IdBlogNetwork

Akibat sembarangan menggunakan antibiotik

Suasana Workshop Pneumonia yang diselenggarakan
PDPI dengan Kalbe Academia
Peta Kuman di salah satu RS
Masyarakat awam dihimbau agar makin berhati-hati menggunakan antibiotik, di lain pihak, Rumah Sakit dihimbau untuk menyiapkan dan menggunakan peta kuman yang sesuai dengan kondisi dan situasi rumah sakit masing-masing. Demikian pesan singkat yang bisa disimpulkan saat mengikuti Workshop of Infection - Nutrition: Pneumonia in critically ill patients, Sabtu 28 Maret 2015 di hotel Ritz Carlton Jakarta.

Acara yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) bekerjasama dengan Kalbe Academia tersebut dibuka oleh Dr. dr. Priyanti ZS, Sp.P(K), MARS yang juga sebagai narasumber materi pertama dengan judul Severe Pneumonia: How to Deal and Management: - Early warning signs of severe pnemonia, - Update guideline of (antibiotic) treatment for severe pneumonia.

Contoh kasus menarik
Dalam acara yang berlangsung setengah hari tersebut, terungkap beberapa kasus menarik yang bisa saja terjadi di rumah sakit baik di poliklinik maupun ICU, antara lain: ada pasien yang hasil kulturnya sudah resisten dengan sebagian besar antibiotik yang ada di pasaran. Hanya satu jenis antibiotik yang masih sensitif. Sayangnya pasien tersebut alergi pada antibiotik tersebut. Di sini sangat dibutuhkan ketrampilan dokter untuk secara bijak mencari / menggunakan antibiotik yang tepat.

Tips cara bijak menggunakan antibiotik

 
Berikut disampaikan tips sederhana cara bijak menggunakan antibiotik untuk mencegah terjadinya resistensi (berakibat penyakit sukar disembuhkan dan lebih mahal pengobatannya):

Jenis-jenis Antibiotika
  1. Antibiotik obat keras dan berisiko jika diminum sembarangan karena itu minumlah antibiotik hanya jika diresepkan dokter.
  2. Habiskanlah antibiotik (sesuai resep dokter) meskipun gejala penyakit "kelihatan" sudah berkurang atau hilang.
  3. Jika antibiotik yang diminum hampir habis dan penyakit belum juga berkurang (atau malah semakin parah), segera berkonsultasilah dengan dokter. Jangan menambah sendiri atau mengurangi dosis tanpa instruksi dokter yang merawat.
  4. Begitu pula, jika menderita sakit lagi, jangan membeli antibiotik yang sama. Berkonsultasilah dengan dokter karena bisa saja Anda memerlukan antibiotika yang berbeda untuk mencegah terjadinya resistensi.
Semoga dengan kerjasama yang baik dari pasien dan dokter serta rumah sakit, maka penyakit infeksi bisa terkendali. Mari kita bijak menggunakan antibiotika.

..

1 komentar:

Yayasan Sudjoko Kuswadji Bersaudara mengatakan...

Yth Dr Erik,

Apa plan of action kita dalam menghadapi masalah antibiotika ini? Kompetensi dokter rimer yang 4 kategori dan pembatasan tindakan membuat dokter lakukan jalan pintas agar pasiennya segera sembuh.Penggunaan steroid bukan manin banyaknya. Antibiotika mahal dengan harapan dapat komisi apotik sudah meraja lela.Saya kadang2 bingung memikirkan hal ini.

Apa kabar? Apa tugas anda di Kalbe Akademik.

Salam,
Sudjoko
zsudjoko@rad.net.id