IdBlogNetwork

HARI 0: Mencoba akses internet telpon

Saat menulis e-mail ini saya berada di Bandara dalam rangka perjalanan menuju Leipzig - Jerman. Saya akan menghadiri Konferensi Dokter Internet Internasional.

Wah apa lagi itu? Tentu muncul pertanyaan diantara pembaca.
Memang benar, kita para dokter internet (dan juga mereka yang senang mencari info kesehatan/berkonsultasi) tidak perlu risau. Di dunia saat ini sudah ada perkumpulan Dokter Internet. Tentu kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk memperkenalkan kemajuan para dokter internet indonesia. Supaya seluruh dunia tahu (khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia internet kedokteran) bahwa di Indonesia sudah ada kegiatan di bidang Dokter Internet.

Banyak yang menumpang Luthfansa
Dalam pikiran saya, pasti penumpang Lutfhfansa akan sedikit. Siapa juga dingin-dingin begini akan ke Jerman, khususnya Frankfurt. Ternyata tebakan saya meleset jauh.

Penumpangnya membludak. Sungguh sangat-sangat membludak. Saya datang dari pukul 3 sore (kalau di jadwal pesawat berangkat pkl. 18:55 WIB), ternyata sudah tidak bisa milih tempat. Padahal ini perjalanan yang panjaaaaaaannnggg banget. Total 22 jam.
(Dalam foto tampak suasana buka puasa di Lounge Bar yang rame)

Ada beberapa rombongan tour yang akan ke Eropah Timur. Begitu juga banyak yang akan ke Singapura memilih menumpang operator penerbangan milik Jerman ini.

Katanya tiketnya lebih murah, karena penumpang SQ sudah membludak. SQ sendiri untuk 'peak season' ini tidak memberlakukan children rate katanya. Sudah terlalu penuh. Bisa dimengerti, ini adalah awal liburan yang panjang. Hampir 3 minggu kalau mau dihitung-hitung.

Akses telepon via Handphone
Kemarin saya diberitahu oleh OKENET bahwa ada program mengakses telepon dengan mempergunakan internet. Tentu ini kebetulan sekali. Harga telpon ke Jerman khan mahal. Jadi saat saya di Jerman dan ingin menelpon, tentu cukup mencari hotspot saja. Murah dechhh. Begitu pemikiran saya.

Saya diberitahu oleh pihak Okenet bahwa cukup mengirim SMS ke 9800 dengan isi "SMS E VoIP" maka akan menerima pengesetan otomatis (OTA) via SMS, kemudian langsung save(?) dan di eksekusi/install.

Sampai malam (sekitar pukul 22:00) saya bersama customer/teknisi mengutak-atik hal ini. SMS sudah dikirim, tetapi tidak ada 'kiriman balik' dari Intouch (provider yang menyediakan software).
Boleh juga nich OKEnet, kerja sampai malam!!!
Akhirnya saya sendiri yang memutuskan, Titin (nama customer service-nya), kita

lanjutin besok saja yha......... Ok Pak, begitu SMSnya.
Sudah jam 10 belum selesai juga.

Besok pagi, kembali 'pekerjaan' diteruskan. Akhirnya berhasil juga software tersebut masuk ke Handphone saya. Setelah di-install, masuk password dan berjalan....... eitsss tunggu dulu. Ternyata ada hambatan juga. Si programnya membutuhkan hot spot. Saya bilang ke Titin, apakah bisa menggunakan GPRS saja?
"Bisa dua-duanya Pak!" jawab Titin yakin
"Iya, tapi saya mau menggunakan GPRS"
"Kalau GPRS mahal Pak"
"Biar mahal saya mau, cuman mau ngetest doank, bagaimana menggunakan VoIP.
Masalahnya saat ini tidak ada hotspot. Kalau ada ngapain saya bela-bela-in nanya apakah bisa GPRS?"

Kenapa pertanyaan ini bisa muncul, karena saat membuka software tersebut, rupanya sudah langsung keluar/display WLan yang biasa saya gunakan. Padahal pada saat ini saya tidak berada di hotspot tersebut. Dalam software tersebut tidak ada pilihan menggunakan GPRS.

Akhirnya jawabannya keluar juga, "Bapak mesti mengaktifkan GPRSnya ke provider Bapak", kata Titin via SMS.

$%^)(*&^%^*()_)(*, selama ini khan saya sudah menggunakan GPRS, akses internet, dll.
Ya sudahlah saya mesti bersabar kalau begitu.

Di Bandara
Eh...... saat saya ketemu Hot Spot di Bandara Soekarno Hatta, tiba-tiba handphone saya berdering. Ternyata Titin dengan VoIP mengontak saya.
Pengalaman baru untuk saya melakukan pembicaraan via internet.
Suaranya nyaring sekali, sayang ada delay dan rasanya tidak bisa berbicara bersamaan (duplex). Sering tabrakan.

Yang canggih, handset yang saya gunakan, dalam contact, ada fasilitas telpon internetnya. Jadi begitu nomor telpon internetnya kita masukkan ke field di contact, maka sudah tidak ada bedanya lagi menggunakan telpon biasa maupun telpon internet.
Sungguh pengalaman yang menyenangkan.

Sayang..........., baru bisa menelpon ke PSTN luar negeri (katanya).

Pengalaman seru ini akan dilanjutkan di topik-topik berikutnya.


Berita ini ditulis dari Bar Lounge Bandara Airport yang termasuk harus menggunakan Kartu Kredit Citibank (di charge lagi).

8 komentar:

dani iswara mengatakan...

pasti bakalan seru nih pak jalan2nya kali ini..ditunggu kisah berikutnya ya pak.. :D

Erik Tapan mengatakan...

Saya lihat, koq para peneliti yang presentasi di sini, pada nggak punya kerjaan yha?
(becanda.....sambil mikir kapan di Indonesia yang beginian bisa diteliti).

Sebenarnya kalau dilihat, penelitian-penelitian yang dilakukan mereka itu bisa dilakukan di Indonesia. Contohnya berapa sering orang mengakses web kesehatan tertentu.
Tinjauan web-web yang punya tes Sifilis (penyakit kelamin), tes HIV, dst...dst..

Kita khan sudah banyak web-web berisi info kesehatan, sayang belum banyak yang mempresentasikannya di kongres internasional.

Masalahnya, kira-kira siapa yang mau meneliti dan untuk apa?

Kalau di sini, penelitian tersebut diperlukan untuk meraih gelar S2 atau S3 dalam bidang internet kedokteran, medical informatics, ilmu komunikasi, dll.

Mungkin bisa dimulai dari ts Dani. Meneliti manfaat blog kesehatan/kedokteran atau alasan para dokter ngeblog, dll.

Tertarik untuk meneliti dan membawakannya ke kongres Dokter Internet seluruh dunia?

Lakshmi Nawasasi mengatakan...

Wah ... wah hebat, salut !
Saya ngiri lho bacanya .. :)
Sukses terus dr Erik, ditunggu crita2 nya ...
salam,

Iwan Tijono mengatakan...

Gimana Leipzig dok?
Dingin-dingin masih bisa belajar internet?
Para dokter ngapain aja sih di internet?
chatting dan bahas uneg2 doangan yah dok?
karena kemajuan technologi, juga skrg pake camera dong chattingnya.
see you again dok.

dani iswara mengatakan...

masih hrs belajar banyak dl dari pak anis, pak erik, dll :D
kpn2 mohon bimbingannya ya dok..

imcw mengatakan...

mantapsss...mengejar ilmu tentang dokter internet sampai jauh di negeri orang...;)

ditunggu cerita selanjutnya...

btw, pak erik, tolong link blog saya di update, http://dekock.wordpress.com sudah saya hapus...blog saya yang baru http://www.blogdokter.net

Erik Tapan mengatakan...

# Lakshmi, Dani dan para blogger maniak.

Untuk cerita-cerita dari Leipzig, sudah saya up load di blog ini. Ditunggu komentar2nya.

Erik Tapan mengatakan...

# dekock dan rekan-rekan yang lain,
URL blog sudah di update.
Yuk, yang tertarik dengan Dokter Internet, kita join di milis Dokter-Internet@yahoogroups.com.

Tapi ini khusus Dokter dan tenaga kesehatan saja yha.