Stem Cell ini juga tercermin dari kerubutan wartawan yang mewawancarai para pembicara saat sesi pertama selesai.

Bertabur puluhan door price

Pada sesi terakhir, sekitar 75% peserta masih memadati ruangan mengikuti topik menarik mengenai Pemanfaatan Stem Cell untuk Awet Muda (anti aging). Usaha menunggu ini tidak sia-sia, karena sebelum penutupan sekitar pukul 15:00 WIB, disebar puluhan door price antara lain: kipas angin, kompor gas, dan 2 buah handphone.

Memanfaatkan Pendaftaran Online
Karena topik blog ini mengenai sistem informasi, maka penulis tak lupa mengisahkan beberapa hal menarik yang terjadi sehubungan dengan teknologi informasi. Pemanfaatan Teknologi Informasi dimulai dari sistem pendaftaran simposium, yang sebagian dilakukan on line via website (total berjumlah 500-an). Dilanjutkan dengan sistem pendaftaran kembali (re-registrasi) hingga pencetakkan Sertifikat bagi peserta yang datang. Promosi acara juga dilakukan via website, blog maupun milis.

Dalam acara yang berlangsung juga dibantu dengan perangkat 1 buah handy cam dan 2 buah notebook sebagai alat presentasi.
Tentu tak lupa kamera digital yang selalu penulis tenteng agar bisa mengisi blog ini.



Materi acara
Materi acara bisa didownload secara on line maupun cetak. Untuk cetak bisa menghubungi Medical Representative terdekat di kota Anda.

Agar selalu ter update informasi terkini dari blog ini, silakan masukkan e-mail Anda (dan lakukan konfirmasi) ke kotak yang terletak di sebelah kanan bawah pada blog ini.

Teknologi informasi untuk kemudahan pasien


Sungguh sangat beruntung peserta acara Seminar Awam IKCC (Indonesian Kidney Care Club) bulan Agustus 2006 ini. Dengan mengusung tema "Hidup dengan Gagal Ginjal" acara ini berlangsung meriah di Auditorium RS Pluit Jakarta Utara. Karena bertepatan dengan peringatan satu dekade RS Pluit, tak heran usai acara presentasi bertaburan door price termasuk satu DVD Player.

Siaran langsung

Tidak hanya itu saja, acara yang diselenggarakan di lantai 8 RS Pluit, disiarkan langsung (live) ke seluruh penjuru Rumah Sakit. Pasien dan keluarga (penunggu) yang tidak bisa menonton langsung di Aula, bisa menyaksikan dari ruangannya masing-masing termasuk dari ruangan Hemodialisa di lantai 2.
Dokter ahli ginjal yang berkenan membagi informasi kali ini (Sabtu 26 Agustus 2006) adalah dr Widodo Sutandar.

Kisah dari pendonor
Melengkapi acara, selain ber-karaoke ria, ramah tamah dan lain-lain, tampil pula seorang pendonor (Bpk. H. Muharam) yang berkisah mengenai bagaimana menjadi pendonor ginjal bagi anaknya yang mengalami gagal ginjal. Saat ini, baik Bapak maupun anaknya, sehat walafiat dan usia operasi transplantasi sudah 17 (tujuh belas) tahun.

Foto bersama
Seusai acara, penulis, bersama Meilani (IKCC) dan Pak Eko (moderator, IKCC), dr Widodo serta Ztr Adriana (RS Pluit) foto bersama.


Klub Sayang Ginjal
Indonesian Kidney Care Club (IKCC) atau Klub Sayang Ginjal adalah kelompok masyarakat yang terdiri dari penderita, pendamping penderita dan tenaga profesional (dr, perawat, psikolog, ahli gizi, dll.) yang aktif sebulan sekali mengadakan acara seminar demi peningkatan pengetahuan bersama. Usia klub ini sudah 3 tahun. Websitenya bisa akses http://www.ikcc.or.id.

Fw.: Press Conf. Simposium Stem Cell

Press Conf. Simposium Stem Cell: Harapan Baru Dunia Pengobatan

Pada tanggal 11 Agustus 2006, Medicastore mengikuti Press Conference Simposium Stem Cell yang diselenggarakan di R. Kuliah Anatomi FKUI oleh Fraunhofer Institute German bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan disponsori oleh PT Kalbe Farma, Tbk.

Adapun pembicara-pembicara yang hadir:

  1. Prof. Dr. dr. M. Farid Aziz, SpOG (K), MRU FKUI Indonesia.
  2. Dr. Johannes Bolze, Director and Principal Investigator Stroke Fraunhofer Institute German.
  3. dr. Boenjamin Setiawan PhD, PT kalbe Farma Tbk.
  4. dr. Bambang Budi Siswanto, FIHA, Wakil Ketua Panitia Simposium Stem Cell.

Sebagai moderator :

1. dr. Erik Tapan, MHA, Cermin Dunia Kedokteran.

2. IBK Narayana Dr, Ing, Fraunhofer Representative Office Indonesia.

Berikut informasi lengkapnya:

Stem Cell = Sel Ajaib
Ada beberapa penyakit yang sebelumnya tak dapat disembuhkan dengan terapi konvensional (kemoterapi dan radioterapi), seperti multiple myeloma, chronic lymphatic leukemia, thallasemia mayor. Syukurnya sekarang ada harapan baru.
Beberapa tahun ini, ada kemajuan di dunia medis terutama pada bidang hematologi dan transplantasi stem cell. “Stem cell ini merupakan gelombang kelima dalam sejarah dunia pengobatan setelah penggunaan bahan alam (herbal), deteksi zat-zat yang melekat pada jaringan (screening)yang berlanjut pada penemuan obat sifilis, penemuan antibiotik penisilin oleh Alexander Flemming, dan bioteknologi,” ungkap dr. Boenjamin.
Stem cell merupakan sel yang sangat unik karena memiliki potensi yang mengagumkan untuk berkembang biak dan mampu berubah menjadi sel-sel baru atau sel tubuh yang lain. Stem cell bertugas memperbaiki kelainan dalam tubuh dan secara teoritis stem cell dapat terbagi tanpa batas untuk mengisi sel-sel lain untuk tubuh selama manusia atau hewan tersebut masih hidup. Saat sebuah stem cell terbagi, setiap sel baru memiliki potensi untuk tetap menjadi stem cell atau menjadi sel-sel yang berbeda dengan fungsi yang lebih khusus, seperti sel otot, sel darah merah, sel otak, sel hati, sel ginjal dan lain-lain.

Sumber stem cell adalah :
Stem cell dari embrio (embryonal stem cells)Diambil dari embrio pada fase blastosist. Massa sel bagian dalam mengelompok dan mengandung stem cell embrionik. Sel-sel diisolasi dari masa sel bagian dalam dan dikultur secara in vitro. Stem cell akan terspesialisasi menjadi sel –sel darah, sel-sel otot, sel-sel hati, sel-sel ginjal.
Stem cell dewasa (adult stem cells)Salah satu diantaranya adalah stem cell hematopoietik (hematopoietic stem cells) stem cell pembentuk darah yang mampu membentuk sel darah merah, sel darah putih dan keping darah yang sehat. Biasa ditemui pada sumsum tulang (bone marrow), darah tepi (perifer blood) dan darah tali pusar (umbilical cord blood).
“Di Amerika, stem cell dari embrio ini ditentang oleh Presiden Bush karena dianggap menghilangkan nyawa. Dari 60 stem cell line yang berhasil direkayasa di unit riset AS, hanya tersisa 20 stem cell yang berfungsi,“ kata dr Boenjamin.

Stem cell ini banyak terdapat di tali pusar bayi yang baru lahir. Oleh sebab itu, darah dari tali pusar bayi dapat disimpan dan digunakan di masa depan bila diperlukan. Bahkan, Korea, Thailand dan Singapura sudah menyediakan fasilitas penyimpanan darah tali pusar. Salah satu bank penyimpanan tali pusar bayi baru lahir adalah adalah Cordlife, Singapura. Penyimpanan ini dikenakan biaya 2000 dollar Singapura dan setiap tahunnya harus membayar biaya perawatan 200 dollar Singapura. “Di Indonesia, fasilitas pengumpulan tali pusar ini sudah ada di RS Lippo Karawaci dan RS Mitra Keluarga,” kata Dr. Narayana.

