Teknologi informasi untuk kemudahan pasien


Sungguh sangat beruntung peserta acara Seminar Awam IKCC (Indonesian Kidney Care Club) bulan Agustus 2006 ini. Dengan mengusung tema "Hidup dengan Gagal Ginjal" acara ini berlangsung meriah di Auditorium RS Pluit Jakarta Utara. Karena bertepatan dengan peringatan satu dekade RS Pluit, tak heran usai acara presentasi bertaburan door price termasuk satu DVD Player.

Siaran langsung

Tidak hanya itu saja, acara yang diselenggarakan di lantai 8 RS Pluit, disiarkan langsung (live) ke seluruh penjuru Rumah Sakit. Pasien dan keluarga (penunggu) yang tidak bisa menonton langsung di Aula, bisa menyaksikan dari ruangannya masing-masing termasuk dari ruangan Hemodialisa di lantai 2.
Dokter ahli ginjal yang berkenan membagi informasi kali ini (Sabtu 26 Agustus 2006) adalah dr Widodo Sutandar.

Kisah dari pendonor
Melengkapi acara, selain ber-karaoke ria, ramah tamah dan lain-lain, tampil pula seorang pendonor (Bpk. H. Muharam) yang berkisah mengenai bagaimana menjadi pendonor ginjal bagi anaknya yang mengalami gagal ginjal. Saat ini, baik Bapak maupun anaknya, sehat walafiat dan usia operasi transplantasi sudah 17 (tujuh belas) tahun.

Foto bersama
Seusai acara, penulis, bersama Meilani (IKCC) dan Pak Eko (moderator, IKCC), dr Widodo serta Ztr Adriana (RS Pluit) foto bersama.


Klub Sayang Ginjal
Indonesian Kidney Care Club (IKCC) atau Klub Sayang Ginjal adalah kelompok masyarakat yang terdiri dari penderita, pendamping penderita dan tenaga profesional (dr, perawat, psikolog, ahli gizi, dll.) yang aktif sebulan sekali mengadakan acara seminar demi peningkatan pengetahuan bersama. Usia klub ini sudah 3 tahun. Websitenya bisa akses http://www.ikcc.or.id.

Fw.: Press Conf. Simposium Stem Cell

Press Conf. Simposium Stem Cell: Harapan Baru Dunia Pengobatan

Pada tanggal 11 Agustus 2006, Medicastore mengikuti Press Conference Simposium Stem Cell yang diselenggarakan di R. Kuliah Anatomi FKUI oleh Fraunhofer Institute German bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan disponsori oleh PT Kalbe Farma, Tbk.

Adapun pembicara-pembicara yang hadir:

  1. Prof. Dr. dr. M. Farid Aziz, SpOG (K), MRU FKUI Indonesia.
  2. Dr. Johannes Bolze, Director and Principal Investigator Stroke Fraunhofer Institute German.
  3. dr. Boenjamin Setiawan PhD, PT kalbe Farma Tbk.
  4. dr. Bambang Budi Siswanto, FIHA, Wakil Ketua Panitia Simposium Stem Cell.

Sebagai moderator :

1. dr. Erik Tapan, MHA, Cermin Dunia Kedokteran.

2. IBK Narayana Dr, Ing, Fraunhofer Representative Office Indonesia.

Berikut informasi lengkapnya:

Stem Cell = Sel Ajaib
Ada beberapa penyakit yang sebelumnya tak dapat disembuhkan dengan terapi konvensional (kemoterapi dan radioterapi), seperti multiple myeloma, chronic lymphatic leukemia, thallasemia mayor. Syukurnya sekarang ada harapan baru.
Beberapa tahun ini, ada kemajuan di dunia medis terutama pada bidang hematologi dan transplantasi stem cell. “Stem cell ini merupakan gelombang kelima dalam sejarah dunia pengobatan setelah penggunaan bahan alam (herbal), deteksi zat-zat yang melekat pada jaringan (screening)yang berlanjut pada penemuan obat sifilis, penemuan antibiotik penisilin oleh Alexander Flemming, dan bioteknologi,” ungkap dr. Boenjamin.
Stem cell merupakan sel yang sangat unik karena memiliki potensi yang mengagumkan untuk berkembang biak dan mampu berubah menjadi sel-sel baru atau sel tubuh yang lain. Stem cell bertugas memperbaiki kelainan dalam tubuh dan secara teoritis stem cell dapat terbagi tanpa batas untuk mengisi sel-sel lain untuk tubuh selama manusia atau hewan tersebut masih hidup. Saat sebuah stem cell terbagi, setiap sel baru memiliki potensi untuk tetap menjadi stem cell atau menjadi sel-sel yang berbeda dengan fungsi yang lebih khusus, seperti sel otot, sel darah merah, sel otak, sel hati, sel ginjal dan lain-lain.

Sumber stem cell adalah :
Stem cell dari embrio (embryonal stem cells)Diambil dari embrio pada fase blastosist. Massa sel bagian dalam mengelompok dan mengandung stem cell embrionik. Sel-sel diisolasi dari masa sel bagian dalam dan dikultur secara in vitro. Stem cell akan terspesialisasi menjadi sel –sel darah, sel-sel otot, sel-sel hati, sel-sel ginjal.
Stem cell dewasa (adult stem cells)Salah satu diantaranya adalah stem cell hematopoietik (hematopoietic stem cells) stem cell pembentuk darah yang mampu membentuk sel darah merah, sel darah putih dan keping darah yang sehat. Biasa ditemui pada sumsum tulang (bone marrow), darah tepi (perifer blood) dan darah tali pusar (umbilical cord blood).
“Di Amerika, stem cell dari embrio ini ditentang oleh Presiden Bush karena dianggap menghilangkan nyawa. Dari 60 stem cell line yang berhasil direkayasa di unit riset AS, hanya tersisa 20 stem cell yang berfungsi,“ kata dr Boenjamin.

Stem cell ini banyak terdapat di tali pusar bayi yang baru lahir. Oleh sebab itu, darah dari tali pusar bayi dapat disimpan dan digunakan di masa depan bila diperlukan. Bahkan, Korea, Thailand dan Singapura sudah menyediakan fasilitas penyimpanan darah tali pusar. Salah satu bank penyimpanan tali pusar bayi baru lahir adalah adalah Cordlife, Singapura. Penyimpanan ini dikenakan biaya 2000 dollar Singapura dan setiap tahunnya harus membayar biaya perawatan 200 dollar Singapura. “Di Indonesia, fasilitas pengumpulan tali pusar ini sudah ada di RS Lippo Karawaci dan RS Mitra Keluarga,” kata Dr. Narayana.

Sumber transplantasi stem cell:
• anggota keluarga yang cocok atau donor yang tidak ada hubungan keluarga
• kembar identik • stem cell pasien sendiri yang sudah disimpan sebelumnya


Lebih lanjut di Indonesia

“Dalam dunia medis terutama pengobatan, Indonesia berada di atas rata-rata standar internasional,” ungkap Dr. Narayana. Oleh sebab itu Indonesia dengan diprakarsai oleh PT Kalbe Farma, Tbk bekerjasama dengan Fraunhofer Indonesia dan beberapa Universitas di Indonesia mendirikan kelompok penelitian stem cell (ABG) atas dukungan dari Pemerintah melalui Menristek.

Fraunhofer merupakan organisasi non-profit dari Jerman yang bergerak di bidang riset dan memiliki 13.000 peneliti yang terdiri atas 500 profesor dan lebih kurang 5.000-6.000 doktor. Fraunhofer memiliki fokus utama dalam menciptakan jaringan (networking) di antara peneliti dan institut terkait untuk selanjutnya menemukan bisnis baru yang menunjang penelitian.“Fraunhofer sudah mempunyai paten dalam kultur stem cell dan terapi sel, sehingga dalam penelitian stem cell di Indonesia ini berperan sebagai partner,” jelas Dr Narayana.

ABG (Akademisi, Bisnis & Government) merupakan kelompok penelitian stem cell yang terdiri dari akademisi seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Atmajaya; Bisnis yaitu PT Kalbe Farma, Tbk; Government seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT). “Tujuan didirikannya ABG adalah terciptanya suatu koordinasi dan kerjasama terpusat dalam melakukan penelitian stem cell di Indonesia, sehingga tidak dilakukan sendiri-sendiri dan hasilnya dapat dimanfaatkan lebih maksimal,” kata dr. Boenjamin.

