IdBlogNetwork

Hari 7: Kesempatan menumpang pesawat Singapore Airline

Dalam perjalanan ke Jakarta, pesawat yang kami tumpangi transit di Singapore. Berhenti sebentar untuk kemudian akan melanjutkan terbang ke Jakarta.
Begitu turun dari pesawat tersebut (sekitar pukul 4 sore waktu Singapura), kami diminta masuk ke gate no 22 di bandara Changi Singapura. Buru-buru kami keluar dari pesawat melalui belalai dan masuk ke gate yang ditunjuk. Banyak dari kami para penumpang sudah tak sabar menunggu tiba di Jakarta mengingat sudah sekitar 15 jam kami berada di udara.

Sebelum memasuki gate, barang bawaan kami diperiksa dengan teliti. Notebook harus dikeluarkan dari tas. Tidak boleh membawa cairan yang melebihi 100 cc (kalau pun mau membawa harus dibungkus dalam kantong plastik transparan).
Jika melewati pintu pemeriksaan (detektor) dan keluar bunyi dari mesin, maka sekujur tubuh kami akan diperiksa dengan teliti.

Penulis meng-akalin dengan memasukkan semua benda yang diperkirakan akan mengeluarkan bunyi: kunci, koin, handphone, dll. ke dalam tas, sehingga saat melewati pintu detektor, tidak menimbulkan bunyi. Dan ini berhasil, penulis pun dengan mulus bisa melewati pintu detektor tanpa diperiksa lagi dengan teliti.Kalau nggak, rese' banget harus diperiksa. Diminta buka ini, buka itu,dst..dst..

Dari ruang tunggu, kami bisa melihat moncong pesawat yang telah dan akan kami tumpangi, amat sangat besar. Jaraknya mungkin hanya sekitar 50m. Posisinya pun tepat di depan (karena kami berada di lantai 2). Level kami sedikit lebih tinggi dari pesawat, sehingga saat akan masuk ke badan pesawat melalui belalai, berjalan ke sedikit menurun.

Tak lama kemudian, sedang asyik-asyiknya menunggu sambil terkantuk-kantuk, ada pengumuman. Kata wanita yang mengumumkan, "Jika Anda menengok sebelah kiri Anda, anda akan melihat bahwa pesawat yang akan anda tumpangi memilik lubang (sebesar bola softball, red) di bagian hidung / moncong pesawat. Untuk itu diminta semua penumpang keluar dan check in kembali ke pesawat Singapore Airlines (SQ). Kita akan berangkat menuju Jakarta menggunakan SQ."

Wah....untung masih bisa mendarat di Changi Airport yha.
Nggak tahu sich bagaimana asal lubang ini (tidak diceritakan), namun kelihatannya dengan lubang sebesar itu di hidung pesawat, mereka tidak berani menerbangkannya.
Jujur amat .....:-(.
Terakhir saya mendengar mereka (dalam pengumumannya) sudah menyebutkan "technical problem" untuk memperhalus masalah ini.

Kemudian buru-buru kami melakukan check in (minta no kursi yang baru) ke Singapore Airlines. Keuntungan dibalik musibah ini, akhirnya saya bisa juga merasakan perjalanan dengan SQ yang sudah terkenal tersebut.

Memang benar, pesawatnya beda. Pada setiap kursi pesawat ada televisi yang bisa dipergunakan untuk menonton ataupun main game ataupun mengakses informasi yang lain (dalam rangka traveling dan latihan bahasa). Pelayanannya pun lebih ramah.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, akhirnya dengan selamat kami semua mendarat di Bandara Soekarno Hatta, sekitar pukul 20:00 WIB. Perbedaan waktu antara Jakarta dengan Singapura, adalah satu jam lebih awal.

5 komentar:

Computer-1st mengatakan...

Mau dunc numpang juga..
Gratis kan ^^

InfoMedika mengatakan...

Canggih bangett4 duduknya, bisa buat nonton, internetan bisa gak?!

Erik Tapan mengatakan...

# computer-1st
Boleh yuukk

# infomedika
ha...ha..ha... sama seperti saya, nggak bisa lihat layar, sekecil apapun akan dipake untuk ngenet.
Sekarang saya punya HP yang bisa ngenet, biarpun kecil

Yusuf Alam Romadhon mengatakan...

he he he ane katrouk banget deh belum pernah ngerti Changi... jujur banget... hallah

Erik Tapan mengatakan...

# saya doakan untuk bung yusuf alam romadhon, suatu saat bisa ke Changi bahkan berlipat-lipat lebih jauh. Rejeki orang khan sudah ada yang mengatur. Amin.