IdBlogNetwork

Perhatian pemerintah terhadap Lansia - Komnas Lansia


H. Toni Hartono Ketua II Komnas Lansia
saat membuka Sarasehan
Baru-baru ini ada berita mengenai tersedianya loket khusus bagi kaum lansia di Kantor Samsat Jakarta Timur. Begitu pula sudah lama diketahui bahwa bagi warga lansia (yang berusia lebih dari 60 tahun), KTP diberikan seumur hidup. Informasi di atas memang merupakan beberapa tindakan nyata dari perhatian pemerintah / pemprov terhadap sekitar 18.043.717 lansia di Indonesia.

Sayangnya pemberitaan mengenai lansia di Indonesia menurut Komnas Lansia kurang mendapat porsi yang memadai. Karena itulah pada tanggal 20 Februari 2013 yang lalu, Komisi bentukan Presiden RI ini mengadakan Sarasehan dengan Kalangan Media yang mengangkat topik Tentang Kesadaran dan Kepedulian terhadap Lansia.

Dalam pemaparannya Dirjen Rehabilitas Sosial Kementerian Sosial RI, Drs Samsudi MM menjelaskan bahwa dari sekitar 18juta lansia di Indonesia 26%-nya masuk golongan rawan terlantar dan 16%-nya bisa digolongkan ke golongan terlantar. Saat ini usaha pemerintah -sehubungan dengan terbatasnya dana- masih difokuskan kepada 16% golongan lansia terlantar.


Sulitnya meperoleh Kredit Bank
ki-ka: Drs. Heru Martono, Dr. Nugroho Abikusno, Drs. Samsudi
Namun dalam usaha mengentaskan keterlantaran lansia, banyak kendala yang ditemui ujar Samsudi, seperti adanya diskriminasi dalam hal pemberian kredit. Sangat jarang ada Bank mengabulkan permintaan kredit oleh para lansia. Padahal seperti kita ketahui pada usia 60 tahun atau lebih, kemungkinan besar seseorang sudah mengalami kemunduran fisik, mental, sosial, keterbatasan komunikasi dan mobilitas. Belum lagi hilangnya pekerjaan akibat pensiun serta menjadi terlantar, kesepian dan kesendirian yang berekor pada kemiskinan.

Prof DR Drh Clara M Kusharto M.SC dari IPB
Silver College
Dalam kesempatan lain, Prof Clara M Kusharto MSc dari IPB Bogor yang juga anggota Komnas Lansia memaparkan usaha-usaha Perguruan Tinggi dalam rangka Penanganan Lansia. Prof Clara telah membuat suatu project yang disebut Silver College yang memanfaatkan lansia potensial yang memiliki keahlian di bidang tertentu. Upaya yang merupakan salah satu dari 3 pilar perguruan tinggi tersebut ternyata mendapat sambutan yang cukup baik tidak hanya dari IPB sendiri namun sudah merambah ke beberapa institusi pendidikan seperti di Jabar, Jateng, Jatim, Sulut, Bali, Kalteng, NTT dan Maluku.

Selengkapnya bisa membaca Chirpstory berikut ini. Termasuk bagaimana para dosen dan guru besar di UI berjibaku (bahkan tanpa mengambil gaji yang menjadi hak mereka) mengaktifkan Centre of Aging Studies di Universitas Indonesia.


Artikel lain mengenai KOMNAS LANSIA:




Tidak ada komentar: