IdBlogNetwork

KorSel menjadi negara pertama komersialisasi Terapi Stem Cell

Akhirnya ada juga negara yang akan meloloskan terapi stem cell untuk digunakan secara komersial. Melanjutkan berita-berita sebelumnya yang pernah ditulis di blog ini

1. Stem Cell untuk penyakit degeneratif
   "Masih uji klinik?
    Yup benar, kesemua terapi sel punca yang dilakukan masih dalam taraf uji klinik.
    Just info saja, sampai saat ini di seluruh dunia, terapi dengan sel punca masih berstatus uji klinik."

2. Indonesia Perlu Tingkatkan Riset Sel Punca
   "Sejumlah negara menyediakan anggaran cukup besar bagi pengembangan riset dan teknologi (termasuk riset sel punca), seperti Jepang 140 miliar dolar AS (3,4 % PDB), Jerman 70 miliar dolar AS (2,5%), Perancis 40 miliar dolar AS (2%), Korea Selatan 40 miliar dolar (3,1%) serta  Singapura 6 miliar dolar (2,5%), ujar Boenjamin."



Berita dari The Korea Herald Jumat 24 Juni 2011 menulis bahwa dalam waktu dekat BPOM Korea Selatan akan segera menyetujui pemanfaatan Stem Cell  untuk dikomersialisasi. Tentu ini berita gembira yang bisa segera memacu negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Hearticellgram-AMI
Nama produk yang akan segera diluncurkan itu adalah Hearticellgram-AMI, suatu terapi stem cell bagi serangan jantung akut. Rencananya produk yang dikembangkan oleh FCB-Pharmicell ini akan segera diluncurkan pada akhir bulan Juni 2011 ini. Lazimnya suatu produk yang bisa dikomersialisasi, produk ini telah melalui berbagai prosedur seperti uji keamanan dan validitas, uji klinik, dll.

Sebagai informasi, produk Hearticellgram-AMI  ini menggunakan stem cell somatik yang di extrak dari sel-sel penderita (autolog), kemudian di kultur di laboratorium stem cell dan secara langsung di injeksi ke jaringan otot jantung yang rusak.

1 komentar:

Tommy mengatakan...

Wah hebat. Bagaimana dengan Indonesia?
BTW, kalau untuk serangan jantung, berapa lama kulturnya?