IdBlogNetwork

Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran (KPPIK) FKUI, 17 - 18 Maret 2007

Sewaktu memperoleh undangan untuk menghadiri acara KPPIK, terbesit keraguan di hati penulis. Di long weekend begini (libur selama tiga hari), apakah acara KPPIK akan berlangsung ramai?
Ternyata perkiraan penulis meleset. Sejak hari pertama (Sabtu) hingga hari Minggu, tak kurang 1.300 dokter (sebagian besar dokter umum) datang dan mengikuti kuliah yang dibawakan oleh sekitar 70 pembicara yang terbagi atas 3 kuliah umum, 24 simposium (72 topik) dan 6 temu ahli serta memorial lecture.

Sebelum KPPIK ini, sebagai pendahuluan telah dilangsungkan 6 kursus yang dihadiri oleh sekitar 250 peserta, yang terdiri dari kursus:
- Value Based Medicine
- Medical Journal Writing
- Inhalation Therapy
- Rontgen, USG & Multislice CT (MSCT)
- Urinary Incontinence
- Electrocardiogram (ECG)
Mewakili Menkes Kesehatan RI, membuka acara ini adalah Staf Ahli Menkes bidang Pendayagunaan Keuangan dan Komunitas, Dr Eddie Naydial Roesdal, MSc PH, FICD.
(tampak dari ki-ka: Iwan Asmara, Djoko Widodo, Eddie Naydial, Menaldi Rasmin)

Topik

Acara yang dikomandani oleh Dr Iwan Asmara Achmad, SpB, SpU(K) ini menghadirkan beberapa topik yang penting dan sangat bermanfaat bagi para dokter umum sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, seperti:
- Penanganan Batuk Berulang
- Penanganan Penyalahgunaan Obat
- DBD
- Paradigma Baru Probiotik
- Nyeri / kolik Abdominal
- Osteo Artritis dan Pengobatan Terbaru
- Deteksi Dini dengan Radiologi
- Penatalaksanaan Migren dan Stroke
- Gangguan Kulit dan Penampilan
- Hipertensi dan Gangguan Ginjal
- Penanganan Perdarahan via vagina
- Penanganan Obesitas dan Dislipidemia
- Penanganan Tuberkulosa
- Penanganan Gagal Jantung
- dll

KPPIK
KPPIK adalah suatu acara tahunan yang sudah diadakan oleh Unit Pendidikan Kedokteran - Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan / Continuing Medical Education - Professional Development Unit (UPK-PKB/CME-DPU) FKUI yang sudah diadakan sejak tahun 1998. Pada tahun 2003, KPPIK pernah diikuti peserta sekitar 5.000 dokter. Pada tahun 2007, tema yang diangkat adalah " Early Diagnosis & Prompt Treatment in Medicine: Improving Quality Assurance (Diagnosa Dini dan Penatalaksanaan Segera) ". Tema ini dipilih dengan harapan dokter-dokter praktek akan mendapat banyak informasi bagaimana mengenal penyakit secara dini dengan menggabungkan data klinik dan laboratorium sehingga penatalaksanaan yang tepat segera bisa diberikan.

Dalam sambutannya Dekan FKUI, Dr Menaldi Rasmin menghimbau agar para dokter umum tidak boleh ketinggalan dengan masyarakat awam / pasien dalam mengakses informasi.

Iya, jangan mau kalah donk, kita para dokter dengan masyarakat non dokter.
Channel akses informasi sangat terbuka bagi kita yang rajin mencarinya. Contohnya via internet seperti ini.

2 komentar:

dani iswara mengatakan...

ada bahan yg dipublikkan online gak ya..

Astri mengatakan...

saya ikutan tapi cuma kursusnya aja (Roentgen, USG, MSCT) slakan tengok http://as3pram.blogspot.com/2007/03/kursu-roentgen-usg-n-msct-yang-ternyata.html
. simposiumnya gak bisa ikut padahal topiknya bagus2 buat dokter umum kayak saya. Tapi paling gak pengetahuan bertambah di akhir minggu.
Kapan ya di Surabaya ada seminar yang holistik kayak gini? Gak perbagian aja (pediatri, interna, paru berdiri sendiri2.