IdBlogNetwork

Bedah Buku "Hidup Sehat 100 Tahun", Sabtu 29 April 2006 di Perpustakaan Obor Jakarta


Sungguh luar biasa sambutan acara Bedah Buku "Hidup Sehat 100 Tahun" terbitan Pustaka Populer Obor. Para peminat Anti Aging Medicine tumpah ruah di ruang Perpustakaan PPO di Jl. Plaju 10 Jakarta Pusat.

Penulis sebagai salah satu nara sumber memberikan beberapa tips (yang kesemuanya bisa dibaca pada buku tersebut), antara lain rahasia Hidup Sehat hingga mencapai 100 tahun bahkan lebih:

1. Berpikir positif selalu
2. Mengatur diet yang sehat dan seimbang
3. Latihan Olahraga rutin
4. Konsumsi Anti Oksidan & Multi Vitamin
5. Selalu lakukan deteksi dini
6. Periksa kadar hormon Anda
7. Up date selalu pengetahuan Anti Aging Anda

Usia Kronologik vs Usia Biologik
Selain itu, salah satu hal yang menarik yang dilakukan bersama-sama yaitu pengukuran usia biologik. Berbeda dengan usia kronologik kita yang sesuai dengan yang tertera di KTP, usia biologik kita bisa lebih muda atau sama atau lebih tua dari usia kronologik. Ini semua bisa dibaca pada buku tersebut, termasuk bagaimana cara mengukurnya.

Dalam diskusi banyak ditemukan cara-cara menjalankan Anti Aging / Hidup Sehat secara murah meriah.

Apakah ada kelompok / kota lain yang tertarik untuk acara ini?

Kembalinya dr Nick Delgado di Indonesia


Wuiihhh, kembali dokter yang satu ini bikin heboh. Sudah baca khan cerita saya sewaktu menemani dr Nick jalan-jalan di Bali. Kalau belum silakan klik ini.

Bertempat di Hotel Ritz Carlton Jakarta, pada hari/tanggal Jumat 28 April 2006, PASTI (Perkumpulan Awet Sehat Indonesia) mengadakan acara Dinner Gathering bersama para wartawan, atlit dan dokter-dokter yang berkecimpung dalam bidang olahraga. Pakar-pakar Awet Sehat Indonesia seperti dr. Erwin Peetosutan, dr Edwin Djuanda, dr Phaidon Toruan dll. tampak hadir. Setelah sambutan dari pelbagai pihak, atmosfir ruangan bertambah 'panas' dengan presentasi yang sangat 'menarik' dari Prof Dr. dr. Akmel Taher, SpU seputar Disfungsi Ereksi dan Penanganannya.

Juara Panco Indonesia
Mungkin banyak yang belum tahu, bahwa juara Panco Indonesia (versi Indosiar) adalah dr Bambang Wiradinata yang berusia 68 tahun. Yup benar sekali, Anda tidak salah membaca. Usia dokter ahli penyakit saraf (neurolog) dari Surabaya tersebut adalah 68 (enam puluh delapan) tahun. Dalam kesempatan itupun, beliau dipersilahkan beradu dengan beberapa atlit binaraga tingkat nasional yang hadir. Ternyata tidak satupun yang bisa menggungguli Dr. Bambang ini.

Tantangan dari dr Nick


Memasuki sesi terakhir, dr Nick Delgado menantang para hadirin untuk lomba mengangkat dumbel satu tangan. Pemegang rekord dunia (Guiness Book) Dumbell Single Lifting ini mengajak siapa saja yang bisa menandinginya secara bersama-sama. Maksudnya, para lawan dr Nick bisa saling bergantian (estafet) untuk 'kuat-kuatan' mengangkat dumble satu tangan. Berat dumble-nya pun bisa lebih ringan dari dumble yang diangkat dr Nick. Hadiahnya, tidak tanggung-tanggung US$ 1.000.


Tampil berturut-turut setelah para atlit nasional (juara nasional), dokter-dokter PASTI dstnya. Busyeettt....... sampai terakhir dr Edwin (Ketua PASTI) pun, si Nick masih dengan santai mengangkat barbelnya. Putusssss semua.
Padahal barbel yang diangkat dr Nick, 5 kg lebih berat dari barbel yang diangkat dr Edwin. Itupun dilakukan setelah menempuh perjalanan sekitar 30 jam dari Amerika tanpa beristirahat.

Dimana ada kemauan disitu ada jalan
Siapa bilang usia tua merupakan halangan untuk berprestasi. Dr Nick (USA) yang berusia 51 tahun, dr Bambang (Indonesia) yang berusia 68 tahun telah membuktikan kepada kita, bahwa dimana ada kemauan di situ ada jalan.
Jika kita ingin hidup sehat terus (awet sehat), tidak ada yang bisa menghalangi kita.
Hidup Anti Aging Medicine.

Beli Buku Bermutu dengan Harga Terjangkau


Anda yang mempunyai hobi membaca namun saat ini kantong lagi pas-pasan?
Memang benar, kebutuhan membaca itu tidak pandang waktu dan tempat.
Puaskanlah keinginan membaca Anda dengan mengunjungi acara

Obral Buku (20% hingga 80%) Yayasan Obor Indonesia

Hari/tanggal : Senin 24 April - Jumat 5 Mei 2006
Waktu : 10:00 - 16:00 WIB
Tempat : Kantor Yayasan Obor Indonesia, Jl. Plaju no. 10 Jakarta Pusat.
(turun di Halte Busway Tosari) dekat Plaza Indonesia
Website : http://www.obor.or.id



Salah satu buku yang diterbitkan oleh Yayasan Obor adalah: "Dokter Internet".
Buku ini membahas penyakit yang bisa kita temukan sehari-hari seperti: Flu, HFMD, Diare pada Pelancong, Malaria, Demam Berdarah dan Tifus.
Jadi, Anda tidak perlu lagi membeli pelbagai jenis buku untuk mengetahui penyakit-penyakit ini.
Pepatah lama mengatakan "Mencegah lebih baik dari mengobati".
Mencegah juga jauh lebih murah dari mengobati untuk jaman saat ini.

Resensi buku Dokter Internet:
1. Tabloid Senior
2. Majalah Sehat Plus

BTW (by the way),
Ingin Awet Muda dan Sehat?
Hadirilah acara Bedah Buku "Hidup Awet Muda"* bersama pengamat dan praktisi Anti Aging Medicine, Erik Tapan.

Hari: Sabtu 29 April 2006, pukul 10.00-11.30 WIB.
Pendaftaran dan tempat sangat-sangat terbatas. Selambat-lambatnya Kamis, 27 April 2006 ke:
Sekretariat Yayasan OBOR di: 021-31920114, 31926978 dengan Sdri. Eny

* Judul buku sebenarnya:
Hidup Sehat 100 tahun membahas mengenai:
- tubuh saya - modal saya
- cinta, seks, dan sebuah kehidupan yang baik
- periksa usia serta kesehatan Anda
PLUS 100 tips terbaik

Nick Delgado, praktisi Anti Aging Medicine, akan hadir di Indonesia


Mungkin belum banyak orang Indonesia yg mengenal dr. Nick Delgado. Tetapi di dunia internasional khusus bagi mereka yang berkecimpung di bidang Anti Aging Medicine, pastilah sudah banyak mengenal beliau ini. Nick adalah salah satu pakar anti-aging medicine yang sangat percaya bahwa banyak penyakit atau kelainan bisa disembuhkan minimal diredakan dengan aktifitas sexual atau Sexual Healing.

Kedatangannya di Indonesia pada akhir April nanti mengingatkan penulis akan kisah bersamanya. Berikut kisahnya:


Sehari bersama Dr Nick Delgado PhD
(kisah bagaimana seorang praktisi Anti Aging menjalani hidupnya sehari-hari)

Nick Delgado, nama yang pertama kali penulis dengar saat menghadiri acara seminar Perkumpulan Awet Sehat Indonesia (PASTI) atau Indonesian Anti Aging Society. Dalam slide yang ditayangkan, terlihat bagaimana "usaha" dokter yang satu ini untuk tetap awet muda. Mudah-mudahan kisah bersama dr Nicholas Delgado ini, -meskipun hanya satu hari- bisa menjadi masukkan bagi kita semua, bagaimana menjaga kesehatan agar tetap prima hingga usia lanjut.

Awalnya gemuk
Seperti halnya kita-kita ini, dalam usia 23 tahun, penampilan Nick Delgado biasa-biasa saja. Malah boleh dibilang agak gemuk dengan perut yang membuncit, seperti yang bisa kita lihat di foto pada pelbagai buku yang diterbitkannya. Maklum menurut pengakuan dokter yang telah mempublikasikan 10 buah buku ini, kelebihan berat badan yang dialaminya waktu itu berkisar 20 kg.

Tetapi, lihat saat ini di usia sekitar 50-an. Berkat disiplin menerapkan cara-cara anti aging yang antara lain melakukan diet dan latihan, tubuhnya menjadi seperti seorang binaragawan.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Resep-resep apa yang diterapkan oleh dokter Nick?


