Cryo, salah satu alternatif pengobatan kanker tanpa pisau operasi


Jika Anda menderita kanker, kini tidak perlu takut lagi dengan pisau bedah. Kemajuan teknologi kedokteran (di Indonesia, khususnya) saat ini, sudah bisa membuat penderita kanker merasa lega karena tidak perlu lagi berhadapan dengan pisau bedah (syarat dan ketentuan berlaku sesuai dengan indikasi medis). Operasi memang tetap menjadi lini terdepan penanganan kanker, namun karena pelbagai sebab seperti ketakutan akan pisau atau hambatan psikologis menemukan dirinya akan menjadi cacad, sering ditolak pasien.

Umumnya, pasien akan menolak saat dokter memintanya untuk pembedahan tumor / kanker yang diderita. Menolaknyapun tidak secara langsung, melainkan dengan kata-kata ampuh 'dipikir-pikir dulu' atau 'mengumpulin uang'. Tetapi dijamin, sebagian besar pasien tersebut tidak akan kembali.

Saat ini, telah hadir di Indonesia teknik penanganan kanker tanpa menggunakan pisau bedah. Istilahnya cryoablation therapy, yang sering disingkat cryo saja.

Meskipun tidak semua kanker bisa disembuhkan secara tuntas dengan tindakan cryo, namun dari sisi pasien, kualitas hidupnya akan meningkat jauh.

Cryoablasi adalah penggunaan suhu ekstrim rendah (hingga 75 derajad Celsius di bawah nol) untuk menghancurkan sel kanker. Sel kanker berubah menjadi gumpalan es, begitu probe (jarum) cryo masuk dan bekerja dalam jaringan kanker.

Beberapa keuntungan dari tindakan cryo:

  1. Meminimalisir efek samping pembedahan seperti nyeri, perdarahan dan lainnya
  2. Meminimalisir kerusakan jaringan sekitar karena cryoablasi terfokus pada kanker
  3. Dapat diulang dan berjalan bersamaan dengan terapi standar seperti pembedahan, kemoterapi dan radiasi
  4. Memungkinkan reseksi tumor di dekat pembuluh darah besar karena adanya efek penghangatan oleh aliran darah
  5. Lebih efektif dari pembedahan untuk mengatasi tumor baru multiple di hepar
  6. Lebih unggul dari radiofrequency ablation untuk tumor berukuran > 5 cm
  7. Proses beku-cair cepat dan dapat mempercepat nekrosis dan merangsang respons imun pada sel tumor yang tersisa.
Beberapa cara menangani pasien
Kini, pasien-pasien di Indonesia sudah bisa memilih alternatif pengobatan (berdasarkan medis) kanker lain selain kemoterapi dan pembedahan konvensional.

IKCC Peringati Hari Ginjal Sedunia


Dalam memperingati Hari Ginjal Sedunia yang jatuh pada tanggal 13 Maret, Indonesia Kidney Care Club (IKCC) didukung oleh PERNEFRI menyelenggarakan Talk Show Bagaimana Mencegah Komplikasi Gagal Ginjal, Minggu (16/3). Uniknya, acara ayang terbuka untuk umum ini mengundang public figure yang pernah menderita menderita gagal ginjal, MC kenamaan Kris Biantoro dan konsultan gaya hidup Samuel Mulia, untuk berbagi pengalaman terhadap peserta talk show yang sebagian besar adalah peserta IKCC dan juga umum.

Talk show ini lebih banyak membicarakan pilihan-pilihan pasien setelah divonis menderita gagal ginjal atau harus cuci darah. Bukan menitikberatkan pada tindakan pencegahan. Menurut Dr. Erik Tapan yang merupakan salah seorang pengurus IKCC, format acara semacam ini didasari akan kenyataan bahwa orang yang sudah divonis harus cuci darah kerapkali kehilangan arah untuk mencapai pengobatan yang tepat.

"Sementara orang yang sehat sedikit sekali menaruh perhatian pada masalah ini. Jadi yang lebih dibutuhkan adalah bahasan pada tahapan ini. Agar orang tidak salah kaprah dan nyasar sana sini sehingga akhirnya sudah parah duluan," kata dr. Erik seusai acara.

Hal ini terbukti dari tetsimoni MC kenamaan Krisbiantoro yang baru berpaling pada rumah sakit justru setelah penyakitnya sudah lama diderita. Sebelumnya ia mencoba berbagai cara, termasuk mengonsumsi minuman keras supaya bisa buang air kecil.

Dalam blognya, dr. Erik mengutarakan bahwa gagal ginjal atau cuci darah dimulai dari penyakit atau keadaan yang kelihatannya sepele, seperti kencing manis, hipertensi, dan kurang minum. Juga akibat sering menahan kencing dan kurang gerak. Namun umumnya mereka yang mengalami keadaan di atas (terutama penyakit kencing manis dan hipertensi) tidak terlalu peduli dengan kesehatan ginjalnya, tahu-tahu divonis harus melakukan cuci darah. Pada keadaan itu, barulah penderita maupun keluarganya sibuk mencari-cari informasi dan berusaha setengah mati untuk tidak melakukan cuci darah tersebut.

Padahal, menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Ahli Penyakit Ginjal dan Hipertensi, Dr Suhardjono, yang jadi pembicara hari itu, pasien bisa tidak cuci darah jika pengobatannya sejak dini sekali. Itu pun bentuknya penundaan karena ginjal yang rusak akan tetap kesulitan terbebani kerja sistem tubuh sehingga makin lama akan makin menurun.

Penulis: Syifa Amori - Jurnal Nasional
(sumber: Jurnal Nasional. IKCC)

Tulisan lain:
1. Hidup Sehat, kunci atasi komplikasi gagal ginjal
2. Laporan di web IKCC
3. Agar tidak selalu cuci darah
4. Sosok Kris Biantoro
5. Samuel Mulia, hidup sehat setelah gagal ginjal
6. Glossary dan Facts

UNDANGAN: Memeriahkan Hari Ginjal Se-dunia di Indonesia, Minggu,16 Maret 2008

Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa gagal ginjal (baca: cuci darah) dimulai dari penyakit / keadaan yang kelihatannya sepele: kencing manis, hipertensi, kurang minum. sering menahan kencing dan kurang gerak.

Umumnya mereka yang mengalami keadaan di atas (terutama penyakit kencing manis dan hipertensi) tidak terlalu peduli dengan kesehatan ginjalnya, tahu-tahu divonis harus melakukan cuci darah. Pada keadaan itu, barulah -baik penderita maupun keluarga- sibuk mencari-cari informasi mengenai hal ini dan - ini yang konyol- berusaha setengah mati untuk tidak melakukan cuci darah tersebut.


Hal-hal di atas akan dijelaskan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Ahli Penyakit Ginjal & Hipertensi, Dr Suhardjono. Yang lebih menarik, acara ini di MC/Moderator oleh MC kondang Kris Biantoro. Benar, Kris Biantoro bersedia melakukan hal ini karena ingin menceritakan kepada para hadirin bagaimana proses beliau menghadapi penyakit Ginjal. Supaya keadaan ini tidak terulang kepada banyak orang / masyarakat awam.

Testimoni lain pada acara yang dilaksanakan oleh IKCC dan didukung penuh oleh PERNEFRI akan diberikan oleh Bapak Samuel Mulia. Kita mungkin sudah banyak yang membaca karya-karya Bpk Samuel pada kolom PARODI yang dimuat di Kompas Minggu.


Berapakah biaya untuk turut dalam acara yang diselenggarakan di Ruang Conference Bintang Toedjoe Pulo Mas?
Hanya Rp. 10.000 saja (gratis bagi anggota IKCC).



Untuk itu, segeralah mendaftar melalui sekretariat IKCC:

- 021-4214758 / 0817-4807103 (Renie)
- 0813-15087749 (Ir. Eko Buddy)

DOORPRIZE!!!!

Gratis Pemeriksaan Tulang (Osteoporosis) bagi 50 orang pendaftar pertama!!

Selengkapnya, akses: http://www.ikcc.or.id/

Ingin tahu, kegiatan negara lain dalam rangka World Kidney Day 2008?

STROMA, Kampus Atma Jaya Semanggi - Jakarta, 1 - 5 Maret 2008

Terima kasih penulis ucapkan kepada panitia STROMA 2008. Berkat aktifitas simposium yang dilaksanakan oleh mereka, penulis bisa bertemu dengan sesama Dokter Internet (lebih luas lagi dengan para praktisi kesehatan yang punya hobi utak-atik IT atau IT Kedokteran atau Medical Informatics).

(dari ki-ka: Anis Fuad, Dani Iswara, Erik Tapan, Hatmoko, Penggalih)

Sejak menekuni Medical Informatics (istilah yang penulis ketahui belakangan), makin banyak saja penulis mengetahui para dokter yang mempunyai hobi yang sama. Dengan internet bisa mempermudah penulis berkomunikasi dengan mereka, seperti Dr Dani Iswara di Yogya ataupun dr Hatmoko di Kalimantan. Selama ini, meskipun komunikasi sudah sangat intens, namun baru kali ini terjadi semacam KOPDAR, yaitu saat kami diminta bersama-sama untuk tukar menukar informasi dalam suatu simposium nasional yang diselenggarakan oleh Unit Pengembangan Minat Mahasiswa (UPMM) Senat Mahasiswa Fakultas Kedoktearn (SMFK) Unika Atma Jaya (UAJ) yang bernama AtoMA (Advanced Technology on Medical Atma Jaya).


Selain penulis yang membawakan topik "Personal Virtual Environment for Learning", tampil sahabat-sahabat penulis sesama aktifis blogger, antara lain:
  1. Dani Iswara yang membawaka topik "Mobile and Ubiquitous E-Learning"
    Dengan lancar Dani mempresentasikan beberapa media mobile yang bisa digunakan untuk e-learning
  2. Dr Hatmoko, sangat brilian menjelaskan mengenai "Deciding Your Ideal Multimedia for Medical Teaching". Dengan multimedia yang sangat dikuasai oleh Cak Moki (demikian nama panggilan ts yang satu ini) memukau para peserta dari seluruh Indonesia.
  3. Anis Fuad yang menjelaskan mengenai "Virtual Patient and Virtual Hospital"