IdBlogNetwork

FGD Kompas: Pola Konsumsi Media Digital

Menggunakan Sensor Bola Mata
Sabtu, 23 Mei 2015 kami diundang oleh pihak Kompas dalam rangka Focus Group Discussion (FGD) Pola Konsumsi Media Digital. Meskipun baik kami maupun tuan rumah semuanya tidak pernah ketemu sebelumnya namun berkat kelihaian (keramatahan, dll.) pihak tuan rumah, diskusi pun berlangsung seru namun hangat. Tak terasa hampir 3 jam kami berdiskusi yang dipandu oleh Ibu Theresia.

Dengan lincahnya Ibu Theresia melemparkan pertanyaan ke kita-kita, yang sayangnya setiap kali ditanya balik, sang Ibu hanya melempar senyum tanpa ada jawabannya (ha…ha…ha… fungsi moderator FGD mesti begitu ‘kali  :)).

Dari pertemuan kemarin saya menemukan fakta yang menarik yang mungkin belum banyak yang mengetahui, yaitu mengenai produk-produk digital dari Harian Kompas, selain Kompas yang dicetak secara fisik.

Mohon maaf kalau penggambarannya masih kurang tepat karena kami memang tidak dibagi catatannya karena acara ini khan bukan pers conference :)

1. Kompas.com (http://www.kompas.com)

Kompas dot com adalah website/situs yang menyanyikan informasi yang up to date namun isi beritanya tidak terlalu dalam. Kecepatan pembuatan berita menjadi prioritas dan seandainya ada hal yang perlu ditambahkan, dibuat dalam berita lain lagi. Oleh sebab itu dalam membaca berita di kompas.com, tidak jarang kita harus mengklik lebih dari satu berita untuk topik yang sama.




2. Epaper Kompas (http://epaper.kompas.com)

Ini adalah bentuk replika digital (lay out-nya sama persis) dari kompas cetak (fisik) yang sering disebut Kompas Pagi, ditambah dengan Kompas Siang (yang hanya dalam bentuk epaper), Kompas Extra dan Edisi Khusus. ePaper Kompas hadir setiap hari sebelum pukul 06:00 WIB dan dapat diakses melalui komputer, smartphone, dan tablet yang memiliki operating sistem iOS & Android.


3. Print.Kompas (http://print.kompas.com)

Nah, jika temans atau sahabat netizens, kesulitan mengakses Epaper Kompas (yang karena bentuknya sama persis dengan bentuk fisik Harian KOMPAS, sehingga membutuhkan infrastruktur yang mumpuni supaya nyaman dibaca alias bandwith-nya harus agak gede), kita bisa mengakses Print.Kompas di http://print.kompas.com. Isi beritanya sama, namun dalam format website. Tidak hanya itu saja, selain berita-berita di Kompas Cetak (fisik), dalam Print.Kompas kita juga bisa membaca berita-berita yang lebih update yang disajikan lebih mendalam oleh wartawan-wartawan Harian Kompas Cetak (fisik).


4. Kompasiana (http://www.kompasiana.com)

Kompasiana adalah situs yang disediakan Kompas bagi siapa saja yang ingin menulis dan bercerita mengenai apa saja. Menurut saya pihak KOMPAS sudah cukup antisipatif dengan menyediakan forum bagi para warga pewarta seperti saya ini (citizen journalism).


5. Kompas TV

KOMPASTV adalah sebuah saluran TV yang menyajikan konten tayangan televisi inspiratif dan menghibur untuk keluarga Indonesia. Sesuai dengan visi misi yang diusung, KOMPASTV mengemas program tayangan news, adventure & knowledge, dan entertainment yang mengedepankan kualitas.

Konten program news KOMPASTV adalah program berita yang tegas, terarah, dan memberi harapan. Selain itu, untuk program lainnya, KOMPASTV menekankan pada eksplorasi Indonesia, baik kekayaan alam, khasanah budaya, Indonesia kini, hingga talenta berprestasi. Tidak hanya berhenti pada program tayangan televisi, tersedia pula produksi film layar lebar dengan jalan cerita menarik dan didukung talenta seni berbakat Indonesia.

Demikian sedikit ulasan dari saya. Sudahkan Anda mengkonsumsi produk digital Kompas di atas? Bagaimana pendapat Anda?

Selamat Ulang Tahun ke-50 Harian KOMPAS.

Mengisi Kuisioner sebelum berdiskusi

Tidak ada komentar: