Video Conference menggunakan ClickMeeting

Gambar 1. tampilan saat penulis mempresentasikan *.ppt
Saat ini, saya sedang mencari produk video conference yang sesuai dengan kondisi saya di Jakarta Indonesia. Setelah mencoba video conference dari TalkFusion (Video Conference menggunakan Talk Fusion), tulisan saya di bawah ini merupakan pengalaman saya menggunakan video conference ClickMeeting, pada hari ini tanggal Jumat 26 Desember 2014, sekitar pukul 12:00 WIB siang.


Product Click Meeting sering saya lihat  banner iklan- nya pada berbagai social media. Kemungkinan pihak Social Media sudah mengetahui bahwa saya sedang mencari product video conference. Jadi sebagian besar halaman social media yang saya buka, banner ClickMeeting ini pun muncul.

Baiklah tanpa berpanjang lebar lagi, saya akan membagi pengalaman saya ber video conference, dimulai dari pengalaman saya dengan mereka yang menggunakan gadget dan selanjutnya dengan mereka menggunakan notebook/komputer/MAC:


Menggunakan Gadget
Gambar 2. dr Tony (yang menggunakan HP Asus),
akhirnya berhasil melakukan video conference,
tapi suara saya delay
Dari beberapa teman yang saya undang/invite, kesimpulan saya, produk  Clickmeeting ini akan mengalami kesulitan jika ada pesertanya yang menggunakan gadget.

Beberapa orang yang saya undang tidak bisa join. Kalau pun bisa masuk dalam ruang diskusi, ada yang hanya bisa mendengar dan melihat saja. Interaksinya pun hanya bisa via chat. Paling maksimal berdiskusi dengan suara saya yang terlambat/delay. Jadi setiap kali saya berbicara, saya harus menunggu suara saya terdengar di gadgetnya.



Menggunakan Notebook / MAC
Gambar 3. Video Conference dengan White Board
Berbeda halnya jikalau teman berbicara saya menggunakan notebook/PC/MAC dengan internet akses yang mumpuni. Hasilnya pun sempurna. Kita bisa berdiskusi secara normal, audio visual. Bahkan saya bisa melakukan presentasi dengan *.ppt, menggambar maupun menulis di board-nya ClickMeeting ini.








Video Conference menggunakan Talk Fusion

Gbr. 1 Saat presentasi berlangsung,
kita bisa diskusi via chat room
Saat saya sedang mencari-cari metode / cara ber-video conference menggunakan internet, teman saya memperkenalkan suatu produk yang disebut Talk Fusion.

Sepakatlah kami, pada Rabu, 24 Desember 2014 menjajal vidcon TalkFusion tersebut. Mulai pukul 5 sore, bergantian kami ngobrol dengan audio, diskusi dengan chat dan melihat serta mendengar presentasi hingga pukul 6 sore.

Bisa dilaporkan, meskipun akses internet dan pesawat yang kami gunakan berbeda-beda (ada yang menggunakan GSM, CDMA, fixed line/Telkom, dengan handphone maupun notebook / macbook), namun secara keseluruhan proses vidcon berjalan dengan mulus (baik dan lancar). 

Gbr 2. Sesi diskusi audio-visual-text
yang berjalan dengan lancar

Produk seperti inilah yang saya inginkan. Sayangnya untuk menggunakan produk ini, meskipun harga langganan bulanannya cukup masuk akal, tapi biaya investasinya cukup besar. Mungkin ada pembaca yang punya usulan metode lain yang harganya lebih terjangkau?








Tulisan lain mengenai Video Conference:

Kesempatan menjajal speed Indihome

menonton siaran DAAI TV (live streaming) 
Meskipun fasilitas Indihome di rumah masih menggunakan kabel tembaga (seharusnya sih fiber optik), namun saya punya niat untuk menjajal kemampuan akses internetnya.

Akhirnya tidak sengaja, kesempatan itu tiba, pada siang hari ini Rabu 17 Desember 2014. Saya diinfo oleh pihak RSIA Evasari bahwa pada jam 11 siang nanti ada acara Talk Show Dunia Sehat di DAAI TV  yang membahas mengenai batu empedu dengan nara sumber dr Ignatia Sinta Murti SpPD. Berhubung siaran DAAI TV, samar-samar tertangkap oleh antena TV rumah kami, maka saya mencari streaming-nya dan ketemu di http://www.mivo.com/#/daaitv. Nontonlah saya dengan menggunakan notebook.

Streaming DAAI TV
Bisa dilaporkan bahwa kualitas suaranya bagus, begitu pula gambar jernih/bening banget. Hanya memang untuk gambar agak tersendat-sendat (patah-patah) dikit.

Video Chat dengan Google HangOut

Video Chat menggunakan
Google HangOut

Tak disangka-sangka pada saat bersamaan, teman saya Nofa Stefanus ingin ngobrol via Google Hang Out. Jadilah secara bersamaan saya menonton streaming DAAI TV (via notebook) sambil video chatting (via Gadget) dengan Nofa.

Selamat HUT ke-119 BRI, semoga semakin tulus melayani nasabah


Surprise terjadi sewaktu penulis mengunjungi BRI KCP Cempaka Putih Raya. Senyum manis yang tulus menyambut penulis mulai dari security, customer service hingga teller-nya. Namun itu sudah biasa (hal yang dialami setiap kali penulis mengunjungi BRI KCP Cempaka Putih), yang luar biasa kali ini, mereka mengenakan seragam kebaya.
Suasana ruangannya pun dipenuhi dengan balon-balon aneka warna (cuman 2 warna ding: putih dan biru). Saat petugasnya menyodorkan box kue, penulis langsung bertanya, ada apa nih?

"Hari ini bank kami berulang tahun Pak." jelas salah satu teller dengan senyum manisnya. "Wah selamat ulang tahun ya, semoga semakin tulus melayani nasabah", jawab penulis sambil melirik X-banner untuk membaca slogan Bank BRI.

Di hari yang berbahagia ini tidak ada salahnya penulis ingin memberi masukan.

Sebagai nasabah baru BRI (kurang lebih 1 tahun), penulis sih fine-fine saja dengan sistem perbankannya, namun ada satu hal yang kiranya bisa jadi tantangan BRI, yaitu meningkatkan kualitas sistem informasi-nya. Ada beberapa kejadian yang penulis alami sendiri seperti: tidak bisa print buku karena sistem seringkali offline, penulis juga pernah bermasalah dengan internet banking dan notifikasi SMSnya.

Mudah-mudahan ke depan BRI semakin menguatkan sistem ITnya. Maju terus.

Saksikan video penulis di: https://www.youtube.com/watch?v=VyZbhVpiKBg

Payudara jangan cuman dipandang, pegang dan raba!!

ki-ka: moderator, Samantha Barbara, dr Aru Sudoyo, Ani Rahardjo
Menurut dr Aru W. Sudoyo, dari Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), banyak pasien kanker payudara yang datang ke dokter saat kondisinya sudah berat. Salah satu metode deteksi dini kanker payudara SADARI, ditengarai belum banyak yang melakukannya. Sebabnya, bukan tidak tahu, tapi lebih kepada perasaan risih memegang, meraba payudara meskipun itu payudara sendiri.

Hal ini terungkap pada acara yang diselenggarakan GE Healthcare, yang memaparkan hasil penelitian global terbaru mengenai kesadaran terhadap kanker payudara di Hotel JW Marriot Kuningan Jakarta, Rabu 3 Desember 2014.

"Hasil penelitian ini menyoroti kesempatan untuk meningkatkan kesadaran terhadap jaringan payudara yang padat (dense breast tissue) menjadi lebih baik termasuk memberdayakan perempuan agar berperan aktif dalam menjaga kesehatan payudaranya. Meskipun banyak yang sudah mengetahui betapa pentingnya pemeriksaan umum kanker payudara, survei ini menunjukkan bahwa secara global risiko jaringan payudara yang padat belum dipahami secara luas. Dan di Indonesia, tantangannya adalah bagaimana membuat informasi ini menjadi tindakan nyata", ungkap Ani Rahardjo, Marketing Leader GE Healthcare.

Turut menyampaikan testimoni pada acara ini, salah seorang survivor kanker payudara dan Ketua Lovepink Indonesia, Samantha Barbara.

Artikel terkait:
- Cara mencegah Kanker Payudara 1
- Cara mencegah Kanker Payudara 2
- Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari)

Video mengenai penulis: https://www.youtube.com/watch?v=VyZbhVpiKBg


Mencoba langganan IndiHome dari Telkom

Ini tim Marketing TELKOM yang berhasil meyakinkan saya
Sebagai seorang blogger, selalu terhubung dengan internet dan dengan kecepatan akses yang mumpuni adalah suatu kebutuhan primer. Sayangnya provider yang saya gunakan saat ini, sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan saya tersebut. Sebagai gambaran bagaimana kecepatan internet yang saya nikmati saat  ini adalah sangat susah bagi saya untuk menonton video streaming. Untuk download file, bisa putus di tengah jalan.  :(

Sudah lama saya melihat /  membaca brosur mengenai Paket IndiHome dari Telkom, tapi selama ini karena mempunyai pengalaman yang kurang baik dengan Telkom Speedy, maka dicuekin saja. Kata teman-teman sekantor saat saya menunjukkan brosur IndiHome yang saya terima, "Ingat lho IndoHome itu punya TELKOM!!" .

Namun hari ini, saya berhasil diyakinkan oleh tim Marketing IndiHome bahwa dengan kabel fiber optik yang mereka miliki , akses internetnya, pasti lancar dan tidak akan putus/down.

So, kita lihat hasilnya nanti. Saya akan cerita kembali setelah saya berhasil menggunakannya.

Berikut hasilnya:
http://www.eriktapan.com/2014/12/kesempatan-menjajal-speed-indihome.html
http://www.eriktapan.com/2015/05/komplain-indihome-telkom.html

Paket IndiHome

Trik ngurus perpanjangan STNK tanpa biro jasa

prosesnya 10 menitan, nunggunya yg lama
Masyarakat Ibukota saat ini dimanjakan oleh pelayanan publik. Ini kisah mengenai pengurusan perpanjangan STNK tanpa menggunakan biro jasa.

Seperti biasa, setahun sekali pemilik kendaraan bermotor perlu "melapor" ke Samsat untuk perpanjangan STNK. Entah sudah keberapa kali saya mengurusnya, tapi selalu ada yang unik yang bisa dibagi ke netizen. #dasarblogger

Pengurusan hanya memakan waktu 10 menit saja Seperti kita ketahui bersama, jika ingin mengurus perpanjangan baik SIM maupun STNK, cara yang cukup mudah dan menyenangkan adalah dengan mengurusnya di pusat perbelanjaan, khususnya di Mal Artha Gading Jakarta Utara. Memang mal ini terkenal dengan fasilitas layanan publik-nya, contohnya beberapa waktu yang lalu pengurusan RFID bisa di mal ini.

Kembali ke laptop / mac book. :)
Pengurusan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor pun cukup mudah. Siapkan saja berkas seperti photo kopi KTP, STNK dan BPKP. Kemudian mengisi formulir yang disediakan. Tak lama kemudian STNK perpanjangan itu pun selesai. Seperti itulah yang saya alami, Jumat 7 November 2014. Prosesnya mulai mengantri pkl. 13:00 dan selesai pada pkl 13:10. Artinya dari mengantri, memasukkan berkas, membayar dan menerima STNK baru, hanya membutuhkan sekitar 10 menit saja. Bravo kecepatan pelayanannya. Lalu kenapa saya perlu membayar parkir Rp. 16.000 seperti foto di atas?

Ini kisah panjangnya:

Sel Punca Indonesia

Tebak apa yang Anda peroleh jika mencari / googling kata “sel punca” atau “stem cell Indonesia”. Yup, Anda tidak salah, ada beberapa tawaran terapi sel punca / stem cell di Indonesia, baik itu yang berasal dari klinik yang dikelola oleh orang Indonesia maupun dari mereka yang berpraktek di luar negeri. Begitu pula jika kita membaca media massa di Indonesia, penawaran terapi (yang dianggap menjanjikan ini) datang dari berbagai institusi kesehatan di dalam maupun luar negeri.

Padahal seperti yang kita ketahui, pemerintah baru mengijinkan 11 (sebelas) Rumah Sakit (pendidikan) yang bisa melakukan pelayanan berbasis riset mengenai sel punca atau stem cell ini. Alasannya, sampai dengan saat ini, bukti ilmiah dari terapi canggih ini belum bisa memuaskan sebagian komunitas medis di dunia, sehingga penerapannya harus berhati-hati dan dalam ruang lingkup penelitian. 

Suasana Pertemuan Koordinasi Pembentukan Konsorsium Pengembangan Sel Punca
“Sampai saat ini kami masih terus meneliti keampuhan sel punca ini. Contohnya saja, dalam temuan kami, ada pasien diabetes / kencing manis yang terbantu dengan terapi sel punca, ada yang tidak berespons sama sekali.” ungkap Dr. dr. Ferdiansyah SpOT, peneliti Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI) dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, saat dimintai pendapat pada acara Pembentukan Pengurus Konsorsium Pengembangan Sel Punca dan Rekayasa Jaringan di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Selasa 4 November 2014 ini.

Acara Pertemuan Koordinasi Pembentukan Konsorsium Pengembangan Sel Punca ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan kesepakatan MoU 3 Menteri (Kesehatan, BUMN dan Ristek) era SBY beberapa waktu yang lalu. Menindaklanjuti MoU tersebut, pada tanggal 4 Oktober 2014 ini telah terpilih secara aklamasi Ketua Konsorsium adalah Prof. DR. Dr. H. FA Moeloek, SpOG yang dilengkapi dengan sekretariat dan bendahara serta ketua-ketua bidang seperti: Bidang Medis, Bidang Riset, Bidang Bisnis, Bidang Regulasi Produksi, Bidang Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Bidang Humas.

"Melalui konsorsium ini diharapkan pengembangan sel punca dan jaringan di Indonesia, dapat terlaksana secara komprehensif dan mencakup semua aspek, baik penelitian, penerapan, pemanfaatan, pelayanan, maupun pengawasan,” harapan Menkes Nafsiah Mboi saat penandatanganan MoU, Senin 13 Oktober 2014 yang lalu.

Semoga demikian, karena biar bagaimanapun riset dan treatment Sel Punca di Indonesia belum begitu tertinggal dibandingkan di negara-negara maju lainnya. Bagaimana pendapat Anda?

Awas Dokter Online Palsu / Abal-abal !!

Internet (dan social media tentunya) dengan segala kemudahan yang bisa diperoleh membuat masyarakat khususnya netter bisa dengan gampang mengakses informasi kesehatan bahkan berdiskusi dengan ahlinya. Sayang dengan makin berkembangnya teknologi, ada pula yang menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Bukan kesembuhan yang diperoleh penanya, malah bisa-bisa menderita penyakit yang lebih parah. 

Apa yang membedakan situs yang dikelola oleh dokter asli dengan situs yang dikelola “dokter” abal-abal?


Ulasan lengkap mengenai “Waspadai Layanan Kesehatan Online” bisa dibaca pada majalah Intisari yang terbit bulan November 2014 di halaman 146 - 152.

Waspadai Layanan Kesehatan Online. Ada jebakan "betmen" dibalik kemudahan yang diberikan.

Ini daftar Rumah Sakit Indonesia yang telah terakreditasi JCI

Wakil dari RS Dr. Sardjito & RS Awal Bros
berfoto bersama Menteri Kesehatan  & jajarannya
“Rumah sakit kita juga berkualitas kok, tidak kalah dengan luar negeri. Jadi tidak perlulah berobat ke luar negeri, karena sudah ada 18 rumah sakit yang mendapatkan Sertifikat Akreditasi Internasional. Kalau memang sudah terbiasa dan dokternya ada di sana (luar negeri), ya silahkan saja. Tapi kalau baru pikir-pikir mau berobat ke luar negeri, mengapa tidak di sini saja,” ujar Menkes RI Nafsiah Mboi, saat menyerahkan serfikat JCI kepada 1 RSU Negeri (RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta) dan 4 RSU Swasta (RSU Awal Bros Bekasi, RSU Awal Bros Tangerang, RSU Awal Bros Pekanbaru, RSU Awal Bros Batam) di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, hari Kamis 16 Oktober 2014 yang lalu.

Memang benar, saat ini telah ada standard pelayanan rumah sakit yang bertaraf internasional. Ini artinya, tidak sembarangan management rumah sakit bisa meng-klaim institusinya sebagai rumah sakit berstandard internasional seperti beberapa waktu yang lalu.

Lalu rumah sakit mana saja yang berhak menyandang rumah sakit internasional tersebut?

Mengacu pada website resmi dari Joint Commission International (link di bagian Referensi), sampai dengan saat ini rumah-rumah sakit Indonesia yang telah berhasil memperoleh sertifikat dari organisasi internasional yang berpusat di Amerika Serikat tersebut adalah:

  1. Awal Bros Hospital Batam
  2. Awal Bros Hospital Bekasi
  3. Awal Bros Hospital Pekanbaru
  4. Awal Bros Hospital Tangerang
  5. Eka Hospital Tangerang
  6. Eka Hospital Pekanbaru
  7. Fatmawati General Hospital
  8. RS Premier Bintaro Tangerang
  9. RS Premier Jatinegara - PT Affinity Health Indonesia Jakarta
  10. RS Premier Surabaya - PT Affinity Health Indonesia Surabaya
  11. RSUP Sanglah Bali
  12. RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
  13. Rumah Sakit Pondok Indah - Puri Indah Jakarta
  14. Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Ditkesad Jakarta
  15. Santosa Hospital Bandung Central (SHBC) Bandung
  16. Siloam Hospitals Lippo Village
  17. DR Sardjito Hospital Yogyakarta (Program RS Pendidikan)
  18. JEC@Kedoya Eye Hospital (Program Rawat Jalan) 
Bagi yang ingin mengetahui lebih detil apa itu JCI, bisa klik ini: http://bit.ly/ApaItuJCI

Sudahkah Anda mengetahui Calling Anda?

 Management Awal Bros Group selesai mengikuti
seminar Calling @Work di RSIA Evasari Jakarta
Hampir setiap hari kita melakukan aktifitas rutin. Pagi-pagi, berangkat ke kantor. Sore/malam hari, kembali ke rumah. Selalu begitu hingga bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.
  • Pernahkan kita merasa bosan dengan rutinitas itu?
  • Apakah kita sering merasa gelisah dg perjalanan karir kita?
  • Mengapa karyawan saling menjatuhkan rekan2nya demi karir dan gaji?
  • Mengapa ada orang yang berlomba-lomba mencari uang sehingga tidak pernah ada waktu pribadi dan untuk keluarga?


Hal inilah yang menjadi topik bahasan seminar yang saya ikuti hari ini di RSIA Evasari Jakarta. Seminar yang diangkat dari sebuah buku berjudul "Calling, more than just a dream. Meraih kesuksesan & kebahagiaan melalui panggilan". Selama kurang lebih 2 jam, dengan sangat bersemangat penulis buku tersebut, Lie Seng Cuan menjelaskan hal-hal apa saja yang bisa membawa kita para peserta seminar menemukan Calling kita masing-masing.

"Kita harus menemukan Calling/panggilan hidup kita, agar bisa bekerja dengan sepenuh hati", jelas pria yang akrab dipanggil Pak Cuan.

Dokter Umum ditingkatkan ketrampilannya dalam penanganan nyeri

dr Dessy Emril Sp.S(K) dari Banda Aceh
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang dikenal (dalam bahasa awam) BPJS, memberi dampak besar tidak hanya kepada masyarakat/pasien namun juga terhadap style / gaya pelayanan institusi dan tenaga kesehatan di Indonesia. Mau tidak mau, keduanya harus berbenah diri untuk melayani pasien lebih efisien dan efektif lagi.

Semangat itulah yang membuat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menyelenggarakan acara yang bertajuk "Workshop Pain Education: Pain Management in Primary Care". Acara yang diselenggarakan di FK Unika Atma Jaya 20 Juni 2014 itu menghadirkan pembicara dokter spesialis penyakit saraf seperti:
- dr. Freddy Sitorus, Sp. S(K) dari FKUI Jakarta
- dr. Yudiyanta, Sp. S(K) dari FK UGM Yogyakarta
- dr. Dessy Emril, Sp.S(K) dari FK UNSYIAH Banda Aceh
- dr. Jimmy Barus, Sp.S dari FK Unika Atma Jaya Jakarta
- dr. Putu Eka Widyadharma Sp.S dari FK UNUD Denpasar

Pertemuan ke-28 KOWAS di Museum Rekor Indonesia Mall of Indonesia Kelapa Gading Jakarta Utara

Jaya Suprana - pendiri MURI
Kali ini para senioren anggota Komunitas Warga Senior (KOWAS) berkesempatan mengikuti pertemuan ke-28 yang berlangsung di Museum Rekor Indonesia a.k.a MURI lantai dasar Mall of Indonesia (MOI) Jakarta Utara.

Acara dimulai dengan menonton film mengenai usaha Pak Jaya Suprana yang tidak kenal lelah mulai mendirikan dan mengelola hingga saat ini Museum Rekor Indonesia. Selesai pemutaran film yang berlangsung sekitar 15 menit, Kowaser langsung memasuki ruangan / aula di mana Pak Jaya sering melakukan pertunjukkannya. Peserta disambut dengan hangat oleh Pak Jaya sendiri yang didampingi oleh Direktur MURI, Ibu Aylawati Sarwono.

Setelah ucapan selamat datang dari Pak Jaya dan sekaligus perkenalan dari Ketua KOWAS, Bpk Indra Gunawan, pertunjukan demi pertunjukan pun mengalir dengan lancarnya.

Sepeda Sungkup: Kemana-mana tapi tidak kemana-mana

Sepeda Sungkup inovasi Halmstad University Sweden
Bosan di rumah, belum ada yang bisa dikerjakan? Yuk kita keliling dunia dengan sepeda. Ha... mana mungkin, pasti sebagian besar dari kita akan menganggap ajakan ini hanya sekedar main-main belaka. Atau kalau pun serius, terbayang betapa banyak beban yang harus kita sertakan dalam bersepeda, misalnya: lampu, kasur, selimut, makanan dan minuman, kompor + bahan bakarnya, kompas, passport, dst.

Tapi...... lupakan kerepotan itu semua. :)

Suatu inovasi yang dibuat oleh Halmstad University Sweden memungkinkan kita ke mana-mana tanpa kemana-mana. Bentuknya seperti sepeda statis, namun dilengkapi dengan semacam peta satelit view (mirip google map / google street view). Jadi sambil mengayuh sepeda statis tersebut, kita bisa dengan santai (atau cepat juga bisa, tapi jika ingin merasakan hembusan angin, perlu ditambahkan kipas angin, sebuah usulan untuk pembuatnya ) menikmati pemandangan yang tersaji via sungkup di depan kita. Menarik bukan?

Pengurusan SIM di Gerai SIM Mall Artha Gading

Mengurus SIM tanpa calo
Setiap 5 tahun, para pengendara harus memperpanjang Surat Ijin Mengemudi a.k.a. SIM. Terima kasih kepada Instansi Pengelolanya (POLDA Metro Jaya), saat ini urusan perpanjangan SIM jadi lebih mudah dan bebas dari penawaran/rayuan para calo. Setidaknya hal itu yang dialami saya saat mengurus perpanjangan SIM di Gerai SIM Mall Artha Gading, Jakarta Utara, beberapa hari yang lalu.

Datang sekitar pkl. 9:30, saya langsung dilayani dengan ramah oleh petugas. Berkas yang perlu diberikan hanya foto kopi KTP  dan SIM Asli. Bagi yang belum sempat meng-fotokopi berkas tersebut, bisa dibantu oleh petugasnya.

Tak lama kemudian (pengalaman saya, sekitar pkl 11:45), saya dipanggil untuk wawancara/ pemeriksaan/ pemotretan. Dan dalam waktu sekitar 2,5 jam saja,  SIM perpanjangan sudah selesai. Total biaya yang dikeluarkan Rp. 150.000 (termasuk asuransi, dll. detilnya bisa dilihat pada tabel di bawah). Lumayan, mengurus SIM di mall, tidak perlu panas-panasan, jauh dari calo dan TIDAK NAMPAK ANTRIAN (bravo untuk POLDA Metro Jaya).

Proses Pendaftaran tanpa antrian

AIPJ mendorong Tilang diselesaikan via Pengadilan Negeri

Teman2 dari PSHK, AIPJ termasuk Craig Ewers, Team Leader  AIPJ.
Penelitian yang dilakukan oleh M. Nur Sholikin dari Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) / Indonesian Center for Low & Policy Studies pada tahun 2014 ini ternyata membuktikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) bisa diacungi jempol. Bayangkan dengan pengurusan ratusan ribu kasus tilang per hari (?) (tahun 2014), banyak masyarakat yang bisa merasakan kemudahan pengurusannya seperti yang bisa di baca di blog2, antara lain di blog saya ini (tahun 2006), Mengurus Surat Tilang di PN Jakarta Timur .

Untuk itulah pada Selasa 29 April 2014,  saya diundang oleh Austalia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) untuk menceritakan pengalaman yang saya alami sekitar 8 tahun yang lalu dalam satu acara yang diberi tajuk "Konferensi Kemitraan AIPJ".

Selain saya, tampil juga pelaku2 pencari keadilan lainnya dalam kasus: warisan, pernikahan, perceraian, mediasi perceraian, dll. yang menurut saya kasusmya berat-berat dan penuh perjuangan. Jadi nggak enak hati, mesti presentasi di forum yang begitu terhormat. :(  Saya memberanikan diri untuk presentasi karena berharap ke depan situasi peradilan akan semakin membaik seperti yang diceritakan narsum lainnya dalam forum ini. Sayang tidak ada media yang meliput.

Jalannya acara

Indonesia Family Health Care Expo 2014, 2 - 6 April di Jakarta Convention Center

Ada info menarik nih. Minggu depan mulai Rabu, 2 April 2014 hingga Minggu 6 April 2014 akan diselenggarakan Family Health Care Expo bertempat di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

Untuk masuk melihat pameran dan beberapa acara yang berlangsung di panggung utama tidak dipungut biaya alias GRATIS.

Acara-acaranya yaitu: Knowledge Sharing: Menjadi Penerobos, Festival Penulis, Festival Pembaca, Launching Buku, Book Chalenge,Lomba “Ayo Menyanyi”, Miiko Corner, Area si Kecil, Spelling Bee, News Anchor, Kompetisi “Sang Juara”, Cosplay, Dance & Acoustic Band Competition, Stand Up Comedy, Layar Tancep, Seminar & Talk Show Kesehatan, Photo Booth.



Khusus untuk Seminar & Talk Show Kesehatan, beberapa topik menarik antara lain:


  1. Seminar Rahasia Tetap Bugar dan Produktif di Usia Emas
    • Sabtu, 5 April 2014
    • Pkl. 09:00 - 12:00 WIB
    • Narsum: Martha Tilaar, Alex Tilaar, dr Handrawan Nadesul
    • Biaya Pendaftaran: Rp. 200.000,-
  2. Talkshow Pasien Pintar, Dokter Bijak
    • Sabtu, 5 April 2014
    • Pkl. 09:00 - 11:00 WIB
    • Narsum: Prof DR. Dr.Daldijono, KGEH, Dr. Krismini Dwi Irianti, MARS
    • Lokasi di Panggung (GRATIS)
  3. Talkshow Minum Banyak Air Menjaga GInjal Tetap Sehat: Mitos atau Fakta?
    • Sabtu, 5 April 2014
    • Pkl. 13:00 - 16:00 WIB
    • Prof DR. Dr Suhardjono, SpPD-KGH: Mengenal Ginjal dan Fungsinya bagi Tubuh serta Deteksi Dini Penyakit Gagal Ginjal 
    • Dr. JC Prihadi, SpU: Batu Ginjal dan Pengaruhnya bagi Kesehatan Ginjal
    • Biaya Pendaftaran: Rp. 100.000
Daftar acara Seminar dan Talkshow Kesehatan selengkapnya, klik ini.

Perlukah Proses Belanja dipelajari? Bgmn dg Sistem Kesehatan Nasional?

Pagi ini sewaktu mengunjungi supermarket langganan, suasana sangat ramai. Tidak biasanya. Ada apa gerangan? Ternyata sekumpulan anak yang sedang belajar berbelanja. Tentu namanya anak-anak, yang menemani pun tidak kalah banyak jumlahnya.

Proses belajar belanja dimulai dari baris ber baris / antri. Kemudian satu per satu dipanggil untuk diberi keranjang.

“Jangan lupa ya, keranjang harus dipegang dengan tangan kiri”, begitu sang instruktur memberi nasehat.

Wah rupanya belanja itu ada tekniknya. Hebat!!

Pasti banyak ilmu2 lainnya yang diajarkan pada saat itu. Sayangnya saya harus berbelanja juga, jadi tidak sempat mengikuti kursus tersebut secara penuh. :)

IKCC Peduli terhadap Penderita Ginjal

Dari hasil penelitian yang ditemukan oleh Indonesian Kidney Care Club (IKCC) angka penderita ginjal setiap tahun meningkat. IKCC didirikan sejak tahun 2004 bertujuan untuk menjadi wadah bagi masyarakat agar peduli dan sadar terhadap kesehatan ginjalm selengkapnya (VIDEO), bisa akses: http://www.tvkesehatan.com/index.php?view=video&id=332:ikcc-peduli-terhadap-penderita-ginjal,

Vj: Dwi Putri
Sulih Suara: Dwi Putri
Editor: Eka Fajar
Produser: Irfan Sjafari

Subroto: Kelompok Senior hendaklah selalu memberi semangat optimisme

Prof. Dr. Ir Subroto (91 thn) pada acara KOWAS
Di usianya yang hampir mencapai 91 tahun, Prof Dr. Ir. Subroto masih aktif membagi ilmu anti aging-nya. Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi UI tersebut pada prinsipnya umur manusia itu ada 3, yaitu: umur kronologis (sesuai KTP), umur biologis (sesuai umur sel hasil pemeriksaan laboratorium) dan umur psikologis. Yang dimaksud umur psikologis adalah umur yang kita rasakan sendiri karena seberapa tua/muda kita, tergantung perasaan kita dalam bahasa sehari-hari disebut I’m as old as I think.

Penjelasan ini disampaikan Subroto pada acara pertemuan ke-27 Komunitas Warga Senior (KOWAS) yang berlangsung di Kalbis Institute Pulo Mas Jakarta Timur. Subroto bilang di era informasi saat ini, warga senior bisa berpartisipasi untuk selalu memberikan semangat optimisme bagi generasi muda. Hendaklah kelompok warga senior menjadi kelompok yang peduli, bukan kelompok yang dipedulikan.

Beberapa tips agar bisa hidup sehat di usia lanjut seperti yang dipaparkan Subroto yang masih kuat berdiri 30 menit berbicara tanpa text adalah:

Pertemuan ke-27 KOWAS: Living Long,Living Good

Berbicara mengenai Anti Aging, tentu masih kontroversial. Namun mendengar / mengetahui ada orang yang berusia lanjut, sebut saja 80 hingga 100 tahun ke atas, adalah fakta. Tentu sangat menarik menelusuri pengalaman hidup dan tips-tipsnya dari mereka yang berusia di atas 100 tahun atau sering disebut dengan Centenarian.

Salah satu Centenerian adalah Dr. Shigeaki Hinohara. Dokter fenomenal dari Jepang itu meski saat ini berusia hampir 103 tahun namun masih terus berkarya dengan menulis buku. Tidak itu saja, Dr Hinohara aktif membagi ilmunya. Terhitung dalam setahun ia bisa memberi ceramah pencerahan sekitar 150 kali. Saat ini ia juga aktif membina sekitar 5 organisasi atau yayasan diantaranya St.Luke's International Hospital, tempat dia berpraktek sebagai dokter selama 80 tahun. 

Prinsip hidup di usia lanjut, telah ditulis dalam buku yang menjadi best seller yaitu:
"Living Long,Living Good" (terjual lebih dari 1,2 juta eksemplar) yang jika disingkat dalam  1 kalimat menjadi "Menjadi Tua Bukan Berarti Berjalan Turun, Melainkan Bergerak Menghampiri Puncak Bukit” 

Bagaimana di Indonesia?
KOWAS atau Komunitas Warga Senior dalam rangka pertemuan ke-27 akan menyelenggarakan Seminar Awam membahas tips dan trik usia panjang dari Dr. Shigeaki Hinohara tersebut. Tidak tanggung-tanggung, pembicaranya adalah mereka yang tergolong Octogenarian atau berusia antara 80 - 89 tahun, seperti:
- Prof. Dr.Subroto (91 tahun),  
- Prof. Dr.Emil Salim (83 tahun), 
- Dr. Boenjamin Setiawan (80 tahun)

Acaranya akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal                :Sabtu, 22 Maret 2014 
Waktu                           :9.30 - 13.30 WIB 
Tempat                        : Ruang Auditorium lt 6, Kalbis Institute, 
                                     Jl Pulomas Selatan Kav 22 Jakarta Timur 13210 
Pemandu diskusi        :Indra Gunawan M., MBA 

Kopdar II Youth Marketers di Begawan Solo Coffe

Ki-ka: Toto, Dietra, Erik & Rahmat
Mau belajar Marketing tanpa ribet? Saran saya baca Majalah Youth Markerters (YM) yang edisi barunya bisa di-download setiap dua minggu sekali di websitenya.

Awal bulan Maret, Sabtu 1 Maret 2014, untuk kedua kalinya YM mengadakan kopi darat (kopdar). Acaranya berlangsung di Bengawan Solo Coffe, F(x) Entertainment Center, daerah Sudirman Jakarta. Topik yang dibahas kali ini adalah mengenai manfaat Komunitas bagi pemilik merk yang dibungkus dalam tema "Komunitas sebagai Brand Advocate". Tidak tanggung-tanggung, panitia yang dikomandani “Mas Ncus”, Chief of Operation YM, menghadirkan pembicara sepert:
  1. Toto Sugito, Founder Bike to Work (B2W)
  2. Dietra Anandani, Marketing Promotion Manager Bengawan Solo Coffe (BSC)
  3. Rahmat Susanta, Chief in Editor Majalah Marketing (MM)

KOWAS XXVI: Kanker bisa disembuhkan !!

Bersama Ibu Liong Pit Lin, survivor kanker
Hal yang paling menyakitkan dari pasien kanker adalah rasa nyeri. Baik itu akibat kanker langsung maupun akibat pengobatan / kemoterapi. Hal ini dijelaskan oleh salah satu survivor kanker, Liong Pit Lin. Oleh karena itu, setelah bebas dari sel-sel kanker selama lebih dari 16 tahun, saat ini beliau mencurahkan waktunya untuk sharing metode penyembuhannya. Sebelumnya, perempuan berusia sekitar 57 tahun ini keliling memberi motivasi pasien-pasien kanker pada berbagai rumah sakit. Namun saat ini, hampir setiap minggu minimal ada 2 seminar (gratis) yang dibawakan oleh wanita yang mengaku workaholic tersebut.

Pada tanggal 25 Januari 2014, anggota Komunitas Warga Senior (KOWAS) cukup beruntung disambangi oleh Liong Pit Lin dalam suatu acara sharing bersama dr Handrawan Nadesul yang membawakan topik "8 Jurus Mencegah Kanker".

Acara pertemuan ke-26 dari KOWAS dilaksanakan di Auditorium A “Bintang Toedjoe”, Jl  A.Yani no  2, Pulomas, Jakarta Timur.

Reportase langsung via twitter, bisa diakses di: http://chirpstory.com/li/186173
Baca juga:
- Makanan era modern bisa mematikan kita
- Lakukan ini dan Anda bisa panjang umur
- Kunci bebas stroke dan osteoporosis di usia tua
- Dua musuh manusia pemicu kanker




Peta banjir di Jakarta Januari 2014

Akhir-akhir ini saya sering menerima email (ataupun membaca status di FB) yang menginformasikan peta lokasi banjir di Jakarta. Sayangnya, setelah diteliti lebih lanjut, ternyata peta tersebut berdasarkan kejadian -memang- bulan Januari, -namun- tahunnya adalah tahun 2013. Begitu pula, banyak laporan yang memberi informasi mengenai tingginya air, seperti setinggi dada -Agnes Monica-, dst...dst..

Nah berikut ini disampaikan peta / map lokasi banjir terbaru (edisi 21-Jan-14 pkl. 6 pagi WIB) dengan patokan ukuran dalam cm, seperti:


  • Yang berwarna merah ketinggian air lebih dari 150 cm
  • Yang berwarna kuning ketinggian air 10 - 70 cm


Semoga bermanfaat.

Peta Banjir di Jakarta Januari 2014

Penggantian meteran PAM berkala oleh AETRA

ID resmi Teknisi AETRA
Tak ada "angin", tak ada "hujan" (kata angin dan hujan saya beri tanda kutip, karena saat ini Jakarta sedang dilanda angin dan hujan),  datang teknisi PAM yang ingin mengganti meteran PAM. Perasaan curiga muncul karena sering mendengar berita-berita miring mengenai petugas palsu (PAM, PLN, dll.), apalagi selama ini, meteran PAM di rumah saya ok-ok saja dan saya tidak pernah merasa pernah komplain mengenai hal ini.

"Kenapa diganti Pak?", tanya saya penuh selidik
"Iya ini antisipasi agar tidak timbul keluhan, meteran Bpk khan sudah lama. Ketentuan kantor, setiap 5 tahun diganti Pak!", jelas petugas berseragam AETRA tersebut seraya menunjukkan IDnya. (lihat foto, nama disamarkan)

Wah ternyata pelayanan dari AETRA ok juga. Setelah sebelumnya saya cukup takjub melihat mereka mengecek meteran PAM menggunakan kamera handphone, sekarang punya layanan antisipatif mengganti meteran PAM, meskipun tidak ada masalah.

Sayang, sosialisasinya agak kurang. Oleh karena itu melalui tulisan ini, selain untuk menyampaikan rasa terima kasih saya kepada AETRA, juga ingin membantu perusahaan tersebut mengsosialisasi penggantian meteran PAM. Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang kebetulan punya pengalaman yang sama. Jangan lupa memeriksa ID petugasnya dan surat perintahnya.

Bagaimanapun tindakan antisipatif lebih baik dari reaktif, bagaimana pendapat pembaca?

Seminar Awam Indonesian Kidney Care Club (IKCC) di RS Permata Hijau Jakarta

Kembali untuk kedua kalinya di bulan Januari tahun 2014 ini, dalam rangka mengsukseskan World Kidney Day / Hari Ginjal Sedunia yang jatuh pada Hari Kamis, 13 Maret 2014, Indonesian Kidney Care Club (IKCC) akan menyelenggarakan Seminar Awam bertajuk Hipertensi & Hubungannya dengan Penyakit Ginjal Kronik.


Acara akan diadakan pada:

  • Hari/tanggal       : Minggu, 26 Januari 2014, pkl. 09:00 - 12:00 WIB
  • Topik                : Hipertensi & Hubungannya dengan Penyakit Ginjal Kronik
  • Narasumber       : DR. Dr. Bimanesh Sutarjo, SpPD - KGH, FINASIM, FACN
  • Tempat              : RS Medika Permata Hijau
  •                            Jl. Raya Kebayoran Lama no. 64, Jakarta Barat
  • Biaya                 : gratis (member IKCC)
  •                            Rp. 10.000/orang (non member)


Gratis pemeriksaan Tekanan Darah & Gula Darah

Info & Pendaftaran
Sekretariat IKCC: 021-28899904, 08121307838 (Sdri. Lastrie)

Mari Sukseskan Hari Ginjal Sedunia / World Kidney Day, Thursday March 13rd  2014

Seminar KOWAS bersama Ibu Liong Pit Lin & dr Handrawan Nadesul

Sebuah cerita  yang dapat menggugah hati kita semua. Ibu Liong Pit Lin terkena kanker payudara tahun 1996. Ia menjalani operasi mastektomi pada salah satu payudaranya. Ia juga di-kemoterapi dan memperoleh radiasi lengkap. Namun kankernya bermetastase (menyebar) ke indung telur dan tulang belakang. Dalam kondisi amat parah, ia sudah bedrest total 2 tahun. Dokter-dokter sudah angkat tangan, menyerah.
 
Kemudian keajaiban datang, seorang kenalannya  membisiki dia untuk mencoba pola hidup sehat alami. Ibu Pit Lin memutuskan untuk secara total, habis-habisan melakukan penyembuhan diri alami. Tidak sekejap, tetapi bertahap kondisi tubuhnya kembali  ke normal. Diperlukan waktu sekitar 4 tahun.
 
Nah dalam acara  KOWAS mendatang, beliau akan sharing metode penyembuhannya yang disebut NEW  START.  Untuk menjalankan metodenya itu sumber-sumber utama diperolehnya GRATIS dari alam. 

Ia akan didampingi oleh dr. Handrawan Nadesul, seorang dokter pendukung gerakan “BACK TO NATURE” (“Kembali  Ke Alam”). 

Acara KOWAS itu akan diselenggarakan pada

Hari/Tanggal : Sabtu 25 Januari 2014
Pukul           : 9.30 – 13.30 wib
Tempat        : Auditorium A “Bintang Toedjoe”,
                     Jl  A.Yani no  2, Pulomas, Jakarta Timur.
Biaya           : Free untuk anggota KOWAS
                     Rp. 100.000 non anggota

Tempat sangat terbatas, segera hubungi
- Sdr Hermanto (081391823980) atau
- Sdr Wiwi (08568824886).

IKCC: Penyakit Ginjal Kronis dan Komplikasinya

Bertempat di RS Awal Bros Bekasi, Sabtu 11 Januari 2014 telah dilangsungkan seminar awam dengan tema "Penyakit Ginjal Kronis dan Komplikasi". Acara ini merupakan salah satu kegiatan dari Indonesian Kidney Care Club menyambut World Kidney Day 2014 atau Hari Ginjal Sedunia yang jatuh pada hari Kamis, 13 Maret 2014. Sebagai narasumber adalah dr Dwi Juwono SpPD-KGH, dokter spesialis penyakit dalam konsultan Ginjal dan Hipertensi dari RS Awal Bros

Acara dimulai dengan welcome speech dari RS Awal Bros Bekasi selaku tuan rumah yang dilanjutkan dengan informasi mengenai IKCC. Selesai presentasi dari nara sumber, acara dilanjutkan dengan pembagian puluhan door prizes.

Penyerahan door prize dari dr Erik (IKCC) kpd peserta yg beruntung

Seminar Awam IKCC "Penyakit Ginjal & Komplikasinya", Sabtu 11 Jan 14

Teman-teman ysh,
Bagi yang ingin tahu lebih detil mengenai penyakit ginjal dan komplikasinya,
Indonesian Kidney Care Club (IKCC) bekerjasama dengan RS Awal Bros Bekasi akan menyelenggarakan seminar awam yang bertema:

 "Penyakit Ginjal Kronik & Komplikasinya" 


Acara akan diadakan pada:
Hari / Tanggal      : Sabtu, 11 Januari 2014
Topik                  : Penyakit Ginjal Kronik & Komplikasinya
Pembicara           : dr Dwi Juwono, SpPD-KGH (Ahli Penyakit Dalam Konsultan Ginjal & Hipertensi)
                             dari RS Awal Bros Bekasi
Waktu                 : pkl. 08:30 - 12:00 WIB
Tempat                : RS Awal Bros Bekasi, Jl. K.H. Noer Ali Kav. 16 - 17 Kali Malang, Bekasi
Pendaftaran          : Sek. IKCC: 021-28899904, 08121307838 (Sdri. Lastrie)
Website               : http://bekasi.awalbros.com/
Twitter                 : http://www.twitter.com/awalbrosbks 
Biaya                   : Gratis bagi member IKCC
                              Non Member: Rp. 10.000 (pengganti makalah dan snack) 

Gratis pemeriksaan Tekanan dan Gula Darah

Yang wajib hadir pada seminar kali ini:

  • anggota & pengurus IKCC 
  • mereka yang saat ini mengalami Hipertensi, Kencing Manis 
  • anggota keluarga yang peduli dan ingin menjaga kesehatan orang yang dicintainya agar tidak jatuh pada kondisi cuci darah. 
  • pemerhati kesehatan, yang lebih peduli menjaga kesehatan dibandingkan mengobatinya. 


Terima kasih.

Mari Kita Sukseskan Hari Ginjal Sedunia, Kamis 13 Maret 2014