IdBlogNetwork

SMS DOKTER 3977: serasa mempunyai dokter plus pribadi

Tidak jarang kita mempunyai pikiran, coba kalau ada dokter yang kita kenal dan bisa berkonsultasi langsung. Saat kita membutuhkan informasi kesehatan/kedokteran, seperti:
- obat apa yang cocok untuk gejala penyakit kita
- ke dokter mana sebaiknya kita berkonsultasi
- kalau diresepkan dokter obat "A". Apa isinya dan apa efek sampingnya?
- kira-kira berapa harga obat tersebut?
- kalau kita sedang alergi berat, kira-kira ke mana kita mesti berkonsultasi?
Tentu dengan mudah kita bisa kontak dengannya melalui Handphone / SMS untuk memperoleh jawaban segera.
(catatan: apa ada dokter yang bisa menjawab semuanya itu?)

Telah hadir di Indonesia Dokter SMS

Penulis secara tak sengaja menemukan nomor yang bisa dihubungi melalui SMS, yaitu 3977.
Kalau tak percaya, silakan SMS ke 3977 dengan awalan "DOK" (tanpa tanda kutip).

Beberapa kali, penulis sudah memanfaatkan SMS ini untuk keperluan mendadak.

Contohnya penulis SMS (tanpa tanda kutip):
"Dok saya pengen tahu apa isi dari Promag. trims".
Jawaban yang diterima (tanpa tanda kutip):
"Hydrotalcite 200 mg, Mg (OH)2 150 mg, simethicone 50 mg.
Obat tidak dianjurkan digunakan dalam jangka lama."

Dengar-dengar SMS ini merupakan salah satu fasilitas yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi untuk klien-kliennya, tetapi kalau kita (non member) memanfaatkannya, tentu tidak ada salahnya.
Dengarnya lagi, biaya yang dikeluarkan untuk itu adalah biaya premium alias Rp. 2.000 per SMS.
Menurut penulis, biaya tersebut relatif tidak mahal, apalagi jika informasi tersebut diperlukan saat emergensi atau hari Minggu, misalnya.

Satu lagi SMS yang pernah penulis kirim (tentu tanpa tanda kutip):
"Dok Klinik Alergi Indrayani Tanah Abang, alamat lengkapnya di mana yha? No telpnya?"
Dijawab (tanpa tanda kutip):
"Klinik Asma dan Alergi dr Indrajana Jl Tanah Abang III no. 18A Telp. 384-19198 or 350-3033."

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat.

Baca tanggapan para blogger maniak di blognya Mas Priyadi:
http://priyadi.net/archives/2006/08/04/dokter-sms-3977

9 komentar:

wadehel mengatakan...

Halo dok! saya nyangkut disini dapet link dari priyadi.net

Btw itu Promag "tidak dianjurkan digunakan dalam jangka lama" bener ga sih? soale temen-temen saya ada yang langganan Promag hampir setiap hari, sejak jaman dulu, sampai sekarang masih hidup.

Pengaruh buruk dari penggunaan jangka panjang apa Dok? mungkin ada efek samping yang harus diwaspadai?

Terimakasih.

Dani Iswara mengatakan...

komentar2 di priyadi.net ttg sms 3977 ini, mnrt saya cukup kritis:
1) sudah memperhatikan narasumber (gak asal aja..)
2) legalitas (kl salah info..gemana ya..)
3) dpt/tdk mempengaruhi pengambilan keputusan bagi konsumen?
4) lbh baik gratis? sponsornya nanti siapa ya..
5) lbh baik sms langsung ke dr. erik? yaaa.. :D

bisa konsul foto kasus? pake gprs? wifi? sms gateway-nya bisa gak ya?

Erik Tapan mengatakan...

Dear Wadahel,
Banyak terima kasih atas kunjungannya.
Menjawab pertanyaan Anda, bisa disebutkan bahwa semua obat apapun itu, tidak diperuntukkan untuk konsumsi rutin jangka panjang.
Kalau memang bermasalah dengan suatu penyakit, alangkah baiknya jika mengetahui penyebabnya dan menutaskan masalah tersebut, sehingga kita tidak tergantung kepada suatu obat.
Sudah tahu khan salah satu penyebab sakit maag adalah karena kuman?
Konsekuensinya harus minum antibiotik.

Lebih aman rutin berobat ke dokter agar bisa di explore lebih lanjut penyakit teman-teman Anda.

OK?

Erik Tapan mengatakan...

Dear sejawatku Dani Iswara,
Wah tadinya saya nggak ngeh (sewaktu Wadahel ngomong soal ini). Tetapi begitu mengunjungi blognya Mas Priyadi (guru blogger saya), saya baru tahu, bahwa memang banyak yang memberi tanggapan mengenai hal.
Banyak terima kasih TS Dani Iswara.

