IdBlogNetwork

Sukses melakukan e-government tapi tersangkut kasus korupsi dan ditahan


I Gede Winasa
Tertarik dengan promosi sahabat penulis, akhirnya saat yang dinantikan pun tiba. Kebetulan ada waktu untuk nongkrong di depan TV, Senin 24 Juli sekitar pkl 3 sore, penulis mencoba menyaksikan acara Radar TV. Saat itu sedang ditayangkan film dokumenter buatan tahun 2010 dari KBN Antara mengenai kesuksesan Kabupaten Jembrana di Bali melakukan e-government. 

Nama Jembrana sebenarnya sudah sering penulis dengar karena (1) kesuksesan menerapkan Asuransi Kesehatan / Pengobatan Gratis dan (2) melakukan komputerisasi pemerintahan (e-government). Saking suksesnya, Kabupaten yang dipimpin oleh seorang dokter gigi ini, bisa memperoleh berbagai penghargaan termasuk rekor MURI, padahal dari sisi pendapatan, kabupaten ini menempati ranking kedua termiskin di Propinsi Bali.



Prestasi Fenomenal lainnya
Ada prestasi fenomenal lainnya, ternyata Pemkab Jembrana telah berhasil melakukan e-voting untuk memilih kepala pemerintahan baik kelurahan hingga kabupaten. Jadi berbeda dengan masyarakat umumnya di Indonesia yang masih harus antri di TPS, berhadapan dengan persoalan DPT, dan lain sebagainya., penduduk Kabupaten Jembrana jika ada pemilihan kepala pemerintahan berbondong-bondong melakukan voting di depan komputer touchscreen. Hebat bukan?

Dalam salah satu situs ditulis "Kabupaten Jembrana juga telah memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupatinya, yang pada intinya pemilu tidak hanya boleh dilaksanakan dengan nyoblos dan nyontreng tapi juga dengan nyentuh di layar sentuh (touch screen). Dengan kata lain, Kabupaten Jembrana telah diijinkan untuk melakukan e-voting dalam Pemilihan Langsung Bupati dan Wakil Bupati jembrana. Namun karena kendala peralatan, biaya, dan kesiapan KPU (domain penyelenggaranya berbeda), pemilihan Bupati/Wakil Bupati yang lalu belum bisa dilaksanakan. Pelaksaaan yang sudah selesai dilakukan adalah pemilihan semua Kepala Dusun di Kabupaten Jembrana. Mulai bulan Januari 2011, telah dilakukan pemilihan Kepala Desa secara bertahap dengan menggunakan e-voting." 

Masih dalam tayangan tersebut, ditunjukkan juga bagaimana aparat pemerintahan bisa memantau kondisi (termasuk kondisi kesehatan) warga miskin dari depan komputer. Semua data warganya sudah ada dalam harddisk komputer tentunya.

Seberapa Cepat Indonesia Bisa Berubah?
http://imperiumindonesia.blogspot.com/2007/11/indonesias-super-leader-i-gede-winasa.html 
Ini salahsatu contoh besar seberapa cepat Indonesia bisa berubah menjadi negara maju. Ini bukan khayalan, bukan impian untuk masa depan, ini riil, sudah terjadi.
Di daerah yang tadinya miskin, terbelakang, minim sumberdaya, dengan kepemimpinan yang kuat bisa berubah cepat menjadi daerah termaju di Indonesia.
Ini beberapa keberhasilannya yang fenomenal :
  1. Pendapatan asli daerahnya naik drastis, tahun 2000 cuma 1 milyar, tahun 2006, sudah menjadi 11 Milyar! Kecil kalau dibandingakan banyak daerah lain, tapi pertumbuhannya, begitu fenomenal.
  2. Pendidikan Gratis. Biaya sekolah dari SD sampai SMA gratis samasekali, tidak ada pungutan ini, itu, anu. Gratis. Pemerintah pusat cuma memberikan 11 persen dari APBN untuk pendidikan. Daerah ini tidak hanya 20 persen, tapi 34 persen dari APBD!
  3. Sakit? Dokternya gratis, plus obatnya! Biaya kesehatan samasekali gratis, tidak ada biayanya. Jangankan di daerah lain di Indonesia, di Amerika saja yang seperti ini tidak ada!
  4. KTP, kartu kelahiran, gratis, plus ada asuransinya kematiannya.
  5. Pajak PBB sawah, gratis.
  6. Sudah sepenuhnya melaksanakan E-Government, dengan memakai open source software.
  7. Layanan pemerintah yang efisien, satu loket, cepat, dan anti korupsi.

LUPAKAN semua “elit” politik yang ada sekarang. Tidak pernah saya mendengar sebuah visi yang begitu jernih, tajam, dan begitu efektif seperti yang dimiliki seorang I Gede Winasa. Ia adalah bupati dari kabupaten Jembrana di Bali. 

Tidak seperti daerah lain di Bali yang ramai turis, Jembrana tidak banyak dikenal. Penghasilan daerahnya awalnya begitu minim, dan cuma berasal dari dua hal, “parkir dan pasar”. Tapi Winasa merubahnya secara drastis. Penghasilan daerah meningkat dengan cepat dan pelayanan kepada rakyat mencapai kualitas yang istimewa, excellent, bahkan dalam tingkat dunia sekalipun.


Siapakah otak dari semua itu?
Tidak lain dan tidak bukan adalah dia adalah I Gede Winasa, seorang doktor, guru besar dengan latar belakang pendidikan kedokteran gigi.
Karena penasaran dengan Prof. Dr. Drg. IG Winasa tersebut, penulis kemudian melakukan searching di google. Sangat terkejut akan hasil yang keluar seperti yang bisa dibaca di: http://regional.kompas.com/read/2011/01/19/15290475/Mantan.Bupati.Jembrana.Ditahan

Apalagi setelah membaca di: http://www.merdeka.com/peristiwa/suami-istri-bupati-sama-sama-tersandung-korupsi.html Ternyata bukan hanya Bpk I Gede Winasa yang ditahan, bahkan isterinyapun turut ditahan dengan kasus yang berbeda.

Harapan & himbauan dari seorang dokter yang berkecimpung dalam informatika kesehatan
Sebagai orang yang berkecimpungan dalam bidang kesehatan dan informatika, penulis hanya bisa mendoakan agar Bpk & Ibu I Gede Winasa bisa diberi kekuatan menempuh semua ini. Dan kepada pihak-pihak yang mengadilinya bisa berlaku seadil-adilnya termasuk mempertimbangkan prestasi yang telah ditorehkan beliau di Kabupaten Jembrana yang telah menjadi rujukan studi banding lebih dari 2.000 rombongan yang terdiri dari kalangan menteri, pejabat-pejabat Depdagri, Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala DInas, Camat, BPPT, pejabat-pejabat universitas, mahasiswa S1-S3, dsb.

Bagaimana pendapat Anda pembaca?

Links lainnya:

  1. http://www.lensaindonesia.com/2012/02/27/ini-dia-kronologis-kasus-korupsi-mantan-bupati-jembrana.html
  2. http://bali.antaranews.com/berita/18794/winasa-kembali-diseret-jadi-tersangka-pencucian-uang
  3. http://www.gatra.com/hukum/31-hukum/9329-icw-vonis-bebas-mantan-bupati-i-gede-winasa-janggal
  4. http://imperiumindonesia.blogspot.com/2007/11/indonesias-super-leader-i-gede-winasa.html



Tidak ada komentar: