IdBlogNetwork

Nenek-nenek tapi tetap bergaya

Usia tua tanpa dan dengan Anti Aging Medicine

Di hari yang berbahagia ini, saya menerima beberapa gambar. Wanita memang dilahirkan untuk bergaya. Namun cara yang mereka tempuh bermacam-macam. Mungkin saja usia dari 2 nenek di samping dan bawah ini hampir sama, namun kita lihat bedanya, bagaimana yang mempergunakan anti aging medicine mana yang tidak.

Foto kedua:
Adalah foto satu keluarga, dimana (dari kiri ke kanan) Anak wanitanya berumur 45 tahun, kemudian Bob, 80 thn (pakar anti aging medicine dunia), kemudian isterinya yang berumur 75 tahun.
Mestinya usia wanita di foto pertama tidak jauh berbeda dengan isteri dari Dr Bob. Tapi bisa kita lihat perbedaannya khan, mana yang menerapkan anti aging medicine, mana yang tidak?

Komentar Anda?

12 komentar:

Mel mengatakan...

Dr Erik Tapan dengan visinya yg keren, selalu terdepan dalam menyajikan fresh entertaining issue yg tulen. Yup, buat anda yang merasa hidup terlalu berharga untuk dijalankan bersama dengan kondisi degeneratif, ikuti gerakan revolusioner anti-aging medicine. Untuk dokter dan profesi medis, hadiri ASIA ANTI AGING Conference & Trade Expo www.asiaantiaging.net 7-9 Sep'07 Bali. Untuk anda perduli kualitas hidup optimal, keep updated with the latest lifestyle trend www.victuslife.com.

Erik Tapan mengatakan...

Trims Mel atas supportnya. Nanti kita ketemu di Bali khan?

Tetap aktif.

cakmoki mengatakan...

Gambarnya asyik dok
Tua-tua keladi, walau tua tetap seksi

Erik Tapan mengatakan...

Gitulah kira-kira.
Trims atas komentarnya.

dr. Nury Nusdwinuringtyas, SpRM, M.Epid mengatakan...

yang penting, mengisi kehidupan hari tua dengan positif, termasuk penampilan yang oke punya

nury


rehab-med.blogspot.com
nuru-nus.blogspot.com

Ronald T.Gultom mengatakan...

Hallo dr.Erik, Nice article and nice pictures.

Btw. mungkin aja nenek yg di gambar atas itu umurnya lebih tua dan lebih berkualitas hidupnya daripada nenek yg di gambar bawah yah?..who knows..

Just curious aja nih, sebenarnya konsep antiaging itu spt apa sih? apakah hanya dari segi fisik saja, misalnya rajin olah raga, fitness, aerobik, body builder sambil makan suplement anti-oxidan sejak dini saja?

Bagaimana dengan kesehatan mental/ psikologis serta kesehatan rohani & spiritual? mengapa saya tanyakan hal ini, karena menurut saya kasihan juga kalau seseorang panjang umur tapi hidupnya tidak bahagia secara mental dan spiritual.

Sorry dok jadi agak serius nih komentarnya, soalnya nenek saya saat ini usianya 93 thn dan masih bugar krn tinggal di kampung tanpa stress, sedangkan ayah saya sudah meninggal di usia 72 thn krn stroke yg menurut saya banyak diakibatkan tekanan hidup di kota. Apakah konsep antiaging jg meneliti dampak penuaan krn problem mental dan spiritual?

Thanks,
Ronald T. Gultom

Erik Tapan mengatakan...

Dear TS Nuri n Ronald T Gultom,
Banyak terima kasih telah sudi mampir di blog saya dan menitip komentar.
Benar sekali apa yang disampaikan oleh TS Nuri, hidup kita mesti diisi dengan kegiatan yang berkualitas.
Untuk mencapai itu tentunya tidak ada salahnya kita memanfaatkan anti aging medicine.

Untuk Ronald, dalam waktu dekat ini akan saya beri jawabannya. Harap sabar menunggu.

Salam,
Erik Tapan

Anang mengatakan...

Info yang menarik dok, Tua itu pasti, tp bagaimanakah supaya kita terlihat muda dan lebih menarik, jangan sampai masa tua malah menjadikan banyak problem.

Stella Martini mengatakan...

Tiap kali membaca artikel dr. Erik ttg anti aging, tiap kali juga berjanji ingin mencari tahu lebih banyak. Tapi janji palsu hehehe..soalnya sampai baca artikel berikutnya, masih berupa janji doang hiks.

Hidup di kota besar dengan bekerja di bagian pemberitaan sebuah media elektronik, huaaa...pengen banget bisa tetep bugar saat tua nanti. Pencerahan dong dok...

Erik Tapan mengatakan...

Dear Anang,
Saya lihat Anda sangat concern terhadap masalah Anti Aging yha.
Selamat, dan memang semua kita harus begitu. Jangan sudah tua (nanti), baru peduli. Hendaknya peduli dari sekarang.
Moto saya: lebih baik mengeluarkan uang lebih saat ini (masih sehat), dibandingkan mengeluarkan uang lebih saat kita sakit nanti.

Maju terus Anti Aging Medicine.

Erik Tapan mengatakan...

Dear Stella Martini,
Selamat menempuh tempat kerja baru ya.
Pindah tempat, tentu lebih banyak waktu yang terbuang untuk:
- beradaptasi
- menunjukkan prestasi
- dll.
Kalau sudah begitu, kapan waktu untuk berolahraga yha?

Dahulu juga saya berprinsip demikian (tidak ada watu untuk berolahraga), hingga saya ketemu satu orang (yang menurut saya pastilah orang tersebut sangat sibuk). Nama orang tersebut adalah dr Nick Delgado.
Ceritanya bisa dibaca di:
http://eriktapan.blogspot.com/2006/04/nick-delgado-praktisi-anti-aging.html

Akhirnya saya jadi malu hati sendiri. Apakah saya sudah sesukses dia? Sesibuk dia? Sehingga berani-berani meng-klaim diri 'tidak punya waktu'?

Banyak hal yang bisa kita lakukan agar bisa berolahraga.
1. Cari tempat kerja yang dekat rumah atau sebaliknya cari rumah yang dekat tempat kerja
2. Saat ini banyak yang sudah menjalankan bike to work. Saya pernah baca pengalaman seorang guru (wanita) yang ke sekolah menggunaka n sepeda. Bukankah ini menarik untuk dilaksanakan?
3. Cari kesempatan, kalau tidak (agak mengancam) suatu waktu kita (mudah-mudahan jangan dech) harus beristirahat di rumah sakit. (Tok...tok.. amit2 dech)

Tips dan trik yang lain (masih banyak), menyusul yha.

Bagaimana, sudah akan berolahraga?

Erik Tapan mengatakan...

Sesuai janji kepada sahabat saya Bung Ronald, bersama ini disampaikan bahwa telah hadir Buku Anti Aging terbitan Intisari.

http://eriktapan.blogspot.com/2007/06/majalah-menu-sehat-edisi-anti-aging.html

Buku tersebut bisa menjawab pertanyaan dari sahabat saya yang sehari-hari setahu saya juga sudah menjalankan prinsip Anti Aging:

"Just curious aja nih, sebenarnya konsep antiaging itu spt apa sih? apakah hanya dari segi fisik saja, misalnya rajin olah raga, fitness, aerobik, body builder sambil makan suplement anti-oxidan sejak dini saja?"

Semoga bermanfaat.

Salam,
Erik Tapan
janji adalah utang