IdBlogNetwork

Anti Aging, Komnas Lansia n what next?

Berkecimpung di dunia anti aging (dan terus menerus berusaha memperkenalkan pada masyarakat luas) membuat penulis diajak untuk ikut menghadiri meeting-meeting Komnas Lansia. Meeting yang sering diadakan di Kantor Depsos di Salemba tersebut membahas bagaimana memberi masukan kepada pemerintah 'menangani' para lansia. Yang dimaksud di sini tentu untuk mereka (lebih khusus) yang sekurang-kurangnya berusia 65 tahun dari golongan ekonomi tidak mampu. Jadi sifatnya lebih umum.

Namun tak pelak juga turut dibahas tentang bagaimana caranya agar pada usia lanjut kita tetap aktif dan berkarya alias active ageing.

Lama-lama koq sudah tidak kelihatan bedanya lagi antara gerontologi dan anti aging medicine ya?


Foto ini saat penulis bersama anggota Komnas Lansia lainnya bertemu dengan Wapres RI. Dalam sambutannya Wapres mengusulkan agar aktifitas Komnas Lansia/Depsos tidak hanya mendukung panti-panti jompo saja tapi mengusahakan sosialisasi budaya bangsa kita sendiri seperti: rumah yang dihuni keluarga besar (extended family), pemanfaatan tenaga/pemikiran dari para pensiunan dan lain sebagainya. Prinsipnya mengusahakan bagi mereka yang tergolong lansia untuk tetap aktif berkarya di keluarga dan masyarakat sekitarnya. Justru lanjut Wapres, pihak luar banyak yang saat ini kembali ke konsep extended family dalam satu rumah dibandingkan dengan menitipkan para lansia ke panti-panti jompo. Jadi dalam satu atap ada 3 generasi: anak, bapak/ibu dan kakek/nenek-nya.


Artikel lain mengenai KOMNAS LANSIA:


2 komentar:

Anonim mengatakan...

hai pak dokter

Isa mengatakan...

pak dokter, kebetulan saya berminat juga dalam dinamika panti werdha