Membaca tanggapan yang diberikan, saya jadi ingat dulu sewaktu memulai -yang sekarang dikenal dengan- MLDI (Mailiglist Dokter Indonesia). Waktu itu sempat gempar di kalangan dokter dan masyarakat, koq bisa konsultasi via internet? Apa tidak melanggar etika, bagaimana dengan jawabannya kalau salah, dll.

Akhirnya saat ini semua dari kita sudah menyadari, bahwa untuk saat ini, masih sangat sukar/susah untuk menggantikan fungsi konsultasi dokter langsung dengan pelbagai cara yang tidak langsung.

Begitu pula dengan SMS, tentu hal ini tidak dimaksudkan untuk mengganti konsultasi dokter langsung, namun sebagai cara untuk mempermudah kita memperoleh layanan informasi kesehatan.

Banyak hal yang bisa kita tanyakan (diluar jawaban yang memerlukan konsultasi langsung), seperti:
1. apa guna obat tertentu sebelum kita menebus resep
2. berapa kali kita mesti minum ini dalam sehari
3. apa efek samping obat tersebut
4. berapa harga obat yang diresepkan
5. apa artinya hasil laboratorium/diagnosa yang diberikan

Mari kita jadikan teknologi informasi sebagai partner kita dalam mengakses informasi kesehatan dan bukan sebagai pengganti konsultasi secara langsung dengan dokter.
Apalagi kalau dokternya muda dan cakep/cantik.


Mengenai pembiayaaan
Siapa tentu yang tidak mau gratis. Apalagi jika kita punya saudara yang bertitel dokter. Sayangnya tidak semua seberuntung kita.
Harus ada titik temu antara pelayanan penyedia jasa dan biaya yang dibayarkan.
Jika biaya terlalu mahal, tentu pelayanan tidak bisa/sukar diakses.

Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan seoptimal kemajuan teknologi informasi bagi kebaikan kita bersama.

Maju terus dr SMS.

Siswanto Muhtasor Muhammad mengatakan...

Tambah mantap aja nih....BLOG dokter kita, kayaknya Selalu jadi yang pertama,,,Selamat atas IDE SMS ONLINE...Moga bermanfaat

Rudy Dewantara L mengatakan...

Saya setuju dengan pernyataan dokter Erik. Memang teknologi informasi tidak akan pernah dapat menggantikan teknik penegakan diagnosa "konvensional" dengan anamnesa, pemeriksaan fisik, dll.

Anonim mengatakan...

OOT info ini kyknya patut dibicarakan
http://www.terlambatbulan.info/

Anonim mengatakan...

Sip Doc erik has come back. Atau gw yg kuper ya ?...hehehe...
Dulu sering nimbrung juga waktu forum mikrodata masih 'hangat'.

Flix

J.Haryadi mengatakan...

Saya sedang menulis sebuah buku tentang praktek kotor yang dilakukan oleh dokter "Nakal" di Indonesia dengan tujuan agar dokter lainnya tidak nakal dan menjalankan pekerjaannya sesuai dengan profesi dan sumpah dokternya serta mencerdaskan masyarakat yang umumnya masih awam .
Ada beberapa pertanyaan yang perlu saya lontarkan, mudah-mudahan Anda bisa membantu menjawab pertanyaan tersebut, yang sangat ber guna untuk menambah wawasan saya dan bahan referensi bagi buku tersebut.
1. Mengapa dokter cenderung bersikap tertutup jika ditanya tentang kasus malpraktek yang melibatkan teman seprofesinya, sehingga timbul persepsi bahwa kuatnya solidaritas sesama dokter ini akan menutup kebenaran yang hakiki dan membuat dokter seakan-akan selalu benar dalam segala tindakan medis yang dilakukannya ?
2. Dokter adalah manusia biasa yang tidak terluput dari kesalahan dan kekurangan. bagaimana opini Anda mengenai hal ini ?
3. Benarkah ada praktek yang dilakukan oknum dokter umum yang bekerjasama dengan dokter bedah tertentu yang menggiring pasiennya agar di operasi padahal seharusnya tidak perlu ? Tujuannya tentu saja agar mereka mendapatkan keuntungan dari perbuatan mereka. bagaimana opini Anda ?
4. Benarkah dokter2 muda yang baru dilantik cenderung melakukan "kelinci percobaan" terhadap pasiennya dengan memberikan obat-2 an tertentu yang belum tentu sesuai dengan penyakit yang diderita pasien ?
Mohon dengan hormat agar jawaban Anda ditulis sejujurnya, apa adanya demi kebenaran. Mohon jawaban dialamatkan ke email Saya.
Atas bantuannya Saya ucapkan terima kasih .
Wasalam
J. haryadi