Manfaat Stem Cell untuk Memperlambat Proses Penuaan dan Pengobatan Nyeri Lutut, Sabtu 26 September 2015 (1)

Bertempat di Gedung Kalbe Cempaka Putih, pada Sabtu 26 September 2105 saya diminta untuk menjadi moderator pada Seminar Awam dengan tema Manfaat Stem Cell untuk Memperlambat Proses Penuaan dan Pengobatan Nyeri Lutut. Acara ini sebenarnya acara dari Komunitas Warga Senior (KOWAS) namun karena membahas mengenai Stem Cell / Sel Punca, sebagai Sekretaris Perhimpunan Dokter Seminat Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel Indonesia (REJASELINDO), tentu tidak ada salahnya mengundang para teman sejawat yang tertarik mempelajari lebih jauh mengenai Stem Cell. Akhir sepakatlah kami mengadakan Seminar Awam, tentu dengan harapan akan ada lanjutan seminar medis dengan bernilai SKP.

Berikut resume presentasinya yang ada dibagi dalam 2 tulisan:

1. Pemanfaatan Stemcell untuk Perlambat Proses Penuaan oleh dr Boenjamin Setiawan Ph.D.

Terus tetap muda bahkan kalau bisa tidak meninggal (immortal) sudah menjadi impian manusia sejak jaman dahulu kala. Kita tahu ada legenda mengenai air mancur/sumur yang bisa memperpanjang usia manusia yang meminumnya. Dikatakan (dalam legenda tersebut) siapa yang meminum air dari fountain of youth, sel-sel tubuhnya akan beregenerasi menjadi sel yang muda kembali.

Presentasi dr Boen kali ini menjelaskan mengenai “cairan" yang bisa dikatakan mirip kerjanya dengan air dari legenda fountain of youth tersebut.

Seminar Awam Stem Cell Rejaselindo KOWAS

Begitu banyak penawaran terapi stem cell yang bisa kita lihat saat ini, baik melalui media konvensonal (cetak, tv) apalagi via internet ataupun sosial media. Terpanggil untuk lebih mengsosialisasi pemanfaatan stem cell yang baik dan benar, Perhimpunan Dokter Seminat Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel Indonesia (Rejaselindo) bekerjasama dengan KOWAS menyelenggarakan Seminar Awam dengan topik "Pemanfaatan Stem Cell untuk Memperlambat Proses Penuaan dan Pengobatan Nyeri Lutut".

Pembicaranya seminar kali ini bukan pakar biasa. Bisa disebut narasumber kelas dunia (yang berasal dari Indonesia) yaitu: dr Boenjamin Setiawan Ph. D dan ahli/spesialis tulang dr. Andri Lubis SpOT(K). Ph.D.

Jika selama ini, masyarakat sering menerima informasi yang kurang benar dari "produsen/praktisi" Stemcell yang tidak jelas kepakarannya, maka dengan mengikuti seminar ini, kita bisa langsung menerima informasi yang benar dan aplikatif (sudah dikerjakan di Indonesia) dari putra terbaik bangsa Indonesia dalam bidang Sel Punca. Melalui pemaparan para ahli stem cell tingkat dunia ini akan bisa terlihat bahwa sebenarnya produk2 stem cell dari Indonesia tidak kalah (kata sederhana dari sejajar atau lebih) dengan produk-produk Stem Cell dari luar negeri.

Lalu kenapa kita mesti melakukan tretment Stem Cell di luar negeri atau menggunakan produk2 luar negeri?
Penasaran?
Yuk daftar segera, jangan sampai ketinggalan. Seat terbatas!!

Siapa yang harus ikut event ini?


Jeremy Lim (Oliver Wyman): Tahun 2020, rata-rata setiap orang memiliki 6,5 gadget, siapkah Layanan Kesehatan Indonesia menghadapinya?

Novartis CEO FORUM 2015

Foto bersama peserta Novartis CEO Forum 2015
Penerapan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Nasional dan peningkatan kurs dollar membawa tantangan tersendiri bagi perumahsakitan di Indonesia. Hal inilah yang menjadi kepedulian Novartis Indonesia sehingga pada CEO FORUM tahun ini mengambil tema: "What's the challenges? See your way through change". 

Acara yang dibuka langsung oleh Presdir Novartis Indonesia, Lutfhy Mardiansyah pada Rabu, 9 September 2015 di Jakarta menghadirkan 2 pembicara luar dan 3 panelis dari dalam negeri. Salah satu pembicara dr Jeremy Lim mengatakan perlu adanya perhatian yang serius bagi pembuatan sistem dan branding rumah sakit yang baik.  Selain Jeremy Lim dari Oliver Wyman Singapura tampil juga dr Joe Ledesma dari St. Luke’s Medical Center (Filipina) dan para panelis: dr. Wasista Budiwaluyo MHA (PERSI), dr. Lia Gardenia Partakusuma SpPK(K), MM, MARS (RS Jantung Harapan Kita) dan dr Anastina Tahjoo (RS Siloam).

Pada tahun 2020 nanti, ramal Jeremy, setiap orang akan terhubung rata-rata 6,5 gadget. Oleh karena itu mau tidak mau, siap tidak siap penyedia layanan kesehatan tingkat dunia harus memahami dan memanfaatkan “Internet of Things” dan “Big Data” pada layanannya. Khususnya di Indonesia, Jeremy menjelaskan 3 hal yang berpengaruh saat ini seperti:

Hari Pelanggan Nasional 2015, dikunjungi PT Telkom Indonesia

Ibu Wati & Ibu Mei dari TELKOM
Ting-tong, bel rumah berbunyi. Siapa yang datang nih pas saya mau berangkat kerja. Ada mobil IndiHome TELKOM parkir di depan rumah. Mau servis? Perasaan akses fiber optik IndiHome saya OK-OK saja. Usee TV (meskipun jarang ditonton), sepertinya tidak bermasalah.
Target 3jt Pelanggan IndiHome dideklarasi di Home Pelanggan
oleh Ibu Mei, Pak Joko dan Pak Supri
Rupanya hari ini, tanggal 4 September 2015, dalam rangka Hari Pelanggan Nasional (HarPelNas), pihak Telkom berkenan mengunjungi rumah saya yang memang sampai saat ini sudah berlangganan IndiHome Triple Play (akses internet, UseeTV dan Telpon Rumah).

Setelah melalui obrolan pembukaan, perkenalan, dll., seperti biasa (jadi ingat pengalaman saat kerja di Kalbe Farma. Waktu itu, setiap HUT Kalbe dari level Direksi hingga Manager turun menemui pelanggan seperti rumah-rumah sakit, apotik, dll.