IdBlogNetwork

Managing the Nation, Acara Inspiratif bagi Mereka yang Masih Peduli dengan Nasib Bangsa Indonesia

Taping Managing the Nation @ GrandStudio Metro TV
Di tengah hingar bingar informasi negatif yang sering di-ekspose berbagai media dalam negeri ternyata ada satu program yang melawan arus. Program yang dipandu “Manajer Satu Milyar” Tanri Abeng ini bisa kita saksikan di Metro TV setiap Hari Kamis pukul 8 malam.

Saya berkesempatan menyaksikan secara langsung rekaman acara yang akan disiarkan tgl 4 Agustus 2011. Acara yang bertema Sinergi Manajemen Sumber Daya Bangsa ini dimulai dengan perkenalan para narasumber oleh pemandu acara yang cantik.

Sebagai tamu kehormatan pada episode yang berdurasi 1 jam ini, adalah Bpk Suharna Surapranata (Menegristek RI) yang didampingi oleh Kepala BPPT, Bpk Marzan Iskandar, dr Boenjamin Setiawan (Senior Advisor Kalbe) serta Bpk Roby Muhamad (periset social media). Foto-foto terkait acara ini bisa diakses melalui http://on.fb.me/nqAOjf.

Masing-masing pihak mewakili institusi masing-masing secara bergiliran menjelaskan ide/usulan dan program guna memajukan bangsa dan negara kita ini. Ide-ide menarik pun luber dari mereka. Pada akhir acara, Tanri Abeng, mencoba merangkum dan memberi solusi dari cara pandang ilmu manajemen. Menarik untuk ditonton, terutama mereka yang masih peduli dengan nasib bangsa kita. Mudah-mudahan ada follow up dari solusi yang ditawarkan di acara ini.



Beberapa point yang bisa di-share:
  • Telah banyak contoh bangsa yang maju adalah mereka yang mau meng-investasi budget besar bagi penelitian dan teknologi. (Boenjamin Setiawan)
  • Dana tersebut bisa berasal dari pemerintah maupun swasta. (Suharna Surapranata)
  • Bagi bangsa yang baru berkembang, pemerintah selayakanya menjadi lokomotif upaya riset, seperti menyediakan infrastruktur dan insentif (pajak, dll.) (Tanri Abeng)
  • Banyak peneliti2/researchers bangsa Indonesia yang telah berkarya di luar negeri sayangnya sampai saat ini belum menemukan panggung di Indonesia. Malah ada "oknum" yang mempersulit aktifitas peneliti saat kembali di Indonesia. (Roby Muhamad)
  • Pekerjaan Rumah kita bersama adalah terus melakukan langkah bermakna guna menyingkirkan hambatan2 yang mempersulit iklim riset di Indonesia sehingga kita bisa juga menjadi bangsa yang maju dan sejajar dengan bangsa lain. (Marzan Iskandar)
  • Banyak contoh (salah satunya Korea Selatan) jika suatu bangsa bertekad untuk maju dan tetap konsisten dengan tujuan jangka panjang -siapapun yang berkuasa- maka cita-cita memajukan bangsa dan negara bisa segera terwujud.
  • Penghargaan (karir dll.) bagi para periset selayaknya disamakan dengan mereka yang memiliki jabatan struktural. (Tanri Abeng)

5 komentar:

Christian mengatakan...

Mr Erik Tapan, mantap euy muncul di Managing The Nation Metro tv bareng Pak Boen....

Lala mengatakan...

Acaranya bagus Pak Erik. Pemerintah sudah saatnya mendukung riset industri khususnya industri farmasi, agar tercipta kedaulatan, kemandirian riset dan bahan baku.

Lala mengatakan...

Bagus, salah satunya tentang tax incentive, terus sinergi akademi, supaya hasil riset bisa apply di bisnis, team dalam riset tidak hanya peneliti tapi ada unsur law, finance, marketing, dll. Muantapss..

Arief mengatakan...

Tentang reward peneliti dengan jabatan struktural, kelau berbeda maka semakin sedikit yang akan berminat menjadi periset. Padahal riset penting untuk menguatkan daya saing. Mudah-mudahan bisa didengar para pemangku kepentingan.

Erik Tapan mengatakan...

@ Pak Christian, thanks sdh mampir dan infonya.

@ Ibu Lala, mari kita semua bersama-sama memajukan riset di industri farmasi. Maju terus berkarya dimulai dari diri dan lingkungan terdekat kita.

@ Pak Arief, mudah-mudahan para peneliti bisa memperoleh yang terbaik di Indonesia sehingga kita memiliki banyak patent dan produk yang tinggi nilainya sebelum diekspor