IdBlogNetwork

Kalgen, a sophisticated genomics laboratory in Indonesia


Kalgen's map just lying on my desk (fortunately not the time for 5S' inspection).That currently operates a sophisticated laboratory in Jakarta, had I know, but what exactly are examined in the laboratory until the time is still vague. There is a relationship with cancer or something so.

Until yesterday, Mr. Ferry came visit me. "Kalgen now have sophisticated laboratory tests!", Said Mr Ferry. "Yeah, I know. But what's so sophisticated?", I asked getting interested.

My conversations and Mr. Ferry then continues. The new I know (which makes me want to share this info to all my friends), that the checks are among the first in Indonesia, even probably in Asia. How come? Still according to Mr. Ferry, there were the doctors / hospitals / clinics from abroad who expressed a desire to check specimens on Kalgen, while knowing that the genomic inspection service has been made possible.


Cancer treatment is reassured
Many of us probably have ever heard of a cancer patient (call it brain cancer, colon, rectum, lung and breast) stage / extent) that despite being on chemo therapy so miserable, but in fact the results are encouraging, too. This means that unlike other patients who suffer from a kind of cancer, was in such poor patients, recovery has not been obtained. Although the drugs was given is expensive drugs.

Apparently, the present research experts know that even though the organ / cell / tissue attacked is the same, in fact there are cancer cells it was clever and can adapt to anti-cancer drug.

Well ... the key is here.
The tests already done on Kalgen laboratory is to see what kind of cancer cells which (in the level of the gene) that affects the patient so that doctors can give medicine to the right.

So little information, hopefully with this information can provide benefits to us all, especially for those who have relatives, friends who are currently planning cancer therapy.

If there is more info, I'll write back.

Closing
Thus cancer patients Indonesia, no longer need to fear going chemotherapy treatment. Hopefully we can all emulate the spirit of mother Rima Melati fully supported of course by his family and the people who love all around us.

In addition, we should be proud and believe it or not, it can happen, when we seek treatment overseas, doctors from Indonesia, the examination was sent to Indonesia, and the only thing that we receive from hospitals abroad is a service.

====================

Sudah
lama map Kalgen tergeletak begitu saja di meja kerja saya (untung belum saatnya inspeksi 5R). Bahwa saat ini telah beroperasi suatu laboratorium yang canggih, sudah saya tahu, tapi apa sebenarnya yang diperiksa pada laboratorium tersebut hingga saat itu masih samar-samar. Ada hubungan dengan kanker atau apalah gitu.

Hingga kemarin, Pak Ferry datang bertamu. "Pemeriksaan laboratorium Kalgen canggih lho!", kata Pak Ferry. "Iya, saya tahu. Tapi apanya yang canggih?", tanya saya mulai tertarik.

Perbincangan saya dan Pak Ferry kemudian terus berlanjut. Yang baru saya tahu (yang membuat saya ingin membagi info ini kepada teman-teman semuanya), bahwa pemeriksaan ini termasuk yang pertama di Indonesia, bahkan mungkin di Asia. Kenapa demikian? Karena masih menurut Pak Ferry, sudah ada dokter-dokter / rumah sakit / klinik dari luar negeri yang menyatakan keinginannya memeriksakan spesimennya di Kalgen, saat mengetahui bahwa jasa pelayanan pemeriksaan genomic ini sudah dimungkinkan.

Pengobatan kanker yang dinyamankan
Banyak dari kita mungkin sudah pernah mendengar ada pasien kanker (sebut saja kanker otak, usus besar, anus, paru dan payudara) pada stadium/tahap tertentu) yang meskipun sudah di kemo terapi sedemikian menderita, namun ternyata hasilnya tidak menggembirakan juga. Artinya berbeda dengan pasien lain yang menderita kanker sejenis, ternyata pada pasien yang malang tersebut, kesembuhan belum juga diperoleh. Padahal obat yang diberikan tergolong obat mahal.

Ternyata, semakin diteliti saat kini para ahli mengetahui bahwa meskipun organ/sel/jaringan yang diserang adalah sama, dalam kenyataannya ada juga sel-sel kanker-nya sudah pinter dan bisa beradaptasi dengan obat-obat kanker tersebut.

Nah...kuncinya di sini.
Pemeriksaan yang dilakukan pada laboratorium Kalgen tersebut adalah pemeriksaan untuk melihat jenis sel kanker yang mana (dalam tingkat gen) yang diderita pasien tersebut sehingga dokter bisa memberikan obat dengan tepat.


Demikian sedikit informasi, mudah-mudahan dengan informasi ini bisa memberi manfaat kepada kita semua, khususnya bagi mereka yang memiliki saudara, teman yang saat ini sedang merencanakan melakukan terapi kanker.

Jika ada info lebih lanjut, akan saya tulis kembali.

Penutup
Dengan demikian pasien-pasien kanker Indonesia, tidak perlu takut lagi akan pengobatan kemoterapi. Mudah-mudahan kita semua bisa meniru semangat Ibu Rima Melati yang didukung sepenuhnya tentu oleh keluarga dan orang-orang yang mencintai di sekitar kita.

Di samping itu, kita patut berbangga dan percaya atau tidak, bisa saja terjadi, saat kita berobat di luar negeri, dokternya dari Indonesia, pemeriksaannya dikirim ke Indonesia, hanya service-nya yang kita terima dari rumah sakit luar negeri tersebut.

21 komentar:

Muhamad I mengatakan...

Adakah untuk blood disorder Dok?

Marcella mengatakan...

Info buat kalangan non medis ada gak dok ? Misalnya tempat labnya dimana?

Ria E mengatakan...

Thanks infonya Dok.. Appreciate it..

Hendra H mengatakan...

Alamatnya dok klu ada tmn yg sakit kanker nanti disarankan suruh minta surat pengantar dari dokter yg dia periksa karena ini lab baru trus berlaku unt umum atau hanya instansi tertentu saja tq

Papinya Miyabi mengatakan...

Wow...
Nice info, doc...

But, where. ??..

Basuki W mengatakan...

Lokasinya dimana itu pak Erik?

Lita R mengatakan...

Great Innovation Doc...

Connie H mengatakan...

Thank you, Rik. Sharing yang sangat bermanfaat

Ritbey Nona mengatakan...

informasi yg sangat bermanfaat...mudah2an informasi ini semakin meluas sehingga lebih brmanfaat lagi khususnya kepada para penderita kanker yg lagi berjuang untuk bisa sembuh....salaam

Erik Tapan mengatakan...

@Muhamad
Setahun saya belum ada Pak. Kalau ada info lebih lanjut akan saya sampaikan.

@Marcella, @Hendra, @Papinya Miyabi, dan @Basuki, Alamatnya di Pulo Mas Pak. Detilnya nanti saya info kalau sudah diajak ke sana. :-)


@Lita, @Connie, dan @Ritbey, semoga informasi yang diberikan ini bermanfaat bagi kita semua. Saya kadangkala trenyuh melihat ada beberapa pasien kanker yang sudah memiliki harapan tinggi, rela menjalani penderitaan kemoterapi, eh...ternyata tidak berhasil juga. Puji Tuhan, saat ini teknologi untuk lebih mengecilkan risiko ketidak berhasilan ini sudah ada.
Saya dapat info terbaru, para dokter kanker umumnya sudah mengetahui hal ini, sehingga sebelum memberi terapi, mereka pada minta di test dulu, apa masih mempan terhadap obat yang akan diberikan atau harus diganti dengan obat yang lain. Maju dunia kedokteran Indonesia.

PT Karindo Alkestron mengatakan...

Ada alamat web-nya? Di mana? Thanks

Erik Tapan mengatakan...

Untuk sementara, bisa mengakses page di FB dahulu, http://www.facebook.com/pages/KalGen-Kalbe-Genomics/195811030349

Basuki W mengatakan...

Sip Dok.

Lakshmi N mengatakan...

Wah menarik ya, pemeriksaannya sampelnya diambil dari apa Dok, dari darah atau sediaan biopsi gitu ?
Kemudian pemberian kemoterapi tergantung dari jenis sel kanker yang ditemukan ? kira2 bgitu ya Dok ? apakah bisa dibedakan antara kanker yang primer dg yang sekunder (hasil metastase dari kanker primer?)
Jika memang betul-betul terbukti bermanfaat harusnya sudah disosialisasikan di RS2 ya .... (di RS tempat saya bekerja belum ada tuh ) Ok sukses KALGEN

Ferry Wardana mengatakan...

Buka cabang di Mataram dok...

Erik Tapan mengatakan...

@Basuki, thanks

@Lakshmi, menurut info pemeriksaan diambil dari biopsi. Tentu hal ini harus bekerjasama dengan ahli Patologi Anatomi. Jadi ahli PA yang mengirim sediaan tersebut (yang sudah dipastikan sel kanker) untuk diteliti. Ada info tambahan, Kalgen akan berpartisipasi dalam Kongres Nasional Ikatan Ahli Patologi Anatomi yang diselenggarakan di Medan awal bulan November ini.

@Ferry Wardana, tentu bisa bekerjasama dengan laboratorium / ahli patologi anatomi di Mataram.

Ferry Rende mengatakan...

Luar biasa. salut pada dr Erik Tapan yang sangat besar komitmennya membantu memberikan info2 yg berguna bagi kita semua..... KAPAN LAGI MUNCUL DI TV? KALO ADA WAKTU KE MANADO SILAHKAN MAMPIR DI STUDIO PACIFIC TV... GBU

Erik Tapan mengatakan...

Pak Ferry yang sudah jadi boz di Manado. Nanti kalau saya ke Manado akan kirim kabar. Mari kita goyang Manado dengan info-info terkini seputar kesehatan / kedokteran agar supaya masyarakat Manado tahu bahwa untuk pemeriksaan / pengobatan canggih-canggih tidak perlu berobat ke luar negeri. Apakah banyak orang Manado berobat ke luar negeri?

Heng Rudy 王神應 / 王秋鑫 mengatakan...

kalo kemo terapi itu produk gagal...
dikatakan sampai sekarang hanya 2,5% yang berhasil sembuh dan hidup... setelah menjalani kemo...

diet sayur dan buah juga mungkin boleh dipertimbangkan...
pola konsumsi daging dan makanan kemasan paling buruk

Erik Tapan mengatakan...

Terima kasih Rudy atas infonya. Jika tidak berkeberatan, bisa kami diberikan data yang valid, misalnya di website/URL mana bisa membaca klaim 2,4% keberhasilan kemo itu bisa dibaca?

Anonim mengatakan...

Dear all, alamat lab KalGen di komp. Bintang Toedjoe, jl. A. Yani no 2, jkt 13210. Telp 47860173 atau 70381283.
Blognya www.kalgenlab.wordpress.com
Kebanyakan pemeriksaan dr biopsi jd rujukan dr klinisi ke dktr PA lalu stlh dipersiapkan jaringannya baru dikirim ke Lab kami. Kecuali pemeriksaan BRCA bs dr darah.
@ ibu Laksmi: blh tau Ibu bekerja di RS mana?