Ajakan dr Edwin Djuanda
Saat makan siang bersama dr Edwin Djuanda SpKK (Ketua I PASTI), penulis mendapat tawaran untuk menemani beliau berjalan-jalan mengunjungi beberapa tempat di Bali. Bersama dr Nick Delgado & dr. Edwin Djuanda turut juga menemani Brian Katz (sahabat karib Nick) dan Toh Sek Cheong (dari Malaysia). Semuanya adalah orang-orang yang senang mempelajari Anti Aging Medicine. Tentu saja, karena kesempatan ini diperoleh di sela-sela acara Konferensi Internasional Anti Aging di Bali, bulan September 2005 ini. Antiaging Medicine bisa dipelajari siapa saja, tidak harus seorang dokter. Tentu mereka yang berkecimpung dalam bidang kesehatan akan lebih mudah menyerap ilmu ini.

Berolahraga setiap saat
Setelah menunggu sekian lama di lobi hotel Westin Nusa Dua Bali, penulis jadi bertanya-tanya, kenapa kita belum berangkat juga. Rencananya kami akan menuju Ubud untuk melihat galeri lukisan kemudian mengunjungi hutan monyet.

Jawaban atas penantian penulis, ternyata karena Nick belum melunasi kewajibannya melakukan exercise. Rupanya exercise atau latihan merupakan menu sehari-hari yang tidak boleh dilupakan oleh dokter yang menekuni riset biokimia dan endokrin ini.
Penulis jadi merenung. Mengingat banyak di antara kita (termasuk penulis), jika ditanya, apakah pernah berolahraga?
Hampir selalu jawaban yang ditemui, "mana sempat...sibuk!". Untuk lebih meyakinkan penanya, keluarlah segala list aktifitas kita sehari-hari dengan kesimpulan akhir: waktu untuk berolahraga/exercise tidak ada!!

Berbeda dengan Nick yang tidak pernah melupakan aktifitas berolahraga bahkan dalam sehari pun. Berolahraga bagi Nick sudah merupakan kegiatan yang harus selalu dilakukan sehari-hari, sama seperti makan dan beristirahat.
Apakah kita sesibuk Nick saat ini yang mempunyai pelbagai jabatan dan kesibukan presentasi dimana-mana? Sebagai informasi, Nick adalah salah satu pembicara international mengenai Anti Aging Medicine.
Apakah ini bukan disebabkan manajemen waktu dan niat saja?
Tentu hanya kita yang bisa menjawab.


Berdiskusi memperdalam ilmu, bahkan dalam perjalanan
Sekitar pukul 14:00 WITA, berangkatlah kami menuju Ubud. Dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar 2 jam, terjadi diskusi 'seru' diantara kita yang sebagian besar dimonopoli oleh Nick dan sahabatnya Brian Katz. Topik diskusi, adalah pelbagai hal yang berhubungan dengan masalah kedokteran/kesehatan. Misalnya: cara kerja suplemen kesehatan, mekanisme biokimianya dan tak ketinggalan produk-produk awet muda yang terbaru. Sebagai seorang peneliti, Nick sangat senang mencoba-coba mengkombinasi pelbagai zat aktif (umumnya dari herbal) yang bisa membuat seseorang awet muda, khususnya dalam bidang hubungan seksual yang menjadi spesialisasinya.

Tak heran kalau dalam konferensi kali ini salah satu materi yang dibawakan oleh Certified Time Line Therapist dan President Ultimate Medical Research, bertajuk "Sexual Healing".
Bagi yang ingin mengetahui ringkasan materi yang dibawakan di Bali, silakan akses: di sini

Tablet penambah enersi
Jika Anda sudah mulai kehabisan 'enersi' untuk berdiskusi dengannya, jangan takut, Nick dengan sukarela memberikan 'pil/tablet' racikannya sebagai penambah enersi.
Saking berenersinya, menurut info yang diperoleh, dokter lulusan dari University of Southern California ini hanya menghabiskan waktu tidur sekitar 3 jam per hari. Waktu luang yang diperolehnya -jika dalam perjalanan memberi ceramah- digunakan untuk berinternet dan menulis. Begitu laporan temannya.


Jago menawar
Sekitar pukul 16:00 WITA, tibalah kami di beberapa galeri lukisan di Ubud. Pada awalnya, dr Edwin yang mempunyai darah seni, memimpin rombongan untuk mencari lukisan-lukisan dari Bali yang bagus-bagus. Tetapi pada akhirnya setelah Nick (yang baru pertama kali ke Bali) sudah menguasai cara menawar, majulah ia memimpin. Bagaimana 'pinternya' Nick menawar, bisa terlihat dari raut wajah pemilik galeri. Saat kami datang, wajah mereka ceria menyambut, tetapi setelah beberapa saat, raut wajah mereka tidak terlihat cerah seperti awalnya.
Tak ayal, sekitar 15 lukisan (bahkan mungkin lebih) berpindah dari galeri ke mobil yang mengantar kami. Harga lukisan yang dibeli mulai dari 350 ribu hingga jutaan rupiah.


