IdBlogNetwork

Bila Saatnya Tiba, Konsultasi Kesehatan via Internet

Sebut saja namanya Maya. Remaja ini sangat gelisah melihat keadaan Bapaknya yang tidak kunjung sembuh dari sakitnya. Ingin berobat ke dokter, tetapi Bapaknya tidak mau. Akhirnya, Maya mulai mencoba mengakses internet untuk mencari info mengenai penyakit Bapaknya sekaligus bertanya pada salah satu milis kesehatan di Internet. Untunglah dengan pelbagai saran dari dokter internet maupun sesama penderita, pelan-pelan Maya berhasil meyakinkan Bapak dan keluarganya untuk segera menangani penyakit tersebut.

Kejadian yang agak berbeda dihadapi oleh Wulan, mahasiswi salah satu universitas terkenal. Sebagai penganut paham sex bebas, Wulan (bukan nama sebenarnya), sangat risau dengan kondisi organ v-nya. Mau bertanya langsung ke dokter, malu rasanya. Iya kalau benar itu penyakit kelamin, kalau bukan khan bisa terbongkar rahasia kehidupan sexualnya selama ini. Jalan satu-satunya, yha... ke warnet dan melakukan konsultasi dengan dokter internet.

Kisah ini bisa diperpanjang lagi, misalnya Andre, karyawan salah satu perusahaan yang rajin melakukan medical check up. Bung Andre ini cukup bingung dengan hasil pemeriksaan laboratorium beberapa waktu yang lalu. Mau berkonsultasi ke mana? Masa mau ke dokter -tidak ada keluhan- hanya untuk bertanya hasil pemeriksaan laboratorium tersebut? Bagaimana kalau bertanya di internet saja?

Setiap kali menyebut "dokter internet" sebagai profesi penulis, hampir sebagian besar yang bertanya mengernyitkan dahi mereka. Apa pula itu? Bagaimana caranya seorang dokter 'memeriksa' pasien menggunakan internet? Ataukah di masa depan, internet bisa menggantikan peran dokter? Wah enak donk yha, bisa nanya macam-macam tanpa takut yang ditanya menjadi bosan. Apalagi jika menggunakan akses internet dari kantor, bisa gratis.

Tulisan berikut ini mencoba menceritakan mengenai aktifitas dokter-dokter internet di dunia dan di Indonesia. Jikalau selama ini kita hanya berhadapan dengan bagian depannya saja (membaca hasil konsultasi, mengakes web kesehatan, dll.), sebenarnya bagaimana aktifitas di belakang itu semua?

Era Internet
Seperti telah kita ketahui bersama, perkembangan pesat internet menjadikan dunia semakin sempit dan mudah. Hampir semua kebutuhan (barang, jasa, informasi, dll.) bisa diperoleh dari internet. Itulah sebabnya, internet sering disebut dengan dunia maya. Ada isinya (dunianya) namun tidak ada fisiknya. Demikian juga dengan info-info kesehatan maupun kedokteran. Jikalau dahulu hanya bisa ditemui saat berhadapan langsung dengan dokter atau tenaga kesehatan, sekarang ini bisa dengan mudah, 24 jam sehari mengakses dunia maya tersebut.

Istilah Dokter Internet diberikan kepada suatu profesi yang melakukan pelayanan kesehatan menggunakan teknologi informasi khususnya internet. Misalnya saja, seorang dokter yang memberi informasi, menjawab pertanyaan pasiennya melalui e-mail, bisa disebut dokter tersebut telah melakukan apa yang dikategorikan sebagai Dokter Internet. Apabila jawaban atau info tersebut diberikan oleh suatu lembaga dalam satu website, maka istilahnya menjadi lebih luas lagi yaitu: Internet Kedokteran atau Medical Internet. Termasuk di dalamnya segala aktifitas pelayanan kesehatan seperti: Electronic Medical Record, Telemedicine, dll.

Demikian kira-kira garis besar pengetahuan yang penulis peroleh saat mengikuti Konferensi (tahunan) Medical Internet ke-12 yang diselenggarakan oleh organisasi Society for Internet and Medicine (SIM), 8 - 10 Oktober 2007. Konferensi kali ini diselenggarakan di suatu kota kecil (eks) Jerman Timur, Leipzig. Dengan tema "Mednet 2007: eHealth Entrepreunership & Evidence", konferensi ini menghadirkan sekitar 80 pembicara dari seluruh dunia. Pesertanya pun tidak kalah bervariasi. Ada sekitar 220 dari 25 negara, antara lain dari Amerika Serikat, Australia, Belanda, Belgia, Brazil, Finlandia, Inggris, Iran, Italia, Jerman, Jepang, Republik Cekoslowakia, Turki, Polandia, Spanyol, Swiss, Ukraina, Yunani serta perwakilan WHO dan EU. Penulis menjadi satu-satunya wakil dari Asia non Jepang. Profesi para peserta bermacam-macam selain dokter, seperti mereka yang berkecimpung dalam bidang teknologi informasi (IT), kesehatan mental / psikologi dan etik, sumber daya manusia, peneliti, perusahaan (farmasi dan alat-alat kedokteran), dan lain sebagainya. Sebelum acara konferensi, diadakan workshop mengenai CASCOM.

Pra Konferensi
Acara konferensi didahului oleh Workshop mengenai Context-Aware Business Application Service Coordination in Mobile Computing Environments (CASCOM). Menurut pemaparan dr Ari Kinnnunen dari Emergency Medical Assistance (EMA), Finlandia, project CASCOM ini sedang dikerjakan bersama-sama di 8 negara meliputi: Jerman, Swedia, Swiss, Portugal, Spanyol, Finlandia, Austria dan Italia. Suatu saat, lanjut dr Ari, Catatan Medik elektonik seluruh dunia (Global Electronic Medical Record) akan menjadi kenyataan. Tentu hal ini menggunakan internet sebagai satu-satunya media yang diterima semua orang. Saat ini, jika hal itu belum terjadi, lebih disebabkan oleh hal-hal yang bersifat politik dibandingkan masalah-masalah teknik.

Teknologi CASCOM sangat cocok untuk dijalankan segera. Bayangkan jika kita jatuh sakit di tempat asing. Bagaimana kita bisa mengetahui dengan segera lokasi rumah sakit terdekat yang bisa merawat penyakit yang kita alami? Lalu bagaimana pula cara kita menceritakan gejala penyakit yang kita alami dengan bahasa (minimal) Inggris agar bisa dimengerti oleh petugas kesehatan yang memeriksa kita? Hal-hal di atas merupakan salah satu dari banyak masalah yang bisa diselesaikan jika unit pelayanan kesehatan telah mengikuti pertukaran data dengan teknologi CASCOM.

Dengan ponsel pintar (smart phone), unit gawat darurat (UGD) dan Rumah Sakit yang telah mengadopsi Teknologi CASCOM bisa ditemui lebih cepat. Dengan demikian perawatan-akhir pasien bisa segera dimulai dan prognosis penyakit yang ditangani akan lebih baik dibandingkan dengan perawatan yang terlambat.

Dukung kewirausahaan
Berbeda dengan di Indonesia, di mana pembukaan acara umumnya dilakukan setelah laporan Ketua Panitia Pelaksana, di konferensi kali ini, pembukaan dilakukan oleh Presiden SIM, dr Hans van der Slikke, seorang ahli Kebidanan dan Kandungan dari negeri Belanda. Sesudahnya baru tampil Ketua Panitia Pelaksana dr Christian Elsner MBA, Direktur Center for Healthcare Management (CHM) pada Leipzig Graduate School of Management. Menurut dr Christian, iklim konferensi kali ini sengaja dibuat kondusif untuk pertemuan para pengusaha dalam bidang medical internet. Tentu tidak dilupakan juga semangat pendekatan berbasis bukti (evidence based) yang memang menjadi motor bagi bidang kedokteran seluruh dunia saat ini.

(dimuat di Harian Seputar Indonesia (SINDO), Senin 22 Oktober 2007, judul aslinya: Jika tiba waktunya Anda perlu berkonsultasi kesehatan via internet)

4 komentar:

Peter K mengatakan...

Dear Dr. Erik,

di Chicago Tribune juga baru dibahas minggu lalu mengenai 'dokter internet'
di Amerika.

Saya juga baru tahu, ternyata sangat unik.
Rata-rata pasien yang menggunakan sistem ini adalah mereka dengan sakit ringan atau ingin isi ulang obat.

Para pasien mengaku, kalau dengan sistem ini mereka bisa menghemat waktu yang sangat signifikan dan tidak perlu cuti untuk ke dokter.

Maklum, di Amerika kalau mau periksa ke dokter harus bikin janji dulu beberapa hari sebelumnya dan proses administrasi dan pemeriksaannya cukup
memakan waktu.
Pasien cukup mengisi form secara online, dan dalam waktu kurang dari 24 jam
resep dikirimkan oleh dokter, dan tinggal di-forward emailnya ke apotik
terdekat, dan obat pun siap diminum. Tapi biaya yang di-charge tetap sama
seperti kalau mereka periksa ke dokter (tidak lebih murah).

Ya, mungkin suatu hari nanti Indonesia akan memiliki fasilitas seperti itu,
apalagi sudah ada pelopornya saat ini, yaitu Dr. Erik :)

Salam,
Peter CK menulis di MLDI tanggal 22 Oktober 2007

Rully Rudianto, S.Ked mengatakan...

Slam knal..... Saya new blogger. Nama saya : Rully Rudianto,S.Ked, saya adalah dokter muda FK UHT, saya punya blog, blog saya memuat tulisan2 ttg kesehatan dan ISLAM, semoga dapat bermanfaat. Semata-mata kegiatan saya adalah sebagai bentuk ibadah kpd Allah SWT. Saya juga ingin mewujudkan 'Indonesia Sehat 2010'. Bagi yg mau konsultasi silahkan, jika memang saya tidak menguasai masalahnya, akan saya konsulkan ke yg lbh berkompeten.....

Alamat blog sya :
http://catatancalondoktermuslim.blogspot.com

Kunjungi blog saya ya, mhn saran, masukan dan kritiknya............

Terima kasih...........
Syukron..................
Thank you................
Arigato.....................

Erik Tapan mengatakan...

Dear Rully,
Saya baru saja mengunjungi blog Anda. Benar-benar sangat spesifik temanya. Menarik.

yani mengatakan...

Hi dr. erik,
setahu saya, di jakarta ada satu perusahaan yang membuat emr ini, tapi ditujukan penggunaannya untuk dokter dan tujuan mulia si dokter ini adalah sama dengan yang kita inginkan. Saya pernah melihat aplikasinya dan penggunaannya sangat mudah. Sampai sejauh mana emr ini sudah dijalankan saya tidak tahu, dan yang terakhir saya berkecimpung di satu perusahaan yang memang sedang membangun satu personal electronic medical record, nah ini ditujukan untuk si pasien sendiri, dengan harapan pasien mengerti akan kondisi terakhirnya dan apabila dia berobat, tidak perlu susah2 mencari atau mengingat data terakhirnya, cukup dengan melihat data pemr, kesulitan bisa teratasi.

Blog anda sangat menarik
Salam
yani