IdBlogNetwork

Ahok: Pemprov DKI bersedia membeli RS yang akan dijual

Kembali Gubernur DKI Jakarta, Bpk Basuki TP (Ahok) membuat pernyataan yang mengejutkan sebagian peserta Kongres XIII PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia). Dalam penutupan acara hari ini (24/10/15), Ahok yang menjadi pembicara tamu terakhir mengajak peserta untuk lebih serius mengelola Rumah Sakit. "Bagi Rumah Sakit yang tidak dikelola dengan baik atau hanya ala kadarnya (meminjam istilah pakar management RS, dr Chairulsjah SpOG: business as usual) , saya jamin akan segera tutup. Jika hal itu yang terjadi, silakan cari investor lain atau hubungi Pemprov DKI karena lokasi RS tersebut tidak bisa dipergunakan untuk usaha lain selain Rumah Sakit."

Yang dimaksud dengan serius menurut Ahok, adalah bersedia melayani pasien-pasien BPJS dengan sebaik-baiknya dan tidak melakukan fraud. Management juga harus mampu melayani pasien dengan seefisien dan seefektif mungkin. Tidak adalagi pemaksaan pembelian obat-obatan / alkes yang "mutunya" lebih baik, boros alkes, dll., dalam pelayanannya.




Menjawab pertanyaan peserta mengenai minimnya penggantian biaya pengobatan yang ditetapkan oleh BPJS (http://blog.awalbros.com/2015/10/keberhasilan-menyelamatkan-pasien-bpjs-mimpi-indahku-vs-mimpi-buruk/), menurut Ahok, beliau/pemprov akan mendukung jika PERSI dan IDI bersama-sama mengusulkan kepada pemerintah agar penggantian biaya pengobatan peserta BPJS disamakan saja dengan RS Pemerintah yang setara. Toch dokter maupun peralatannya itu-itu juga (sama). Seperti diketahui saat ini, dengan sistem pembayaran BPJS yang ada, ternyata ada perbedaan antara RS tipe A (umumnya RS pemerintah) dengan RS Swasta, meskipun tenaga medisnya dan peralatannya sama. Ini tidak adil, lanjut Ahok.


Kongres XIII PERSI, Seminar Tahunan IX Patient Safety dan Hospital Expo XXVIII
Seperti diketahui sejak tanggal 21 hingga tanggal 24 Oktober 2015, telah diselenggarakan Kongres XIII PERSI, Seminar Tahunan IX Patient Safety dan Hospital Expo XXVIII di Jakarta Convention Center. Tema yang diusung pada acara kali ini adalah "Kesiapan perumahsakitan Indonesia dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN dan meledaknya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)". Dalam kongres ini terpilih menjadi Ketua PERSI periode 2015 - 2018 adalah : dr. Kuntjoro Adi Purjanto, MKes menggantikan Dr. dr. Sutoto, Mkes. Selamat kepada Ketua PERSI yang baru.

4 komentar:

Chairulsjah mengatakan...

Bgmna kualitas pelayanan rs dpt baik sesuai harapan pasien kalau para pengelolanya tdk memahami bgmna implementasi tatakelola rs dan klinik yg baik. Banyak contoh yg dpt dilihat di DKI ini baik RSUD maupun RS swasta . Sebagian besar business as usual. Blm lagi berbagai regulasi yg saling tumpang tindih. Ada BLUD ada ASN dan lain sebagainya yg nampaknya bukan mengutamakan kualitas. Mungkin regulasinya baik, tetapi implementasinya kurang pas. Masing2 BOD RS mengartikan sesuai caranya sendiri2.
Mohon Gub DKI bs lebih fokus dan paham juga dlm menugaskan pejabat2 di RSUD . Demikian. Salam.

Royke mengatakan...

Erik, punya pendapat soal RS di Manado dan Tomohon? Ada 2 RS swasta direkturnya dipegang oleh satu orang, yang notabene orang tsb adalah PNS di RS pemerintah. Bukan maksud untuk menyerang ybs tetapi dalam kaitan penegakan aturan dan kualitas kerja.

Chairulsjah mengatakan...

Klo mengelola RS hanya sesuai aturan yg ada maka sulit mendapatkan kualitas pelayanan rs, diperlukan kombinasi yg baik antara aturan yg ada dan konsep tatakelola yg sesuai dgn konsep mutu yg diharapkan. Perlu Good Corporate Governance + Good Clinical Governance + Good Ethical Practice . Salam.

Erik Tapan mengatakan...

Terima kasih atas tambahan dr Chairulsjah Sjahruddin. Saya belum terlalu pintar memilih kata-kata. Benar doc, maksudnya ada RS yang dikelola secara business as usual.