IdBlogNetwork

Naik kereta Gondola Ancol

Berada di tempat tinggi, melihat ke bawah merupakan pengalaman yang selalu penulis nanti-nantikan. Rasanya bebas sebebasbebasnya.

Penulis pernah mengunjungi Tower 101 di Taipei Taiwan. Menurut yang punya gedung, tower ini merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Penulis juga pernah berada di Menara Kembar Petronas Malaysia. Sayang hanya sampai pada jembatannya saja, tidak sampai di puncak menara.

Sudah ada rencana untuk mengunjungi Grand Canyon, namun sayang seribu sayang, karena mesti mengurus salah satu proyek, sehingga belum bisa terlaksana. Padahal pengurusan tiket, visa, dll., sudah dilakukan lho. :-(

Sebenarnya mengenai hal tersebut, tidak fanatik-fanatik banget sih. Hanya saja, jika ada kesempatan penulis selalu mencari lokasi yang tinggi.


Kena Dech!!

Ada kejadian lucu yg penulis alami dgn keinginan yang aneh ini. Lebih tepat disebut dengan seruan, "kena deh!!".

Sewaktu bertugas meliput pelaksanaan Mukernas IDI di Semarang, penulis berkesempatan menginap di hotel Santika Semarang. Seperti biasa, begitu sampai di bagian pendaftaran, penulis langsung meminta kamar yang paling tinggi. Diberikanlah kamar tingkat 3. Sayang seribu sayang, karena hotel tersebut adalah hotel lama, maka tidak ada fasilitas lift dalam hotel tersebut. Jadilah penulis naik turun tangga. :-(

Beruntung penulis tidak diberi kamar yang lebih tinggi dari itu.


Mengunjungi Kereta Gondola di Ancol
Berikut foto-foto penulis bersama keluarga sewaktu naik Kereta Gondola di Ancol. Seperti biasa kamera mungil dari Communicator E90 selalu dengan setia menemani penulis, selain Nokia 5310 dari isteri penulis.

Ada kejadian lucu juga pada kesempatan ini. Saat memasuki menara antara, tepat seperempat perjalanan (rasanya tidak perlu dijelaskan lebih detil, karena pasti sebagian besar pembaca sudah pernah naik kereta yang sudah dioperasikan sejak tahun 2004 ini), kita dibawa memasuki ruang gelap seakan-akan berada di angkasa luar. Secara 3 dimensi, terdapat banyak benda-benda angkasa luar seperti: batu-batu meteor, planet, pesawat apolo berbendera merah putih serta tak lupa orang/boneka berpakaian angkasa luar yang bergerak naik turun. Saking riil gambaran yang diciptakan sehingga kita serasa berada di angkasa luar. Sayang seribu sayang, imajinasi tersebut buyar seketika karena ada seseorang (teknisi?) yang berjalan melintasi kereta kami. Tanpa baju angkasa luar lagi.
Teman-teman pembaca setia blog ini,
apakah Anda memiliki juga pengalaman berada di ketinggian?
Bagaimana perasaan Anda?

2 komentar:

HAPPY HANDAYANI mengatakan...

Bagaimana dengan Puncak Jaya Wiyaja ? Up's...KENA DEH !! hehe...naiknya yg berat ya Dok..kalau pakai helikopter semua orang juga mau !

Kenapa waktu di Menara Kembar Petronas tak mencapai puncak?Kan sayang Dok, kesempatan.

Perasaan saya ketika berada di ketinggian dan melihat ke bawah...waaa rasanya jantung mau copot!

Yang paling mengerikan dan sepertinya saya takkan pernah mencobanya...adalah ketika berada di atas dan menjatuhkan diri ke bawah seperti pada bungee jumping.

Bagaimana dengan permainan TORNADO? apakah Dr. Erik tertarik? mungkin akan lebih meningkatkan adrenalin...berada di ketinggian sekaligus diombang-ambingkan.

Erik Tapan mengatakan...

# Happy

Kalau saya sich mau yang ringan-ringan saja. Orang naik ke hotel lantai 3 saja sudah ngomel-ngomel, apalagi ke puncak Jaya Wijaya. :-(

Di Menara Petronas, kaya'nya kita para pengunjung cuman sampe di jembatannya saja dech.