Ahok: RS Kecil Boleh Menolak Pasien


Baru saja (Jumat, 22 Feb’13, sekitar pkl. 2 pm) saya menyaksikan pernyataan wakil gubernur DKI Pak Basuki a.k.a Ahok yang mengatakan (via Metro TV), “kalau tahu bayinya akan bermasalah, RS kecil jangan menerima”.

Wah kalau ini dilakukan RS kecil, menurut saya akan membuat rame lagi. Ada pasien ibu hamil (bumil) mau melahirkan tetapi RS (kecil) menolak.

Bisa dikatakan dengan adanya musibah meninggalnya  salah satu bayi kembar (Dera) yang memerlukan NICU tersebut, semua jadi pontang panting. Pemprov bingung, RS bingung (emang enak menyediakan unit NICU yang super mahal tersebut? bukan hanya faktor biaya & maintenance, faktor SDM-nya bagaimana?), masyarakat juga bingung (masa provinsi terkaya di Indonesia, tidak memiliki NICU yang memadai?)

Perhatian pemerintah terhadap Lansia - Komnas Lansia


H. Toni Hartono Ketua II Komnas Lansia
saat membuka Sarasehan
Baru-baru ini ada berita mengenai tersedianya loket khusus bagi kaum lansia di Kantor Samsat Jakarta Timur. Begitu pula sudah lama diketahui bahwa bagi warga lansia (yang berusia lebih dari 60 tahun), KTP diberikan seumur hidup. Informasi di atas memang merupakan beberapa tindakan nyata dari perhatian pemerintah / pemprov terhadap sekitar 18.043.717 lansia di Indonesia.

Sayangnya pemberitaan mengenai lansia di Indonesia menurut Komnas Lansia kurang mendapat porsi yang memadai. Karena itulah pada tanggal 20 Februari 2013 yang lalu, Komisi bentukan Presiden RI ini mengadakan Sarasehan dengan Kalangan Media yang mengangkat topik Tentang Kesadaran dan Kepedulian terhadap Lansia.

Dalam pemaparannya Dirjen Rehabilitas Sosial Kementerian Sosial RI, Drs Samsudi MM menjelaskan bahwa dari sekitar 18juta lansia di Indonesia 26%-nya masuk golongan rawan terlantar dan 16%-nya bisa digolongkan ke golongan terlantar. Saat ini usaha pemerintah -sehubungan dengan terbatasnya dana- masih difokuskan kepada 16% golongan lansia terlantar.