IdBlogNetwork

Fw.: Press Conf. Simposium Stem Cell

Press Conf. Simposium Stem Cell: Harapan Baru Dunia Pengobatan

Pada tanggal 11 Agustus 2006, Medicastore mengikuti Press Conference Simposium Stem Cell yang diselenggarakan di R. Kuliah Anatomi FKUI oleh Fraunhofer Institute German bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan disponsori oleh PT Kalbe Farma, Tbk.

Adapun pembicara-pembicara yang hadir:

  1. Prof. Dr. dr. M. Farid Aziz, SpOG (K), MRU FKUI Indonesia.
  2. Dr. Johannes Bolze, Director and Principal Investigator Stroke Fraunhofer Institute German.
  3. dr. Boenjamin Setiawan PhD, PT kalbe Farma Tbk.
  4. dr. Bambang Budi Siswanto, FIHA, Wakil Ketua Panitia Simposium Stem Cell.

Sebagai moderator :

1. dr. Erik Tapan, MHA, Cermin Dunia Kedokteran.

2. IBK Narayana Dr, Ing, Fraunhofer Representative Office Indonesia.

Berikut informasi lengkapnya:

Stem Cell = Sel Ajaib
Ada beberapa penyakit yang sebelumnya tak dapat disembuhkan dengan terapi konvensional (kemoterapi dan radioterapi), seperti multiple myeloma, chronic lymphatic leukemia, thallasemia mayor. Syukurnya sekarang ada harapan baru.
Beberapa tahun ini, ada kemajuan di dunia medis terutama pada bidang hematologi dan transplantasi stem cell. “Stem cell ini merupakan gelombang kelima dalam sejarah dunia pengobatan setelah penggunaan bahan alam (herbal), deteksi zat-zat yang melekat pada jaringan (screening)yang berlanjut pada penemuan obat sifilis, penemuan antibiotik penisilin oleh Alexander Flemming, dan bioteknologi,” ungkap dr. Boenjamin.
Stem cell merupakan sel yang sangat unik karena memiliki potensi yang mengagumkan untuk berkembang biak dan mampu berubah menjadi sel-sel baru atau sel tubuh yang lain. Stem cell bertugas memperbaiki kelainan dalam tubuh dan secara teoritis stem cell dapat terbagi tanpa batas untuk mengisi sel-sel lain untuk tubuh selama manusia atau hewan tersebut masih hidup. Saat sebuah stem cell terbagi, setiap sel baru memiliki potensi untuk tetap menjadi stem cell atau menjadi sel-sel yang berbeda dengan fungsi yang lebih khusus, seperti sel otot, sel darah merah, sel otak, sel hati, sel ginjal dan lain-lain.

Sumber stem cell adalah :
Stem cell dari embrio (embryonal stem cells)Diambil dari embrio pada fase blastosist. Massa sel bagian dalam mengelompok dan mengandung stem cell embrionik. Sel-sel diisolasi dari masa sel bagian dalam dan dikultur secara in vitro. Stem cell akan terspesialisasi menjadi sel –sel darah, sel-sel otot, sel-sel hati, sel-sel ginjal.
Stem cell dewasa (adult stem cells)Salah satu diantaranya adalah stem cell hematopoietik (hematopoietic stem cells) stem cell pembentuk darah yang mampu membentuk sel darah merah, sel darah putih dan keping darah yang sehat. Biasa ditemui pada sumsum tulang (bone marrow), darah tepi (perifer blood) dan darah tali pusar (umbilical cord blood).
“Di Amerika, stem cell dari embrio ini ditentang oleh Presiden Bush karena dianggap menghilangkan nyawa. Dari 60 stem cell line yang berhasil direkayasa di unit riset AS, hanya tersisa 20 stem cell yang berfungsi,“ kata dr Boenjamin.

Stem cell ini banyak terdapat di tali pusar bayi yang baru lahir. Oleh sebab itu, darah dari tali pusar bayi dapat disimpan dan digunakan di masa depan bila diperlukan. Bahkan, Korea, Thailand dan Singapura sudah menyediakan fasilitas penyimpanan darah tali pusar. Salah satu bank penyimpanan tali pusar bayi baru lahir adalah adalah Cordlife, Singapura. Penyimpanan ini dikenakan biaya 2000 dollar Singapura dan setiap tahunnya harus membayar biaya perawatan 200 dollar Singapura. “Di Indonesia, fasilitas pengumpulan tali pusar ini sudah ada di RS Lippo Karawaci dan RS Mitra Keluarga,” kata Dr. Narayana.

Sumber transplantasi stem cell:
• anggota keluarga yang cocok atau donor yang tidak ada hubungan keluarga
• kembar identik • stem cell pasien sendiri yang sudah disimpan sebelumnya


Lebih lanjut di Indonesia

“Dalam dunia medis terutama pengobatan, Indonesia berada di atas rata-rata standar internasional,” ungkap Dr. Narayana. Oleh sebab itu Indonesia dengan diprakarsai oleh PT Kalbe Farma, Tbk bekerjasama dengan Fraunhofer Indonesia dan beberapa Universitas di Indonesia mendirikan kelompok penelitian stem cell (ABG) atas dukungan dari Pemerintah melalui Menristek.

Fraunhofer merupakan organisasi non-profit dari Jerman yang bergerak di bidang riset dan memiliki 13.000 peneliti yang terdiri atas 500 profesor dan lebih kurang 5.000-6.000 doktor. Fraunhofer memiliki fokus utama dalam menciptakan jaringan (networking) di antara peneliti dan institut terkait untuk selanjutnya menemukan bisnis baru yang menunjang penelitian.“Fraunhofer sudah mempunyai paten dalam kultur stem cell dan terapi sel, sehingga dalam penelitian stem cell di Indonesia ini berperan sebagai partner,” jelas Dr Narayana.

ABG (Akademisi, Bisnis & Government) merupakan kelompok penelitian stem cell yang terdiri dari akademisi seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Atmajaya; Bisnis yaitu PT Kalbe Farma, Tbk; Government seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT). “Tujuan didirikannya ABG adalah terciptanya suatu koordinasi dan kerjasama terpusat dalam melakukan penelitian stem cell di Indonesia, sehingga tidak dilakukan sendiri-sendiri dan hasilnya dapat dimanfaatkan lebih maksimal,” kata dr. Boenjamin.

Universitas terdiri atas para pendidik dan peneliti dengan harapan hasil penelitian dapat dinikmati oleh masyarakat. “Biaya riset dapat didukung oleh Industri dimana hasil penelitian tersebut tidak hanya digunakan sebagai komoditi tapi juga sampai ke masyarakat,” papar Prof. Dr. Farid. Penelitian tentang stem cell di dunia dipelopori oleh Korea, UK, Amerika dan Jerman.
Tiga unsur ini (akademisi, bisnis, government) disatukan untuk menghilangkan stereotip yang sudah terbentuk di masyarakat. Stereotip kalangan industri yang hanya mencari keuntungan, stereotip akademisi yang hanya mengerti teori tapi kurang dalam hal praktek dan stereotip Pemerintah yang mempersulit penelitian dengan birokrasi yang rumit dan pemberian budget yang kurang memadai. Dalam hal ini, diharapkan peran Pemerintah sebagai katalisator penelitian stem cell di Indonesia dan sektor Industri diharapkan bekerjasama membantu membiayai penelitian ini bahkan memberikan insentif sehingga hasil penelitiannya dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Sebagai perbandingan, negara di Asia lainnya bahkan memberikan insentif yang cukup tinggi pada dokter yang melakukan penelitian.

Harapan Baru Dunia Pengobatan
Pada manusia, stem cell umumnya bersembunyi di area kurang oksigen pada sumsum tulang. Stem cell akan keluar pada saat tubuh mengalami luka dan menuju daerah yang cedera tersebut. Misalnya, ke dalam sel otak ketika penderita mengalami stroke, ke sel darah merah akibat leukimia muncul, dan seterusnya. Namun, stem cell tidak mampu menolong ketika stroke, leukimia atau penyakit lainnya sudah menjadi parah.
Stem cell ini merupakan harapan baru untuk mengobati penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan. Pengobatan dengan stem cell ini disebut juga transplantasi seluler. Stem cell dapat dispesialisasi menjadi sel-sel saraf di otak, sel-sel otot jantung, sumsum tulang belakang, dan sel-sel tubuh lainnya. “Stem cell dikultur misalnya menjadi sel-sel jantung lalu sel-sel jantung baru tersebut dikendalikan terlebih dahulu baru kemudian dimasukkan lewat kateter ke jantung,” papar dr. Bambang.
Stem cell ini telah terbukti berhasil mengobati penyakit multiple myeloma, chronic lymphatic leukemia, thallasemia mayor, infark miokard jantung, stroke, alzheimer, dan lain-lain. Riset stem cell di Indonesia menargetkan mampu menghasilkan stem cell untuk penyakit stroke 3-5 tahun mendatang. Saat ini sudah dikembangkan animal model untuk penyakit stoke.

Simposium Stem Cell
Ingin tahu lebih lanjut mengenai stem cell dan bagaimana pemanfaatannya dalam pengobatan, pastikan anda hadir dalam simposium stem cell berikut:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Manager Riset dan Pengabdian Masyarakat) bekerjasama dengan PT Kalbe Farma Tbk dan Journal Cermin Dunia Kedokteran (CDK), akan mengadakan Simposium Sehari dengan tema Menyongsong Era Stem Cell di Indonesia pada hari Sabtu, 2 September 2006 di Aula FKUI.

Pendaftaran:
Redaksi majalah CDK (attn Dodi)
Gedung EnsevalJl. Letjen Seprapto Kav.4
Telp:012-4208171, Fax: 012-42873685
http://www.kalbefarma.com/stemcell2006

Sumber: http://www.medicastore.com/med/berita.php?id=19&UID=20060822083221202.73.125.48

1 komentar:

Linda H mengatakan...

Cukup menggembirakan karena teman-teman sejawat juga antusias untuk melakukan penelitian stem cell di Indonesia, mengingat masa depannya yang cukup cerah dalam dunia kedokteran. Semoga penelitian yang dilakukan dapat bermanfaat untuk khalayak umum...