IdBlogNetwork

AIPJ mendorong Tilang diselesaikan via Pengadilan Negeri

Teman2 dari PSHK, AIPJ termasuk Craig Ewers, Team Leader  AIPJ.
Penelitian yang dilakukan oleh M. Nur Sholikin dari Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) / Indonesian Center for Low & Policy Studies pada tahun 2014 ini ternyata membuktikan bahwa kinerja Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) bisa diacungi jempol. Bayangkan dengan pengurusan ratusan ribu kasus tilang per hari (?) (tahun 2014), banyak masyarakat yang bisa merasakan kemudahan pengurusannya seperti yang bisa di baca di blog2, antara lain di blog saya ini (tahun 2006), Mengurus Surat Tilang di PN Jakarta Timur .

Untuk itulah pada Selasa 29 April 2014,  saya diundang oleh Austalia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) untuk menceritakan pengalaman yang saya alami sekitar 8 tahun yang lalu dalam satu acara yang diberi tajuk "Konferensi Kemitraan AIPJ".

Selain saya, tampil juga pelaku2 pencari keadilan lainnya dalam kasus: warisan, pernikahan, perceraian, mediasi perceraian, dll. yang menurut saya kasusmya berat-berat dan penuh perjuangan. Jadi nggak enak hati, mesti presentasi di forum yang begitu terhormat. :(  Saya memberanikan diri untuk presentasi karena berharap ke depan situasi peradilan akan semakin membaik seperti yang diceritakan narsum lainnya dalam forum ini. Sayang tidak ada media yang meliput.

Jalannya acara


Dengan format diskusi seperti pada acara  Indonesia Lawyer Club (ILC) atawa  Indonesia Lawak Klub (ILK), para narsum diwawancarai oleh moderator. Utk contoh kasus Sidang Tilang di PN Jaktim, saya menceritakan betapa mudahnya (dan singkat, hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit) mengurus sidang tilang. Saat ditanya harapannya, saya sangat berharap agar proses pengurusan kasus2 tindak pidana  ringan (alias tidak bisa protes, CMIIW), bisa dilakukan secara online saja. Jadi pelanggar tidak perlu harus antri utk mengikuti sidang dan ini bisa mengurangi pekerjaan / penumpukan orang yang akan mengikuti sidang kasus-kasus ringan.


Semoga demikian.

Link Terkait:

  1. Mengurus Surat Tilang di PN Jakarta Timur (2006)
  2. Prius ditilang (2009)
  3. Impian saya (contoh kasus dari Jepang)  (2008)

Tidak ada komentar: