IdBlogNetwork

Hari I: Diakalin hotel tempat menginap

Hari pertama mendarat di Leipzig sudah diliputi kekecewaan. Jauh-jauh hari sudah membook hotel, namun saat mendaftar kembali, mereka tidak mau tahu. Biaya breakfast yang tadinya digratiskan harus ditambah bayarannya. Hitung-hitung sih tidak begitu besar dan pantas untuk ukuran di Leipzig (ini saya tahu hari-hari terakhir, namun pada hari pertama, sempat ngotot-ngototan).
Tiba sekitar jam satu siang. Berarti di Jakarta sudah pukul 1 + 5 atau pkl. 6 sore. Lucunya saat stop over (transit) dari Frankfurt (dalam foto) menuju Leipzig, kita mempergunakan pesawat jet kecil. Kapasitas maksimal 80 orang. Terisi penuh semua. Perjalanan sekitar 45 menit. Jalannya di atas awan, begitu mau mendarat barulah pesawat tersebut menembus lapisan awan. Sekitar 10 menit, kami penumpang pesawat tidak bisa melihat apa-apa kecuali putih semua di luar pesawat (jadi ingat lagunya Peter Pan, Di Balik Awan). Begitu keluar lapisan awan ternyata sudah berada di atas run way bandara. Tak lama kemudian, tibalah kita di darat.

Thanks God, akhirnya sampai juga saya di Leipzig. Besok adalah hari-hari yang padat karena acara konferensi akan segera dimulai dari pagi hingga sore hari.

Lucunya bandara Hella tempat mendarat, suasananya sangat-sangat sepi. Selain penumpang, terlihat -mungkin- hanya ada 3 petugas. Yang mendarat pun hanya pesawat yang kita tumpangi. Berbeda dengan Jakarta, Leipzig suasananya relatif sepi.
Terlihat beberapa mobil kecil yang hanya 2 tempat duduk (dari Mercedes, katanya). Juga terlihat Suzuki Karimun (nggak tahu merknya apa di sini, mungkin estillo). Sayang nggak sempat terfoto karena berlalu begitu cepat.


Karena tenaga kerja yang mahal di sini, jadi semuanya harus dikerjakan sendiri. Tidak ada penjaga kamar kecil. Kertas, dll. yang diperlukan harus di ambil sendiri (sudah disediakan banyak sih dekat washtafel). Saya pikir, kalau ini di Jakarta, sudah lama kertas-kertas tersebut hilang/habis.

Oh iya, satu lagi kekecewaan saya dengan hotel tempat menginap. Dalam informasi di internet ditulis tersedia hot spot, ternyata -memang- tersedia NAMUN harus bayar. Kalau mau menggunakan internet harus menggunakan PC yang cuman 1 itu di lobby.
Malangnya, keyboard internetnya berbeda dengan keyboard yang biasa kita gunakan sehingga bisa salah-salah ketik. Contohnya huruf "Y" dan "Z" bertukar tempat. Bayangkan betapa ribetnya mengetik dengan 'pertukaran' tempat huruf tersebut.

Mencari air untuk minum
Ternyata di sini sangat susah untuk mencari air untuk minum. Kalau minta mineral water, maka akan diberikan air soda (?). Nggak enak.....
Namanya (akhirnya saya tahu) buble water..... air yang berbusa.

Namun akhirnya ketemu juga, merk Evian. Mahal juga sekitar 3 Euro. Namun setelah tanya sana tanya sini, ternyata air keran boleh diminum (tap water). Masalahnya keran selalu berada di kamar kecil. Jadi -masalah psikologis saja- mesti ditampung dulu di botol Pristine (air botolan yang saya bawa dari Indonesia), baru di minum.


Begitu dulu laporan saya, nanti akan diteruskan.

6 komentar:

Janti SW mengatakan...

Bravo, DokEr; selamat ya; semoga ceritera2nya buanyaakk ttg seminar Dokter Internet International. Dah sampe di Jerman, terusin jalan2 ke negara2 tetangganya, biar bisa sekalian ngumpulin ceritera untuk oleh2 member MLDI kalo pulang nanti.
Salam saya,
Janti SW (atnis@cbn.net.id)

Erik Tapan mengatakan...

#Janti
Sayang jatahnya cuman sampe di Jerman Janti. Kapan-kapan, kalau mau kita buat tour yha.

Anonim mengatakan...

salam.....
salut... salut...
Saya sangat tertarik dengan tulisan2 anda. Salah satu yang sangat menarik dari anda adalah, anda seorang dokter yang sangat "open" terhadap kemajuan technology. Ada beberapa artikel juga di internet yang berisi tentang penerapan technology khususnya Video Conference di dunia kedokteran. Salah satu dokter yang menerapkan hal tersebut adalah anda, karena itulah maka saya sangat tertarik untuk bekerja sama dengan adan.
Kami adalah provider untuk perangkat Video Conference yang diap bekerja sama untuk kemajuan technology khususnya dunia kesehata.
untuk lebih jelasnya bisa kontak ke saya langsung di 0818210579 atau victor@rml.co.id

Erik Tapan mengatakan...

Dear Victor.
Saat ini kami sudah menjalankan video conference antar cabang koq. Ada sekitar 22 cabang yang sudah menjalankannya.

terima kasih

Asia Hotel Review mengatakan...

Haha lucu juga ya pengalamannya waktu di hotel...
salam

Erik Tapan mengatakan...

Thanks.