IdBlogNetwork

Berbincang santai dengan Prof Emil Salim

Jika ingin mengetahui lebih jelas, detail dan benar mengenai pengaruh pemanasan global terhadap lingkungan hidup, adalah sangat tepat kalau berdiskusi dengan Prof Emil Salim, mantan Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Tidak hanya ilmu Lingkungan Hidup terbaru yang bisa kita peroleh saat bincang-bincang santai bersamanya.

Menurut Guru Besar yang saat ini berusia 77 tahun, daerah kelahirannya di Lahat, Sumatera Utara sungguh memberi kesan tersendiri. Kecintaannya pada lingkungan hidup sudah tumbuh sejak masa SD, di mana guru kelasnya membawa beliau bersama teman-teman sekelas mendaki bukit yang terjal, naik dengan bantuan akar2 yang ada. Saat berada di suatu daerah lapang di leher bukit, sang guru yang akan segera kembali ke Negeri Belanda berpesan agar mereka, murid-muridnya mau menjaga keindahan maupun keasrian lingkungan di daerah tersebut. Ini (lingkungan hidup di Indonesia) adalah harta yang tidak ternilai harganya itu.

Menurut Anda, sudahkah kita menjaga lingkungan kita ini?

6 komentar:

Warta Medika mengatakan...

Saya kira kita belum sepenuhnya menjaga lingkungan kita. Lihat saja, kita masih menganggap jalan raya sebagai tempat sampah (sebuah mobil melaju perlahan, kaca jendela mobil perlahan terbuka. Tiba-tiba meluncurlah sebuah botol mineral kosong + bungkus kosong bekas cemilan), kita masih menganggap sungai sebagai TPA (tempat pembuangan akhir), kita masih menganggap hutan kita sebagai karunia yang harus ditebang sampai gundul, kita masih menganggap orang lain lebih mencemari dunia ini dengan asap, sementara moncong knalpot kendaraan kita tak berhenti mengepul untuk perjalanan yang tak bermakna (mentang2 minyak masih disubsidi, dan masih banyak anggapan kita yang lain ...

Yusuf Alam Romadhon mengatakan...

semua harus sadar bahwa lingkungan hidup adalah tanggung jawab kita dan kalau ada bencana mengenai lingkungan toh kita sendiri juga yang merasakan...

Stethoscope_guy mengatakan...

Halo salam kenal,
Menurut saya mulai dari SD, anak-anak harus diajarkan mengenai sistem daur ulang..dan bagaimana dengan sedikit kekreatifan..itu bisa jadi komoditi ekonomi.

Buatlah kurikulum keterampilan (misalnya:) cara bikin kertas dari sampah, dll..Hal itu akan membuat mereka tertarik.

Waktu saya di SD dulu, saya cuma diajarin: "Jangan Buang Sampah Sembarangan!".
Ga nge-sense gitu loh.

Regards.

(dok, saya bikin link ke situs ini dari blog saya ya..thanks)

HAPPY HANDAYANI mengatakan...

Pilah sampah kita, buanglah di tempat sampah, dan ajak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Simpel ya dok, dan bermanfaat! tapi kadang susah diterapkan!

Erik Tapan mengatakan...

# Warta Medika
Setuju, saya juga sering melihat hal yang sama. Malah mobil tersebut adalah mobil mewah. Bayangkan mobil mewah TIDAK ADA tempat sampahnya.

Mari kita sama-sama turut menjaga lingkungan hidup kita, mulai dari hal yang terkecil dan sekarang ini.

Salam hijau,
Erik Tapan

Erik Tapan mengatakan...

# Yusuf Alam Romadhon
Saya setuju dengan Anda, mari kita mulai menggalakkan upaya penyelematan lingkungan hidup.

# Stethoscope Guy
Saya tahu sekarang ini ada Jakarta Green Monster yang mengajak kita (gratis untuk sekolahan) untuk keliling2 di daerah2 pesisir utara jakarta dan nanam2 bakau. Juga ada beberapa SD/SMP (saya nonton di DAAI TV) yang sudah melakukan usaha daur ulang, dll.
Saya sendiri saat ini sudah membentuk tim (bersama teman-teman yang tertarik tentu), menggalakkan GREEN OFFICE.

# Happy Handayani
Benar, kalau tidak ada niat, pekerjaan ini hanya sementara belaka.