IdBlogNetwork

Mengapa para dokter LN perlu beradaptasi?


Teman-teman sejawat,
Mengapa dokter Luar Negeri perlu beradaptasi?

Seperti kita ketahui, salah satu dasar dari pengobatan Kedokteran Modern adalah PENEGAKKAN DIAGNOSA. Diagnosa bisa kita tegakkan jika kita bisa memperoleh informasi yang benar dari pasien.

Berikut ada beberapa istilah yang sebagian besar diluncurkan oleh L Meilany (awam) ke MLDI (http://www.mldi.or.id) , Fri 10-02-2006 18:53:
  1. angin duduk,
  2. darting,
  3. lesudarah,
  4. sawan,
  5. kojoh,
  6. begah,
  7. meriang,
  8. gudig,
  9. setep,
  10. jerawat nasi,
  11. jerawat batu,
  12. kepialu,
  13. lali,
  14. kurang awas,
  15. sarap,
  16. meracau,
  17. mengacobelo,
  18. retek,
  19. kebas,
  20. suam-suam kuku,
  21. pehong,
  22. sakaw
  23. panta leher
  24. tikus-tikus
  25. beser
Silakan para dokter atau mungkin Anda yang tertarik untuk menebak kira-kira istilah apa itu. Masukkan dalam kolom komentar di blog ini.

Jika ada sekitar 15 istilah di atas, telah Anda mengerti, mungkin bisa memberanikan diri untuk mulai berpraktek.
Jika tidak, bayangkan bagaimana Anda menegakkan diagnosa dari mereka yang mengeluh hal-hal di atas.

Mau nambahin istilah lain juga boleh.

Komentar atau istilah lainnya dari Anda?

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Di satu sisi hal ini merupakan suatu dilema, karena adaptasi yang diterapkan di Indonesia sarat sebagai ajang KKN. Padahal tidak sedikit dokter yang melanjutkan sekolah di luar negeri enggan untuk kembali karena peliknya masalah birokrasi. Bagaimana kalau sudah diterapkan AFTA yah? Apakah akan berubah, semoga saja..

Wah, dari daftar panjang yang ditulis oleh Dr. Erik saja tidak semua saya mengerti artinya. Sebagian yang kurang lebih saya mengerti artinya adalah angin duduk, lesudarah, begah, meriang, gudig, setep, jerawat batu, lali, kurang awas, sarap, meracau, mengacobelo, kebas, suam-suam kuku, sakaw, beser. Cukup mepet jumlahnya dari kriteria 15 yang disebutkan Dr. Erik. Problematikanya di Indonesia banyak sekali bahasa daerah, sehingga seorang dokter cukup dituntut untuk mengerti istilah yang sering digunakan oleh masyarakat setempat.

Masih ada beberapa istilah lagi, seperti masuk angin, panas dalem, ayan, gondongan, biduran, pelo, budrek, dan masih banyak lagi.

Salam,
Linda Hamidjaja

Vira mengatakan...

Tambahan "bendahara bahasa pasien "yg saya dapat didaerah yaitu mangsur2 yg bisa mempunyai 2 arti yaitu mencret dan sesak napas. Kita sebagai dokter harus pintar2 " memaksa " pasien agar mengerti apa yg dimaksud.

Dani Iswara mengatakan...

bikin kamusnya yuuk....

Anonim mengatakan...

Bagaimana dengan "kesemutan"; "pegal", "linu", "anyang-anyangan", "peranakan turun" dan kalau diingat-ingat akan masih banyak lagi......

JA

Erik Tapan mengatakan...

Trims JA atas komentarnya.
Memang masih banyak.

Kalau ada yang telaten, bisa tuch bikin
kamus seperti usulan ts Dani.

Untuk Vira, banyak terima kasih atas tambahan kata-katanya.

Juga untuk Linda atas komentarnya yang cukup panjang.

Sorri, akhir-akhir ini agak susah untuk up date berita-berita di blog. Sibuuuuuukkkkk.

Apa saja kesibukannya, nanti bisa baca di blog ini.

See you.