IdBlogNetwork

Asuransi Proteksi Dokter Indonesia dari PB IDI

Grand Launching Asuransi Proktesi Dokter Indonesia
Untuk pertama kalinya Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meluncurkan asuransi proteksi untuk para dokter Indonesia. Proteksi dari apa? Bukankah sudah ada BPJS? Yup benar, jika berbicara proteksi dari biaya yang perlu dikeluarkan jika menderita sakit, tentu BPJS adalah salah satu proteksi. Tapi ini, karena jaman makin maju, pengetahuan masyarakat makin meningkat, bukan tidak mungkin -meskipun dokter telah berusaha untuk melakukan yang terbaik- ada saja pasien yang menuntut dan memperkarakan dokter. Risiko inilah yang dicoba sharing dengan Asuransi Jiwasraya dan Asuransi ASEI. Kedua asuransi pelat merah tersebut bersedia membagi risiko atas tuntutan sengketa medis yang mungkin dialami para anggota IDI di seluruh Indonesia. 

Bukan itu saja, menurut Ketua Umum PB IDI, dr Zaenal Abidin MHKes saat ditemui pada acara Grand Launching Asuransi Proteksi Dokter Indonesia, Kamis 27 Agustus 2015, tidak hanya sengketa medis saja yang dicover, bahkan para dokter bisa dengan bebas (free) berkonsultasi mengenai masalah hukum baik saat tidak bermasalah, sebelum atau sementara proses mediasi.

Manfaat
Manfaat Sengketa atau Kelalaian Medik yang bisa diperoleh antara lain:
  • Sengketa Medis
  • Kelalaian dan pelanggaran tugas perawatan
  • Kesalahan karyawan di bawah supervisi Dokter
  • Konsultasi hukum medikolegal via phone dengan perjanjian dan Konsultasi hukum medikolegal tatap muka khusus daerah Jakarta
  • Penyuluhan medikolegal
  • Pendampingan klaim dan analisis medikolegal
  • Menjamin tempat praktek dan tempat penugasan dokter

Selain manfaat Sengketa Medis atau Kelalaian Medis, asuransi proteksi ini juga menutup risiko kematian (Jiwa), berapapun umur dokter anggota IDI tersebut.



Ada manfaat nilai tunai
Yang berbeda dengan asuransi kerugian lainnya, pada asuransi asurani proteksi dokter Indonesia ini, peserta asuransi (Dokter) bisa memperoleh kembali (nilai tunai), premi yang dibayarkan (tanpa bunga tentunya), apabila berhenti berasuransi (misalnya karena tidak menetap di Indonesia, punya pekerjaan lain (tidak praktek)) atau masa penutupan asuransi telah berakhir. Hal ini dimungkinkan karena penggodokkan produk asuransi proteksi ini sudah berlangsung sejak 1,5 tahun yang lalu oleh pihak asuransi bersama Biro Hukum dan Pembinaan/Pembelaan Anggota (BHP2A) dan Primer Koperasi Ikatan Dokter Indonesia (PRIMKOP-IDI)

Latar Belakang
Pada kesempatan sebelumnya, Dr Zaenal Abidin pernah menjelaskan bahwa asuransi risiko malpraktek diperlukan jika melihat  kasus gugatan atas tuduhan malpraktek oleh dokter semakin meningkat akhir-akhir ini. Kondisi ini tidak saja membuat stress para dokter, tetapi juga membuat "bangkrut" keuangannya. "Karena selama proses penyelesaian kasusnya, begitu sibuknya dokter mengurus hal ini, sehingga prakteknya menjadi terbengkalai. Padahal butuh biaya untuk jalan ke sana ke sini. Belum lagi, kalau pihak penggugat minta kompensasi uang. Bisa-bisa dokter langsung bangkrut."

Penggagasan asuransi sengketa medis ini sudah lama, jelas Zaenal. Namun, sulit mencari perusahaan asuransi yang memiliki produk khusus Tanggung Gugat Medikal Malpraktek.


"Saat bertemu dengan Asuransi Asei Indonesia, gagasan soal proteksi sengketa medis ini klop. Sebagai perusahaan asuransi yang khusus menangani kerugian, Asei punya produk asuransi khusus seperti yang diinginkan IDI," ujarnya.

Bagaimana, tertarik?
Info lebih lanjut bisa hubungi Sekretariat Primkop IDI, 
Jl. Sam Ratulangi no. 29 Menteng, Jakarta Pusat 10350.
Telp. 021-3197806 atau 3150679, email: ppdi@primkop-idi.com. 
Jangan lupa menyebutkan mengetahui informasi ini dari blog Dokter Internet.



Tidak ada komentar: