Antioksidan untuk Mencegah Penuaan


Tidak sedikit orang yang khawatir menjadi tua. Apalagi ditambah penyakit usia lanjut seperti penyakit-penyakit degeneratif: radang sendi, tekanan darah tinggi, jantung koroner, kencing manis, dan stroke.

Banyak orang yang ingin awet muda. Kalau toh menjadi tua, inginnya tetap sehat. Karena memang manusia tidak mungkin hidup abadi dan melawan kodrat. Istilah antiaging (antipenuaan) pun kemudian menjadi populer.

Anti Aging Medicine yang dipopulerkan oleh Robert Goldman dari Amerika Serikat, menurut anggota Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi), Erik Tapan, di Jakarta, Sabtu (25/11), adalah suatu ilmu pengetahuan/spesialis dengan menggunakan teknologi dan pengetahuan kedokteran tingkat tinggi. Ilmu itu terutama dimanfaatkan dalam mendeteksi, mencegah, mengobati, hingga membalikkan perjalanan kelainan-kelainan/penyakit yang berhubungan dengan proses penuaan.

Istilah antiaging ini sering dihubungkan dengan produk-produk kecantikan. Juga dikonotasikan hanya buat masyarakat kelas atas.Barang-barang berlabel antiaging juga diidentikkan dengan harga mahal. Padahal, kata Erik, untuk memperlambat proses penuaan dan tetap sehat di hari tua dengan biaya murah sangat mudah dilakukan. "Ada beberapa tips murah meriah yang bisa langsung diterapkan," paparnya.

Upaya-upaya yang bisa dilakukan antara lain mengatur diet yang seimbang, latihan olahraga rutin, berpikir selalu positif dan menghindari stres mental, mengonsumsi antioksidan dan vitamin, selalu melakukan deteksi dini, serta meningkatkan pengetahuan antipenuaan.

Diet seimbang
Pola diet seimbang yang dianjurkan adalah rendah karbohidrat, rendah lemak, lebih dominan mengonsumsi ikan, buah- buahan dan sayuran, serta minum air putih yang cukup; sekitar dua liter setiap hari.

Olahraga rutin juga memegang peranan penting untuk tetap awet muda. Jika kita melakukan latihan sekitar 15 menit satu hari, ini bisa menjaga kesehatan dan kebugaran secara minimal. Yang dianjurkan adalah latihan selama satu jam per hari, lima hari seminggu.

Selain itu, jika seseorang berpenampilan muda dan berpikir muda terus, ia akan kelihatan muda. Ini adalah penerapan prinsip koneksi tubuh-pikiran yang memang merupakan hal yang sangat ampuh dalam menjaga kita tetap awet mudah.

"Perlu diketahui, jika kita berada di kondisi stres mental, tubuh akan mengeluarkan cortisol, suatu hormon yang bisa merusak organ-organ tubuh. Oleh karena itu, kendalikan selalu stres Anda," papar Erik Tapan.

Yang terpenting harus rutin dilakukan adalah mengonsumsi antioksidan. Salah satu teori mengapa seseorang bisa menjadi tua adalah akibat radikal bebas. Penangkal radikal bebas yang diketahui saat ini adalah antioksidan. Antioksidan ini sangat penting.Bersamaan dengan terapi sulih hormon yang fisiologik, antioksidan disebut-sebut sebagai salah satu cara untuk memperpanjang usia diabad ini.

Guna meningkatkan jumlah antioksidan dalam tubuh, sebaiknya dibiasakan mengonsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin A, C, E dan mineral selenium. Minimal lima porsi sehari. Jika diketahui masih kurang memadai, bisa juga ditambahkan suplemen antioksidan.

Dengan kemajuan teknologi, banyak penyakit yang bisa dideteksi jauh sebelum ia menimbulkan gejala. Jika diketahui sejak awal, pengobatanpenyakit kanker, kencing manis, osteoporosis, jantung dan pembuluh darah, ginjal, dan lain-lain masih lebih mudah dibandingkan bila sudah berkembang lanjut. Dengan begitu bisa memperpanjang usia sebelum menderita penyakit tersebut, atau malah terhindar sama sekali. (LOK)

Sumber: Harian Kompas (cetak), Senin 27 November 2006
Foto diambil dari Medicastore dot com

Liputan lainnya.