IdBlogNetwork

I3L - Healthcare transformation: This time it’s real!

Jeremy Lim - I3L Advisory Board Member.
Bagaimana rasanya jika kita (sebagai orang awam yang menderita penyakit kronis) tidak perlu sering-sering ke dokter, namun kesehatan kita tetap terjaga? Atau bagi tenaga kesehatan, pasien yang datang hanya yang benar-benar membutuhkan penanganan langsung. 

Parameter pemeriksaan kesehatan seperti: tekanan darah, suhu bahkan jumlah langkah kita pun bisa termonitor oleh gadget. Hasil pemeriksaan laboratorium hingga EKG sudah terhubung langsung dengan pusat data di rumah sakit langganan kita.

Wah mana mungkin, biar bagaimana pun kontrol ke dokter itu penting.

Iya, saya tahu itu penting, tapi pernahkan kita berpikir bahwa sebelum ada mesin ATM, orang harus ke bank untuk menabung, mengecek saldo, dll. Tapi apa yang terjadi saat ini, bahkan untuk transfer uang antar bank pun bisa dilakukan via internet (di depan komputer / notebook) di tempat masing-masing.

Cepat atau lambat teknologi akan mempengaruhi layanan kesehatan, yang sayangnya inovasi hal ini lebih banyak berasal dari luar masyarakat kedokteran/kesehatan. 

Pemahaman inilah yang menjadi inti dari presentasi Dr Jeremy Lim di Indonesia International Institute for Life Sciences (I3L) Jakarta, Selasa 13 Januari 2015.




Mengukur langkah dengan
gadget Samsung (dok. pribadi)
Selama kurang lebih 2 jam dokter ahli bedah dari National University of Singapore (NUS) tersebut membuka wawasan para hadirin akan pentingnya  untuk memulai perubahan di industri kesehatan termasuk industri perumahsakitan di Indonesia. Banyak tips praktis yang disampaikan oleh dokter kepala dari steering committe NUS Initiative to Improve Health in Asia / NIHA tersebut untuk mengantisipasi perkembangan dunia kesehatan seperti anggaran yang semakin ketat, harapan konsumen yang semakin tinggi serta perkembangan teknologi yang bisa merubah cara pelayanan kesehatan seperti yang diceritakan di atas.




Tidak ada komentar: