Aktifitas Erik Tapan di tahun 2013


Fwd: Bangkit dengan Bantuan Komunitas

Tulisan ini dikutip dari Tabloid Kontan 9 - 15 Desember 2013, hal. 39 yang merupakan bagian dari tulisan yang berjudul "Memang Sudah Sakit, Buat Apa Sedih Terus"  yang berkisah tentang "Kisah Inspiratif penderita Gagal Ginjal Kronis menjalani hidup dengan normal". Penulisnya adalah Surtan Siahaan.

Perasaan positif sangat penting bagi “kesembuhan” penyakit pasien ginjal kronis. Oleh karena itu, sangat penting untuk bergaul dengan sesama penderita gagal ginjal kronis.
Erik Tapan, Ketua Bidang Informasi dan Edukasi Indonesia Kidney Care Club (IKCC), mengatakan, terdapat banyak komunitas penderita ginjal di negara kita. Salah satunya adalah IKCC atawa Perkumpulan Sayang Ginjal Indonesia.

Komunitas ini didirikan oleh sejumlah pasien gagal ginjal beserta keluarganya dan orang-orang yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan ginjal.
Sejak berdiri tahun 2005 lalu, IKCC rutin mengadakan bermacam kegiatan, mulai sesi sharing hingga seminar kesehatan.
Komunitas ini juga bisa menjadi salah satu sarana pendamping bagi pasien ginjal bertukar informasi maupun saling menguatkan.
Dari sesi bertukar informasi dan kumpul sesama penderita ginjal, banyak manfaat yang bisa diperoleh, mulai dari tips untuk diet (makanan) hingga cara berolahraga. “Untuk memperbaiki tingkat kesembuhan penderita gagal ginjal, baik fisik maupun mental,” kata Erik lagi.

Tabloid Kontan Desember 2013: Memang sudah sakit, buat apa sedih terus

Tabloid Kontan ed. Desember 2013
Pada Kolom "Komunitas" Tabloid Kontan 9 - 15 Desember 2013 hal. 39, terdapat tulisan berjudul "Memang Sudah Sakit, Buat Apa Sedih Terus" yang berkisah tentang "Kisah Inspiratif penderita Gagal Ginjal Kronis menjalani hidup dengan normal".

Berikut kutipan dari tulisan hasil karya Surtan Siahaan:

Bagi kebanyakan orang, gagal ginjal adalah kiamat kecil. Meski sempat mengalami depresi hebat, sejumlah penderita ginjal bisa bangkit dan menjalani hidup seperti orang normal.

Kamis (5/12) lalu, sang surya masih terlelap di peraduan, langit Jakarta masih gelap  pekat, tapi Sri Murdiatisudah siap beraktivitas. Setelah membersihkan diri dan salat  subuh, perempuan 50 tahun ini lantas memasak untuk sarapan keluarganya. Sayur bayam bening dan telur goreng menjadi menu sarapan. Ketika jarum jam tepat menunjuk angka enam pagi, Sri pun siap berangkat kerja dengan ojek langganannya.Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sunter Agung 12, Jakarta Utara, ini sehari-hari mengajar murid kelas dua. Tingkah polah anak-anak SD yang lincah, serba ingin tahu, dan tidak bisa diam dia hadapi dengan sabar. Sekilas, tak ada yang istimewa dari keseharian Sri sebagai seorang pengajar. Tapi, siapa sangka, ibu dua anak ini adalah pasien ginjal kronis. Sejak tahun 2005, fungsi ginjalnya bahkan sudah divonis tinggal 25%. Alhasil, untuk memperpanjang hidup, ia wajib melakukan cuci darah alias hemodialisa (HD) dua kali dalam sepekan. Tak mudah menjalani hidup layaknya orang normal dengan fungsi ginjal hanya seperempat. Sri bahkan butuh perjuangan selama setahun untuk menemukan kembali semangat hidupnya sejak divonis gagal ginjal.

Indosat via Arena Musik mulai berulah

Sempat heboh beberapa waktu lalu yang kemudian sampai dilarang oleh pemerintah, kembali modus operandi pencurian pulsa dimulai. Memang sampai saat ini belum terbukti ada pulsa yang hilang (karena memang baru dimulai), namun melihat cerita di bawah ini, akankah si pencuri pulsa beraksi kembali.

Ceritanya pada Minggu 8-Dec-2013 saya menerima SMS dari 909 Indosat seperti ini:
"Pelanggan Arena Musik Yth, mulai tanggal 10 Des akan diberlakukan biaya berlangganan dan Anda akan dikenakan biaya Rp. 1500/hari. Reply UNREG jika tidak setuju."

Tentu saja saya tidak langsung mengirim UNREG karena merasa tidak melakukan REG. Hal ini dibenarkan oleh petugas @IndosatCare yang menjawab:
"Jika tidak berlangganan tidak akan terpotong, silakan cek statusnya terlebih dahulu untuk memastikan terdaftar atau tidak dengan ketik STAT kirim ke 909. Terima kasih.^AD"

Saya pun segera mengirim SMS ke 909 (tidak tahu apakah ada pemotongan pulsa atau tidak) dengan isi "STAT".

Apa yang terjadi?
"Selamat layanan INDOSAT ARENA MUSIK anda telah diperpanjang dengan gratis biaya berlangganan. Untuk STOP hubungi *999# atau ketik UNREG kirim ke 909."

Hebat bukan?
Diskusi via DM


Fw: "Filosofi Bersepeda"

Teman-teman yang hobby bersepeda, pasti tahu benar bagaimana nikmatnya bersepeda. Cerita inspirasi yang saya peroleh dari internet ini pasti bisa dijiwai. Selamat menikmati dan berhari Minggu.
Terima kasih kepada penulisnya.

Filosofi Bersepeda

Ada tanjakan ada turunan…

Saat sedang menanjak, janganlah terlalu bernafsu mencapai puncak.

Atur nafas, atur tenaga, konstankan putaran, supaya efektif mencapai puncak. Dan konsentrasi tetap ada untuk menghadapi turunan.


Saat sedang menurun, janganlah kaget hingga terlalu cepat menarik rem. Kamu akan terjungkal dan makin terpuruk.

Ikuti alur jalannya....
Seimbangkan rem-nya...ambil momentum putarannya, hingga saat kamu menanjak kamu tidak membuang banyak tenaga.

Bersepeda itu bukan masalah jumlah kilometer. Tapi lebih pada menikmati setiap kayuhan untuk mendapatkan tiap kilometer itu.

Begitu pula kehidupan. Hidup menarik bukan karena jumlah umur, tapi bagaimana kita menikmati setiap detik untuk mendapatkan umur tersebut.

Seminar Sehari Biorepositorium dari REJASELINDO, AIFI, ASPI & YARSI

Perhimpunan Dokter Seminat Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel Indonesia (REJASELINDO) bersama Asosiasi Ilmu Forensik Indonesia (AIFI), Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI) dan Universitas YARSI mengadakan Simposium Biorepositorium Nasional I dengan tema:

Samples Management, Ethical and Legal Issues

Pembicaranya antara lain:

  • Prof. R. Sjamsuhidajat
  • Prof. Amin Soebandrio
  • Prof. Muhammad Sudomo
  • DR. Dr. Ferdiansyah Mahyudin
  • DR. Dr. Yoni Syukriani
  • Dr. Ferryal Basbeth
  • DR. Usman 



Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Acara ini akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Rabu, 27 November 2013
Waktu        : Pkl. 07:30 - 15:00 WIB
Tempat       : Auditorium Ar-Rahim
                    Menara YARSI, lt. 11
                    Jl. Letjen Suprapto kav. 13
                   Cempaka Putih Jakarta Pusat

Biaya        : Dokter Spesialis    : Rp. 600.000
                   Dokter Umum         : Rp. 500.000
                  Mahasiswa/masyarakat: Rp. 350.000
                  Anggota REJASELINDO : GRATIS (untuk 20 pertama)

Peserta akan mendapatkan
- Simposium Kit
- Buku "Isu Etik dalam Penelitian di Bidang Kesehatan"
- Sertifikat IDI dengan akreditasi
- CD Materi
- Makan siang dan snack
- Rapat pada akhir simposium (dengan konfirmasi max 40 orang)

Cara menjadi Anggota REJASELINDO, silakan klik: http://www.eriktapan.com/2013/11/cara-menjadi-anggota-rejaselindo.html

Parkir nyaman di tempat parkir JCC

Siapa belum kenal dengan Jakarta Convention Center (JCC). Hampir setiap Minggu ada saja pameran yang berlangsung di JCC. Pameran properti, gadget, mobil hingga simposium berskala Internasional sering berlangsung di sana.

Sudah lama saya tidak mengunjungi JCC. Rupanya ada yang berubah saat ini. Jikalau setahun yang lalu, para pengemudi harus beradu mulut dengan preman-preman parkir, namun saat saya mengunjungi JCC sebulan yang lalu, para tukang parkir tidak segalak seperti dulu. Bayar Rp. 2.000 pun (diluar parkir resmi), mereka tidak mempermasalahkan lagi.

Punyakah Anda pengalaman yang tidak menyenangkan di JCC?

Seminar Sehari Terapi Sel dari REJASELINDO, Kalbe & SCI

Poster Seminar REJASELINDO
Teman2, ada info menarik dari dunia Terapi Sel.

Kalau ingin mengetahui perkembangan terkini Terapi Sel (termasuk stem cell), jangan sampai ketinggalan seminar yang satu ini.

Hasil kerjasama antara Rejaselindo** (Perhimpunan Dokter Seminat Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel) dengan Kalbe dan Stem Cell and Cancer Institute.

Bertema "Increasing Quality of Life through Cell Therapy" seminar ini menghadirkan pembicara terkenal dari dalam dan luar negeri seperti:
  • Dr. Boenjamin Setiawan, PhD
  • Prof Sheng Ding, PhD*
  • Prof Ola Winqvist, MD, PhD
  • Ahmad Utomo, PhD
  • Lev Verkh, PhD
  • Yuyus Kusnadi, PhD
  • Dr. Stephen Epstein
  • Prof DR. Dr. Teguh Santoso, SpPD

Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Sdri Poppy F Arifin, poppy.arifin@kalbe.co.id, HP: 08131047773

*Sheng Ding, penemu IPS (induced pluripotent stemcell). Calon penerima hadiah Nobel.
**HTM discount 50% bagi anggota REJASELINDO, cara mendaftar menjadi anggota REJASELINDO, klik ini: http://www.eriktapan.com/2013/11/cara-menjadi-anggota-rejaselindo.html

Cara menjadi anggota REJASELINDO

Cth Kartu Keanggotaan REJASELINDO
REJASELINDO adalah Perhimpunan Dokter Seminat Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel Indonesia merupakan perhimpunan para dokter Indonesia (dari berbagai disiplin ilmu/spesialis) yang menekuni Terapi Sel (termasuk stem cell) dan Rekayasa Jaringan. REJASELINDO bernaung di bawah PB IDI.

Keuntungan menjadi anggota REJASELINDO

  • bisa menerima info terkait kegiatan Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel (termasuk Sel Punca / stem cell) melalui milis REJASELINDO
  • nama anggota dan tempat praktek akan dimuat dalam website REJASELINDO
  • memperoleh discount pada acara-acara Kedokteran yang diselenggarakan oleh REJASELINDO maupun institusi/organisasi lain yang bekerjasama dengan REJASELINDO (cukup dengan menunjukkan kartu anggota)
  • memperoleh Kartu Keanggotaan (debet card) yang unik (logo REJASELINDO) bekerjasama dengan VISA International
  • dll.


