IdBlogNetwork

My 2nd experience with Toyota Prius

All My super nice friends. Many thanks for the opportunity to stop by and read my blog. Here there is good news I want to share.

I just lent the car Prius by Toyota Astra Motor (TAM) Indonesia. While the Prius is a car loan is not sold in Indonesia (2nd generation), but as a sense of gratitude and my thanks, I want to share a story to all my friends. The goal is that we can to push the competent parties in order to reduce taxes environmentally friendly cars. Imagine Prius cars currently sold by the TAM (3rd generation), the tax is 300%. However, if the normal tax, the price of this environmentally friendly cars may about the same of Corolla / Camry's price. I do not know what the cause, what might be considered a luxury car or other things that I do not know. Hopefully the story is taken from my experience driving the Prius can benefit us all.





Toyota Prius, mobil senyap yang ramah lingkungan

Sahabat-sahabatku yang baik dan super selalu. Banyak terima kasih telah berkesempatan singgah dan membaca blog saya. Berikut ada kabar baik yang ingin saya bagikan.
(gbr. Serah terima mobil di Toyota Astra Motor (TAM) Pluit Jakarta Utara. Terima kasih kepada sahabat-sahabatku di TAM yang telah memberi kesempatan saya "mencicipi" mobil ramah lingkungan.)

Kebetulan saya dipercaya oleh pihak Toyota untuk dipinjamkan mobil Prius. Meskipun yang dipinjamkan adalah mobil Prius yang tidak dijual di Indonesia (generasi ke-2), namun sebagai rasa syukur dan terima kasih saya, saya ingin membagi cerita kepada teman-teman semuanya. Tujuannya adalah supaya kita bisa mem-push pihak yang berkompeten agar bisa menurunkan pajak mobil ramah lingkungan. Bayangkan mobil Prius yang saat ini dijual oleh pihak TAM (generasi ke-3), pajaknya adalah 300%. Padahal kalau pajaknya normal, harga mobil ramah lingkungan ini mungkin sekitaran mobil Corolla/Camry. Saya tidak tahu apa penyebabnya, apa mungkin dianggap mobil mewah atau hal lain yang saya belum tahu. Mudah-mudahan cerita yang diambil dari pengalaman saya mengendarai mobil Prius bisa bermanfaat bagi kita semua.

Baiklah saya mulai....
"Hurry up, let's start the engine, honey", seru isteri saya saat dijemput dari La Piazza Kelapa Gading. Mungkin masih terbawa suasana WSI atau memang sudah mulai lancar bahasa Inggris-nya, dengan berseri-seri mantan pacar saya tersebut masuk ke dalam mobil. Yang tidak diketahui oleh isteri saya, bahwa saat itu mobil sudah hidup mesinnya. Hanya memang karena menggunakan tenaga listrik, jadi bunyi mesin (seperti pada umumnya mobil bertenaga bensin/solar) tidak ada.

Tujuan kita hari ini akan ke dokter gigi di RS Mitra Keluarga. Namun sebelumnya, kami akan singgah makan di rumah makan favorit, Naripan di Mall of Indonesia.

(gbr. halaman parkir RM Naripan, Mall of Indonesia)

Perjalanan dari La Piazza ke Mall of Indonesia ditempuh dengan santai-santai saja, sambil menikmati alunan musik I-Radio FM.

(gbr. Apapun mobilnya, I-Radio radio-nya. Koq kaya' iklan yha. :-))

Sesekali mesin berbunyi halus tanda baterei sudah sampai pada batas bawah, sehingga harus di-charge lagi. Ternyata charge baterei mobil tersebut bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya saat menggunakan mesin (dari tenaga bensin) atau saat mobil berjalan tanpa menginjak pedal gas (meluncur, menurun, dll.).

Berapa banyak tenaga baterei yang bisa diperoleh dari tindakan "ramah lingkungan ini", bisa terlihat dari gambar mobil dari daun. Semakin efisien gaya mengemudi kita (banyak meluncur atau menurun), maka semakin hemat kita menggunakan bensin.

(gbr. semakin banyak kita bisa membuat listrik, semakin banyak mobil dari daun yang tampak di LCD. Artinya style kita mengemudi sudah efisien dan ramah lingkungan.)

Keluar dari RM Naripan, saya sempat melihat satu keluarga yang sedang beres-beres memasukan barang ke mobil BMW mereka, memperhatikan mobil Prius yang rame dengan stiker ini.

(gbr. Semua serba elektronik, hingga stelan AC pun dilakukan secara elektronik. Stelan yang lain adalah radio/tape (audio), monitor enersi)
Perjalanan dari MOI ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading hanya sebentar saja. Karena cuaca begitu terik (bisa terbaca pada di LCD "outside temp" 35 derajat celsius), maka isteri saya turun di lobi rumah sakit sementara saya mencari tempat parkir.



Dari cerita isteri saya, saat turun di lobi rumah sakit, ada seorang anak yang berkata kepada ayahnya, "Pa....pa... itu mobil hybrid". Wah anak kecil aja tahu lho!!
(gbr. saat di halaman parkir RS Mitra Keluarga Kelapa Gading)
[cerita mengenai proses berobat ke drg, klik di sini / under construction]

Selesai pengobatan di drg, kami pun bergegas pulang ke rumah, namun sebelumnya singgah sebentar di Super Indo.

Demikian kisah singkat kami bersama mobil ramah lingkungan Prius. Jika ada yang ingin ditanyakan atau dikomentari, dengan senang hati kami akan menerimanya.


12 komentar:

Intan Diana mengatakan...

Pak, sekali-sekali boleh dong mencoba, agar bisa membandingkannya vs Honda.....Hebat banget dech Dokter dan Sahabatku........

Erik Tapan mengatakan...

Bu De sahabatku yang baik, apakabar? Terima kasih sudah berkenan singgah dan memberi komentar di sini.

Basuki Wibowo mengatakan...

Wah berapa amper tu baterenya pak,life time-nya? trs nnti klo batt-nya drop ato rusak mahal ngga gantinya + ada sparepart nya? nyawa mobil ini kyknya cmn ada di batere ya pak,klo rusak ya repot deh..he..he..he..

Erik Tapan mengatakan...

Maaf Pak Basuki, kalau terlalu teknis begitu saya kurang tahu. Nanti saya lihat di manual book-nya dan akan segera saya beritahu. Untuk baterei, sampai saat ini info dari TAM, belum ada yang rusak dari seluruh unit mobil di dunia.

Handrawan Nadesul mengatakan...

Kalo saja pemerintah menyadari berapa ongkos yang mesti dikeluarkan akibat makin buruknya lingkungan oleh polusi, nilai tambah jenis mobil ramah lingkungan jauh lebih tinggi dari sekadar mendongkrak pajak 3 kali lipat. Mematok pajak normal, sebetulnya akan lebih besar benefitnya bagi negara karena bisa menekan ongkos makin jeleknya polusi yang mesti dipikul negara akibat tidak memakai mobil ramah lingkungan. Buat kalangan dokter sebagai pioner pemakaian mobil ramah lingkungan, perlu harga yang lebih ditekan lagi kali ya. He he he....

Erik Tapan mengatakan...

Betul sekali Dr Hans. Selain efisiensi dalam pembelanjaan bensin, ditinjau dari bidang kesehatan pun bisa mengurangi polusi. Saya setuju para dokter harus diberi kesempatan untuk bisa mulai berpartisipasi menghijaukan lingkungan. Dari pada membeli mobil yang tidak ramah lingkungan.

Janti S. Wiyono mengatakan...

DokEr, jangan hanya pada para dokter dong yang harus diberi kesempatan/keistimewaan:) Para pemerhati lingkungan hidup juga dong?:)

Btw, selamat jalan2 ke Bandung dengan Toyota Prius, jangan lupa oleh2 ceriteranya ya?

Erik Tapan mengatakan...

M' Janti, tentu kesempatan diberikan kepada kita semua. Saya cuman mengusulkan saja, yang memutuskan tentu yang berwenang dan berkompeten. Salam.

Takhta Pandu Padmanegara mengatakan...

Wah seru sekali pak erik, mantapp, sunyi senyap... btw, itu prius yang waktu itu kita coba bareng atau baru lagi? memang pajaknya nauzubillah, coba pajaknya kecil, trus mobil2 ini meramaikan jakarta, polusi udara terkurangi, polisi suara ngga ada, lebih hebat lagi kalau ke depannya prius jadi full listrik.

ngomong2, kapan nih gendong saya pake prius?? he3

yadi mengatakan...

SELAMAT!!! Salam dari komunitas blogger unsri http://blog.unsri.ac.id

Mobil Bekas mengatakan...

Prius adalah mobil yang luar biasa. sebuah expresi masa depan atas mobil yang ramah lingkungan yang nyaman dan sehat. Sekedar berbagi informasi bagi Anda yang belum sanggup membeli Prius, ada mobil bekas sebagai alternatif. Silahkan klik Bursa Mobil Bekas Indonesia untuk info harga mobil, maupun yang ingin jual mobil bekas.

mobil irit mengatakan...

nice share. nice post. semoga bermanfaat bagi kita semua :)
keep update!
mobil irit