Rajin Merawat Wajah = Investasi Awet Muda

Majalah Kartini Edisi Anti Aging
Saat ini banyak sekali penawaran perawatan kecantikan mulai dari salon, klinik kecantikan hingga di rumah-rumah sakit. Metodenya pun sangat beragam. Mulai dari yang biasa-biasa / konvensional hingga yang nyeleneh. Dari yang paling ekonomis hingga yang harganya selangit.

Mencermati hal tersebut, Majalah Kartini edisi khusus Anti Aging memuat wawancara dengan salah satu ahli kecantikan, Dr Lalan Melia, Dipl CIDESCO, mengenai dasar-dasar perawatan kecantikan. Tujuannya agar masyarakat -setelah membaca artikel pada halaman 60 - 62- yang berjudul "Rajin Merawat Wajah = Investasi Awet Muda", bisa mengetahui dasar-dasar perawatan kecantikan dan menjadi bijak memilih mana yang cocok untuk diterapkan pada diri maupun keluarganya.

Jangan sampai kehabisan Majalah Kartini edisi Anti Aging ini. Jangan lupa juga, Anda bisa berpartisipasi mengisi polling-nya di: http://bit.ly/aa_kartini.

Semoga bermanfaat. Jadilah konsumen Anti Aging yang pintar dan bijak.

Anti Penuaan ala Medis, Majalah Kartini edisi Anti Aging

Majalah Kartini edisi Anti Aging
Selama ini treatment Anti Aging sering dikonotasi dengan biaya mahal. Pada majalah Kartini edisi Anti Aging hal. 134 - 135, bisa kita temukan tips bagaimana menjalankan metode anti aging yang murah meriah. Jangan sampai kehabisan membeli majalah Kartini yang mengulas lengkap mengenai Anti Aging ini. Selamat membaca.

Gathering XXIII KOWAS: Rahasia MESTAKUNG ala Yohanes Surya

Bersama Prof Yohanes Surya Ph.D.
Sering mendengar mengenai Mestakung (seMESTA menduKUNG), akhirnya kesampaian juga saya bertemu langsung dengan Prof Yohanes Surya Ph.D. Bertempat di Aula Gedung Gramedia Matraman, Sabtu 7 July 2013, anggota perkumpulan KOWAS mengadakan gathering. Pertemuan ke-23 dari organisasi para senior tersebut (peserta minimal berusia 50 tahun), diisi dengan pemaparan yang menarik mengenai rahasia sukses meraih impian ala Mestakung. Pada akhir acara Pak Yo memberi semangat para peserta untuk melakukan hal yang "menakutkan" seperti: duduk di kursi beralaskan paku, berjalan di atas beling dan memecahkan botol softdrink menggunakan tangan kosong. Dengan percaya diri (dan tentu bimbingan dari ahlinya) para peserta akhirnya berani dan berhasil melakukan hal ini.

Seminar Mestakung

Pada seminar tersebut secara gamblang, pria kelahiran Jakarta 6 November 1963 menceritakan suka dan dukanya mengantar Indonesia menjadi juara Olimpiade Fisika pada tahun 2006. Bayangkan, suatu penghargaan/prestasi yang sebelumnya tidak pernah dicita-citakan satu orang Indonesia pun.

Selanjutnya, Pak Yo bercita-cita mewujudkan universitas yang bisa mengungguli Massachusetts Institute of Technology / MIT. Target waktu pun ditetapkan yaitu, "hanya" 17 tahun dari sekarang alias tahun 2030. Di tahun tersebut akan ada satu universitas di Indonesia yang bisa mengalahkan salah satu universitas top dunia yang berlokasi di Boston AS yang sudah berdiri sejak ratusan tahun.

Melihat semangat tersebut, saya jadi berpikir, berapa banyak orang Indonesia yang mempunyai cita-cita semulia (dan senekad) ini?

Mungkinkah itu?
Pasti bisa dengan rahasia Mestakung a.k.a "di mana ada kemauan di situ ada jalan".