Kadar hormon pada usia 25 tahun
Tujuan berikutnya adalah Mandala Wisata Wenara Wana, sacred monkey forest sanctuary, Padangtegal Ubud - Bali. Ada kejadian yang menarik yang sampai saat ini kami hanya bisa mereka-reka penyebabnya. Di arena Monkey Forest tersebut, yang paling sering dikerubungi oleh monyet adalah dr Nick.

Kesimpulan kami (tidak ilmiah tentu), barangkali saking banyaknya hormon pheromone yang diproduksi dokter binaragawan ini, sampai-sampai monyet-monyet (khususnya yang jantan) merasa tersaingi.
Dr Nick memang selalu 'menormalkan' hormon-hormonnya dengan bantuan hormon dari luar. Menurutnya, tidak masalah kita menjadi tergantung dengan hormon dari luar, asalkan kadar hormon kita berada dalam batas normal untuk bisa hidup secara optimal. Yang disebut "normal" menurut pelbagai tulisan yang dibuat Nick adalah kadar hormon pada usia 25 tahun.
Jadi jangan heran, meskipun "usia kronologik" Nick adalah sekitar 50 tahun, tetapi kadar hormonnya beserta fungsi-fungsi organ dan sistem lainnya, masih layaknya seperti pemuda berusia 25 tahun. Usia 25 tahuni ini disebut dengan istilah "usia biologik". Berapa usia biologik Anda? Baca tulisan penulis mengenai hal ini di.


Efek samping penggunaan hormon? Tak masalah, selalu ada pemantauan laboratorium tentang itu. Lagipula yang digunakan Nick adalah Bio Identical Hormone (ini yang terakhir diketahui penulis).

Penulis jadi teringat analogi yang mungkin hampir sama, bahwa beberapa waktu yang lalu, kita dengan agak sinis/meremehkan penggunaan air kemasan (botol). Kenapa perlu membeli / minum air kemasan? Khan air ada di mana-mana. Mahal pula.
Tetapi saat ini, dimana air bersih yang layak minum sudah mulai sukar diperoleh, bukankah bisnis air minum kemasan menjadi tumbuh pesat?

Makan malam
Tak terasa, Bali sudah mulai beranjak gelap. Kami pun sepakat untuk mencari tempat makan malam. Selesai makan malam, kami pun berangkat menuju Centro.
Nick dan Brian berencana belanja barang-barang bermerk yang katanya sedang discount. Kendati tidak memperoleh barang yang diminatinya dengan alasan meskipun harganya discount, tetapi sama saja dengan di negara asalnya, Nick dan Brian jadi juga membeli 2 koper besar.
Hari semakin larut (sekitar pukul 11:00 malam). Nick dan Brian berencana meneruskan perjalanannya malam itu berdua saja. Kami bertiga pun berpisah dengan Nick untuk kemudian pulang bersama 2 koper 'gajah'.

Besok paginya, sewaktu bertemu dengan Nick di Gym (ruang latihan) Hotel, penulis menanyakan, jam berapa Nick dan Bryan pulang ke Hotel? Jawabnya, sekitar jam 4. Wah, jam 4 pulang, sekarang sudah berolahraga lagi.
Jadi orang koq bisa nggak capek-capek yha....

Apa yang bisa kita ambil?
Meskipun kita saat ini belum mampu bertindak seperti Nick, namun ada hal-hal yang bisa kita ambil. Semangatnya untuk bisa tetap awet muda memanfaatkan teknologi kedokteran. Itulah Anti Aging Medicine. Info lebih lanjut mengenai Anti Aging Medicine? Silakan ikuti terus di blog ini.

Ingin bertemu langsung dengan Nick Delgado? Klik gambar pertama di atas.

Mereka yang kurang beruntung dengan ginjalnya, ngumpul yuuukkk


Tidak mudah memang menjadi orang yang kurang beruntung dengan ginjalnya. Ginjal yang rusak membawa konsekuensi yang tidak kecil. Hidup menjadi tidak bebas. Makan mesti diukur, apalagi dengan minum. Begitu pula, penyandang tidak bebas lagi melakukan pelbagai aktifitas termasuk berwisata, misalnya. Oleh karenanya, pencegahan (seperti yang bisa dibaca di sini) sangatlah penting.