Sumber transplantasi stem cell:
• anggota keluarga yang cocok atau donor yang tidak ada hubungan keluarga
• kembar identik • stem cell pasien sendiri yang sudah disimpan sebelumnya


Lebih lanjut di Indonesia

“Dalam dunia medis terutama pengobatan, Indonesia berada di atas rata-rata standar internasional,” ungkap Dr. Narayana. Oleh sebab itu Indonesia dengan diprakarsai oleh PT Kalbe Farma, Tbk bekerjasama dengan Fraunhofer Indonesia dan beberapa Universitas di Indonesia mendirikan kelompok penelitian stem cell (ABG) atas dukungan dari Pemerintah melalui Menristek.

Fraunhofer merupakan organisasi non-profit dari Jerman yang bergerak di bidang riset dan memiliki 13.000 peneliti yang terdiri atas 500 profesor dan lebih kurang 5.000-6.000 doktor. Fraunhofer memiliki fokus utama dalam menciptakan jaringan (networking) di antara peneliti dan institut terkait untuk selanjutnya menemukan bisnis baru yang menunjang penelitian.“Fraunhofer sudah mempunyai paten dalam kultur stem cell dan terapi sel, sehingga dalam penelitian stem cell di Indonesia ini berperan sebagai partner,” jelas Dr Narayana.

ABG (Akademisi, Bisnis & Government) merupakan kelompok penelitian stem cell yang terdiri dari akademisi seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Atmajaya; Bisnis yaitu PT Kalbe Farma, Tbk; Government seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT). “Tujuan didirikannya ABG adalah terciptanya suatu koordinasi dan kerjasama terpusat dalam melakukan penelitian stem cell di Indonesia, sehingga tidak dilakukan sendiri-sendiri dan hasilnya dapat dimanfaatkan lebih maksimal,” kata dr. Boenjamin.

Universitas terdiri atas para pendidik dan peneliti dengan harapan hasil penelitian dapat dinikmati oleh masyarakat. “Biaya riset dapat didukung oleh Industri dimana hasil penelitian tersebut tidak hanya digunakan sebagai komoditi tapi juga sampai ke masyarakat,” papar Prof. Dr. Farid. Penelitian tentang stem cell di dunia dipelopori oleh Korea, UK, Amerika dan Jerman.
Tiga unsur ini (akademisi, bisnis, government) disatukan untuk menghilangkan stereotip yang sudah terbentuk di masyarakat. Stereotip kalangan industri yang hanya mencari keuntungan, stereotip akademisi yang hanya mengerti teori tapi kurang dalam hal praktek dan stereotip Pemerintah yang mempersulit penelitian dengan birokrasi yang rumit dan pemberian budget yang kurang memadai. Dalam hal ini, diharapkan peran Pemerintah sebagai katalisator penelitian stem cell di Indonesia dan sektor Industri diharapkan bekerjasama membantu membiayai penelitian ini bahkan memberikan insentif sehingga hasil penelitiannya dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Sebagai perbandingan, negara di Asia lainnya bahkan memberikan insentif yang cukup tinggi pada dokter yang melakukan penelitian.

Harapan Baru Dunia Pengobatan
Pada manusia, stem cell umumnya bersembunyi di area kurang oksigen pada sumsum tulang. Stem cell akan keluar pada saat tubuh mengalami luka dan menuju daerah yang cedera tersebut. Misalnya, ke dalam sel otak ketika penderita mengalami stroke, ke sel darah merah akibat leukimia muncul, dan seterusnya. Namun, stem cell tidak mampu menolong ketika stroke, leukimia atau penyakit lainnya sudah menjadi parah.
Stem cell ini merupakan harapan baru untuk mengobati penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan. Pengobatan dengan stem cell ini disebut juga transplantasi seluler. Stem cell dapat dispesialisasi menjadi sel-sel saraf di otak, sel-sel otot jantung, sumsum tulang belakang, dan sel-sel tubuh lainnya. “Stem cell dikultur misalnya menjadi sel-sel jantung lalu sel-sel jantung baru tersebut dikendalikan terlebih dahulu baru kemudian dimasukkan lewat kateter ke jantung,” papar dr. Bambang.
Stem cell ini telah terbukti berhasil mengobati penyakit multiple myeloma, chronic lymphatic leukemia, thallasemia mayor, infark miokard jantung, stroke, alzheimer, dan lain-lain. Riset stem cell di Indonesia menargetkan mampu menghasilkan stem cell untuk penyakit stroke 3-5 tahun mendatang. Saat ini sudah dikembangkan animal model untuk penyakit stoke.

Simposium Stem Cell
Ingin tahu lebih lanjut mengenai stem cell dan bagaimana pemanfaatannya dalam pengobatan, pastikan anda hadir dalam simposium stem cell berikut:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Manager Riset dan Pengabdian Masyarakat) bekerjasama dengan PT Kalbe Farma Tbk dan Journal Cermin Dunia Kedokteran (CDK), akan mengadakan Simposium Sehari dengan tema Menyongsong Era Stem Cell di Indonesia pada hari Sabtu, 2 September 2006 di Aula FKUI.

Pendaftaran:
Redaksi majalah CDK (attn Dodi)
Gedung EnsevalJl. Letjen Seprapto Kav.4
Telp:012-4208171, Fax: 012-42873685
http://www.kalbefarma.com/stemcell2006

Sumber: http://www.medicastore.com/med/berita.php?id=19&UID=20060822083221202.73.125.48

Pengobatan Stem Cell

Pengobatan Stem Cell = Pengobatan dengan sel jaringan sendiri


Tak lama lagi - 5 sampai 10 tahun dari sekarang, begitu menurut futurolog kedokteran Indonesia, dr Boenyamin Setiawan- penderita stroke -setelah serangan- tidak harus selalu mengalami kelumpuhan, gagu, dll. Tak lama lagi -mungkin lebih dekat waktunya, menurut pengalaman Andi Ho, seorang penyanyi Hawai, setelah terapi di Thailand- penderita serangan jantung bisa beraktifitas seperti sebelum kena serangan. Tak lama lagi, seorang penyandang penyakit kencing manis, bisa bebas dari obat minum maupun suntikan.

Begitulah kira-kira bayangan penulis setelah mengikuti acara Workshop Sehari mengenai Stem Cell yang dibawakan dengan sangat baik oleh Johannes Bolze dari University of Leipzig Fraunhofer Society Germany.


Dokter muda ini melakukan percobaan kepada tikus di laboratorium. Pertama-tama diperlihatkan bagaimana kepintaran tikus meniti sebilah kayu sepanjang 1,5 m. Dengan cepat, sang tikus berjalan penuh keseimbangan dari arah kanan ke kiri (sarang buatannya). Kemudian tikus tersebut dibuat stroke, dengan menutup beberapa pembuluh darah diotaknya. Pada kelompok tikus pertama, disuntikkan stem cell jaringan otak ke dalam pembuluh darah tikus. Pada kelompok kontrol tidak dilakukan tindakan apa-apa.

(catatan: pada manusia, tindakan pengobatan akan bermanfaat jika dilakukan sekurang-kuranganya dalam periode 3 jam pertama dari serangan stroke. Hal ini jarang sekali terjadi di Indonesia).

Duapuluh delapan hari kemudian


Duapuluh delapan hari kemudian, kembali diadakan uji tikus meniti sebatang kayu (beamwalk). Ternyata tikus yang disuntik dengan stem cell, bisa berjalan mencapai sarangnya (meskipun agak tertatih-tatih), dibandingkan dengan yang tidak diapa-apakan. Yang terakhir ini, jalannya saja agak goyang dan akan jatuh kalau tidak ditahan oleh sang peneliti.
Kesimpulan yang diambil, penyuntikkan stem cel jaringan otak bisa memperbaiki suatu serangan otak (stroke). Dari foto-foto scanning otak yang dilakukan, terlihat perbedaan sangat menyolok kerusakan jaringan otak yang terjadi antara kelompok yang diberi stem cell dan yang tidak diapa-apakan.

Simposium Stem Cell terkini dan terbesar
Bagi Anda yang tertarik mengikuti penelitian dan pemaparan mengenai Stem Cell oleh para pakar di Indonesia, silakan join dengan kami dalam acara Simposium Sehari Stem Cell, Aula FKUI, 2 September 2006, klik http://www.kalbefarma.com/stemcell2006.
Siapa tahu penyakit yang Anda derita, tak lama lagi akan bisa direparasi.

SMS DOKTER 3977: serasa mempunyai dokter plus pribadi

Tidak jarang kita mempunyai pikiran, coba kalau ada dokter yang kita kenal dan bisa berkonsultasi langsung. Saat kita membutuhkan informasi kesehatan/kedokteran, seperti:
- obat apa yang cocok untuk gejala penyakit kita
- ke dokter mana sebaiknya kita berkonsultasi
- kalau diresepkan dokter obat "A". Apa isinya dan apa efek sampingnya?
- kira-kira berapa harga obat tersebut?
- kalau kita sedang alergi berat, kira-kira ke mana kita mesti berkonsultasi?
Tentu dengan mudah kita bisa kontak dengannya melalui Handphone / SMS untuk memperoleh jawaban segera.
(catatan: apa ada dokter yang bisa menjawab semuanya itu?)

Telah hadir di Indonesia Dokter SMS

Penulis secara tak sengaja menemukan nomor yang bisa dihubungi melalui SMS, yaitu 3977.
Kalau tak percaya, silakan SMS ke 3977 dengan awalan "DOK" (tanpa tanda kutip).

Beberapa kali, penulis sudah memanfaatkan SMS ini untuk keperluan mendadak.

Contohnya penulis SMS (tanpa tanda kutip):
"Dok saya pengen tahu apa isi dari Promag. trims".
Jawaban yang diterima (tanpa tanda kutip):
"Hydrotalcite 200 mg, Mg (OH)2 150 mg, simethicone 50 mg.
Obat tidak dianjurkan digunakan dalam jangka lama."

Dengar-dengar SMS ini merupakan salah satu fasilitas yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi untuk klien-kliennya, tetapi kalau kita (non member) memanfaatkannya, tentu tidak ada salahnya.
Dengarnya lagi, biaya yang dikeluarkan untuk itu adalah biaya premium alias Rp. 2.000 per SMS.
Menurut penulis, biaya tersebut relatif tidak mahal, apalagi jika informasi tersebut diperlukan saat emergensi atau hari Minggu, misalnya.

Satu lagi SMS yang pernah penulis kirim (tentu tanpa tanda kutip):
"Dok Klinik Alergi Indrayani Tanah Abang, alamat lengkapnya di mana yha? No telpnya?"
Dijawab (tanpa tanda kutip):
"Klinik Asma dan Alergi dr Indrajana Jl Tanah Abang III no. 18A Telp. 384-19198 or 350-3033."

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat.

Baca tanggapan para blogger maniak di blognya Mas Priyadi:
http://priyadi.net/archives/2006/08/04/dokter-sms-3977

Lain di iklan, lain di gerai: FRENKU Malang

Sebagai pengamat dunia lT, saya bersama rekan-rekan sering berdiskusi mengenai kemajuan gadget + konektivitas (GSM + CDMA). Suatu ketika, sampailah kita pada pembahasan harga pulsa Telepon yang makin hari tambah turun harganya. Apalagi jika dilakukan inter/sesama operator.

Diskusi kemudian beralih ke provider yang mengklaim paling murah (Rp.7/30 detik setelah sebelumnya dihitung per jam). Kita mulai menebak-nebak arah & tujuan dari operator yg "bersahabat" ini.


1. Pendapat pertama:
Mobile-8 mencoba merebut pasar mobile GSM yang kita tahu sudah lama masuk dengan harga yang relatif tinggi. Siapa yang tidak tertarik dengan biaya pulsa Rp 7/30 detik, seluruh Indonesia, dimana provider tersebut mempunyai jaringannya.
Diharapkan akan banyak pelanggan GSM yang 'berselingkuh' dengan CDMA. Meskipun awalnya hanya dijadikan sebagai no. HP kedua, tetapi bukan tidak mungkin, lama kelamaan bisa menjadi primary number.

2. Pendapat kedua:
Dengan promosi yang sering dilakukan saat ini, Mobile-8 ingin menancapkan image sebagai yang pertama dalam koneksivitas (internet). Hal ini terlihat dari pelbagai produk yang diluncurkan spt: Handphone modem Slimo, TV Mobi dan terakhir TREO 650.



Untuk pendapat yang pertama (1) memang masuk akal dan mudah-mudahan bisa cepat terwujud, tetapi pendapat kedua (2) ternyata tidaklah semulus yang digembar-gemborkan. Apakah ini merupakan ketidaksengajaan atau memang sudah (akan dijadikan) tradisi?

  • Ketidaksengajaan berarti, management sudah menggariskan hal tersebut namun dalam pelaksanaan, ada saja oknum-oknum yang melencengkan (baca: tidak mampu menunaikan tugasnya).
  • Kalau sengaja, yang memang dari sononya.

Kenyataannya
Tidak seindah seperti yang penulis alami. Semua hal yang ditulis di bawah ini didasarkan pada konsultasi langsung (berkali-kali) di Customer Care mobile-8, Jl. Kebon Sirih Kav. 25, Jakarta Pusat.


a. Produk HP Slimo
Berdasarkan iklan-iklan pada pelbagai media masa (cetak maupun elektronik) ditulis bahwa HP tersebut selain untuk berkomunikasi (voice), bisa juga digunakan sebagai modem untuk mengakses internet.
Tentu karena pada HP merek Samsung tersebut tidak memiliki browser, maka yang dimaksud dengan akses internet adalah mengakses via notebook atau PC.
Kenyataannya, sampai tulisan ini dibuat, penulis belum bisa menemukan KABEL DATA. Bolak-balik penulis menanyakan, baik ke Fren maupun ke pihak Samsung, tidak ada jawaban positif.
Dengan entengnya pihak mobile-8, menjawab: "Silakan tanyakan ke Samsung, pihak kami tidak menyediakannya."
Bukankah ini berarti, ingkar janji?
Pada kesempatan lain, ucapan yang terlontar dari customer care M-8: "Bagaimana kalau beli TREO saja? Ada kabel datanya!".
Waktu itu promosi point b di bawah, belumlah di-launch.


b. Produk TREO 650

Tidak sampai disitu, kisah seperti point a terus berlanjut. Setelah gagal membuat Slimmo menjadi modem, penulis tertarik untuk mengambil TREO 650. Sedang mikir-mikir, tiba-tiba keluar program beli TREO 650 bonus pulsa.
Pada pelbagai media, mobile-8 terus mengiklankan mengenai penjualan gagdet TREO 650, dengan bonus yang melebihi harga jualnya. Tidak itu saja, terlontar janji 'seakan-akan' bisa menyaksikan acara2 TV alias TV Mobi, dgn perangkat TREO tsb.

Apa yang terjadi sewaktu kemarin penulis mengunjungi kembali Customer Care di Kebon Sirih pada hari Kamis 13 Juli 2006, sekitar pukul 17:00 WIB?

Dengan penuh antusias, penulis (P) bertanya: "Saya ingin melihat siaran TV di TREO 650. Bisakah didemokan?".
Jawab Customer Carenya (CC): " Wah Pak, itu dua promosi yang berbeda"
P: Maksudnya?
CC: Untuk menyaksikan acara tv tidak bisa di TREO, karena itu (TV Mobi) mesti melalui WAP, sedangkan TREO itu hanya bisa akses website.

