IdBlogNetwork

HUT ke-4 IKCC dirayakan dengan meriah

Bertempat di RS PGI Cikini, Indonesian Kidney Care Club (IKCC) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-4. Perayaan dilakukan secara sederhana namun tetap meriah. Acara dibuka dengan kata sambutan dari IKCC (dibawakan oleh Ketua IKCC, Ibu Indah) dan Dr Tunggul Situmorang, Direktur Ketua RS tersebut.

Melanjutkan acara tampil pesulap IKCC yang mengajak penonton juga untuk bersama-sama main sulap, Bung Cahaya. Setelah itu, sebagai MC, Bung Kris Biantoro menceritakan kisah dukanya "mencari ginjal" di negeri orang.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 200 pasien, keluarga dan media tesebut berakhir dengan presentasi Dr Tunggul mengenai Transplantasi.
Juga tak lupa, di sela-sela acara ada sharing dari penerima (resipien) dan pemberi (donor) ginjal, yang operasi transplantasinya dilakukan di RS PGI Cikini.

Mengenai IKCC
IKCC yang didirikan sejak 5 Mei 2004 (http://www.ikcc.or.id/) adalah kumpulan / klub dari para penyandang sakit ginjal, keluarga maupun para dokter. Hampir setiap bulan IKCC menyelenggarakan acara seminar awam mengenai penyakit ginjal, jantung, kencing manis, dll.

Seminar yang diselenggarakan gratis ini bertujuan untuk memberi informasi kepada para anggotanya. Selain itu para anggota (yang sebagian besar penyandang sakit ginjal) bisa juga sharing informasi mengenai bagaimana mengelola penyakitnya tersebut, selain satu sama lain saling menguatkan. Setiap akhir tahun diadakan acara rekreasi ke luar kota (outing).

Seperti terlihat pada foto, sebenarnya yang berhak meniup lilin adalah Ibu Indah (Ketua IKCC), sayangnya beliau harus cepat-cepat meninggalkan tempat acara karena ada jadwal HD.

Sebagian besar pengurus IKCC adalah penyandang penyakit ginjal, seperti kita lihat kemarin ada yang bertugas sebagai kameramen, penerima tamu, dll. Dengan demikian, diharapkan semangat para pengurus IKCC bisa memberi inspirasi bagi rekan-rekan seperjuangan lainnya bahwa Sakit Ginjal itu bukan akhir dari segalanya.
Ada komentar?

IKCC sangat berterima kasih kepada media di bawah ini yang telah meliput:

  1. Okezone dot com: Hidup Mandiri dengan Ginjal Transplantasi
  2. Kompas dot com
    a. Soal Transplantasi Ginjal, Wanitalah Pahlawannya
    b. Satu atau Dua Ginjal, Sama Saja
  3. Banjarmasin Post: Mandiri dengan Ginjal Transplantasi
  4. Blog ABGnet
    a. Aspek Medik Transplantasi Ginjal di HUT ke-4 IKCC
    b. Pengalaman 36 tahun Kris Biantoro bersama Penyakit Ginjal
  5. Website Kalbe: HUT IV IKCC: Hidup Mandiri dengan Ginjal Transplantasi, RS PGI Cikini, 31 Mei 2008
  6. Sinar Harapan: Donor Jenazah untuk Transplantasi Ginjal

10 komentar:

Yudhi Gejali mengatakan...

Yup...sakit ginjal bukan berarti kiamat..
Tapi kalo udah di transplant..pola hidup juga harus berubah ya dok...
Kalo engga, balik lagi, balik lagi gagal ginjalnya..

Daniel Witanto mengatakan...

Setuju, memang mungkin dirasa berat, tetapi hidup belum berakhir dengan ginjal yang sakit, saling support adalah hal yang sangat baik dan dapat memberi kekuatan..

Erik Tapan mengatakan...

# Yudhi Gejali
Dear Yudi, banyak terima kasih atas kunjungan dan dukungannya. Jika ingin sharing bersama mereka yang peduli terhadap kesehatan ginjal, silakan kirim e-mail ke ginjal-subscribe@yahoogroups.com

Salam Ginjal Sehat

Erik Tapan mengatakan...

# Daniel Witanto
Terima kasih atas kalimat yang inspiratif dari Anda. Mari kita sama-sama saling mendukung antara yang sehat dan yang memerlukan dukungan.

Erik Prabowo mengatakan...

Menjaga ginjal bagi yang masih baik kelihatannya masih kurang ya, tidak seperti jantung sehat, mungkin kita perlu selalu diingatkan betapa pentingnya organ yang satu ini dan lebih berhati-hati untuk menjaganya. Pola hidup sehat itu yang terpenting, sedih melihat pasien dengan gagal ginjal dan tidak banyak yang bisa dilakukan karena keterbatasan ekonomi.

KonsultasiKesehatan mengatakan...

Ginjal yang kadang diremehkan oleh orang muda.
Ginjalku sayang, harus dijaga.

Salam kenal Dok. sering datang ke sini, tapi baru komentar ini. Medical Rep. PT Kalbe sering bercerita tt Dokter yang bersemangat.

Kapan IKCC cab Balikpapan ada ya....

http://fajarqimi.com/

Erik Tapan mengatakan...

# Erik Prabowo
Setuju. BTW, di luar negeri biaya untuk Terapi Pengganti Ginjal nyaris free. Di Indonesia, masih kena pajak.

# Salam kenal juga ts Bung Fajar. Kapan-kapan kita berbincang-bincang ya.

Anonim mengatakan...

Yayasan Peduli Ginjal (YADUGI) menghimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada bila ditawarkan asuransi ataupun ajakan mengikuti program JPKM yang membiayai/menanggung cuci darah (hemodialisis). Sistem asuransi maupun program JPKM tersebut diduga, hanya "akal-akalan" untuk mendapatkan dana publik demi keuntungan perusahaan/BAPEL semata.

Amir Karamoy
Ketua YADUGI

Erik Tapan mengatakan...

Banyak terima kasih Pak Amir. Memang benar, untuk mengikuti asuransi harus berhati-hati.

BTW, apakah Pak Amir mau berjuang bersama kami yang bercita-cita mendorong pendirian lembaga (semacam PMI) yang bisa menampung mereka yang mau mendonorkan ginjal?

Selama ini, badan tersebut belum ada, akibatnya banyak para pendonor yang secara sukarela ingin menyumbangkan, tidak tahu mau ke mana.

Salam Ginjal,

Anonim mengatakan...

Saya pria usia 36th,sehat jasmani dan rohani,senang berolah raga.Bersedia mendonorkan ginjal dengan ikhlas,saya tidak menentukan biaya asal pantas dan sesuai.secepatnya...Resus Golongan darah 0 positive.
Website:
Name: sukandar
Telp: 087852255050
Email: sukandar_xt@yahoo.co.id