IdBlogNetwork

Dokter dan "X-Factor"-nya


Akhir-akhir ini, tayangan X-Factor di RCTI memperoleh respons yang cukup tinggi dari masyarakat. Bahkan ada yang sampai rela menonton re-run Kick Andy hanya karena tidak ingin ketinggalan menyaksikan secara langsung para artis idolanya berebut ("merampok", kata salah satu juri-nya) simpatik penonton.

Berbeda dengan tayangan kompetisi nyanyi lainnya, dalam X-Factor selain faktor ketrampilan menyanyi (yang sudah harus menjadi kemampuan minimal), para artis berusaha menampilkan hal lain (yang disebut X-Factor) yang bisa menarik para penonton untuk mengirim SMS. Tujuan tentu hanya satu, jangan sampai tersingkir.

Sebagai seorang tenaga kesehatan, penulis beranggapan bahwa konsep ini sudah dipraktekkan di kalangan tenaga profesional lainnya, termasuk tenaga medis.

Bagaimana cerita?



Seorang mahasiswa/i kedokteran untuk bisa lulus dan berpraktek sebagai dokter, tentu harus memiliki kemampuan minimal dalam hal ini pengetahuan kedokteran. Namun setelah lulus dan berpraktek, umumnya dokter yang memiliki banyak pasien adalah dokter yang memiliki faktor X, seperti: ramah terhadap pasien, bisa meyakinkan pasien dan selalu ada jawaban untuk pasien (bahkan untuk pertanyaan yang aneh-aneh).

Ini kira-kira inspirasi saya dari acara X-Factor tersebut, bagaimana pendapat Anda?

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Kl dr kcmt px y dok bukan TS,lbh sk sm dktr yg ramah n enk diajak konsultasi,nmny jg org awam jd sk cerewet tanya2 yg mgkn menurut ahliny hal yg sepele&g perlu dtanyakan.

Rizka NF

Anonim mengatakan...

X f saya? Gratis... hehehehe

Ivo S - Dr Puskesmas di Jkt