Meskipun agak kecewa, penulis melanjutkan:
P: "Ok, kalau begitu bagaimana caranya mengakses internet dengan TREO sebagai modem?"
CC: "Untuk saat ini belum bisa Pak. Kita mesti mendownload dulu drivernya di situsnya Treo dengan membayar biaya puluhan ribu."
(kalimat terakhir di atas sudah disingkat, karena sebelumnya lebih berbelit-belit dari ini jawabannya)
P: "Puluhan ribu Rupiah?"
CC: "Dolar Singapura Pak"
P: "Bisa tolong tahu eksaknya berapa rupiah yha?"
CC ke belakang untuk nanya2. Setelah kembali: "Ternyata 34 dolar Amerika Pak"

Oh la...la... ternyata untuk membuat TREO menjadi modem, kita mesti nambah 34 dolar lagi. Namun yang menjadi pertanyaan (setelah beberapa kali pengalaman berkontak dengan M8), apakah ADA JAMINAN bahwa setelah mentransfer dan men-download software driver tersebut, kita bisa mengakses internet dengan TREO sebagai modem?
Contohnya, produk SLIMO yang sampai sekarang saja belum ketemu Kabel Data-nya.



P: "Koq drivernya nggak disediakan saja sekalian (mungkin ditambah nilai jualnya) agar pembeli bisa langsung menggunakan TREO sebagai modem?"
C: " Wah Pak, nanti jatah 1 GB-nya cepat habis"
Dalam pikiran penulis, emang kalau cepat habis kuotanya kenapa?
Kita juga mesti bayar per kb-nya khan?

Iseng-iseng (meskipun minatnya sudah jauh berkurang, pengen tahu saja, apa kira-kira yang bisa diperoleh dari TREO 650), penulis minta didemokan bagaimana mengakses website Yahoo di PDA TREO tersebut.
Tahukah pembaca....... yang diakses adalah WAP bukan WEB.
Ha...ha..ha..., katanya tadi, TV Mobi nggak bisa jalan karena TREO itu surfingnya di web, sekarang koq akses Yahoo di wap?



Referensi:
- Tarif Fren Rp 7,- per 30 detik
- FrenSip Slimo, HP CDMA MODEM TERMURAH!
- TV Mobi: Hahhh!!! Sekarang udah bisa nonton TV di ponsel Fren??

Teras Buku Penyakit Degeneratif - Delta FM 94.4, Bandung

Kembali penulis bisa menyapa para penggemar buku Seri Kesehatan Keluarga terbitan Elexmedia Komputindo. Setelah menempuh sekitar 3 jam perjalanan santai dari Jakarta, sampailah penulis ke lingkungan Delta FM 94,4 Bandung. Penulis disambut dengan ramah oleh host acara Teras Buku, Gilang Pambudhi.
Acara Teras Buku yang merupakan kerjasama Delta FM Bandung dengan Elexmedia Bandung, berlangsung setiap hari Selasa mulai pukul 4 hingga pukul 5 sore.



Sambutan yang meriah
Haus akan informasi kesehatan, bisa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk. Begitu sesi pertanyaan via SMS dibuka, langsung diserbu oleh para pendengar. Banyak pertanyaan yang dilontarkan sehubungan dengan materi yang disajikan seperti tentang penyakit jantung, diabetes, kolesterol, alzheimer/pikun, dll.
Saking antusias pendengar, malah ada yang menanyakan, apakah penulis masih single atau tidak? Apa hubungannya coba?

Semakin banyak yang sudah menyadari pola hidup sehat

Prinsipnya sich menurut penulis, sudah banyak orang saat ini yang peduli terhadap kesehatan. Pola hidup sehat sudah banyak diketahui orang.
(kalau Anda belum mengetahuinya, bisa membaca buku "Penyakit Degeneratif" ini, yang bisa dicari di toko-toko buku terkemuka di kota Anda)
Situasi ini memang sudah cukup bagus. Sekarang tinggal bagaimana menyemangati diri kita sendiri untuk mengambil kebulatan tekad. Mulai hari ini juga, berlatih (secara bertahap tentu), minimal 30 menit sehari.

Perlu beberapa parameter dengan alat ukur
Tentu kita harus berlatih dengan baik dan benar, seperti yang bisa dibaca pada buku ini. Modal atau alat-alat untuk mempermudah latihan kita, bisa dicari di toko-toko alat olahraga, termasuk bagaimana mengevaluasi hasil latihan, seperti:
- alat untuk mengukur prosentase kadar lemak tubuh kita (dibandingkan otot)
- alat untuk mengukur denyut jantung kita saat berolahraga
- alat untuk mengukur jauhnya kita berjalan atau kalori yang kita bakar
- alat untuk mengukur usia biologik kita
- dll.
Dengan menggunakan alat-alat tersebut di atas, kita jadi lebih mudah berolahraga dan tahu berada pada jalur yang benar.
Pengalaman penulis dengan alat pengukur denyut jantung, olahraga kita menjadi tidak capek dan lama, karena dilakukan pada zone latihan.

Jangan sampai menimbulkan gejala
Bayangkan saja, masih menurut buku tersebut, banyak penyakit degeneratif yang sudah bisa 'diketahui' sejak awal-awal bahkan sejak tanda dan gejalanya belum muncul. Jadi pertanyaan seperti, "apa sich tanda dan gejala penyakit kencing manis itu?", merupakan suatu tanda kesadaran yang terlambat. Mestinya -dengan kemajuan teknologi kedokteran saat ini- beberapa penyakit degeneratif 'sudah bisa diramalkan' jauh-jauh hari sebelumnya.
Dengan demikian tindakan pencegahan sudah bisa dimulai dan diharapkan penyakit tersebut -kalau mungkin- tidak akan dialami hingga usia tua.

Kapan sebaiknya waktu, tenaga dan uang digunakan?
Jangan sampai seperti yang dihadapi oleh seorang artis terkenal yang menderita kanker paru derajat 4. Dalam satu wawancara di infotainment, artis tersebut berkata, sekarang ini dia harus menjaga makanan dan mulai menjalani pola hidup sehat. Menurut saya, sebaiknya kita melakukan hal tersebut pada saat kita sehat, BUKAN nanti pada saat kita sakit. Sama-sama perlu biaya, tetapi mana yang lebih menyenangkan?
Bagaimana pendapat Anda?

BTW, buku "Penyakit Degeneratif" itu ditulis dengan gaya novel lho, jadi mudah memahami termasuk mereka yang belum mengerti sama sekali mengenai kesehatan.
Salah satu artikel yang menarik Diabetes & Puasa.
Jangan sampai ketinggalan memilikinya.

Cara memilikinya dengan mudah, bisa menghubungi (langsung di antar ke rumah):
Direct Selling Elexmedia
Telp.: +62-21-5851473
Facs.: +62-21-5326219, 53699066
E-mail: elexklub@elexmedia.co.id atau desy@elexmedia.co.id

Buku Seri Kesehatan Keluarga terbitan Elexmedia Komputindo yang lain:
- Penyakit Ginjal dan Hipertensi
- Kanker, Antioksidan dan Terapi Komplementer

Makan Sehat ala Ibu Janti

Bagi anggota MLDI, pastilah sudah pernah disapa dengan e-mailnya Ibu Janti W. Kenapa demikian? Karena sejak MLDI di-launch awal-awal pada sekitar tahun 1990-an, Ibu Janti sudah aktif mengirim e-mail-e-mail terutama mengenai hobinya: baca, tanam-menanam, spiritual hingga masak-memasak. Khususnya yang terakhir (masak-memasak) yang akan jadi topik tulisan kali ini.

Pada minggu 11 Juni 2006, sampailah saya di rumahnya Ibu Janti yang asri nan menawan di bilangan Jakarta Timur. Kedatangan saya (paling akhir), rupanya telah didahului oleh dr 'daku' Eddy JP dan Eptia. Kesemuanya warga MLDI juga. Ada beberapa undangan lainnya namun sayangnya mereka tidak berkesempatan hadir.

Penulis langsung disambut dengan juice pembuka (smoothies buah campur) diiringi dengan protes. Juice pembuka tersebut terdiri dari: yogurt buatan sendiri, pepaya, jeruk dan nenas.

Protes dilayangkan ke penulis karena datangnya terlambat. Dari jadwal jam 11, penulis baru bisa hadir sekitar pkl. 12:00. Akibatnya makan siang harus molor ke pukul 13:00, karena 'menurut aturan' antara juice (buah-buahan) dan makan siang harus ada sela waktu 1 jam.Bayangkan saja pembaca, untuk sehat kita mesti menaati aturan-aturan ini.
Apa bedanya, makan segera sesudah minum juice dengan satu jam sesudahnya ya?

