IdBlogNetwork

Nick Delgado, praktisi Anti Aging Medicine, akan hadir di Indonesia


Mungkin belum banyak orang Indonesia yg mengenal dr. Nick Delgado. Tetapi di dunia internasional khusus bagi mereka yang berkecimpung di bidang Anti Aging Medicine, pastilah sudah banyak mengenal beliau ini. Nick adalah salah satu pakar anti-aging medicine yang sangat percaya bahwa banyak penyakit atau kelainan bisa disembuhkan minimal diredakan dengan aktifitas sexual atau Sexual Healing.

Kedatangannya di Indonesia pada akhir April nanti mengingatkan penulis akan kisah bersamanya. Berikut kisahnya:


Sehari bersama Dr Nick Delgado PhD
(kisah bagaimana seorang praktisi Anti Aging menjalani hidupnya sehari-hari)

Nick Delgado, nama yang pertama kali penulis dengar saat menghadiri acara seminar Perkumpulan Awet Sehat Indonesia (PASTI) atau Indonesian Anti Aging Society. Dalam slide yang ditayangkan, terlihat bagaimana "usaha" dokter yang satu ini untuk tetap awet muda. Mudah-mudahan kisah bersama dr Nicholas Delgado ini, -meskipun hanya satu hari- bisa menjadi masukkan bagi kita semua, bagaimana menjaga kesehatan agar tetap prima hingga usia lanjut.

Awalnya gemuk
Seperti halnya kita-kita ini, dalam usia 23 tahun, penampilan Nick Delgado biasa-biasa saja. Malah boleh dibilang agak gemuk dengan perut yang membuncit, seperti yang bisa kita lihat di foto pada pelbagai buku yang diterbitkannya. Maklum menurut pengakuan dokter yang telah mempublikasikan 10 buah buku ini, kelebihan berat badan yang dialaminya waktu itu berkisar 20 kg.

Tetapi, lihat saat ini di usia sekitar 50-an. Berkat disiplin menerapkan cara-cara anti aging yang antara lain melakukan diet dan latihan, tubuhnya menjadi seperti seorang binaragawan.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Resep-resep apa yang diterapkan oleh dokter Nick?


Ajakan dr Edwin Djuanda
Saat makan siang bersama dr Edwin Djuanda SpKK (Ketua I PASTI), penulis mendapat tawaran untuk menemani beliau berjalan-jalan mengunjungi beberapa tempat di Bali. Bersama dr Nick Delgado & dr. Edwin Djuanda turut juga menemani Brian Katz (sahabat karib Nick) dan Toh Sek Cheong (dari Malaysia). Semuanya adalah orang-orang yang senang mempelajari Anti Aging Medicine. Tentu saja, karena kesempatan ini diperoleh di sela-sela acara Konferensi Internasional Anti Aging di Bali, bulan September 2005 ini. Antiaging Medicine bisa dipelajari siapa saja, tidak harus seorang dokter. Tentu mereka yang berkecimpung dalam bidang kesehatan akan lebih mudah menyerap ilmu ini.

Berolahraga setiap saat
Setelah menunggu sekian lama di lobi hotel Westin Nusa Dua Bali, penulis jadi bertanya-tanya, kenapa kita belum berangkat juga. Rencananya kami akan menuju Ubud untuk melihat galeri lukisan kemudian mengunjungi hutan monyet.

Jawaban atas penantian penulis, ternyata karena Nick belum melunasi kewajibannya melakukan exercise. Rupanya exercise atau latihan merupakan menu sehari-hari yang tidak boleh dilupakan oleh dokter yang menekuni riset biokimia dan endokrin ini.
Penulis jadi merenung. Mengingat banyak di antara kita (termasuk penulis), jika ditanya, apakah pernah berolahraga?
Hampir selalu jawaban yang ditemui, "mana sempat...sibuk!". Untuk lebih meyakinkan penanya, keluarlah segala list aktifitas kita sehari-hari dengan kesimpulan akhir: waktu untuk berolahraga/exercise tidak ada!!

Berbeda dengan Nick yang tidak pernah melupakan aktifitas berolahraga bahkan dalam sehari pun. Berolahraga bagi Nick sudah merupakan kegiatan yang harus selalu dilakukan sehari-hari, sama seperti makan dan beristirahat.
Apakah kita sesibuk Nick saat ini yang mempunyai pelbagai jabatan dan kesibukan presentasi dimana-mana? Sebagai informasi, Nick adalah salah satu pembicara international mengenai Anti Aging Medicine.
Apakah ini bukan disebabkan manajemen waktu dan niat saja?
Tentu hanya kita yang bisa menjawab.


Berdiskusi memperdalam ilmu, bahkan dalam perjalanan
Sekitar pukul 14:00 WITA, berangkatlah kami menuju Ubud. Dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar 2 jam, terjadi diskusi 'seru' diantara kita yang sebagian besar dimonopoli oleh Nick dan sahabatnya Brian Katz. Topik diskusi, adalah pelbagai hal yang berhubungan dengan masalah kedokteran/kesehatan. Misalnya: cara kerja suplemen kesehatan, mekanisme biokimianya dan tak ketinggalan produk-produk awet muda yang terbaru. Sebagai seorang peneliti, Nick sangat senang mencoba-coba mengkombinasi pelbagai zat aktif (umumnya dari herbal) yang bisa membuat seseorang awet muda, khususnya dalam bidang hubungan seksual yang menjadi spesialisasinya.