Universitas terdiri atas para pendidik dan peneliti dengan harapan hasil penelitian dapat dinikmati oleh masyarakat. “Biaya riset dapat didukung oleh Industri dimana hasil penelitian tersebut tidak hanya digunakan sebagai komoditi tapi juga sampai ke masyarakat,” papar Prof. Dr. Farid. Penelitian tentang stem cell di dunia dipelopori oleh Korea, UK, Amerika dan Jerman.
Tiga unsur ini (akademisi, bisnis, government) disatukan untuk menghilangkan stereotip yang sudah terbentuk di masyarakat. Stereotip kalangan industri yang hanya mencari keuntungan, stereotip akademisi yang hanya mengerti teori tapi kurang dalam hal praktek dan stereotip Pemerintah yang mempersulit penelitian dengan birokrasi yang rumit dan pemberian budget yang kurang memadai. Dalam hal ini, diharapkan peran Pemerintah sebagai katalisator penelitian stem cell di Indonesia dan sektor Industri diharapkan bekerjasama membantu membiayai penelitian ini bahkan memberikan insentif sehingga hasil penelitiannya dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Sebagai perbandingan, negara di Asia lainnya bahkan memberikan insentif yang cukup tinggi pada dokter yang melakukan penelitian.

Harapan Baru Dunia Pengobatan
Pada manusia, stem cell umumnya bersembunyi di area kurang oksigen pada sumsum tulang. Stem cell akan keluar pada saat tubuh mengalami luka dan menuju daerah yang cedera tersebut. Misalnya, ke dalam sel otak ketika penderita mengalami stroke, ke sel darah merah akibat leukimia muncul, dan seterusnya. Namun, stem cell tidak mampu menolong ketika stroke, leukimia atau penyakit lainnya sudah menjadi parah.
Stem cell ini merupakan harapan baru untuk mengobati penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan. Pengobatan dengan stem cell ini disebut juga transplantasi seluler. Stem cell dapat dispesialisasi menjadi sel-sel saraf di otak, sel-sel otot jantung, sumsum tulang belakang, dan sel-sel tubuh lainnya. “Stem cell dikultur misalnya menjadi sel-sel jantung lalu sel-sel jantung baru tersebut dikendalikan terlebih dahulu baru kemudian dimasukkan lewat kateter ke jantung,” papar dr. Bambang.
Stem cell ini telah terbukti berhasil mengobati penyakit multiple myeloma, chronic lymphatic leukemia, thallasemia mayor, infark miokard jantung, stroke, alzheimer, dan lain-lain. Riset stem cell di Indonesia menargetkan mampu menghasilkan stem cell untuk penyakit stroke 3-5 tahun mendatang. Saat ini sudah dikembangkan animal model untuk penyakit stoke.

Simposium Stem Cell
Ingin tahu lebih lanjut mengenai stem cell dan bagaimana pemanfaatannya dalam pengobatan, pastikan anda hadir dalam simposium stem cell berikut:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Manager Riset dan Pengabdian Masyarakat) bekerjasama dengan PT Kalbe Farma Tbk dan Journal Cermin Dunia Kedokteran (CDK), akan mengadakan Simposium Sehari dengan tema Menyongsong Era Stem Cell di Indonesia pada hari Sabtu, 2 September 2006 di Aula FKUI.

Pendaftaran:
Redaksi majalah CDK (attn Dodi)
Gedung EnsevalJl. Letjen Seprapto Kav.4
Telp:012-4208171, Fax: 012-42873685
http://www.kalbefarma.com/stemcell2006

Sumber: http://www.medicastore.com/med/berita.php?id=19&UID=20060822083221202.73.125.48

Pengobatan Stem Cell

Pengobatan Stem Cell = Pengobatan dengan sel jaringan sendiri


Tak lama lagi - 5 sampai 10 tahun dari sekarang, begitu menurut futurolog kedokteran Indonesia, dr Boenyamin Setiawan- penderita stroke -setelah serangan- tidak harus selalu mengalami kelumpuhan, gagu, dll. Tak lama lagi -mungkin lebih dekat waktunya, menurut pengalaman Andi Ho, seorang penyanyi Hawai, setelah terapi di Thailand- penderita serangan jantung bisa beraktifitas seperti sebelum kena serangan. Tak lama lagi, seorang penyandang penyakit kencing manis, bisa bebas dari obat minum maupun suntikan.

Begitulah kira-kira bayangan penulis setelah mengikuti acara Workshop Sehari mengenai Stem Cell yang dibawakan dengan sangat baik oleh Johannes Bolze dari University of Leipzig Fraunhofer Society Germany.


Dokter muda ini melakukan percobaan kepada tikus di laboratorium. Pertama-tama diperlihatkan bagaimana kepintaran tikus meniti sebilah kayu sepanjang 1,5 m. Dengan cepat, sang tikus berjalan penuh keseimbangan dari arah kanan ke kiri (sarang buatannya). Kemudian tikus tersebut dibuat stroke, dengan menutup beberapa pembuluh darah diotaknya. Pada kelompok tikus pertama, disuntikkan stem cell jaringan otak ke dalam pembuluh darah tikus. Pada kelompok kontrol tidak dilakukan tindakan apa-apa.

(catatan: pada manusia, tindakan pengobatan akan bermanfaat jika dilakukan sekurang-kuranganya dalam periode 3 jam pertama dari serangan stroke. Hal ini jarang sekali terjadi di Indonesia).

Duapuluh delapan hari kemudian


Duapuluh delapan hari kemudian, kembali diadakan uji tikus meniti sebatang kayu (beamwalk). Ternyata tikus yang disuntik dengan stem cell, bisa berjalan mencapai sarangnya (meskipun agak tertatih-tatih), dibandingkan dengan yang tidak diapa-apakan. Yang terakhir ini, jalannya saja agak goyang dan akan jatuh kalau tidak ditahan oleh sang peneliti.
Kesimpulan yang diambil, penyuntikkan stem cel jaringan otak bisa memperbaiki suatu serangan otak (stroke). Dari foto-foto scanning otak yang dilakukan, terlihat perbedaan sangat menyolok kerusakan jaringan otak yang terjadi antara kelompok yang diberi stem cell dan yang tidak diapa-apakan.

Simposium Stem Cell terkini dan terbesar
Bagi Anda yang tertarik mengikuti penelitian dan pemaparan mengenai Stem Cell oleh para pakar di Indonesia, silakan join dengan kami dalam acara Simposium Sehari Stem Cell, Aula FKUI, 2 September 2006, klik http://www.kalbefarma.com/stemcell2006.
Siapa tahu penyakit yang Anda derita, tak lama lagi akan bisa direparasi.

SMS DOKTER 3977: serasa mempunyai dokter plus pribadi

Tidak jarang kita mempunyai pikiran, coba kalau ada dokter yang kita kenal dan bisa berkonsultasi langsung. Saat kita membutuhkan informasi kesehatan/kedokteran, seperti:
- obat apa yang cocok untuk gejala penyakit kita
- ke dokter mana sebaiknya kita berkonsultasi
- kalau diresepkan dokter obat "A". Apa isinya dan apa efek sampingnya?
- kira-kira berapa harga obat tersebut?
- kalau kita sedang alergi berat, kira-kira ke mana kita mesti berkonsultasi?
Tentu dengan mudah kita bisa kontak dengannya melalui Handphone / SMS untuk memperoleh jawaban segera.
(catatan: apa ada dokter yang bisa menjawab semuanya itu?)

Telah hadir di Indonesia Dokter SMS

Penulis secara tak sengaja menemukan nomor yang bisa dihubungi melalui SMS, yaitu 3977.
Kalau tak percaya, silakan SMS ke 3977 dengan awalan "DOK" (tanpa tanda kutip).

Beberapa kali, penulis sudah memanfaatkan SMS ini untuk keperluan mendadak.

Contohnya penulis SMS (tanpa tanda kutip):
"Dok saya pengen tahu apa isi dari Promag. trims".
Jawaban yang diterima (tanpa tanda kutip):
"Hydrotalcite 200 mg, Mg (OH)2 150 mg, simethicone 50 mg.
Obat tidak dianjurkan digunakan dalam jangka lama."

Dengar-dengar SMS ini merupakan salah satu fasilitas yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi untuk klien-kliennya, tetapi kalau kita (non member) memanfaatkannya, tentu tidak ada salahnya.
Dengarnya lagi, biaya yang dikeluarkan untuk itu adalah biaya premium alias Rp. 2.000 per SMS.
Menurut penulis, biaya tersebut relatif tidak mahal, apalagi jika informasi tersebut diperlukan saat emergensi atau hari Minggu, misalnya.

Satu lagi SMS yang pernah penulis kirim (tentu tanpa tanda kutip):
"Dok Klinik Alergi Indrayani Tanah Abang, alamat lengkapnya di mana yha? No telpnya?"
Dijawab (tanpa tanda kutip):
"Klinik Asma dan Alergi dr Indrajana Jl Tanah Abang III no. 18A Telp. 384-19198 or 350-3033."

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat.

Baca tanggapan para blogger maniak di blognya Mas Priyadi:
http://priyadi.net/archives/2006/08/04/dokter-sms-3977