Namun apa mau dikata, nasi telah menjadi bubur. Keadaan tidak bisa dibalikkan kembali.
Daripada merenung nasib, bagaimana kalau mulai saat ini, Anda -yang kurang beruntung ini- bertekad untuk mulai berubah cara pandang terhadap diri dan kondisi Anda?

Salah satunya adalah mulai aktif mencari tahu segala hal yang berhubungan dengan keadaan Anda. Bagaimana supaya kondisi Anda tidak menjadi lebih buruk lagi. Tentu banyak caranya. Misalnya saja -jika kondisi memungkinkan- mulailah aktif berkumpul / sharing dengan sesama.

Klub Sayang Ginjal Indonesia

Salah satu klub yang bisa menjadi tempat berbagi kisah adalah Indonesia Kidney Care Club (IKCC). Sejak didirikan pada tanggal 5 mei 2004 yang lalu, IKCC terus menerus melakukan edukasi kepada anggota dan peminat lainnya. Sampai blog ini ditulis, tak kurang 20 seminar yang telah diselenggarakan diluar acara jalan-jalan (outing)

Salah satunya adalah pada hari/tanggal Sabtu 15 April 2006 di Rumah Sakit Siloam Graha Medika Jakarta.
Topik yang dibawakan oleh dr Toga A Simatupang adalah "Mengantisipasi Penyakit Kardiovaskuler pada Penderita Ginjal Kronis".

(dalam foto pertama, penulis sedang menginformasikan program-program IKCC masa depan)

Selalu ada hal baru dalam Anti Aging Medicine


Salah satu hal yang menarik dalam mempelajari Anti Aging Medicine adalah kita selalu diinformasikan mengenai hal-hal terbaru. Baik itu penemuan terbaru, obat terbaru dan lain sebagainya.

Ciri khas dalam bidang ini, adalah para pelakunya (umumnya dokter) sering 'mencoba-coba' pengobatan terbaru yang memang masih berada dalam penelitian (on going study).
Dan serunya lagi, percobaan tersebut, sering kali untuk pertama kali dilakukan pada diri mereka sendiri.

Ini yang membedakan pengobatan konvensional dengan anti aging medicine. Memang jika ditanya, apakah ini lebih baik atau tidak, tidak ada yang bisa menjawab. Sebagai seorang dokter konvensional, adalah kemutlakan untuk selalu memberikan terapi yang telah terbukti dan masuk dalam daftar indikasi obat tersebut. Jika penelitian suatu obat masih berlangsung adalah sangat bijaksana untuk menunda pemberian obat tersebut kepada pasien. Belum terbukti secara signifikan!!

Tetapi hal yang berbeda, bisa kita temui pada dokter-dokter anti aging. Tanpa ragu-ragu mereka mencoba sesuatu hal yang kadangkala hanya berdasarkan penelitian kecil-kecilan. Salah satu contohnya adalah memanfaatkan obat untuk penyakit gula metformin, pada saat orang tersebut belum masuk kategori menderita penyakit gula. Gunanya konsumsi metformin tersebut adalah untuk mencegah seseorang (umumnya yang mempunyai riwayat keluarga ataupun mengalami obesitas) jatuh ke dalam status menderita diabetes melitus.

Yang lain adalah memanfaatkan Growth Hormone, mengobati "sindrom" penuaan (anti aging).
Mungkin terasa aneh, bahwa dokter-dokter anti aging yang berusia sekitar 40-an sudah mulai menggunakan Growth Hormone. Siapa yang tidak kepengin mengikuti rekan-rekan mereka yang sudah mulai menggunakan dahulu?


Stem Cell

Hal baru lainnya yang penulis temui sewaktu memoderatori Doktor Farmakologi (ahli obat-obatan) dari USA, dr Boenyamin Setiawan (seperti tampak dalam foto di atas) adalah diperkenalkan dengan binatang yang bernama newt. Sungguh luar biasa binatang ini. Berbeda dengan cecak yang hanya bisa menumbuhkan ekor jika putus atau bahkan dengan salamander yang hanya bisa menumbuhkan kakinya jika mengalami cedera, binatang kecil newts ini bisa menumbuhkan tungkai, mata bahkan tulang belakangnya.
Stem Cell yang sedang dipelajari dan dikembangkan saat ini, berusaha untuk mencapai ke arah sana.
Nantinya, jika salah satu organ kita rusak (misalnya liver, ginjal, dll.), maka dengan mudah, para dokter akan menggantinya dengan organ yang sama, milik kita sendiri, hasil pengembangan stem cell.