Tak heran kalau dalam konferensi kali ini salah satu materi yang dibawakan oleh Certified Time Line Therapist dan President Ultimate Medical Research, bertajuk "Sexual Healing".
Bagi yang ingin mengetahui ringkasan materi yang dibawakan di Bali, silakan akses: di sini

Tablet penambah enersi
Jika Anda sudah mulai kehabisan 'enersi' untuk berdiskusi dengannya, jangan takut, Nick dengan sukarela memberikan 'pil/tablet' racikannya sebagai penambah enersi.
Saking berenersinya, menurut info yang diperoleh, dokter lulusan dari University of Southern California ini hanya menghabiskan waktu tidur sekitar 3 jam per hari. Waktu luang yang diperolehnya -jika dalam perjalanan memberi ceramah- digunakan untuk berinternet dan menulis. Begitu laporan temannya.


Jago menawar
Sekitar pukul 16:00 WITA, tibalah kami di beberapa galeri lukisan di Ubud. Pada awalnya, dr Edwin yang mempunyai darah seni, memimpin rombongan untuk mencari lukisan-lukisan dari Bali yang bagus-bagus. Tetapi pada akhirnya setelah Nick (yang baru pertama kali ke Bali) sudah menguasai cara menawar, majulah ia memimpin. Bagaimana 'pinternya' Nick menawar, bisa terlihat dari raut wajah pemilik galeri. Saat kami datang, wajah mereka ceria menyambut, tetapi setelah beberapa saat, raut wajah mereka tidak terlihat cerah seperti awalnya.
Tak ayal, sekitar 15 lukisan (bahkan mungkin lebih) berpindah dari galeri ke mobil yang mengantar kami. Harga lukisan yang dibeli mulai dari 350 ribu hingga jutaan rupiah.


Kadar hormon pada usia 25 tahun
Tujuan berikutnya adalah Mandala Wisata Wenara Wana, sacred monkey forest sanctuary, Padangtegal Ubud - Bali. Ada kejadian yang menarik yang sampai saat ini kami hanya bisa mereka-reka penyebabnya. Di arena Monkey Forest tersebut, yang paling sering dikerubungi oleh monyet adalah dr Nick.

Kesimpulan kami (tidak ilmiah tentu), barangkali saking banyaknya hormon pheromone yang diproduksi dokter binaragawan ini, sampai-sampai monyet-monyet (khususnya yang jantan) merasa tersaingi.
Dr Nick memang selalu 'menormalkan' hormon-hormonnya dengan bantuan hormon dari luar. Menurutnya, tidak masalah kita menjadi tergantung dengan hormon dari luar, asalkan kadar hormon kita berada dalam batas normal untuk bisa hidup secara optimal. Yang disebut "normal" menurut pelbagai tulisan yang dibuat Nick adalah kadar hormon pada usia 25 tahun.
Jadi jangan heran, meskipun "usia kronologik" Nick adalah sekitar 50 tahun, tetapi kadar hormonnya beserta fungsi-fungsi organ dan sistem lainnya, masih layaknya seperti pemuda berusia 25 tahun. Usia 25 tahuni ini disebut dengan istilah "usia biologik". Berapa usia biologik Anda? Baca tulisan penulis mengenai hal ini di.


Efek samping penggunaan hormon? Tak masalah, selalu ada pemantauan laboratorium tentang itu. Lagipula yang digunakan Nick adalah Bio Identical Hormone (ini yang terakhir diketahui penulis).

Penulis jadi teringat analogi yang mungkin hampir sama, bahwa beberapa waktu yang lalu, kita dengan agak sinis/meremehkan penggunaan air kemasan (botol). Kenapa perlu membeli / minum air kemasan? Khan air ada di mana-mana. Mahal pula.
Tetapi saat ini, dimana air bersih yang layak minum sudah mulai sukar diperoleh, bukankah bisnis air minum kemasan menjadi tumbuh pesat?

Makan malam
Tak terasa, Bali sudah mulai beranjak gelap. Kami pun sepakat untuk mencari tempat makan malam. Selesai makan malam, kami pun berangkat menuju Centro.
Nick dan Brian berencana belanja barang-barang bermerk yang katanya sedang discount. Kendati tidak memperoleh barang yang diminatinya dengan alasan meskipun harganya discount, tetapi sama saja dengan di negara asalnya, Nick dan Brian jadi juga membeli 2 koper besar.
Hari semakin larut (sekitar pukul 11:00 malam). Nick dan Brian berencana meneruskan perjalanannya malam itu berdua saja. Kami bertiga pun berpisah dengan Nick untuk kemudian pulang bersama 2 koper 'gajah'.

Besok paginya, sewaktu bertemu dengan Nick di Gym (ruang latihan) Hotel, penulis menanyakan, jam berapa Nick dan Bryan pulang ke Hotel? Jawabnya, sekitar jam 4. Wah, jam 4 pulang, sekarang sudah berolahraga lagi.
Jadi orang koq bisa nggak capek-capek yha....

Apa yang bisa kita ambil?
Meskipun kita saat ini belum mampu bertindak seperti Nick, namun ada hal-hal yang bisa kita ambil. Semangatnya untuk bisa tetap awet muda memanfaatkan teknologi kedokteran. Itulah Anti Aging Medicine. Info lebih lanjut mengenai Anti Aging Medicine? Silakan ikuti terus di blog ini.

Ingin bertemu langsung dengan Nick Delgado? Klik gambar pertama di atas.

Tidak ada komentar: