IdBlogNetwork

Teras Buku Penyakit Degeneratif - Delta FM 94.4, Bandung

Kembali penulis bisa menyapa para penggemar buku Seri Kesehatan Keluarga terbitan Elexmedia Komputindo. Setelah menempuh sekitar 3 jam perjalanan santai dari Jakarta, sampailah penulis ke lingkungan Delta FM 94,4 Bandung. Penulis disambut dengan ramah oleh host acara Teras Buku, Gilang Pambudhi.
Acara Teras Buku yang merupakan kerjasama Delta FM Bandung dengan Elexmedia Bandung, berlangsung setiap hari Selasa mulai pukul 4 hingga pukul 5 sore.



Sambutan yang meriah
Haus akan informasi kesehatan, bisa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk. Begitu sesi pertanyaan via SMS dibuka, langsung diserbu oleh para pendengar. Banyak pertanyaan yang dilontarkan sehubungan dengan materi yang disajikan seperti tentang penyakit jantung, diabetes, kolesterol, alzheimer/pikun, dll.
Saking antusias pendengar, malah ada yang menanyakan, apakah penulis masih single atau tidak? Apa hubungannya coba?

Semakin banyak yang sudah menyadari pola hidup sehat

Prinsipnya sich menurut penulis, sudah banyak orang saat ini yang peduli terhadap kesehatan. Pola hidup sehat sudah banyak diketahui orang.
(kalau Anda belum mengetahuinya, bisa membaca buku "Penyakit Degeneratif" ini, yang bisa dicari di toko-toko buku terkemuka di kota Anda)
Situasi ini memang sudah cukup bagus. Sekarang tinggal bagaimana menyemangati diri kita sendiri untuk mengambil kebulatan tekad. Mulai hari ini juga, berlatih (secara bertahap tentu), minimal 30 menit sehari.

Perlu beberapa parameter dengan alat ukur
Tentu kita harus berlatih dengan baik dan benar, seperti yang bisa dibaca pada buku ini. Modal atau alat-alat untuk mempermudah latihan kita, bisa dicari di toko-toko alat olahraga, termasuk bagaimana mengevaluasi hasil latihan, seperti:
- alat untuk mengukur prosentase kadar lemak tubuh kita (dibandingkan otot)
- alat untuk mengukur denyut jantung kita saat berolahraga
- alat untuk mengukur jauhnya kita berjalan atau kalori yang kita bakar
- alat untuk mengukur usia biologik kita
- dll.
Dengan menggunakan alat-alat tersebut di atas, kita jadi lebih mudah berolahraga dan tahu berada pada jalur yang benar.
Pengalaman penulis dengan alat pengukur denyut jantung, olahraga kita menjadi tidak capek dan lama, karena dilakukan pada zone latihan.

Jangan sampai menimbulkan gejala
Bayangkan saja, masih menurut buku tersebut, banyak penyakit degeneratif yang sudah bisa 'diketahui' sejak awal-awal bahkan sejak tanda dan gejalanya belum muncul. Jadi pertanyaan seperti, "apa sich tanda dan gejala penyakit kencing manis itu?", merupakan suatu tanda kesadaran yang terlambat. Mestinya -dengan kemajuan teknologi kedokteran saat ini- beberapa penyakit degeneratif 'sudah bisa diramalkan' jauh-jauh hari sebelumnya.
Dengan demikian tindakan pencegahan sudah bisa dimulai dan diharapkan penyakit tersebut -kalau mungkin- tidak akan dialami hingga usia tua.

Kapan sebaiknya waktu, tenaga dan uang digunakan?
Jangan sampai seperti yang dihadapi oleh seorang artis terkenal yang menderita kanker paru derajat 4. Dalam satu wawancara di infotainment, artis tersebut berkata, sekarang ini dia harus menjaga makanan dan mulai menjalani pola hidup sehat. Menurut saya, sebaiknya kita melakukan hal tersebut pada saat kita sehat, BUKAN nanti pada saat kita sakit. Sama-sama perlu biaya, tetapi mana yang lebih menyenangkan?
Bagaimana pendapat Anda?

BTW, buku "Penyakit Degeneratif" itu ditulis dengan gaya novel lho, jadi mudah memahami termasuk mereka yang belum mengerti sama sekali mengenai kesehatan.
Salah satu artikel yang menarik Diabetes & Puasa.
Jangan sampai ketinggalan memilikinya.

Cara memilikinya dengan mudah, bisa menghubungi (langsung di antar ke rumah):
Direct Selling Elexmedia
Telp.: +62-21-5851473
Facs.: +62-21-5326219, 53699066
E-mail: elexklub@elexmedia.co.id atau desy@elexmedia.co.id

Buku Seri Kesehatan Keluarga terbitan Elexmedia Komputindo yang lain:
- Penyakit Ginjal dan Hipertensi
- Kanker, Antioksidan dan Terapi Komplementer

Makan Sehat ala Ibu Janti

Bagi anggota MLDI, pastilah sudah pernah disapa dengan e-mailnya Ibu Janti W. Kenapa demikian? Karena sejak MLDI di-launch awal-awal pada sekitar tahun 1990-an, Ibu Janti sudah aktif mengirim e-mail-e-mail terutama mengenai hobinya: baca, tanam-menanam, spiritual hingga masak-memasak. Khususnya yang terakhir (masak-memasak) yang akan jadi topik tulisan kali ini.

Pada minggu 11 Juni 2006, sampailah saya di rumahnya Ibu Janti yang asri nan menawan di bilangan Jakarta Timur. Kedatangan saya (paling akhir), rupanya telah didahului oleh dr 'daku' Eddy JP dan Eptia. Kesemuanya warga MLDI juga. Ada beberapa undangan lainnya namun sayangnya mereka tidak berkesempatan hadir.

Penulis langsung disambut dengan juice pembuka (smoothies buah campur) diiringi dengan protes. Juice pembuka tersebut terdiri dari: yogurt buatan sendiri, pepaya, jeruk dan nenas.

Protes dilayangkan ke penulis karena datangnya terlambat. Dari jadwal jam 11, penulis baru bisa hadir sekitar pkl. 12:00. Akibatnya makan siang harus molor ke pukul 13:00, karena 'menurut aturan' antara juice (buah-buahan) dan makan siang harus ada sela waktu 1 jam.Bayangkan saja pembaca, untuk sehat kita mesti menaati aturan-aturan ini.
Apa bedanya, makan segera sesudah minum juice dengan satu jam sesudahnya ya?

Makan siang 'berat'

Nach setelah ngalor-ngidul hingga jam 1 (ha...ha..ha.. pasti rekan-rekan saya sudah pada kelaparan), muncullah makanan yang sebenarnya:
- nasih putih/nasi beras merah
- ayam kampung + tempe yang dibakar dengan bumbu manis pedas
- sayur asam komplit (selain sayur2an biasa, juga ada lompong / tangkai talas)
- lalapan pagar direbus sebentar (buset.... kita diajak jadi kambing!) daun bluntas, kedondong laut, kastuba
- lalapan segar tda: ketimun, terong, daun poh2an, selada, kemangi
- ikan asin, free formalin + pete segar digoreng sebentar
- sambel ada 4 jenis:
a. sambel matah dari Bali
b. sambel roa dari Manado
c. sambel tomat dari kebun
d. sambel kecap dari botol
- gorengan tambahan (pake minyak non kolesterol) Tahu Sutra dan Krupuk Gendar

Tanpa ragu lagi, kami berenam (bersama tuan rumah tentu) langsung menyikat habis makanan yang disajikan. Apalagi sudah pada lapar. Kalau saya sich, lapar terusssss.

Catatan: saking banyaknya makanan yang disediakan (maksudnya dari menu makanannya), hingga meja Ibu Janti tidak muat. Jadi yang pembaca saksikan pada foto di sini, belum semua yang ditulis di atas itu hadir.

Pencuci mulut

Setelah makanan utamanya selesai, satu jam kemudian (ini juga ada aturannya lho!!), kita disuguhi oleh hidangan pencuci mulut berupa crocodile's tounge cocktail (bahasa kerennya "koktil lidah buaya") yang dicampur dengan kelapa muda dan biji selasih. Nyem...nyem enak....(yang makan sampe merem-melek.....)

Hidangan penutup
Acara makan-makan ditutup dengan (ini yang istimewa): brownies ala Ibu Janti. Belum dijual di manapun.Brownies Anti Aging dan penambah tenaga (aprodisiak) : wortel, kurma, kismis, yogurt, prunes + kenari dan tidak ketinggalan nenas. Pembuatan brownies ini tanpa menggunakan gula dan telur.Sebagai pendamping adalah minuman hangat coklat cinnamon yang dicampur dengan satu sendok teh Bailey's Irish Cream.


Akhirnya, penulis harus pamit....
Banyak terima kasih kepada Ibu Janti dan keluarga, karena telah menjamu kami dengan hidangan sehat ala Ibu Janti. Hidup pola hidup sehat.....