Gerakan Peduli ASI RSIA Evasari

Gerakan Peduli ASI adalah suatu gerakan yang mengajak masyarakat untuk peduli terhadap pemberian ASI kepada calon-calon pemimpin bangsa. #GerakanPeduliASI

RS Awal Bros Group melalui RSIA Evasari mencanangkan #GerakanPeduliASI pada tanggal 22 Juni 2013. Sampai sekarang sudah banyak masyarakat Jabodetabek yang bisa menikmati layanan dari Klinik Laktasi, prosedur Inisiasi Menyusui Dini dan Kurir ASI dari Rumah Sakit tersebut.

Khusus Kurir ASI yang merupakan salah satu alternatif solusi bagi para ibu bekerja untuk memenuhi kebutuhan nutrisi terbaik bagi bayinya, RSIA Evasari merupakan Rumah Sakit pertama di Indonesia yang mengintegrasi layanan menjemput, menyimpan dan mengantar ASI kepada bayi yang terpisah dari ibunya dengan diawasi oleh dokter bersertifikat Konselor Laktasi.

Jika tertarik dengan layanan ini, segera hubungi 021-4246630
Jangan lupa follow twitternya di @rsiaevasari serta Like fan page:
https://www.facebook.com/Gerakanpeduliasi

Komnas Lansia, ternyata aturan ttg pelayanan Lansia banyak lho

dr Asviretty, Ketua Pokja II Komnas Lansia
Seminar yang diselenggarakan oleh Komnas Lansia di Jakarta 30 September 2013, menunjukkan bahwa ternyata aturan perundangan yang berkaitan dengan pelayanan untuk mendapatkan kemudahan penduduk lansia (berusia 60 tahun ke atas) itu banyak. Sayang dalam kenyataannya, belum banyak yang menerapkannya (terutama di kalangan swasta) alias belum terimplentasi dengan baik. Beberapa penyebabnya adalah: belum adanya law enforcement yang bisa saja disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai hal ini. Demikian kesimpulan setelah saya menghadiri seminar yang berjudul "Hasil Kajian Implementasi Kemudahan Penggunaan Sarana dan Prasarana Umum"

Dalam pembukaannya, Ketua  II Komnas Lansia, H. Toni Hartono mengatakan bahwa peningkatan penduduk lansi di Indonesia tergolong tercepat dibanding kelompok usia lainnya. Pada tahun 2000, prosentase penduduk Lansia adalah 7,18% dari totol penduduk dan diprediksi akan menjadi 2 kali lipat pada tahun 2020.

Cara mendownload BBM untuk Android #bbmviaandroid

Meskipun batas waktu yang telah dijanjikan telah usai, namun sampai saat ini, para androiders rasanya harus bersabar. BB masih tetap tidak mau melepaskan BBM-nya untuk para androiders di Indonesia. Hal ini berbeda dengan para pengguna Iphone di Australia, New Zealand bahkan di Malaysia. Mereka begitu dimanjakan oleh perusahaan yang dulunya bernama RIM ini.
Meskipun di-isu-kan bahwa pengguna BBm di Indonesia cukup banyak (dan rajin), namun mereka harus menunggu lebih sabar lagi. Sudah banyak kejadian yang mengungkapkan bahwa cinta pengguna BBm di Indonesia hanya bertepuk sebelah tangan. Contoh yang lain, adalah tidak adanya nama kota2 di Indonesia untuk set time di BB seperti Jakarta (Indonesia Barat), Makassar (Indonesia Tengah), dll.

Memang beberapa waktu yang lalu, sempat muncul file berekstension *.apk yang bisa diunduh, namun sebagian besar file2 ini berasal dari developer yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu kita harus berhati-hati jangan sampai mendownload aplikasi yang tidak bertanggung jawab.

Lalu bagaimana bisa mengetahui bahwa aplikasi yang akan kita unduh itu adalah file resmi?
Ada beberapa cara:

  1. Memasukkan email address kita di website http://www.bbm.com (hanya bisa diakses dari gadget)
  2. Follow Twitter @BBM
  3. Follow Twitter http://www.twitter.com/eriktapanmd
  4. Memantau URL ini: http://bit.ly/bbmviaandroid (recommended)
    Hingga saat tulisan ini dibuat, ada tiga aplikasi yang ada di URL di atas, yaitu:
    1. BES10 Client
    2. Work Space Manager
    3. Secure Work Space

Namun jangan salah, aplikasi bbmviaandroid bukan salah satu file di atas
Kita tunggu saja, atau follow @eriktapanmd untuk mengunduh file terpercaya hanya dari Playstore.

Seminar Peran Perguruan Tinggi dalam penanganan Lansia oleh Komnas Lansia

Tidak terasa, diakui atau pun tidak, usia harapan hidup rata-rata penduduk Indonesia sudah meningkat. Angka pada tahun ini (2013) adalah 72 tahun. Kondisi ini membuat jumlah penduduk lansia (mereka yang berusia sama atau lebih dari 60 tahun) di Indonesia meningkat. Data dari Susenas Kemensos menunjukkan bahwa  jumlah penduduk lansia berusia 80 tahun ke atas saat ini sudah mencapai 1,5 juta orang atau sekitar 7% dari jumlah penduduk lansia di Indonesia. Demikian penjelasan Toni Hartono, Ketua II Komnas Lansia saat membuka Seminar Hasil Kajian Potensi Peran Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lanjut Usia melalui wadah Penggiat Lansia, di Hotel Acacia, Rabu 11 September 2013.

Melalui Pokja V Komnas Lansia yang diketuai oleh Prof Clara, sejak tahun lalu, telah diadakan workshop kepada 10 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia mengenai program pemberdayaan lansia melalui suatu wadah penggiat yang dinamakan Silver College.

Latar belakangnya adalah, diantara para lansia yang saat ini sudah berjumlah 23,9 juta (2010), terdapat lansia potensial dengan pendidikan yang tinggi, memiliki keahlian di bidang tertentu yang layak diberdayakan. Dengan demikian lansia potensial tersebut dapat mengamalkan ilmu dan pengalamannya serta bisa memberi makna kehadirannya sebagai warga terhormat, bukan warga renta yang sudah tidak berdaya dalam pandangan masyarakat dan keluarga.

Mereka yang mendukung Silver College
Berikut 10 propinsi yang sudah menerima sosialisasi dan bersedia join pada Program Silver College yang dimotori oleh Komnas Lansia:


  1. Nusa Tenggara Timur
  2. Maluku
  3. Sulawesi Utara
  4. Bali
  5. Kalimantan Tengah
  6. Nusa Tenggara Barat
  7. Sulawesi Tengah
  8. Jambi
  9. Sumatera Selatan
  10. Papua

Mari belajar Bahasa Indonesia

sumber gambar: http://novtani.wordpress.com/
Tiba2 nama Vicky menjadi top. Dibahas pada berbagai media, termasuk social media. Saya sendiri pun mengulas hal ini pada media internal perusahaan kami. Terus terang, saya pribadi, tidak bermaksud merendahkan seseorang (apalagi tidak kami kenal dan tidak ada urusannya dengan kami), namun pembahasan tersebut hanya sebagai contoh kasus yang perlu dipelajari. Betapa seseorang begitu menggampangkan cara bertutur kata. Mungkin saja, suatu waktu kita pernah melakukan hal ini (kesalahan bertatabahasa yang baik dan benar) namun dalam skala yang tidak terlampau ekstrim. Jadi masih bisa ditolerir. Dengan adanya peristiwa ini, hendaknya bisa menyadarkan kita semua, betapa pentingnya belajar berbahasa yang baik dan benar.

Belajar artinya kita mesti meluangkan waktu untuk mempelajarinya. Buka kembali buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia kita atau cari website khusus yang membahas hal ini. Bahasa Kita - Bahasa Indonesia adalah suatu alat komunikasi yang efisien dan efektif jika kita bisa menggunakannya secara baik dan benar. Bahasa Indonesia yang telah diperjuangkan puluhan tahun jangan menjadi rusak karena berbagai faktor, terutama karena ke-ego-an kita atau kelompok kita. Masih banyak negara di dunia yang belum memiliki bahasa persatuannya. Kesalahan kita berbahasa bisa menyebabkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Akibatnya bisa merugikan baik bagi kita maupun yang mendengarkannya. Bagaimana pendapat Anda?

Penipuan menggunakan profesi dokter di iklan

Mempromosikan produk kesehatan tentu sah-sah saja. Tetapi jika sampai memalsukan nama dokter sebagai pengasuh artikelnya tentu perlu ditanyakan etikanya. Berikut penjelasan Androlog, Prof Dr Wimpie Pangkahila :

Penipuan menggunakan nama dokter di iklan

Penipu di negeri ini semakin kreatif. Masyarakat awam yang membaca iklan di Pontianak Post di samping ini, boleh jadi yakin bahwa ini rubrik yang memang diasuh oleh seorang dokter spesialis Andrologi di Jakarta.

Tahukah Anda bahwa ini ternyata hanya iklan untuk menjual produk yang belum diketahui kebenaran klaimnya. Lebih mengerikan lagi, begitu lanjut Guru Besar FK Udayana, ternyata nama dokternya fiktif. Jadi tidak ada dokter spesialis bernama seperti itu.



Rajin Merawat Wajah = Investasi Awet Muda

Majalah Kartini Edisi Anti Aging
Saat ini banyak sekali penawaran perawatan kecantikan mulai dari salon, klinik kecantikan hingga di rumah-rumah sakit. Metodenya pun sangat beragam. Mulai dari yang biasa-biasa / konvensional hingga yang nyeleneh. Dari yang paling ekonomis hingga yang harganya selangit.

Mencermati hal tersebut, Majalah Kartini edisi khusus Anti Aging memuat wawancara dengan salah satu ahli kecantikan, Dr Lalan Melia, Dipl CIDESCO, mengenai dasar-dasar perawatan kecantikan. Tujuannya agar masyarakat -setelah membaca artikel pada halaman 60 - 62- yang berjudul "Rajin Merawat Wajah = Investasi Awet Muda", bisa mengetahui dasar-dasar perawatan kecantikan dan menjadi bijak memilih mana yang cocok untuk diterapkan pada diri maupun keluarganya.

Jangan sampai kehabisan Majalah Kartini edisi Anti Aging ini. Jangan lupa juga, Anda bisa berpartisipasi mengisi polling-nya di: http://bit.ly/aa_kartini.

Semoga bermanfaat. Jadilah konsumen Anti Aging yang pintar dan bijak.

Anti Penuaan ala Medis, Majalah Kartini edisi Anti Aging

Majalah Kartini edisi Anti Aging
Selama ini treatment Anti Aging sering dikonotasi dengan biaya mahal. Pada majalah Kartini edisi Anti Aging hal. 134 - 135, bisa kita temukan tips bagaimana menjalankan metode anti aging yang murah meriah. Jangan sampai kehabisan membeli majalah Kartini yang mengulas lengkap mengenai Anti Aging ini. Selamat membaca.

Gathering XXIII KOWAS: Rahasia MESTAKUNG ala Yohanes Surya

Bersama Prof Yohanes Surya Ph.D.
Sering mendengar mengenai Mestakung (seMESTA menduKUNG), akhirnya kesampaian juga saya bertemu langsung dengan Prof Yohanes Surya Ph.D. Bertempat di Aula Gedung Gramedia Matraman, Sabtu 7 July 2013, anggota perkumpulan KOWAS mengadakan gathering. Pertemuan ke-23 dari organisasi para senior tersebut (peserta minimal berusia 50 tahun), diisi dengan pemaparan yang menarik mengenai rahasia sukses meraih impian ala Mestakung. Pada akhir acara Pak Yo memberi semangat para peserta untuk melakukan hal yang "menakutkan" seperti: duduk di kursi beralaskan paku, berjalan di atas beling dan memecahkan botol softdrink menggunakan tangan kosong. Dengan percaya diri (dan tentu bimbingan dari ahlinya) para peserta akhirnya berani dan berhasil melakukan hal ini.

Seminar Mestakung

Pada seminar tersebut secara gamblang, pria kelahiran Jakarta 6 November 1963 menceritakan suka dan dukanya mengantar Indonesia menjadi juara Olimpiade Fisika pada tahun 2006. Bayangkan, suatu penghargaan/prestasi yang sebelumnya tidak pernah dicita-citakan satu orang Indonesia pun.

Selanjutnya, Pak Yo bercita-cita mewujudkan universitas yang bisa mengungguli Massachusetts Institute of Technology / MIT. Target waktu pun ditetapkan yaitu, "hanya" 17 tahun dari sekarang alias tahun 2030. Di tahun tersebut akan ada satu universitas di Indonesia yang bisa mengalahkan salah satu universitas top dunia yang berlokasi di Boston AS yang sudah berdiri sejak ratusan tahun.

Melihat semangat tersebut, saya jadi berpikir, berapa banyak orang Indonesia yang mempunyai cita-cita semulia (dan senekad) ini?

Mungkinkah itu?
Pasti bisa dengan rahasia Mestakung a.k.a "di mana ada kemauan di situ ada jalan".


Tips menyamakan karir dengan passion Anda

Tulis Stress Anda

Mengerjakan pekerjaan sesuai dengan passion adalah sesuatu yang ideal. Sayang tidak semua orang bisa bekerja sesuai passion masing-masing. Atau mungkin ada yang bertanya-tanya, apakah pekerjaan kita saat ini sudah sesuai dengan passion kita.

Menurut Koran Tempo hari ini, 30 Juni 2013, jika kita senang mengerjakan sesuatu sampai lupa makan, lupa minum dan tahu-tahu sudah pagi hari, itulah passion kita.


Untuk menentukan apakah pekerjaan kita sudah sesuai passion kita, simak tanda-tanda berikut ini:


  1. Apakah Anda senang pada Senin pagi seperti halnya Jumat sore?
  2. Apakah Anda bekerja dengan orang-orang yang memiliki nilai-nilai yang sama?
  3. Apakah Anda bangun di pagi hari dan berharap menemukan tantangan baru?
  4. Apakah pekerjaan Anda  memberi makna dan tujuan baik bagi perusahaan maupun Anda?

Gerakan Peduli ASI #GerakanPeduliASI


Penelitian dr Ray Basrowi MKK, menemukan bahwa hanya 32 persen pekerja sektor formal atau pekerja  kantoran yang memberi ASI Eksklusif. Padahal penelitian terbaru menyebutkan bahwa -selain informasi terdahulu seperti bisa meningkatkan daya imunitas, dll.- bayi yang diberi ASI otaknya berkembang 30% lebih pesat dibandingkan teman sebayanya yang tidak diberi ASI. Juga dengan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan bisa menekan potensi leukemia (kanker darah) pada anak hingga 30%, seperti yang dijelaskan dr Edi Setiawan Tehuteru, staf dokter bagian Onkologi Anak RS Kanker Dharmais.

Melihat kondisi yang kontras antara keuntungan yang diperoleh dan minimnya Ibu yang melaksanakan pemberian ASI Eksklusif, saya menemukan suatu fanpage yang baik bagi kita yang prihatin dengan masalah ini untuk bersama-sama sharing / diskusi di: http://www.facebook.com/GerakanPeduliASI.

Silakan di-LIKE fanpage tersebut, jangan lupa memberi tagar #GerakanPeduliASI pada setiap informasi yang kita berikan dalam hubungannya dengan kampanye Gerakan Peduli ASI ini.

Dukungan dan kebersamaan kita semua sangat diharapkan. Baik dari yang ahli maupun dari yang baru mulai tertarik.

Mudah-mudahan dengan gerakan kecil kita bersama ini, bisa memberi hasil yang maksimal demi kemajuan bangsa dan negara ini.

Link:

  1. Fanpage Gerakan Peduli ASI, http://www.facebook.com/GerakanPeduliASI
  2. Hanya 32 persen wanita kantoran di Jakarta yang beri ASI Eksklusif, http://health.detik.com/read/2013/05/14/151312/2245497/1300/hanya-32-persen-wanita-kantoran-di-jakarta-yang-beri-asi-eksklusif
  3. Otak Bayi yang diberi ASI berkembang 30% lebih pesat, http://life.viva.co.id/news/read/420279-otak-bayi-yang-diberi-asi-berkembang-30--lebih-pesat
  4. ASI bisa tekan potensi Leukimia anak hingga 30 persen, http://www.indonesiarayanews.com/news/kesehatan/02-22-2013-22-22/asi-bisa-tekan-potensi-leukimia-anak-hingga-30-persen

Proteksi Data Rekam Medis KJS

Jakarta, PKMK. Data rekam medis yang direncanakan disimpan dalam chip di Kartu Jakarta Sehat (KJS) sebaiknya diberi proteksi. Bentuk proteksi itu bisa berupa password ataupun PIN. Dengan demikian, seandainya KJS hilang dari pemegangnya, data rekam medis itu tidak mudah disalahgunakan pihak lain, ungkap dr. Erik Tapan, pengamat informatika kedokteran dari Perhimpunan Informatika Kedokteran Indonesia (Pikin) di Jakarta (29/5/2013). Erik mengatakan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kapasitas penyimpanan (memori) chip di KJS itu. Kapasitas tersebut kemungkinan tidak besar. Maka, langkah ini harus diambil untuk mengatasi hal itu. "Sebaiknya, data tersebut disimpan dalam server. Sehingga kapasitasnya lebih besar," kata direktur Klinik L' Melia tersebut.
Terlepas dari kelemahan tersebut, keberadaan chip penyimpan data rekam medis di KJS itu berpotensi mendorong terbentuknya jaringan rekam medis elektronik antar-rumah sakit ataupun antar-banyak lembaga. "Sejauh ini, beberapa rumah sakit di Jakarta sudah merintis jaringan itu. Tapi masih terbatas dalam satu grup," kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Manado) tersebut. Kini di Indonesia, rumah sakit yang menggunakan rekam medis elektronik cukup banyak. Namun, masih dijalankan bersama dengan rekam medis manual. Penyebab hal itu, pertama, persoalan infrastruktur (hardware ataupun software) yang mahal. Maka, rumah sakit banyak yang membuat rekam medis elektronik dengan menggandeng perusahaan lokal. Di sini, rumah sakit tidak serta merta beralih penuh ke rekam medis elektronik. Kedua, tenaga medis di rumah sakit banyak yang belum terlalu familiar dengan rekam medis elektronik. "Meski begitu, kini hal itu mulai teratasi," kata Erik. Di beberapa negara maju, data rekam medis pasien dikumpulkan dalam satu server. Kata Erik, "Kemudian, dengan persetujuan si pasien, data tersebut bisa diakses secara elektronik oleh rumah sakit lain."

(sumber: http://www.kebijakankesehatanindonesia.net/component/content/article/73-berita/1655-proteksi-data-rekam-medis-kjs.html)

Jangan pandang enteng jika sakit kepala & pusing

dr Pukovisa SpS sedang menjelaskan ttg Migren
Pusing dan Sakit Kepala adalah gejala yang sudah sangat merakyat. Begitu merakyatnya gejala ini, hingga di pasar tersedia berbagai macam cara mengatasinya, mulai dari yang sudah terbukti (istilah kerennya "evidence based") hingga yang masih berupa mitos.

Untuk membekali pengetahuan para dokter, khususnya dokter umum sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, maka CME Departemen Neurologi FKUI/RSCM bekerjasama dengan IDI cabang Jakarta Pusat pada Sabtu, 25 Mei 2013 mengadakan acara yang diberi nama Workshop dan Mini Simposium Sehari Vertigo dan Migren di Hotel Sofyan Betawi Jakarta.


Sesi Pertama Vertigo
Dr. Freddy Sitorus, Sps(K) memulai sesi ilmiah pertama dengan menjelaskan bagaimana membedakan Vertigo Vestibuler Sentral dan Perifer, yang diikuti pemaparan Penatalaksanaan Vertigo baik yang menggunakan bukan-obat (non-medikamentosa) maupun obat-obatan (medikamentosa). Ternyata ada cara mengatasi vertigo tanpa menggunakan obat-obatan kimiawi.

Selesai pemaparan 2 ahli vertigo tersebut, para dokter mengikuti wokshop berupa cara memeriksa pasien yang datang dengan keluhan Vertigo. Kembali dengan lincahnya dr Freddy memperagakan (langsung menggunakan "pasien") bagaimana cara menganamnesis (wawancara) maupun pemeriksaan neurologisnya.

Pencegahan Kemiskinan & Asuransi Sosial Orang Tua Indonesia bersama Komnas Lansia & CAS UI

Bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, 8 Mei 2013 yang lalu, telah dilaksanakan Southeast Asian Countries Meeting and Workshop on "Older Person's Social Security and Poverty Prevention" oleh Komite Nasional Lanjut Usia / KOMNAS LANSIA (National Commission for Older Persons (NCOP)) yang bekerjasama dengan Pusat Studi Keorangtuaan UI / Centre for Ageing Studies Universitas Indonesia (CAS-UI) Jakarta.

 Latar belakang acara ini menurut Ketua 2 Komnas Lansia, H. Toni Hartono karena melihat perubahan demografi dari negara-negara ASEAN terutama perkembangan jumlah penduduk usia lanjut. Saat ini, secara global ada sekitar 810 juta (11%) penduduk dunia berusia 60 tahun dan lebih. Diperkirakan pada tahun 2050 akan menjadi 20% yang mana pada tahun 2047, jumlah lansia akan melewati jumlah anak-anak yang berusia 14 tahun.

Direktur CAS-UI, Prof Tri Budi W. Rahardjo menambahkan, berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, Indonesia memiliki 4,7juta penduduk berusia 65 - 69 tahun, 3,5 juta berusia 70-74 tahun dan 3,8 juta berusia 75 tahun dan lebih. Artinya ada sekitar 12 juta penduduk Indonesia bisa dikategorikan Lansia. Sayangnya, kebanyakan dari Lansia Indonesia belum memiliki asuransi hari tua / program pensiun lainnya. 

Nara Sumber lainnya 

Telemedicine Indonesia Terhambat Biaya Mahal

Jakarta, PKMK. Penerapan telemedicine di Indonesia terhambat oleh sejumlah faktor. Satu di antaranya adalah biaya penyelenggaran infrastruktur teknologi informasi yang masih mahal. dr. Erik Tapan, MHA, pengamat informatika kedokteran, mengatakan hal tersebut di Jakarta hari ini. Erik menyampaikan dengan infrastruktur teknologi informasi yang masih mahal, telemedicine Indonesia menjadi tidak feasible untuk dipasarkan. "Bandwidth di Indonesia itu kan terbilang mahal," kata dia. Kecepatan perkembangan telemedicine di Indonesia, ia mengatakan, akan sejajar dengan harga infrastruktur teknologi informasi. Semakin menurun harga tersebut, semakin cepat pula perkembangan telemedicine.

Erik menambahkan untuk saat ini yang lebih berkembang di Indonesia adalah telemedicine yang tidak memerlukan bandwidth besar. Salah satunya yaitu layanan yang bersifat konsultatif antara dokter dengan pasien. "Pokoknya, yang berkembang lebih cepat adalah telemedicine yang tidak bersifat real time," kata Erik. Seperti apa bentuk telemedicine yang ideal di Indonesia saat ini? Erik menjawab, sekarang ada rumah sakit yang menerapkan teleconference dengan institusi pelayanan kesehatan di luar negeri. Hal yang harus diingat bahwa telemedicine yang baik adalah yang bersifat D to D, bukan D to P. Pada prinsipnya, telemedicine adalah pengobatan jarak jauh menggunakan teknologi. Itu sedari layanan konsultasi, diagnosis, sampai pengobatan. "Termasuk di situ adalah operasi," jelas Erik.

Sumber: http://kebijakankesehatanindonesia.net/component/content/article/73-berita/1490-telemedicine-indonesia-terhambat-biaya-mahal.html

Longevitology atau Chang Sen Xue


Pernah dengar / baca  "Longevitology" atau "Chang Sen Xue"? Istilah tersebut berarti "study of long life" yang merupakan salah satu moda penyembuhan dengan didasarkan pada penyelarasan dan penyeimbangan enersi tubuh. Ya teman-teman, pasti Anda sudah bisa menebak, ilmu ini berasal dari timur. Sewaktu saya mengikuti acara ini pada pertemuan ke-22 Komunitas Warga Senior (KOWAS), sudah bisa terbayang kesamaannya dengan ilmu-ilmu awet muda lainnya seperti Chikung, Prana maupun Reiki.

Bagaimana cara mempelajarinya?
Mudah, hanya dengan mengikuti pembukaan cakra yang dilakukan oleh Master Lin Tzu-Chen atau Master Wei Yu-Feng. Tentu hal ini dilakukan dalam suatu "workshop inisiasi" yang diadakan secara berkala.

Manfaatnya?

Keramahtamahan RS Awal Bros Hospital Group

Penulis bersama Setio Dewo di RS Awal Bros Tangerang

Sama dengan dokter (baca tulisan Dokter & X-Factor ), institusi pelayanan kesehatan Rumah Sakit pun mutlak menyajikan pelayanan yang ramah namun tetap profesional. Hal ini sangat terasa sewaktu saya mengunjungi sahabat lama, Pak Setio Dewo di RS Awal Bros Tangerang. Dari mulai tukang parkir suasana keramahtamahan itu pun sudah terasa. Begitu pula dengan petugas keamanan dan para perawatnya. Tak heran jika MarkPlus Insight bersama Marketeers menganugerahi Jaringan Rumah Sakit ini (RS Awal Bros Hospital Group) sebagai Indonesia Service to Care Champion 2013.

Dari berbagai informasi di internet disebutkan bahwa penghargaan ‘Indonesia Service to Care Champion’ merupakan acara tahunan yang diselenggarakan MarkPlus Insight untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Indonesia hingga ke level sincere care.

CEO MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya menilai, kualitas pelayanan merupakan faktor yang sangat penting dalam menjaga loyalitas konsumen. Penghargaan ini hanya diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki budaya pelayanan yang solid, yang didukung oleh sumber daya manusia yang kuat, yang memperlihatkan trustworthiness, fairness, responsibility, respect, corporate citizenship dan care.

Para pemenang penghargaan ini diperoleh melalui survei kepada 4.000-an responden yang tersebar di enam kota besar di Indonesia, seperti: Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar, yang dinilai berdasarkan aspek-aspek service excellence seperti credibility, dependability, courtesy, comfort, connectivity dan care.

Jaringan RS Awal Bros
Dari website RS Awal Bros Hospital Group, jaringan RS Awal Bros sudah hadir di: Batam, Bekasi, Makassar, Pekanbaru, Tangerang, Ujung Batu dan RS Evasari Jakarta.

Tertarikkah Anda menerima keramahtamahan ini?

Dokter dan "X-Factor"-nya


Akhir-akhir ini, tayangan X-Factor di RCTI memperoleh respons yang cukup tinggi dari masyarakat. Bahkan ada yang sampai rela menonton re-run Kick Andy hanya karena tidak ingin ketinggalan menyaksikan secara langsung para artis idolanya berebut ("merampok", kata salah satu juri-nya) simpatik penonton.

Berbeda dengan tayangan kompetisi nyanyi lainnya, dalam X-Factor selain faktor ketrampilan menyanyi (yang sudah harus menjadi kemampuan minimal), para artis berusaha menampilkan hal lain (yang disebut X-Factor) yang bisa menarik para penonton untuk mengirim SMS. Tujuan tentu hanya satu, jangan sampai tersingkir.

Sebagai seorang tenaga kesehatan, penulis beranggapan bahwa konsep ini sudah dipraktekkan di kalangan tenaga profesional lainnya, termasuk tenaga medis.

Bagaimana cerita?

Ahok: Ambulance Gratis Pemprov DKI


Sewaktu mendengar kampanye Ahok mengenai ambulance gratis, terus terang saya tidak terlalu yakin. Ini mah akal-akalan calon gubernur/wakil gubernur saja. Nanti juga kalau sudah terpilih, tidak akan kejadian.

Cerita berikut ini membuktikan sebaliknya.

Sent: Saturday, March 16, 2013 1:21 PM
Subject: [mbk-milis] Bagaimana Ambulance DKI? [1 Attachment]

Miliser ytk: 

Boleh percaya boleh tidak, boleh bersyukur, boleh juga tidak (tapi kebangetan) 

Aku perlu berbagi yang aku alami pagi tadi. 
Tante dari isteri aku (satu2nya),yang tinggal beberapa rumah di sebelah kami, tadi pagi terpaksa dilarikan kerumah sakit - St Carolus - karena jatuh sewaktu mau menuntun suaminya yang keluar dari toilet subuh tadi, singkatnya dua-dua gaek itu terjatuh. 

Yang saya mau ceritakan, anak si tante kami minta Ambulance via RS St Carolus. Dikirimlah Ambulance dari wilayah Jakarta Barat,dalam waktu yang relatif singkat. Istimewanya supir dan krunya semua wanita (berjilbab-lih attchm), dan...alamak...Gratissss alias bebas biaya cukup lampirkan KTP DKI... 

OoƠ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴͡oohh Jokowi Jokowi pantes rakyat Betawi "mendewa2kan"mu 

°·♥·♡τнäиκчöü♥·♡·° I love you 



Pelan tapi pasti apa yang menjadi harapan masyarakat DKI akan segera terwujud. Jakarta Baru.
Ingin update info-info seputar Jokowi, Basuki dan Jakarta Baru, follow account twitter @jb_watch.

Mengenai ambulans pemprov DKI dan cara memesannya

Kampanye Simpatik Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2013


Bertempat di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Indonesian Kidney Care Club (IKCC), sebuah organisasi nir laba yang didirikan oleh pasien, keluarga, dokter dan pemerhati gangguan ginjal sejak tahun 2004, melakukan kampanye simpatik berupa pembagian buku saku dan brosur mengenai Kesehatan Ginjal.

Perayaan yang selalu dilaksanakan pada hari Kamis kedua setiap bulan Maret tersebut dimulai dari mengunjungi salah satu studio televisi nasional, TV One di Wisma Nusantara. Setelah itu, kampanye simpatik pun dimulai dengan tema sesuai tema WKD 2013,  "Stop Kidney Attack".

Acara ini sempat diliput beberapa media cetak, elektronik dan televisi seperti Metro TV, Kompas, Republika, dll.





























Ingin tahu suasana saat kampanye tersebut, silakan akses di: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10200907193587866.1073741825.1406016449&type=1&l=facc67f54e

Acara sosialisasi kesehatan ginjal lainnya,

  1. Sosialisasi Awam mengenai kesehatan ginjal, http://www.eriktapan.com/2012/11/world-kidney-day-2013-sosialisasi-awam.html
  2. Talkshow di Radio DFM mengenai kesehatan ginjal, http://www.eriktapan.com/2012/12/talkshow-kesehatan-ginjal-di-radio.html




Ahok: RS Kecil Boleh Menolak Pasien


Baru saja (Jumat, 22 Feb’13, sekitar pkl. 2 pm) saya menyaksikan pernyataan wakil gubernur DKI Pak Basuki a.k.a Ahok yang mengatakan (via Metro TV), “kalau tahu bayinya akan bermasalah, RS kecil jangan menerima”.

Wah kalau ini dilakukan RS kecil, menurut saya akan membuat rame lagi. Ada pasien ibu hamil (bumil) mau melahirkan tetapi RS (kecil) menolak.

Bisa dikatakan dengan adanya musibah meninggalnya  salah satu bayi kembar (Dera) yang memerlukan NICU tersebut, semua jadi pontang panting. Pemprov bingung, RS bingung (emang enak menyediakan unit NICU yang super mahal tersebut? bukan hanya faktor biaya & maintenance, faktor SDM-nya bagaimana?), masyarakat juga bingung (masa provinsi terkaya di Indonesia, tidak memiliki NICU yang memadai?)

Perhatian pemerintah terhadap Lansia - Komnas Lansia


H. Toni Hartono Ketua II Komnas Lansia
saat membuka Sarasehan
Baru-baru ini ada berita mengenai tersedianya loket khusus bagi kaum lansia di Kantor Samsat Jakarta Timur. Begitu pula sudah lama diketahui bahwa bagi warga lansia (yang berusia lebih dari 60 tahun), KTP diberikan seumur hidup. Informasi di atas memang merupakan beberapa tindakan nyata dari perhatian pemerintah / pemprov terhadap sekitar 18.043.717 lansia di Indonesia.

Sayangnya pemberitaan mengenai lansia di Indonesia menurut Komnas Lansia kurang mendapat porsi yang memadai. Karena itulah pada tanggal 20 Februari 2013 yang lalu, Komisi bentukan Presiden RI ini mengadakan Sarasehan dengan Kalangan Media yang mengangkat topik Tentang Kesadaran dan Kepedulian terhadap Lansia.

Dalam pemaparannya Dirjen Rehabilitas Sosial Kementerian Sosial RI, Drs Samsudi MM menjelaskan bahwa dari sekitar 18juta lansia di Indonesia 26%-nya masuk golongan rawan terlantar dan 16%-nya bisa digolongkan ke golongan terlantar. Saat ini usaha pemerintah -sehubungan dengan terbatasnya dana- masih difokuskan kepada 16% golongan lansia terlantar.