Makan siang 'berat'

Nach setelah ngalor-ngidul hingga jam 1 (ha...ha..ha.. pasti rekan-rekan saya sudah pada kelaparan), muncullah makanan yang sebenarnya:
- nasih putih/nasi beras merah
- ayam kampung + tempe yang dibakar dengan bumbu manis pedas
- sayur asam komplit (selain sayur2an biasa, juga ada lompong / tangkai talas)
- lalapan pagar direbus sebentar (buset.... kita diajak jadi kambing!) daun bluntas, kedondong laut, kastuba
- lalapan segar tda: ketimun, terong, daun poh2an, selada, kemangi
- ikan asin, free formalin + pete segar digoreng sebentar
- sambel ada 4 jenis:
a. sambel matah dari Bali
b. sambel roa dari Manado
c. sambel tomat dari kebun
d. sambel kecap dari botol
- gorengan tambahan (pake minyak non kolesterol) Tahu Sutra dan Krupuk Gendar

Tanpa ragu lagi, kami berenam (bersama tuan rumah tentu) langsung menyikat habis makanan yang disajikan. Apalagi sudah pada lapar. Kalau saya sich, lapar terusssss.

Catatan: saking banyaknya makanan yang disediakan (maksudnya dari menu makanannya), hingga meja Ibu Janti tidak muat. Jadi yang pembaca saksikan pada foto di sini, belum semua yang ditulis di atas itu hadir.

Pencuci mulut

Setelah makanan utamanya selesai, satu jam kemudian (ini juga ada aturannya lho!!), kita disuguhi oleh hidangan pencuci mulut berupa crocodile's tounge cocktail (bahasa kerennya "koktil lidah buaya") yang dicampur dengan kelapa muda dan biji selasih. Nyem...nyem enak....(yang makan sampe merem-melek.....)

Hidangan penutup
Acara makan-makan ditutup dengan (ini yang istimewa): brownies ala Ibu Janti. Belum dijual di manapun.Brownies Anti Aging dan penambah tenaga (aprodisiak) : wortel, kurma, kismis, yogurt, prunes + kenari dan tidak ketinggalan nenas. Pembuatan brownies ini tanpa menggunakan gula dan telur.Sebagai pendamping adalah minuman hangat coklat cinnamon yang dicampur dengan satu sendok teh Bailey's Irish Cream.


Akhirnya, penulis harus pamit....
Banyak terima kasih kepada Ibu Janti dan keluarga, karena telah menjamu kami dengan hidangan sehat ala Ibu Janti. Hidup pola hidup sehat.....

Seminar Telemedicine 2006, Aula FKUI Salemba Jakarta


Acara Telemedicine yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa FKUI hari ini, mengingatkan penulis akan tema/title blog ini, yaitu mengenai IT di bidang kedokteran. Saking larutnya penulis dengan aktifitas Anti Aging Medicine (habis enak sich :-)), sehingga akhir-akhir ini, pembaca terus menerus disuguhi cerita-cerita anti aging.

Nah, berikut disampaikan kisah penulis menjadi pembicara dalam acara yang diselenggarakan dengan sukses oleh Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Telemedicine, sudah sering didengung-dengungkan sangat urgen untuk dijalankan di Indonesia. Sayangnya perkembangan aktifitas tersebut di Indonesia seakan-akan hanya jalan di tempat saja. Memang ada satu dua senter kesehatan/kedokteran terutama di Jakarta yang penulis ketahui aktif menjalankan telemedicine, namun belum ada pihak yang secara keseluruhan merangkum aktifitas-aktifitas tersebut, kemudian secara bersama-sama melakukan share demi percepatan perkembangannyal. Istilahnya saat ini aktifitas telemedicine masih bersifat sporadis.
Akibatnya, jika ditanya apa-apa saja aktifitas telemedicine yang ada di Indonesia, agak lama menginventarisasinya.

Sangat beruntung dunia pendidikan, khususnya fakultas kedokteran tidak ikut terlena. Sejak tahun 2003, tercatat sudah tiga kali (termasuk yang terakhir ini), seminar mengenai Telemedicine diadakan.
Yang pertama, dikoordinir oleh Panita Lulusan Dokter FK UI pada tanggal 9 Agustus 20003.
Yang kedua, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan acara sejenis pada tahun 2004. Setelah vakum pada tahun 2005, kembali aktifitas seminar telemedicine diadakan kembali di tahun 2006 ini.

Jalannya acara Seminar dan Workshop Telemedicine FKUI 2006


Acara dimulai dengan presentasi penulis mengenai "Pengenalan Telemedicine serta Perkembangannya di dunia dan Indonesia". Kemudian dilanjutkan berturut-turut oleh Pak Michael Sunggiardi dari Bonet, Pak Romy dari LIPI, Pak Roy Suryo dan dr Ali Sungkar dari FKUI. Sebagai moderator adalah dr Aria dari FKM UI (seperti pada foto pertama di atas).
Setelah selesai sesi pertama, sesi kedua merupakan presentasi dari pelbagai institusi yang telah menjalankan Telemedicine seperti:
- FKUI
- Pusat Jantung Terpadu RSCM
- PJN Harapan Kita
- RS PIK
- dll

Demo Telekardiologi & Teleradiologi
Pada sesi terakhir / workshop, di demonstrasikan secara live / real time, pemanfaatan telekardiologi dan teleradiologi.

PENGUMUMAN
Bagi para dokter (khusus dokter) yang berminat dengan Telemedicine bisa meng-email penulis (dr_erik_tapan@yahoo.com) dengan menyertakan: nama lengkap, spesialisasi, tempat tinggal, e-mail address aktif, no HP aktif.

Fw: Detox Kaki: Terapi atau Penipuan?

Pembaca peminat Anti Aging yang berbahagia,
Berulangkali saya ditanyakan mengenai alat ini, jawaban yang selalu saya sampaikan adalah sampai saat ini saya belum menemukan paper ilmiah (benar-benar ilmiah) mengenai hal ini. Kemarin di salah satu milis, saya membaca artikel ini.
Silakan disimak, dikomentari, dibantah. Semua terbuka demi tercapainya hal yang sebenarnya.


====


Pernahkah anda melihat sistem terapi detox kaki? Jika sering bepergian ke pusat keramaian seperti supermarket atau mal, maka pasti anda pernah melihatnya. Sistem terapi ini bekerja dengan menempatkan kedua kaki peserta terapi ke dalam sebuah bak yang terhubung ke sebuah alat. Terapi ini diklaim berfungsi untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui kaki. Setelah kurang lebih 30 menit, air dalam bak yang tadinya jernih akan menjadi berwarna merah kekuning-kuningan pekat. Zat yang berwarna pekat ini adalah racun yang berasal dari tubuh peserta. Sungguh menakjubkan! Hanya dalam 30 menit sudah sedemikian banyak racun yang berhasil dikeluarkan dari tubuh peserta.

Jika ditanya, para pemasar alat ini -yang seringkali berpakaian putih-putih selayaknya seorang dokter- dengan sigap akan menjelaskan bahwa terapi detox akan mengurangi resiko terkena berbagai macam penyakit mulai dari pusing-pusing sampai kanker dan diabetes.

Yang menjadi pertanyaan: Apakah kenyaatannya benar seperti yang mereka klaim?

Alat detoksifikasi ini dapat dibeli dengan harga sampai jutaan rupiah atau peserta dapat melakukan terapi pada tempat-tempat yang populer dengan nama 'Foot Spa' dengan harga antara 100-200 ribu rupiah per sesi. Harga yang tidak mahal -menurut para penjual- jika dibandingkan dengan manfaat yang didapat.

Di Indonesia, media massa beberapa kali mengulas terapi detoks ini. Sayangnya, seluruh artikel-artikel tersebut tak lebih daripada sebuah promosi terselubung. Sebagai contoh adalah artikel "Sehat dengan Detoksifikasi" dari Tabloid Bisnis Uang atau artikel "Detoksifikasi: Bikin Hidup Lebih Hidup" dari Tabloid Senior.

Ray Girvan pada tulisannya "Dodgy Detox" menyimpulkan bahwa semua ini hanyalah sebuah reaksi elektrolisis, suatu topik yang umum pada praktikum anak-anak SD/SMP. Warna merah kekuning-kuningan tersebut adalah besi yang telah teroksidasi yang berasal dari elektroda alat tersebut. Bukanlah suatu kebetulan jika elektroda alat ini perlu diganti dari waktu ke waktu.

As to the brown colour, a number of critics, such as WicklowLass cited below, argue that foot detox machines are simply AC-DC transformers attached to ferrous electrodes that corrode to generate rust when used to electrolyse the saline water in the footbath.

This theory is backed up by some observers who have found by experiment that their feet didn't need to be in the bath for the brown to appear.

Ben Goldcare dari The Guardian melakukan sebuah penelitian kecil untuk menganalisis kandungan zat air sebelum proses detox dan setelahnya. Kandungan besi setelah 'terapi' melonjak sangat tinggi jika dibandingkan sebelumnya. Selain itu, tidak ditemukan urea dan kreatinin pada sampel yang dianalisis, menandakan tidak ada racun yang keluar dari tubuh.

Bravely I sent along my friend Dr Mark Atkins to have himself Aqua Detoxed. He took water samples from the bowl, which we sent off to the Medical Toxicology Unit at New Cross, south-east London. You can only imagine our excitement, especially as they charged us £200 for the analysis. And so - triumphant music - the water taken out before they switched their Aqua Detox machine on contained only 0.54mg per litre of iron (probably from the metal spoon); but afterwards it contained ... 23.6mg/l. Our water, from our kitchen table setup, contained 97mg/l (and it was a bit browner).

But did it extract toxins? "Toxin" is classic pseudoscience terminology. Essentially, the Aqua Detox people are offering dialysis, through your feet. Urea and creatinine are probably the smallest molecules - call them "toxins" if you like - that your body gets rid of, in places like urine and sweat: if "toxins" were going to come out, anywhere, you'd expect those to come out, too. There was no urea or creatinine in the water before the Aqua Detox, and there was none in the water afterwards. Which means, I believe, that we win.

Alat ini pun masuk dalam DeviceWatch.org, sebuah situs yang khusus membahas alat-alat medis yang dipertanyakan kebenarannya. Dalam situs ini, Stephen Barrett, M.D. menyimpulkan bahwa alat-alat ini secara medis tidak berguna.

The Guardian Unlimited article has had some impact on how the Aqua Detox and its imitators are marketed. Some marketers admit that the colors are due entirely to electrode conversion, and there is less emphasis on toxin removal and more emphasis on the "balancing" of "energy" that is not measurable with scientific instruments (and is therefore untestable.) But the bottom line is very simple. All such devices should be considered medically worthless.

Talkabouthealthnetwork.com bahkan mengatakan bahwa terapi detox kaki juga memiliki resiko karena reaksi ini melepaskan gas Klorin yang beracun dan Hidrogen yang mudah terbakar. Berhati-hatilah jika menggunakan alat ini. Jangan gunakan alat detoks kaki pada ruangan tertutup karena gas berbahaya akan terkonsentrasi. Atau lebih baik lagi, jangan gunakan alat ini.

Hydrogen and chlorine gas is given off in this process. The oxygen atoms from the water combine in the liquid with the salt(added to water to improve conductivity) to form hydroxyl ions. The chlorine gas is from the chloride in the salt. The oxygen in the hydroxyl ions stay in the solution.

Given that chlorine gas is poisonous, this process can be potentially be dangerous to your health. And the explosive hazard posed by the hydrogen is another minus.

Mungkin karena Undang-undang perlindungan konsumen yang cukup baik di negara-negara maju, Ray Girvan dalam tulisannya "Bad Science and rusty footbath revisionism" mengatakan bahwa beberapa produsen 'alat-alat' tersebut merevisi klaim bahwa 'racun' berwarna merah kekuning-kuningan tersebut berasal dari dalam tubuh peserta terapi. Kini mereka mengatakan bahwa warna tersebut berasal dari elektroda pada alat tersebut. Walaupun demikian tentunya manfaat dari alat ini masih belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

However did the press manage to arrive at such a misconception? Perhaps via the vendors' own statements? Hydra Detox (www.hydradetox.com) now says that its machine merely rebalances the body: "This type of machine is described as a detox machine because the response of a rebalanced body is to excrete any excess toxins via the kidneys, liver, bowels and skin AFTER the treatment" (their capitals, not mine). But a Google search finds a repeated occurrence of an older marketing tagline "Hydra Detox Foot Spas, simply immerse your feet in water and watch in amazement as the toxins are released through the pores in your feet". Similarly, a Google search also finds many sites for Aqua Detox and Bio Detox stating that you'll "see the excreted toxins in the water", in texts whose near-identical content suggests that the claim was in their manufacturers' blurb.

Bagaimana di Indonesia?
Saya lihat Indonesia belum memasuki 'tahapan' tersebut, mungkin karena perlindungan konsumen yang sangat lemah. Produsen alat-alat tersebut masih bebas mengklaim hal-hal yang jelas-jelas tidak benar.

====

Merayakan Ulang Tahun yang ke 77


Penulis baru saja menghadiri acara Ulang Tahun. Boleh dibilang acara kali ini cukup istimewa.
Pada usia yang tepat 77 tahun, Guru Besar Biokimia FKUI, Oen Liang Hie, masih tampak sehat dan segar.


Memasuki ruangan acara, penulis seakan-akan menjadi muda kembali. Rekan-rekan Prof Oen yang hadir boleh dibilang sebagian besar berusia di atas 70 tahunan.


Hal yang berbeda lainnya adalah sebagian acara perayaan syukuran ini diisi sendiri oleh Prof Oen, seperti: bernyanyi membaca puisi, dll.
Bayangkan di usia yang sudah melebihi rata-rata usia orang Indonesia, Prof Oen masih saja aktif melakoni semuanya.

Penghargaan kepada Perempuan
Dalam usia ke-77 tahun, tentu telah banyak asam garam, suka duka, pahit manis yang dilalui Prof Oen. Topik HUT kali ini (tentu selain ucapan syukur atas bertambahnya usia) adalah penghargaan kepada perempuan, teristimewa pendamping setianya.
Pameo mengatakan, dibalik pria yang hebat ada wanita yang hebat pula.


Sebagai catatan:
Prof Oen adalah salah satu pengamat masalah Anti Aging Medicine, jauh-jauh sebelum istilah Anti Aging tersebut dipopulerkan (tahun 1991). Silakan baca karya beliau mengenai "Dapatkah Proses Menjadi Tua itu Dihambat atau Dicegah" versi PDF, yang ditulis pada tahun 1974, saat usia Prof Oen masih 44 tahun.
Ini artinya, usia yang dicapai tersebut BUKANLAH kebetulan semata.

Selamat Panjang Usia, sehat dan bahagia selalu. God bless you and us.

Bedah Buku "Hidup Sehat 100 Tahun", Sabtu 29 April 2006 di Perpustakaan Obor Jakarta


Sungguh luar biasa sambutan acara Bedah Buku "Hidup Sehat 100 Tahun" terbitan Pustaka Populer Obor. Para peminat Anti Aging Medicine tumpah ruah di ruang Perpustakaan PPO di Jl. Plaju 10 Jakarta Pusat.

Penulis sebagai salah satu nara sumber memberikan beberapa tips (yang kesemuanya bisa dibaca pada buku tersebut), antara lain rahasia Hidup Sehat hingga mencapai 100 tahun bahkan lebih:

1. Berpikir positif selalu
2. Mengatur diet yang sehat dan seimbang
3. Latihan Olahraga rutin
4. Konsumsi Anti Oksidan & Multi Vitamin
5. Selalu lakukan deteksi dini
6. Periksa kadar hormon Anda
7. Up date selalu pengetahuan Anti Aging Anda

Usia Kronologik vs Usia Biologik
Selain itu, salah satu hal yang menarik yang dilakukan bersama-sama yaitu pengukuran usia biologik. Berbeda dengan usia kronologik kita yang sesuai dengan yang tertera di KTP, usia biologik kita bisa lebih muda atau sama atau lebih tua dari usia kronologik. Ini semua bisa dibaca pada buku tersebut, termasuk bagaimana cara mengukurnya.

Dalam diskusi banyak ditemukan cara-cara menjalankan Anti Aging / Hidup Sehat secara murah meriah.

Apakah ada kelompok / kota lain yang tertarik untuk acara ini?

Kembalinya dr Nick Delgado di Indonesia


Wuiihhh, kembali dokter yang satu ini bikin heboh. Sudah baca khan cerita saya sewaktu menemani dr Nick jalan-jalan di Bali. Kalau belum silakan klik ini.

Bertempat di Hotel Ritz Carlton Jakarta, pada hari/tanggal Jumat 28 April 2006, PASTI (Perkumpulan Awet Sehat Indonesia) mengadakan acara Dinner Gathering bersama para wartawan, atlit dan dokter-dokter yang berkecimpung dalam bidang olahraga. Pakar-pakar Awet Sehat Indonesia seperti dr. Erwin Peetosutan, dr Edwin Djuanda, dr Phaidon Toruan dll. tampak hadir. Setelah sambutan dari pelbagai pihak, atmosfir ruangan bertambah 'panas' dengan presentasi yang sangat 'menarik' dari Prof Dr. dr. Akmel Taher, SpU seputar Disfungsi Ereksi dan Penanganannya.

Juara Panco Indonesia
Mungkin banyak yang belum tahu, bahwa juara Panco Indonesia (versi Indosiar) adalah dr Bambang Wiradinata yang berusia 68 tahun. Yup benar sekali, Anda tidak salah membaca. Usia dokter ahli penyakit saraf (neurolog) dari Surabaya tersebut adalah 68 (enam puluh delapan) tahun. Dalam kesempatan itupun, beliau dipersilahkan beradu dengan beberapa atlit binaraga tingkat nasional yang hadir. Ternyata tidak satupun yang bisa menggungguli Dr. Bambang ini.

Tantangan dari dr Nick


Memasuki sesi terakhir, dr Nick Delgado menantang para hadirin untuk lomba mengangkat dumbel satu tangan. Pemegang rekord dunia (Guiness Book) Dumbell Single Lifting ini mengajak siapa saja yang bisa menandinginya secara bersama-sama. Maksudnya, para lawan dr Nick bisa saling bergantian (estafet) untuk 'kuat-kuatan' mengangkat dumble satu tangan. Berat dumble-nya pun bisa lebih ringan dari dumble yang diangkat dr Nick. Hadiahnya, tidak tanggung-tanggung US$ 1.000.


Tampil berturut-turut setelah para atlit nasional (juara nasional), dokter-dokter PASTI dstnya. Busyeettt....... sampai terakhir dr Edwin (Ketua PASTI) pun, si Nick masih dengan santai mengangkat barbelnya. Putusssss semua.
Padahal barbel yang diangkat dr Nick, 5 kg lebih berat dari barbel yang diangkat dr Edwin. Itupun dilakukan setelah menempuh perjalanan sekitar 30 jam dari Amerika tanpa beristirahat.

Dimana ada kemauan disitu ada jalan
Siapa bilang usia tua merupakan halangan untuk berprestasi. Dr Nick (USA) yang berusia 51 tahun, dr Bambang (Indonesia) yang berusia 68 tahun telah membuktikan kepada kita, bahwa dimana ada kemauan di situ ada jalan.
Jika kita ingin hidup sehat terus (awet sehat), tidak ada yang bisa menghalangi kita.
Hidup Anti Aging Medicine.

Beli Buku Bermutu dengan Harga Terjangkau


Anda yang mempunyai hobi membaca namun saat ini kantong lagi pas-pasan?
Memang benar, kebutuhan membaca itu tidak pandang waktu dan tempat.
Puaskanlah keinginan membaca Anda dengan mengunjungi acara

Obral Buku (20% hingga 80%) Yayasan Obor Indonesia

Hari/tanggal : Senin 24 April - Jumat 5 Mei 2006
Waktu : 10:00 - 16:00 WIB
Tempat : Kantor Yayasan Obor Indonesia, Jl. Plaju no. 10 Jakarta Pusat.
(turun di Halte Busway Tosari) dekat Plaza Indonesia
Website : http://www.obor.or.id



Salah satu buku yang diterbitkan oleh Yayasan Obor adalah: "Dokter Internet".
Buku ini membahas penyakit yang bisa kita temukan sehari-hari seperti: Flu, HFMD, Diare pada Pelancong, Malaria, Demam Berdarah dan Tifus.
Jadi, Anda tidak perlu lagi membeli pelbagai jenis buku untuk mengetahui penyakit-penyakit ini.
Pepatah lama mengatakan "Mencegah lebih baik dari mengobati".
Mencegah juga jauh lebih murah dari mengobati untuk jaman saat ini.

Resensi buku Dokter Internet:
1. Tabloid Senior
2. Majalah Sehat Plus

BTW (by the way),
Ingin Awet Muda dan Sehat?
Hadirilah acara Bedah Buku "Hidup Awet Muda"* bersama pengamat dan praktisi Anti Aging Medicine, Erik Tapan.

Hari: Sabtu 29 April 2006, pukul 10.00-11.30 WIB.
Pendaftaran dan tempat sangat-sangat terbatas. Selambat-lambatnya Kamis, 27 April 2006 ke:
Sekretariat Yayasan OBOR di: 021-31920114, 31926978 dengan Sdri. Eny

* Judul buku sebenarnya:
Hidup Sehat 100 tahun membahas mengenai:
- tubuh saya - modal saya
- cinta, seks, dan sebuah kehidupan yang baik
- periksa usia serta kesehatan Anda
PLUS 100 tips terbaik

Nick Delgado, praktisi Anti Aging Medicine, akan hadir di Indonesia


Mungkin belum banyak orang Indonesia yg mengenal dr. Nick Delgado. Tetapi di dunia internasional khusus bagi mereka yang berkecimpung di bidang Anti Aging Medicine, pastilah sudah banyak mengenal beliau ini. Nick adalah salah satu pakar anti-aging medicine yang sangat percaya bahwa banyak penyakit atau kelainan bisa disembuhkan minimal diredakan dengan aktifitas sexual atau Sexual Healing.

Kedatangannya di Indonesia pada akhir April nanti mengingatkan penulis akan kisah bersamanya. Berikut kisahnya:


Sehari bersama Dr Nick Delgado PhD
(kisah bagaimana seorang praktisi Anti Aging menjalani hidupnya sehari-hari)

Nick Delgado, nama yang pertama kali penulis dengar saat menghadiri acara seminar Perkumpulan Awet Sehat Indonesia (PASTI) atau Indonesian Anti Aging Society. Dalam slide yang ditayangkan, terlihat bagaimana "usaha" dokter yang satu ini untuk tetap awet muda. Mudah-mudahan kisah bersama dr Nicholas Delgado ini, -meskipun hanya satu hari- bisa menjadi masukkan bagi kita semua, bagaimana menjaga kesehatan agar tetap prima hingga usia lanjut.

Awalnya gemuk
Seperti halnya kita-kita ini, dalam usia 23 tahun, penampilan Nick Delgado biasa-biasa saja. Malah boleh dibilang agak gemuk dengan perut yang membuncit, seperti yang bisa kita lihat di foto pada pelbagai buku yang diterbitkannya. Maklum menurut pengakuan dokter yang telah mempublikasikan 10 buah buku ini, kelebihan berat badan yang dialaminya waktu itu berkisar 20 kg.

Tetapi, lihat saat ini di usia sekitar 50-an. Berkat disiplin menerapkan cara-cara anti aging yang antara lain melakukan diet dan latihan, tubuhnya menjadi seperti seorang binaragawan.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Resep-resep apa yang diterapkan oleh dokter Nick?


Ajakan dr Edwin Djuanda
Saat makan siang bersama dr Edwin Djuanda SpKK (Ketua I PASTI), penulis mendapat tawaran untuk menemani beliau berjalan-jalan mengunjungi beberapa tempat di Bali. Bersama dr Nick Delgado & dr. Edwin Djuanda turut juga menemani Brian Katz (sahabat karib Nick) dan Toh Sek Cheong (dari Malaysia). Semuanya adalah orang-orang yang senang mempelajari Anti Aging Medicine. Tentu saja, karena kesempatan ini diperoleh di sela-sela acara Konferensi Internasional Anti Aging di Bali, bulan September 2005 ini. Antiaging Medicine bisa dipelajari siapa saja, tidak harus seorang dokter. Tentu mereka yang berkecimpung dalam bidang kesehatan akan lebih mudah menyerap ilmu ini.

