IdBlogNetwork

Potensi alat-alat kesehatan canggih di Indonesia, masih besar


Terdapat hal yang menarik pada majalah Swa[sembada] no. 18/XXII/7-20September 2006 edisi Swaplus. Pada tulisan yang dimulai sesudah halaman 106, dilukiskan bagaimana "Jagoan-jagoan Bisnis Alat Kesehatan" berkiprah di kancah pelayanan kesehatan Indonesia. Diperkirakan omzet pertahun dari bisnis ini adalah sekitar Rp. 3 - 4 triliun. Dari mana angka itu keluar kalau bukan dari para pemain-pemain besar perumah sakitan. Seakan-akan meng-amini tulisan tersebut, penulis baru saja (Sabtu 9 September 2006) mengikuti peresmian Jakarta Heart & Vascular Center yang berlokasi di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta.

Acara dimulai dengan pemaparan dan harapan dari Presdir Kalbe Group, dr Boenyamin Setiawan PhD. Dalam kesempatan tersebut, dokter berusia 73 tahun melukiskan bagaimana penelusurannya di internet hingga memperoleh angka kekerapan serangan jantung. Menurutnya, di Amerika Serikat diperkirakan terdapat 1,5 juta kasus per tahun yang kalau diaplikasikan di Indonesia menjadi 270.000 kasus pertahun (asumsi penduduk Indonesia adalah 270 juta). Ini adalah suatu segmen pasar yang basar yang layak untuk 'diperebutkan' (dalam arti positif).


Bagaimana 'merebut' kue tersebut, berikut disampaikan beberapa tips dari dr Boen:

  1. Institusi pelayanan harus tumbuh terus menerus
  2. Institusi harus senantiasa memenuhi harapan stake holders
  3. Sumber daya manusia pada institusi tersebut harus berpedoman pada DJITU
  4. Institusi harus bisa memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Institusi harus menjalankan manajemen partisipatif

Jakarta Heart & Vascular Center
Senter ini memposisikan diri sebagai pusat rujukan untuk Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dengan mengutamakan kualitas pelayanan dan standar medis terdepan kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

Beberapa fasilitas pelengkap yang disediakan oleh JHVC adalah fasilitas diagnostik dan terapi canggih dan termodern, seperti Multi Slice CT, MRI, Laboratorium Kateterisasi, dan Bedah Jantung Terbuka (open heart surgery), baik untuk dewasa maupun anak-anak.
Dibandingkan senter lain -seperti yang diungkap pihak JHVC pada acara Temu Pers- JHVC memiliki keunggulan pelayanan seperti dapat melakukan PCI (Angioplasti koroner) atau yang lebih dikenal dengan tindakan Balonisasi pembuluh koroner termasuk pemasangan sten, PTA (balonisasi pembuluh darah tepi), pemasangan Pacu Jantung Permanen (pacemaker) dan Defibrillator, Studi Elektrofisiologis Jantung dan Terapi Ablasi.

Mencegat pasien-pasien ke luar negeri
Seperti menjawab tulisan dalam majalah Swasembada, pendirian Pusat Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah ini, adalah salah satu sumbangsih dari pemain perumahsakitan Indonesia yang dimaksudkan untuk 'mencegat' pasien-pasien Indonesia berobat ke Malaysia maupun Singapura. Tentu hal ini perlu dibuktikan dengan pelayanan prima dan harga bersaing. Maju terus perumahsakitan Indonesia.

Tak lupa, pada akhir acara, penulis berfoto bersama MC acara Bung Izsur.

3 komentar:

stella mengatakan...

Dokter Erik,

Yang juga sangat penting menurutku, bukan hanya alat-alat yang lengkap dan canggih, tapi pelayanan dan keterbukaan informasi terhadap pasien.

Kalu inget waktu suamiku diopname karena DB, masih gondok rasanya hehehe....

keep on your good work, dok!

Erik Tapan mengatakan...

Hi Stella, apakabar?
Dari pelbagai masukan, menurut saya pengelola rumah sakit di Indonesia masih perlu belajar lebih banyak lagi soal melayani.

Mulai dari staff yang paling bawah, seperti tukang parkir, satpam, hingga para perawat, suster, dll.

Tetapi tidak bisa dipungkiri, ada juga rumah-rumah sakit yang telah berhasil dengan baik menjalani hal ini.

Tentu jika ini dilakukan secara merata, pelayanan kesehatan di Indonesia (khususnya rumah sakit) akan menjadi sangat baik.

Terima kasih atas komentarnya Stela.

Septian Adi mengatakan...

pak kriteria alat canggih apa saja??
apa ada artikel mengenai kriteria2 nya