IdBlogNetwork

Traffic Ticket for Prius, unforgettable experience

Driving a Prius, the rarely car in Indonesia did not mean to be free of traffic tickets. Despite careful, the first Friday after Lebaran, I was given ticket by the officer. Its location at the crossroads between Pemuda road and Pramuka road. From the Arion Plaza (Pulo Gadung), I want to go to Bogor. Of course Prius turn left. Perhaps because the car less to the left, I incidentally passed the line of the road.




Prius di Tilang, pengalaman tak terlupakan

Mengendarai Prius, mobil langkah di Indonesia tidak berarti bisa bebas dari tilang (apa hubungannya ya?). Meskipun sudah berhati-hati, jari Jumat setelah lebaran, saya sempat ditilang oleh Pak Polisi. Lokasinya di perempatan antara jalan Pemuda dan Jalan Pramuka. Dari arah Arion Plaza (Pulo Gadung), saya yang hendak ke Bogor tentu mengarahkan mobil Prius belok ke kiri. Mungkin karena kurang pinggir, terlewatlah garis / marka di jalan.
Sebenarnya kejadian ini tidak sengaja karena memang tidak memperhatikan marka jalan. Benar atau tidaknya, bagaimana membuktikannya?

Kemudian saya diminta ke pos yang ada di perempatan jalan tersebut. Dijelaskan salahnya yang meskipun tidak terima ya terima saja. Oleh polisi tersebut dikatakan bahwa dendanya bisa mencapai Rp. 125.000 dan kalau tidak sempat bisa dititipkan.

"Wah terima kasih Pak", jawab saya. "Saya akan ngurus sendiri, khan kita mesti patuh pada hukum!!" Jawaban tersebut membuat polisi yang tadinya banyak ngomong mulai bersikap formal.

Selesai mengurus surat tilang, saya pun menjabat tangan polisi yang "patuh menjalankan tugasnya" tersebut. "Selamat menjalankan tugas Pak!"

Dalam ruangan / pos tersebut, saya sempat melihat beberapa mobil yang "melanggar" marka jalan. Sewaktu saya tanyakan kepada Pak Polisi yang menilang, "koq mereka tidak ditilang?". Jawab Pak Polisi tersebut, "Silakan tanya kepada polisi yang ada di jalan!!"

Mudah-mudahan dengan adanya tulisan ini, bisa memberi informasi kepada pembaca terutama pengguna jalan raya di Jakarta bahwa pada daerah tersebut kita mesti berhati-hati melihat marka jalan, patuh terhadap lampu lalu lintas dan yang penting, kalau ditilang ikuti prosedurnya saja. Biaya tilang sebenarnya "cuman" Rp. 41.000 saja.

Dengan demikian baik kita maupun Pak Polisi akan diringankan kerjaannya.

Pengendara mobil hibrid lebih sering kena tilang, sebuah studi pada 360.000 klaim asuransi kendaraan di San Fransisco

BTW, iseng-iseng saya minta tolong Paman Google untuk mencari hubungan antara TILANG dengan PRIUS.

Hasilnya cukup mengejutkan. Disebutkan bahwa Pengendara Kendaraan Hibrid lebih sering memperoleh TILANG dibandingkan dengan pengendara kendaraan konvensional. Studi yang dilakukan pada 360.000 klaim asuransi di San Fransisco membuktikan hal ini.

A key to the findings could be that the typical hybrid owner is more likely to live in a city, and urban drivers generally are cited for more traffic violations. Owners of the Toyota Prius, for example, racked up 65 percent more traffic tickets than conventional drivers, according to the study. The typical hybrid owner is also more likely to be a woman and older than average.

(source: http://www.hybridcars.com/hybrid-drivers/study-hybrid-drivers-get-more-tickets-25919.html)

Teori yang lain menyebutkan "Theories abound: perhaps hybrid drivers find themselves distracted by their new instrument panels."

(source: http://www.allcarselectric.com/blog/1022223_do-hybrid-drivers-get-more-traffic-tickets).

Sekarang saya mengerti kenapa pada Prius Generasi ke-3, tampilan LCD sudah dihilangkan. Ternyata... oh...ternyata.


View Larger Map

7 komentar:

Taufik mengatakan...

Dia pikir pak Erik orang kaya banget pak.. punya mobil yang gak ada duanya ^_^

Erik Tapan mengatakan...

Itu dia Pak Taufik. Koq yang ditilang cuman saya ya? Banyak mobil lain yang melanggar marka jalan, tidak ditilang.

Taufik mengatakan...

mmm... itu namanya apes pak. Itulah bedanya hukum lalulintas dengan hukum pajak. Hukum lalulintas gak pernah disosialisasikan hak dan kewajiban jika terjadi masalah dengan polisi. Semua rakyat sipil dianggap obyek yang mudah untuk dijadikan obyek tilang. Beberapa kali saya liat polisi gak pake helm naik motor, masuk jalur busway (mengawal mobil mewah entah milik siapa), naik trotoar yang merupakan hak pejalan kaki. Mana berani ada polisi yang menilang. Apalagi provoost yang setahu saya sebagai pengawas internal polisi, jarang nongol di jalan. Masak jeruk nilang jeruk? Jika marka jalan terhapus, tentunya kita boleh lewat situ dengan alasan larangannya sudah tidak berlaku lagi. Moral story-nya, lewati jalur yang sudah sangat kita hafal aturan lalu lintasnya. Jika belum pernah lewat, jalan perlahan dan selalu waspada dengan rambu2. Selalu berdoa sebelum keluar rumah supaya gak dapet apes. Biarlah Tuhan yang membalas kelakuan buruk si polisi, kita gak perlu jadi saksi balasan Tuhan kepada dia.

Pandu mengatakan...

Wah dikasih yang merah.. seharusnya minta yang biru pak.. he3, tapi ngga apa2lah, pengalaman buat si prius, kasian blm pernah..

satu2nya mobil hybrid yang ditilang

Erik Tapan mengatakan...

Mungkin ini TILANG PRIUS satu-satunya yang dikeluarkan oleh POLRI ya.

Anonim mengatakan...

hahaha, pengalaman unik juga ya

Bocor A mengatakan...

Pasti Ditilang Karena Dikira Ndorong Mobil di Jalan Raya...

**ndak bunyi mesin soale**