IdBlogNetwork

Jeremy Lim (Oliver Wyman): Tahun 2020, rata-rata setiap orang memiliki 6,5 gadget, siapkah Layanan Kesehatan Indonesia menghadapinya?

Novartis CEO FORUM 2015

Foto bersama peserta Novartis CEO Forum 2015
Penerapan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Nasional dan peningkatan kurs dollar membawa tantangan tersendiri bagi perumahsakitan di Indonesia. Hal inilah yang menjadi kepedulian Novartis Indonesia sehingga pada CEO FORUM tahun ini mengambil tema: "What's the challenges? See your way through change". 

Acara yang dibuka langsung oleh Presdir Novartis Indonesia, Lutfhy Mardiansyah pada Rabu, 9 September 2015 di Jakarta menghadirkan 2 pembicara luar dan 3 panelis dari dalam negeri. Salah satu pembicara dr Jeremy Lim mengatakan perlu adanya perhatian yang serius bagi pembuatan sistem dan branding rumah sakit yang baik.  Selain Jeremy Lim dari Oliver Wyman Singapura tampil juga dr Joe Ledesma dari St. Luke’s Medical Center (Filipina) dan para panelis: dr. Wasista Budiwaluyo MHA (PERSI), dr. Lia Gardenia Partakusuma SpPK(K), MM, MARS (RS Jantung Harapan Kita) dan dr Anastina Tahjoo (RS Siloam).

Pada tahun 2020 nanti, ramal Jeremy, setiap orang akan terhubung rata-rata 6,5 gadget. Oleh karena itu mau tidak mau, siap tidak siap penyedia layanan kesehatan tingkat dunia harus memahami dan memanfaatkan “Internet of Things” dan “Big Data” pada layanannya. Khususnya di Indonesia, Jeremy menjelaskan 3 hal yang berpengaruh saat ini seperti:


  1. Adanya gap infrastruktur
    1. Kekurangan rumah sakit dan klinik
    2. Kekurangan dokter umum, dokter spesialis dan perawat
    3. Kualitas heterogen dari deliveri dan staff
  2. Kekuatan Kelas Menengah
    1. Peningkatan pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income) tapi kekurangan waktu luang
    2. Kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan/kebugaran dan kecantikan
    3. Mengurangnya kemampuan untuk memelihara orang tua
  3. Penerapan layanan menyeluruh
    1. Peningkatan mendadak dari kebutuhan
    2. Perubahan model re-imbursmen
    3. Tekanan terhadap pembiayaan

Kesempatan potensial
Menjawab 3 hal yang berpengaruh tersebut, Jeremy memberi butir-butir kesempatan potensial, seperti:
1. Dalam bidang gap infrastruktur
    a. Penggunaan Telemedicine
    b. Pemanfaatan Solusi IT (cth: EMRs, mobile, dll.)
    c. Training kedokteran/kesehatan

2. Kekuatan Kelas Menengah
    a. Kerjasama dengan fasilitas layanan kesehatan premium dari luar negeri
    b. Progam asuransi karyawan (termasuk kesehatan)
    c. Layanan mobile berfokus pasien

3. Penerapan layanan menyeluruh
    a. Penyediaan perawatan tingkat pertama tersebar meluas hingga ke pelosok

Setelah sesi kedua bersama Joe Ledesma, Second Vice Chairman, St. Luke’s Medical Center, peserta yang sebagian besar CEO dari rumah-rumah sakit besar di Indonesia diajak untuk berdiskusi bersama para nara sumber dan panelis yang telah hadir. Sampai ketemu di tahun depan. Selamat untuk acara CEO yang sukses tersebut.

Diskusi Panel: dr. Anastina Tahjoo (RS Siloam), dr Jeremy Lim (Singapura), dr Lia (RS Jantung Harki
t), dr Wasista Budiwaluya (PERSI), dr Joe Ledesma (Filipina)

Tidak ada komentar: