IdBlogNetwork

Trik ngurus perpanjangan STNK tanpa biro jasa

prosesnya 10 menitan, nunggunya yg lama
Masyarakat Ibukota saat ini dimanjakan oleh pelayanan publik. Ini kisah mengenai pengurusan perpanjangan STNK tanpa menggunakan biro jasa.

Seperti biasa, setahun sekali pemilik kendaraan bermotor perlu "melapor" ke Samsat untuk perpanjangan STNK. Entah sudah keberapa kali saya mengurusnya, tapi selalu ada yang unik yang bisa dibagi ke netizen. #dasarblogger

Pengurusan hanya memakan waktu 10 menit saja Seperti kita ketahui bersama, jika ingin mengurus perpanjangan baik SIM maupun STNK, cara yang cukup mudah dan menyenangkan adalah dengan mengurusnya di pusat perbelanjaan, khususnya di Mal Artha Gading Jakarta Utara. Memang mal ini terkenal dengan fasilitas layanan publik-nya, contohnya beberapa waktu yang lalu pengurusan RFID bisa di mal ini.

Kembali ke laptop / mac book. :)
Pengurusan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor pun cukup mudah. Siapkan saja berkas seperti photo kopi KTP, STNK dan BPKP. Kemudian mengisi formulir yang disediakan. Tak lama kemudian STNK perpanjangan itu pun selesai. Seperti itulah yang saya alami, Jumat 7 November 2014. Prosesnya mulai mengantri pkl. 13:00 dan selesai pada pkl 13:10. Artinya dari mengantri, memasukkan berkas, membayar dan menerima STNK baru, hanya membutuhkan sekitar 10 menit saja. Bravo kecepatan pelayanannya. Lalu kenapa saya perlu membayar parkir Rp. 16.000 seperti foto di atas?

Ini kisah panjangnya:



Masuk ke parkiran Mal Artha Gading pkl 10:30. Suasana parkiran masih sepi, saya langsung menuju lantai 3 di kantor Samsat. Setelah menyerahkan berkas untuk di-photocopy, antrilah saya dengan tertib. Di depan saya ada sekitar 15 orang. Pelan tapi pasti antrian pun berjalan. Makin lama saya makin ke depan. Iya donk...masa' iya sih. :)
Nah pas jumlah pengantri di depan saya sudah mencapai 5 orang, waktu sudah menunjukkan sekitar pkl 11:10, tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa pelayanan dihentikan karena sistem (informasi) off-line. Waduh!!! !@#$%^&*

Suasana saat menunggu jaringan online
"Kalau Bpk/Ibu mau menunggu dipersilakan, namun kita tidak bisa memastikan kapan pelayanan bisa dilanjutkan lagi. Bagi yang buru2 (dikejar deadline), bisa mencari kantor Samsat lain!!", begitu pengumuman yang terdengar.

Saya jadi teringat proses pengurusan ijin reklame yang harus saya lakukan setahun sekali di Kantor Kecamatan Cempaka Putih. Proses di kantor kecamatan sih lumayan berjalan baik, pelayanan ramah dan tanpa pungli, tapi... ini dia... saya TIDAK PERNAH bisa mengurus 1 hari selesai. Selalu mesti bolak-balik 1 - 2 kali lagi, karena proses pembayarannya terkendala sistem yang off line (Bank DKI).

Dan ini terjadi setiap tahun selama 3 tahun berturut-turut. Pernah saya coba mengurus pembayaran di Bank DKI terdekat, yaitu di Perumahan Green Pramuka, agar bisa dalam 1 hari selesai, ternyata sama, sama-sama offline. :(

Rasanya perlu ada yang diperbaiki di sistem informasi / jaringan di pelayanan publik di Jakarta ini. Bahkan ada teman saya (IT person) berseloroh, perlu ada Revolusi Mental di bidang (orang) IT kalau begitu.

Bagaimana pendapat Anda?

Tidak ada komentar: