IdBlogNetwork

Sewa atau Beli Software?

Rekan-rekan pembaca,
Mungkin ada yang bisa menjelaskan kepada saya, statemen yang saya ambil dari Harian Seputar Indonesia, Senin 14 Maret 2007, halaman 14.
Dengan tajuk "Pemerintah Pilih Sewa Sistem TI" berita tersebut menulis:

JAKARTA (SINDO) - Pemerintah mempertimbangkan untuk menggunakan peranti lunak (software) sewaan dalam rangka pengaplikasian sistem teknologi informai (TI) di instansi pemerintah. Penyewaan dinilai lebih menguntungkan dibandingkan membeli karena perkembangan teknologi sangat cepat. [cut]...

Sebenarnya sewa atau beli yha?
Asumsi saya -yang awam- kalau kita membeli sesuatu, artinya barang itu milik kita. Kalau menyewa artinya kita perlu membayar dalam jangka waktu tertentu, misalnya setahun.
Untuk bidang software (yang ini yang saya belum mengerti), kalau kita membeli satu jenis software, kita tetap harus membayar uang setiap tahun untuk lisensinya.
Sebenarnya ini menyewa atau membeli?

Ada yang bisa bantu?

11 komentar:

imcw mengatakan...

sebenarnya kalo kita baca dengan seksama eula suatu s/w maka akan jelas apa yang dimaksud dengan lisensi untuk masing masing s/w...

pada dasarnya tiap tiap s/w mempunyai jenis lisensi yang berbeda beda terggantung kemauan si pembuat s/w...ada yang berlaku selamanya seperti produk microsoft ada pula yang berlaku 1 tahun, 2 tahun dst...kalo kebetulan kita membeli lisensi s/w yang hanya berlaku setahun maka tahun depan kita wajib membelinya lagi...

istilah sewa s/w sebenarnya baru kali ini saya dengar...saya ubek ubek eula-nya windows tidak ada yang membahas tentang sewa menyewa ini...mungkin rekan rekan yang lain ada yang membaca karena saya terlewat...bisa di post disini...

huda mengatakan...

sebenernya emang dari microsoft gak ada istilahnya nyewa software.. ya. cuma karna di Indonesia keadaannya seperti ini.. (org2 nya miskin, ndeso :d) jadi ya dikasi sewa lah.. daripada mbajak

aku pernah diceritain kayak begitu sama orang penjaga warnet deket kampus. Di warnetnya OS Win XP nya asli sewaan. Sebagian pake Linux..

dani iswara mengatakan...

toleransi bisnis..demi legalisasi ya..

imcw mengatakan...

lebih tepat legalisasi yang dipaksa demi 'bisnis'

mashuri mengatakan...

Kalo sewa khan berarti anggaran-nya harus selalu ada tiap tahun....*akal-akalan?*

(mashuri.blogspot.com)

Ronald T.Gultom mengatakan...

Hallo dr.Erik,

Boleh nimbrung nambah pertanyaan lagi dok? masih ada kaitannya dengan topik pembahasan kita, cuma agak melebar sedikit dari topik awal.

Sehubungan dgn komentar dari temen-temen tersebut, jadi Software itu sebenarnya masuk dalam kategori apa ya? Fix Asset? Cost? atau Investasi?

Kalau Fix Asset, apakah s/w itu bisa dihitung nilai depresiasi penyusutannya layaknya kalau kita memiliki perangkat hardware spt PC dll.

Kalau Komputer jelas dpt dihitung depresiasinya krn semakin lama "nilai bukunya" akan semakin turun. Sedangkan s/w semakin lama biasanya akan semakin dikembangkan dan di-maintain sehingga fitur-fiturnya akan bertambah canggih, maka semestinya nilai bukunya semakin tinggi bukan menurun, tapi apakah s/w yg kita miliki bisa dijual kembali ke perusahaan lain? belum tentu!.

Dulu saya sering mendengar bhw membeli software dalam suatu perusahaan merupakan suatu investasi, bukan biaya/cost. Tapi kenyataannya s/w bukanlah investasi yg dapat dijual kembali seperti misalnya investasi dalam bentuk barang spt bangunan/tanah. S/w yg dimiliki perusahaan (entah itu rental ataupun beli license) sifatnya rata-rata sistem atau binis prosesnya unik, dalam arti tidak bisa dijual kepada perusahaan lain kecuali jenis usaha dan business processnya persis sama (dan kecuali sudah ada standar yg baku di Indonesia utk segala jenis s/w).

Ada komentar atau buah pikiran lain?

Erik Tapan mengatakan...

#imcw
Pak, apakah benar s/w microsoft itu berlaku selamanya?
Bukannya mesti diperpanjang setiap tahun lisensinya?
Pengen tahu saja.

Erik Tapan mengatakan...

#huda
Bung Huda, kalau begitu apa bedanya sewa sama beli?
Bukankah kalau beli, kita tetap juga mbayar setahun sekali untuk perpanjangan lisensinya?

Apa saya yang salah yha?

Erik Tapan mengatakan...

# mashuri
Emang kalau kita beli suatu sistem operasi (katakanlah Microsoft), apakah kita tidak perlu membayar setiap tahun untuk perpanjangan lisensinya.

Kalau saya salah minta maaf dulu.

Maklum pake komputer lisensi kantor.

Erik Tapan mengatakan...

# Ronald,
Untuk Pak Ronald, wah komentarnya bikin tambah runyam dunia sewa menyewa software.
@#$%^%$#

Steviana Pasca S mengatakan...

Kalau "beli" berarti ada peralihan hak milik dari penjual kepada pembeli (dalam konteks hukum). Dalam lisensi s/w Microsoft ini tidak ada peralihan hak milik terhadap piranti lunak Microsoft, toh jelas2 dalam EULA-nya dikatakan "The Product is licensed, not sold". Berarti sudah jelas dan pasti kalo lisensi s/w itu bukan dijual/dibeli. Kalau saya lebih setuju kalau hal itu dikatakan sewa dalam arti kita diberikan ijin untuk menggunakan s/w tanpa batas waktunya kecuali kita melanggar EULA, maka Microsoft akan memusnahkan s/w yang ada dikomputer kita.
Tapi ada yang berpendapat kalau lisensi itu merupakan suatu pemberian kuasa kepada penerima lisensi untuk menggunakan s/w Microsoft. Pendapat terakhir ini kurang saya setujui karena pada dasarnya kuasa itu merupakan suatu perkembangan tolong menolong.
Mohon dikomentari pendapat saya. Maaf banget kalau kepanjangan, saya sendiri juga masih bingung dengan hal ini. Apalagi skripsi saya memang merupakan tinjauan EULA Microsoft dari Hukum Perikatan Islam. Mohon doanya ya, saya sidang tanggal 20 Juli 2007 ini. Terima kasih.