Berolahraga setiap saat
Setelah menunggu sekian lama di lobi hotel Westin Nusa Dua Bali, penulis jadi bertanya-tanya, kenapa kita belum berangkat juga. Rencananya kami akan menuju Ubud untuk melihat galeri lukisan kemudian mengunjungi hutan monyet.

Jawaban atas penantian penulis, ternyata karena Nick belum melunasi kewajibannya melakukan exercise. Rupanya exercise atau latihan merupakan menu sehari-hari yang tidak boleh dilupakan oleh dokter yang menekuni riset biokimia dan endokrin ini.
Penulis jadi merenung. Mengingat banyak di antara kita (termasuk penulis), jika ditanya, apakah pernah berolahraga?
Hampir selalu jawaban yang ditemui, "mana sempat...sibuk!". Untuk lebih meyakinkan penanya, keluarlah segala list aktifitas kita sehari-hari dengan kesimpulan akhir: waktu untuk berolahraga/exercise tidak ada!!

Berbeda dengan Nick yang tidak pernah melupakan aktifitas berolahraga bahkan dalam sehari pun. Berolahraga bagi Nick sudah merupakan kegiatan yang harus selalu dilakukan sehari-hari, sama seperti makan dan beristirahat.
Apakah kita sesibuk Nick saat ini yang mempunyai pelbagai jabatan dan kesibukan presentasi dimana-mana? Sebagai informasi, Nick adalah salah satu pembicara international mengenai Anti Aging Medicine.
Apakah ini bukan disebabkan manajemen waktu dan niat saja?
Tentu hanya kita yang bisa menjawab.


Berdiskusi memperdalam ilmu, bahkan dalam perjalanan
Sekitar pukul 14:00 WITA, berangkatlah kami menuju Ubud. Dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar 2 jam, terjadi diskusi 'seru' diantara kita yang sebagian besar dimonopoli oleh Nick dan sahabatnya Brian Katz. Topik diskusi, adalah pelbagai hal yang berhubungan dengan masalah kedokteran/kesehatan. Misalnya: cara kerja suplemen kesehatan, mekanisme biokimianya dan tak ketinggalan produk-produk awet muda yang terbaru. Sebagai seorang peneliti, Nick sangat senang mencoba-coba mengkombinasi pelbagai zat aktif (umumnya dari herbal) yang bisa membuat seseorang awet muda, khususnya dalam bidang hubungan seksual yang menjadi spesialisasinya.

Tak heran kalau dalam konferensi kali ini salah satu materi yang dibawakan oleh Certified Time Line Therapist dan President Ultimate Medical Research, bertajuk "Sexual Healing".
Bagi yang ingin mengetahui ringkasan materi yang dibawakan di Bali, silakan akses: di sini

Tablet penambah enersi
Jika Anda sudah mulai kehabisan 'enersi' untuk berdiskusi dengannya, jangan takut, Nick dengan sukarela memberikan 'pil/tablet' racikannya sebagai penambah enersi.
Saking berenersinya, menurut info yang diperoleh, dokter lulusan dari University of Southern California ini hanya menghabiskan waktu tidur sekitar 3 jam per hari. Waktu luang yang diperolehnya -jika dalam perjalanan memberi ceramah- digunakan untuk berinternet dan menulis. Begitu laporan temannya.


Jago menawar
Sekitar pukul 16:00 WITA, tibalah kami di beberapa galeri lukisan di Ubud. Pada awalnya, dr Edwin yang mempunyai darah seni, memimpin rombongan untuk mencari lukisan-lukisan dari Bali yang bagus-bagus. Tetapi pada akhirnya setelah Nick (yang baru pertama kali ke Bali) sudah menguasai cara menawar, majulah ia memimpin. Bagaimana 'pinternya' Nick menawar, bisa terlihat dari raut wajah pemilik galeri. Saat kami datang, wajah mereka ceria menyambut, tetapi setelah beberapa saat, raut wajah mereka tidak terlihat cerah seperti awalnya.
Tak ayal, sekitar 15 lukisan (bahkan mungkin lebih) berpindah dari galeri ke mobil yang mengantar kami. Harga lukisan yang dibeli mulai dari 350 ribu hingga jutaan rupiah.


Kadar hormon pada usia 25 tahun
Tujuan berikutnya adalah Mandala Wisata Wenara Wana, sacred monkey forest sanctuary, Padangtegal Ubud - Bali. Ada kejadian yang menarik yang sampai saat ini kami hanya bisa mereka-reka penyebabnya. Di arena Monkey Forest tersebut, yang paling sering dikerubungi oleh monyet adalah dr Nick.

Kesimpulan kami (tidak ilmiah tentu), barangkali saking banyaknya hormon pheromone yang diproduksi dokter binaragawan ini, sampai-sampai monyet-monyet (khususnya yang jantan) merasa tersaingi.
Dr Nick memang selalu 'menormalkan' hormon-hormonnya dengan bantuan hormon dari luar. Menurutnya, tidak masalah kita menjadi tergantung dengan hormon dari luar, asalkan kadar hormon kita berada dalam batas normal untuk bisa hidup secara optimal. Yang disebut "normal" menurut pelbagai tulisan yang dibuat Nick adalah kadar hormon pada usia 25 tahun.
Jadi jangan heran, meskipun "usia kronologik" Nick adalah sekitar 50 tahun, tetapi kadar hormonnya beserta fungsi-fungsi organ dan sistem lainnya, masih layaknya seperti pemuda berusia 25 tahun. Usia 25 tahuni ini disebut dengan istilah "usia biologik". Berapa usia biologik Anda? Baca tulisan penulis mengenai hal ini di.


Efek samping penggunaan hormon? Tak masalah, selalu ada pemantauan laboratorium tentang itu. Lagipula yang digunakan Nick adalah Bio Identical Hormone (ini yang terakhir diketahui penulis).

Penulis jadi teringat analogi yang mungkin hampir sama, bahwa beberapa waktu yang lalu, kita dengan agak sinis/meremehkan penggunaan air kemasan (botol). Kenapa perlu membeli / minum air kemasan? Khan air ada di mana-mana. Mahal pula.
Tetapi saat ini, dimana air bersih yang layak minum sudah mulai sukar diperoleh, bukankah bisnis air minum kemasan menjadi tumbuh pesat?

Makan malam
Tak terasa, Bali sudah mulai beranjak gelap. Kami pun sepakat untuk mencari tempat makan malam. Selesai makan malam, kami pun berangkat menuju Centro.
Nick dan Brian berencana belanja barang-barang bermerk yang katanya sedang discount. Kendati tidak memperoleh barang yang diminatinya dengan alasan meskipun harganya discount, tetapi sama saja dengan di negara asalnya, Nick dan Brian jadi juga membeli 2 koper besar.
Hari semakin larut (sekitar pukul 11:00 malam). Nick dan Brian berencana meneruskan perjalanannya malam itu berdua saja. Kami bertiga pun berpisah dengan Nick untuk kemudian pulang bersama 2 koper 'gajah'.

Besok paginya, sewaktu bertemu dengan Nick di Gym (ruang latihan) Hotel, penulis menanyakan, jam berapa Nick dan Bryan pulang ke Hotel? Jawabnya, sekitar jam 4. Wah, jam 4 pulang, sekarang sudah berolahraga lagi.
Jadi orang koq bisa nggak capek-capek yha....

Apa yang bisa kita ambil?
Meskipun kita saat ini belum mampu bertindak seperti Nick, namun ada hal-hal yang bisa kita ambil. Semangatnya untuk bisa tetap awet muda memanfaatkan teknologi kedokteran. Itulah Anti Aging Medicine. Info lebih lanjut mengenai Anti Aging Medicine? Silakan ikuti terus di blog ini.

Ingin bertemu langsung dengan Nick Delgado? Klik gambar pertama di atas.