Vscan USG genggam berguna untuk menurunkan angka kematian Ibu Indonesia

Vscan USG genggam GE Healthcare
Layaknya menggenggam handphone, saat ini para dokter Indonesia sudah  bisa menggunakan Vscan untuk meneropong kesehatan kehamilan seorang calon ibu. Dengan gadget keluaran GE Healthcare tersebut, dokter bisa mengintip alam rahim seperti:

  • apakah terjadi salah letak ari-ari / placenta pada kandungan
  • apakah janin berada di dalam atau di luar kandungan
  • apakah air ketuban dalam kandungan masih mencukupi
  • dlsbnya.


(dalam demo saat launching, Vscan bisa juga digunakan untuk melihat organ dalam pasien seperti: liver/hati, jantung, dll.)

Sayangnya, seperti dijelaskan dokter Kebidanan & Kandungan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Judi Endjun, perangkat hightech ini belum bisa mengeluarkan parameter seperti ukuran/lingkar janin (untuk mengetahui usia kehamilan) dan juga belum bisa menghitung denyut nadi janin. Di luar itu (termasuk gambar yang dihasilkan) tidak kalah dengan USG yang berukuran normal.

Seminar Stem Cell di bulan Oktober 2012


Akhir-akhir ini cukup sering kita mendengar iklan/informasi penggunaan Stem Cell. Baik itu pada penyakit-penyakit yang sukar diobati (jantung, osteoartritis, diabetes, dll.), maupun di bidang yang lebih menarik minat masyarakat seperti kedokteran anti aging / rejuvenation / regeneration (peremajaan kulit, pembentukan payudara, dll.)Sayangnya banjir informasi dari tempat yang menyediakan treatment stem cell tersebut, tidak diiringi dengan pengetahuan masyarakat yang baik dan benar mengenai apa itu stem cell (atau sel punca, dalam bahasa Indonesia), serta manfaatnya. Informasi yang baik dan benar sangatlah penting, agar kita semua bisa terhindar dari pemanfaatan metoda penyembuhan yang belum tentu benar, hasil rekayasa/"pencitraan" penjualnya. Seperti tagline blog ini "Pasien Cerdas, Dokter Senang".

Mencermati dan peduli hal tersebut, Perhimpunan Dokter seminat Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel (REJASELINDO) sebagai salah satu organisasi Dokter Seminat di bawah PB IDI bersama-sama dengan Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI), organisasi peneliti Sel Punca yang bernaung di bawah Kemenristek RI akan menyelenggarakan Seminar Stem Cell untuk peneliti, pelaku/praktisi/dokter dan masyarakat profesional lainnya yang berminat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini.

Keuntungan yang bisa diperoleh
Bagi peserta, bisa memperoleh informasi terkini mengenai Stem Cell dari dalam dan luar negeri. Dari luar negeri, Prof. DR. Dr. Ola Winqvist dari Swedia akan menjelaskan mengenai Stem Cell dan Immunotherapy, sedangkan dari dalam negeri praktisi Sel Punca Prof DR. Dr. Teguh Santoso, Sp.PD-KKV, FACC akan menjelaskan mengenai Pemanfaatan Sel Punca untuk Penyakit Jantung yang diikuti oleh teman sejawatnya dari Surabaya, DR. Dr. Ferdiansyah Sp.OT(K) yang akan menjelaskan mengenai pengalamannya dalam bidang Kedokteran Regeneratif terutama dalam bidang tulang (Ortopedi & Traumatologi).

Untuk peserta Dokter (anggota IDI) ada keuntungan lain
Tak kalah dengan pembicara ahli lainnya, DR Dr Tri Wahyu Murni, Sp.BTKV, MH Kes selaku Ketua Umum REJASELINDO akan menjelaskan mengenai Tantangan Dokter Indonesia dalam Peng-aplikasian Sel Punca di tempat praktek masing-masing. Suatu tema yang sangat menarik bagi para dokter Indonesia yang sudah tidak sabar menjalankan praktek Stem Cell.

Selain memperoleh bisa memperoleh discount (dengan mendaftar menjadi anggota REJASELINDO), setiap peserta akan memperoleh jumlah SKP yang lumayan, yaitu 6 SKP.

Rahasia Awet Muda

Di sela2 acara, mereka motret :)

Belum lama ini saya didatangi tim jurnalis dari Okezone. Diskusi cukup hangat mengenai Anti Aging atau Awet Muda berlangsung dengan cair di Klinik kami. Berikut salah satu laporannya yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca. Ditulis dari pandangan seorang jurnalis.

TAHUKAH Anda bahwa ternyata kita memiliki dua umur yang berbeda? Ya, kita punya umur yang disebut umur kronologis dan umur biologis. Salah satunya dapat kita buat lebih muda dan sehat.

Mungkin sebagian dari Anda belum tahu betul apa itu umur kronologis dan umur biologis. Umur kronologis adalah umur yang biasa ada di KTP kita, umur yang tidak bisa diubah ketentuannya. Sementara umur biologis adalah umur dari organ-organ yang ada di dalam tubuh kita, dan dapat berusia lebih muda atau lebih tua dari umur kronologis kita.