IdBlogNetwork

Dibutuhkan partisipasi Anda dalam "Mencari Solusi Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia"

Kepada teman-teman sejawat dokter seluruh Indonesia/Dunia,

Pelbagai diskusi mengenai pelayanan kesehatan di Indonesia akhir-akhir ini baik di milis maupun seminar / simposium terus menerus saya baca, dengar dan saksikan sendiri.

Sayangnya, sama seperti beberapa tahun yang lalu, wacana sampai sebatas wacana. Tudingan per tudingan dilontarkan. Yang salah pihak ini atau pihak itu. Tak ada habis-habisnya.
Saya koq jadi miris/trenyuh.


Kebetulan saya dan beberapa ts punya kesempatan (tentu mesti didoakan terus) untuk memberi masukan kepada pihak yang berkompeten mengenai hal ini. Cara yang akan saya dan teman-teman se-team tempuh ini memang tidak wajar / baru, namun perlu terobosan untuk hal itu. Mohon maaf belum bisa diungkapkan sekarang.

Untuk itu, saya mengajak kepada teman-teman sejawat dokter agar bisa turut berpartisipasi dalam projek ini.

Kami (team tersebut), mencoba meng-inventarisasi pelbagai masalah pelayanan kesehatan di Puskesmas/posyandu dan pusat-pusat pelayanan kesehatan primer lainnya di daerah terpencil.


Sekiranya teman-teman sejawat memiliki pengalaman yang tidak mengenakan/kurang menyenangkan, mohon bisa dikirim langsung kepada kami via e-mail ke: dr_erik_tapan@yahoo.com.

Tuliskan pengalaman yang kurang menyenangkan tersebut beserta usulan perbaikannya (optional). Tentu tulisan ini menyertakan data yang selengkap-lengkapnya: kejadiannya di mana, kapan, bagaimana, dst....dst.......

Jika teman sejawat memberitahu bahwa nama teman sejawat tidak perlu dipublikasi, maka saya pribadi akan merahasiakannya. Artinya dari awal (mail box saya), nama teman sejawat tidak akan diloloskan.


Intinya, kami mengharapkan tulisan/e-mail dari teman sejawat mengenai:
- pelayanan yang tidak wajar di Puskesmas/Posyandu atau pusat pelayanan kesehatan primer di daerah terpencil
- sebaiknya ditulis juga solusinya (optional)
- harap menyebutkan secara jelas, jika tidak ingin mempublikasi identitas sejawat
- Subject e-mailnya adalah "[PKM] nama_teman_sejawat", tanpa tanda kutip
- date line / batas waktu pengiriman e-mail adalah sesudah lebaran atau tanggal 22 Oktober 2007.

Bagi yang berpartisipasi, akan memperoleh kesempatan disertakan dalam diskusi lebih lanjut guna tercipta usulan yang baik demi perkembangan pelayanan kesehatan primer di negara kita.

Jika cara kerja ini cukup berhasil, maka akan diteruskan dengan topik-topik lainnya.
Untuk itu, kami menghimbau partisipasi dari teman-teman sejawat semuanya.
Secara pribadi, jika teman sejawat mempunyai keinginan memperbaiki pelayanan kesehatan di Indonesia, luangkan waktu sejenak untuk mengikuti program ini.


Kami tunggu pengalaman (dan usulannya kalau ada), demi perbaikan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Tolong juga diinformasikan artikel ini kepada teman sejawat lainnya.

Mari kita sukseskan bersama dengan tindakan dan doa.

Terima kasih.

2 komentar:

RoSa mengatakan...

Salam kenal Dok, boleh bertukar link? :)

Meida E dari milis Dokter Indonesia mengatakan...

Masalah gaji ini juga pernah saya alami waktu PTT di
kab. barito Kuala, kaliamntan selatan.

Alasannya klasik selalu terbentur di pegawai
bendaharawan yang katanya 'berjuang mati-matian" untuk
mencairkan gaji dokter PTT (yang notabene memang
pekerjaan dan dia digaji untuk itu). Jadi emmang ada
semacam budaya untuk memberi "tip" (kaya porter ajah)
untuk mereka.

Sebelum menjalankan tugas, katanya kita2 dokter PTT
diminta buka rekening disalah satu bank untuk
memudahkan transfer gaji. Udah bela2in dibuka,
ternyata sampe detik saya selesai PTT ga pernah ada
satu bulan gajipun yang ditransfer lewat rekening
tersebut.

Technically, untuk menganbil gaji (yang 1,5jt ituh,
hidup mati cukup ga cukup, that's all) kita harus
bolos kerja 1 hari karena harus ke ibukota kabupaten
dengan perjalanan 2 jam dan menyebrang dengan ferry,
kira2 ongkosnya 30-40 ribuan.

Kalaupun ga ambil sendiri, harus dengan surat kuasa
bermaterai 6000 ditambah memberi/subsidi ongkos jalan
buat org yang dititipin. Iya kalo gaji kita keluar
barenagna sm yang dititipin (PNS yang 1 unit dengan
tempat kita kerja), tidak jarang gajian PNS dan PTT ga
barengan.... ajdi tetep aja usaha sendiri.

Padahal kalo dipikir apa susahnya sih,begitu dateng
uangnya tinggal disetor ke bank yang punya rekening
dokter2 PTT, kasih daftar namanya ya udah. Gak perlu
pake alasan bank yang ajdi kendala. Wong bank jauh
lebih canggih sistemnya daripada dinkes kok.
Maslahnay mungkin ya kaya tadi, " klo ditransfer lewat
bank, saya dapet apa doooong ????"

Kalo inget pas PTT emmang nasib kita miris banget,
tinggal entah ditengah mana, ga ada fasilitas yang
layak, sarana informasi terbatas banget, bahkan sinyal
kadang ada kadang baru ada pas turun gunung dulu.
Dibandingkan dengan sektor lain misalnya site
perusahaan pertambangan. .. walopun ditengah hutan
mereka bisa hidup layak, fasilitas bagus, gaji
besar,internetpun on terus

jadi tepatnya "pengabdian " apa "pengorbanan" ya???
but anyway... setelah lewat masa-masa sulit
itu,cobalah bersabar,hitung mundur sampe kontrak
habis, setelah itu pergi, semua akan indah pada
waktunya, saya sih percaya banget.

Wassalam,
Meida E
Balikpapan