IdBlogNetwork

Lain di iklan, lain di gerai: FRENKU Malang

Sebagai pengamat dunia lT, saya bersama rekan-rekan sering berdiskusi mengenai kemajuan gadget + konektivitas (GSM + CDMA). Suatu ketika, sampailah kita pada pembahasan harga pulsa Telepon yang makin hari tambah turun harganya. Apalagi jika dilakukan inter/sesama operator.

Diskusi kemudian beralih ke provider yang mengklaim paling murah (Rp.7/30 detik setelah sebelumnya dihitung per jam). Kita mulai menebak-nebak arah & tujuan dari operator yg "bersahabat" ini.


1. Pendapat pertama:
Mobile-8 mencoba merebut pasar mobile GSM yang kita tahu sudah lama masuk dengan harga yang relatif tinggi. Siapa yang tidak tertarik dengan biaya pulsa Rp 7/30 detik, seluruh Indonesia, dimana provider tersebut mempunyai jaringannya.
Diharapkan akan banyak pelanggan GSM yang 'berselingkuh' dengan CDMA. Meskipun awalnya hanya dijadikan sebagai no. HP kedua, tetapi bukan tidak mungkin, lama kelamaan bisa menjadi primary number.

2. Pendapat kedua:
Dengan promosi yang sering dilakukan saat ini, Mobile-8 ingin menancapkan image sebagai yang pertama dalam koneksivitas (internet). Hal ini terlihat dari pelbagai produk yang diluncurkan spt: Handphone modem Slimo, TV Mobi dan terakhir TREO 650.



Untuk pendapat yang pertama (1) memang masuk akal dan mudah-mudahan bisa cepat terwujud, tetapi pendapat kedua (2) ternyata tidaklah semulus yang digembar-gemborkan. Apakah ini merupakan ketidaksengajaan atau memang sudah (akan dijadikan) tradisi?

  • Ketidaksengajaan berarti, management sudah menggariskan hal tersebut namun dalam pelaksanaan, ada saja oknum-oknum yang melencengkan (baca: tidak mampu menunaikan tugasnya).
  • Kalau sengaja, yang memang dari sononya.

Kenyataannya
Tidak seindah seperti yang penulis alami. Semua hal yang ditulis di bawah ini didasarkan pada konsultasi langsung (berkali-kali) di Customer Care mobile-8, Jl. Kebon Sirih Kav. 25, Jakarta Pusat.


a. Produk HP Slimo
Berdasarkan iklan-iklan pada pelbagai media masa (cetak maupun elektronik) ditulis bahwa HP tersebut selain untuk berkomunikasi (voice), bisa juga digunakan sebagai modem untuk mengakses internet.
Tentu karena pada HP merek Samsung tersebut tidak memiliki browser, maka yang dimaksud dengan akses internet adalah mengakses via notebook atau PC.
Kenyataannya, sampai tulisan ini dibuat, penulis belum bisa menemukan KABEL DATA. Bolak-balik penulis menanyakan, baik ke Fren maupun ke pihak Samsung, tidak ada jawaban positif.
Dengan entengnya pihak mobile-8, menjawab: "Silakan tanyakan ke Samsung, pihak kami tidak menyediakannya."
Bukankah ini berarti, ingkar janji?
Pada kesempatan lain, ucapan yang terlontar dari customer care M-8: "Bagaimana kalau beli TREO saja? Ada kabel datanya!".
Waktu itu promosi point b di bawah, belumlah di-launch.


b. Produk TREO 650

Tidak sampai disitu, kisah seperti point a terus berlanjut. Setelah gagal membuat Slimmo menjadi modem, penulis tertarik untuk mengambil TREO 650. Sedang mikir-mikir, tiba-tiba keluar program beli TREO 650 bonus pulsa.
Pada pelbagai media, mobile-8 terus mengiklankan mengenai penjualan gagdet TREO 650, dengan bonus yang melebihi harga jualnya. Tidak itu saja, terlontar janji 'seakan-akan' bisa menyaksikan acara2 TV alias TV Mobi, dgn perangkat TREO tsb.

Apa yang terjadi sewaktu kemarin penulis mengunjungi kembali Customer Care di Kebon Sirih pada hari Kamis 13 Juli 2006, sekitar pukul 17:00 WIB?

Dengan penuh antusias, penulis (P) bertanya: "Saya ingin melihat siaran TV di TREO 650. Bisakah didemokan?".
Jawab Customer Carenya (CC): " Wah Pak, itu dua promosi yang berbeda"
P: Maksudnya?
CC: Untuk menyaksikan acara tv tidak bisa di TREO, karena itu (TV Mobi) mesti melalui WAP, sedangkan TREO itu hanya bisa akses website.

Meskipun agak kecewa, penulis melanjutkan:
P: "Ok, kalau begitu bagaimana caranya mengakses internet dengan TREO sebagai modem?"
CC: "Untuk saat ini belum bisa Pak. Kita mesti mendownload dulu drivernya di situsnya Treo dengan membayar biaya puluhan ribu."
(kalimat terakhir di atas sudah disingkat, karena sebelumnya lebih berbelit-belit dari ini jawabannya)
P: "Puluhan ribu Rupiah?"
CC: "Dolar Singapura Pak"
P: "Bisa tolong tahu eksaknya berapa rupiah yha?"
CC ke belakang untuk nanya2. Setelah kembali: "Ternyata 34 dolar Amerika Pak"

Oh la...la... ternyata untuk membuat TREO menjadi modem, kita mesti nambah 34 dolar lagi. Namun yang menjadi pertanyaan (setelah beberapa kali pengalaman berkontak dengan M8), apakah ADA JAMINAN bahwa setelah mentransfer dan men-download software driver tersebut, kita bisa mengakses internet dengan TREO sebagai modem?
Contohnya, produk SLIMO yang sampai sekarang saja belum ketemu Kabel Data-nya.



P: "Koq drivernya nggak disediakan saja sekalian (mungkin ditambah nilai jualnya) agar pembeli bisa langsung menggunakan TREO sebagai modem?"
C: " Wah Pak, nanti jatah 1 GB-nya cepat habis"
Dalam pikiran penulis, emang kalau cepat habis kuotanya kenapa?
Kita juga mesti bayar per kb-nya khan?

Iseng-iseng (meskipun minatnya sudah jauh berkurang, pengen tahu saja, apa kira-kira yang bisa diperoleh dari TREO 650), penulis minta didemokan bagaimana mengakses website Yahoo di PDA TREO tersebut.
Tahukah pembaca....... yang diakses adalah WAP bukan WEB.
Ha...ha..ha..., katanya tadi, TV Mobi nggak bisa jalan karena TREO itu surfingnya di web, sekarang koq akses Yahoo di wap?



Referensi:
- Tarif Fren Rp 7,- per 30 detik
- FrenSip Slimo, HP CDMA MODEM TERMURAH!
- TV Mobi: Hahhh!!! Sekarang udah bisa nonton TV di ponsel Fren??

16 komentar:

Bambang Gunawan mengatakan...

Selamat kepada dr Erik Tapan yang terus rajin mencoba hal-hal baru. Saya terpaksa setia kepada akses internet unlimited Rp. 200.000,--. sebulan. Belum berani coba yang lain.

Erik Tapan mengatakan...

Dear Pak Bambang,
Banyak terima kasih atas komentarnya.

Wah, kalau boleh tahu akses unlimited Rp. 200.000 itu dari provider mana yha?

Menarik juga.
Tapi jangan-jangan saya diminta beli Apart yha. :-)

Saya sudah lihat blog Pak Bambang yang makin canggih dan menarik itu.

Salam,
Erik Tapan

Priyadi mengatakan...

ini saya bahas di http://priyadi.net/archives/2006/07/15/fungsi-modem-pada-treo650-paket-mobile-8/

abe mengatakan...

Ehm, jadi mas erik tapan jadi gak beli Treo nyah? Lantas.. napah gak di counter balik tuh CS waktu bilang gak bisa akses WAP? ^_^

Ah, tapi sudahlah.. namanya juga promosi!

MHd mengatakan...

Kemungkinan ini memang jenis Locked Treo 650 generasi awal, dimana fitur Dial-Up (via bluetooth, kabel data hanya untuk sync) itu sudah ada, tetapi memang di-lock oleh palm.
Di internet banyak kok untuk buka fitur dial-up tersebut.
Tetapi yang saya tahu itu untuk GSM, mungkin CDMA juga sama.

Erik Tapan mengatakan...

Dear Mas Priyadi,
Banyak terima kasih telah mengunjungi blog saya dan turut membahas (di blog Anda) mengenai hal ini.
Mudah-mudahan makin cepat saya memahaminya.

Juga untuk mhd said, saya sudah mulai agak mengerti mengenai topik yang saya luncurkan di blog ini.
Ternyata yang dijual generasi awal yha?

Untuk Abe, terima kasih atas kepeduliannya. Mengenai apakah jadi beli atau tidak, kita lihat saja nanti. OK?
Jangan lupa mengunjungi terus blog ini.

Salam

Ronald T.Gultom mengatakan...

Menurut saya Iklan=Propaganda, dalam sejarah jarang sekali propaganda itu jujur dan dapat dipercaya, demikian juga halnya dengan iklan.

Mengenai produk Treo 650, untuk harga yg lumayan dan dgn teknologi yang lumayan pula, semestinya sih fitur-fitur yang sifatnya sudah umum di dunia gadget IT dan Communication seharusnya sudah "native" sifatnya. So what you see is not what you get.

Btw. saya kagum dengan dr.Erik yang walaupun seorang dokter tapi concern dengan dunia IT dan juga gadget mania.

arya mengatakan...

Setelah mendapat pencerahan dari milis, jadi beli dong, Pak?
Diluar masalah promosi dan bundel paket yang ditawarkan, Treo-nya sendiri sudah menggiurkan. ;-)
Sayang GPRS di negara kita ini mahalnya minta ampun. Kalo tidak, perkembangan "melek internet" yang digagas oleh Pemerintah(?) mungkin bisa lebih cepat terlaksana.
Meskipun CDMA memang menawarkan "biaya akses" yang lebih murah, namun cakupan areanya masih terbatas. Padahal yang mau melek bukan hanya yang di kota. Dokter juga banyak yang di remote area kan?

Erik Tapan mengatakan...

Dear Pak Ronald Gultom,
Banyak terima kasih atas komentarnya. Saya sedikit bercerita mengenai pengalaman berbelanja.
Sewaktu hendak pulang dari Las Vegas, saya sempat melihat-lihat barang yang harganya cukup ekonomis (bagi saya).
Setelah memperhatikan, meneliti, dll., saya berniat membayar.

Saat membayar, saya diberitahu kasir (mungkin yang punya, karena cuman dia sendiri di toko itu), bahwa barang ini cacad. Kemudian ditunjukkan kecacadannya. Apakah saya masih berminat?

Pemikiran saya, koq aneh yha. Kalau dia nggak kasih tahu, pasti saya sudah membeli dan jika itu barang cacad, bagaimana mengembalikannya? Jauh banget.

Pesan moral dari cerita ini (mengikuti pakem yang berlaku di milis), adalah sebaiknya kita jujur dalam menjual. Kalau barangnya bagus, kita katakan bagus. Kalau barangnya jelek, kita katakan, harganya memang murah, karena bla...bla...bla...
Silakan konsumen memilih.

Maksud dari cerita saya ini, adalah bahwa alinee pertama dari komentar Pak Ronald,
" Menurut saya Iklan=Propaganda, dalam sejarah jarang sekali propaganda itu jujur dan dapat dipercaya, demikian juga halnya dengan iklan."

Tidaklah benar.

Erik Tapan mengatakan...

Untuk Bung Arya,
Banyak terima kasih telah berkomentar di blog saya.
Saya mendapat banyak masukan dari warga milis Id-PalmOS. Malah ada yang berani MENJAMIN mengenai hal akses internet via notebook.
Sungguh suatu komunitas yang dinamis dan saling membantu.

Dengan demikian, akhirnya saya berani memiliki TREO 650 ini.

Sampai dengan saat ini, saya sudah bisa mengakses internet via FREN TREO 650 dan Bluetooth serta Notebook.

Notebooknya saya bawa ke outlet M-8 untuk disetup.

Atas perhatian dari semua pihak diucapkan banyak terima kasih.

Erik Tapan

solomon mengatakan...

Saya pernah kecewa dengan koneksi internet dengan Nokia 6225 yang waktu itu juga saya beli dengan cara paket dengan mobile-8. Ternyata koneksi saat itu (dua tahun lalu) tidak selancar seperti yang dijanjikan. Wap juga tak mulus...

Tetapi terus terang saya cukup puas dengan staf pelayanan Mobile-8 yang waktu itu berkantor di Taman Anggrek. Orangnya baik-baik dan ada yang menguasai teknik koneksi internet via modem di dengan Nokia 6225.

Untung Nokia 6225 saya hilang... lalu saya pakai PDA Hp 6365 dan masih puas sampai sekarang...

Salam,
Solomon S. Pribadi

Rudy Dewantara L mengatakan...

Dokter Erik, kenapa tidak memakai Starone pasca bayar 200rb/bulan dapat 1 giga. Lebih lancar dan cepat daripada fren, menurut saya.

Erik Tapan mengatakan...

Bung Rudy,
Banyak terima kasih atas informasinya. Sayang tahunya telat yha.

BTW, gimana bisa jadi nomor 1 ya, akses provider ini (fren) koq lelet banget yha.

crist_columbus mengatakan...

Salam kenal pak Erik, berdasarkan pengalaman saya menjelajah antar provider cdma, yang paling murah dan cepat berinternet adalah menggunakan modem pcmca dgn sistem EVDO+fren+cbnprepaid. Cuma itu hanya digunakan utk notebook.
Saat ini saya sdg mencari pda yang bisa menggantikan notebook saya. Apakah saya mengganti hp cdma saya dgn Treo 650 atau hp gsm saya dgn Ipaq 6365. Minta masukan dong? ;)

Erik Tapan mengatakan...

Dear Pak Cris Colombus
Sayanngnya saya belum punya pengalaman dengan Ipaq 6365.
Saran saya, coba masuk ke komunitasnya dan baca e-mail di website milis.
Atau bisa langsung ke forum ponsel dot com.

Semoga bermanfaat.

Erik Tapan mengatakan...

Dear All,
Per hari ini 9 Desember 2007, saya ingin mengumumkan bahwa masalah akses lambat di FREN sudah terselesaikan. Selengkapnya bisa baca:

http://eriktapan.blogspot.com/2007/12/puas-pake-fren.html